Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Bima Mahendra


__ADS_3

Tangan Elvano dia kepalkan keras karena kesal . Namun Elvano mencoba menahan nya .


Amyra sesekali melirik wajah tampan Elvano yang terlihat kesal .


" Boleh aku minta sesuatu sama kalian ?" ucap Amyra membuat Bima dan Elvano menoleh .


" Kalau hubungan kalian jadi rusak karena aku . Aku lebih baik pergi saja dari kehidupan kalian . " ucap Amyra serius .


" Tapi Ra . " ucap Bima .


" Aku bakal pergi sejauh mungkin dari kalian . " ucap Amyra .


Bima dan Elvano terdiam .


" Kalau kalian gak bisa perbaiki hubungan kalian , berarti aku yang harus pergi dari sini . " ucap Amyra .


" Maaf . Aku janji ini yang terakhir Ra . " ucap Bima merasa bersalah .


" Terus gimana dengan kamu , El ?" tanya Amyra .


" Ya , aku janji ini yang terakhir . " ucap Elvano ketus karena masih kesal .


Amyra mengehela nafas nya berat .


" Aku gak mau kalian ribut hanya karena hal hal sepele , apalagi cuma gara gara aku kalian hancurin persahabatan kalian sendiri . " ucap Amyra .


" Kalau bisa memperbaiki hubungan kalian , aku bakal batalin buat nikah sama Elvano . Dan aku bakal pergi dari sini . " ucapan Amyra membuat Elvano kaget .


" Nggak ! Nggak bisa . Dan Gak boleh ! Kamu gak boleh batalin pernikahan kita Ra . " ucap Elvano .


" Ra , " ucap Bima lirih .


" Mau bagaimana pun kamu lagi ngandung anak aku Ra . Kamu gak bisa batalin pernikahan kita !" ucap Elvano .


Hati Amyra seketika terusik .


" Memang hanya karena bayi ini El mau menikahi ku . " gumam nya merasa kecewa .


" Aku tau . Dan kalau pun kita nanti menikah , setelah bayi ini lahir aku bakal pergi sejauh mungkin dari kehidupan kalian . Ngerti ?" ucap Amyra seketika membuat Bima dan Elvano kaget terdiam .


Bima tau kalau ucapan Amyra tidak main main .


" Malam ini aku bakal pulang ke rumah Elsa . " ucap Amyra kemudian mengambil ponsel nya untuk menelepon Elsa .


" Tapi kamu tau kan mama udah tunggu kita di rumah , Ra . " ucap Elvano .


Namun Amyra tak menghiraukan nya , Amyra masih merasa kecewa dengan kenyataan yang sebenarnya dirinya sudah menduga nya sejak awal .

__ADS_1


Amyra masih saja merasa kecewa disaat dirinya mengetahui kalau Elvano menikahi nya hanya karena bayi yang di kandung nya .


" Bima ! lu gak bisa biarin Amyra pergi gitu aja kan ? ayolah Bima !" ucap Elvano memohon pada Bima agar bisa membujuk Amyra untuk pulang ke rumah orang tua Elvano .


" Lu gak tau sifat Amyra . Dia tuh kalo udah bilang gitu ya berarti udah . Lu bujuk aja sendiri ! " ucap Bima .


Elvano bingung harus bagaimana .


" Bentar lagi Elsa datang buat jemput . Aku harap kalian bisa perbaiki hubungan kalian . " ucap Amyra berjalan menuruni tangga . Elvano pun mengikuti nya .


" Ra ? Bisakah kamu pulang dengan ku saja ke rumah mama ?" tanya Elvano memegang tangan Amyra .


Amyra menepis nya .


" Aku tidur di rumah Elsa malam ini , dan kamu tidur disini . Perbaiki hubungan kalian , besok kita pulang ke rumah mama Rosa . " ucap Amyra kembali berjalan menuju luar .


Elvano hanya bisa menyerah dan terdiam . Elvano kembali menghampiri Bima .


" Apa yang harus gua lakuin !" ucap Elvano kesal .


" Siapa suruh lu tadi mukul gua hah !" ucap Bima yang masih merasa kesal karena belum membalas pukulan Elvano .


" Gua gak suka liat lu pegang pegang Amyra !" ucap Elvano kesal .


" Lu kan tau , Gua tuh emang deket sama Amyra ! dan lu mau tau kenapa gua peluk dia ! " ucap Bima kesal . Elvano terdiam .


" Apa yang udah terjadi sampai dia bisa nangis kaya gitu !" ucap Bima .


" Gua gak tau Bima ! Sejak pagi dia hindari gua ! " ucap Elvano yang merasa bingung .


" Gua harap dia nangis bukan karena lu El ! Tapi kini gua yakin pasti ada apa apa . " ucap Bima .


" Terserah lu ! yang penting sekarang gimana cara nya buat Amyra gak marah lagi . " ucap Elvano .


" Biarin dia nginep di tempat Elsa . Itu satu satu nya cara agar dia bisa tenangin diri ."


" Tapi gua yang gak tenang bodoh !" kesal Elvano .


Tak lama kemudian Elsa pun datang . Elvano dan Bima turun untuk menemui nya .


" Wah wah wah ! Apa yang terjadi ? suasananya suram banget disini ." ucap Elsa yang melihat raut wajah ketiga nya .


" Udah ayo Sa . Nanti aku ceritain . " ajak Amyra kemudian masuk kedalam mobil Elsa .


" Titip Amyra Sa . " teriak Bima .


" Ok !" jawab Elsa kemudian kembali masuk ke mobil bersama dengan Amyra .

__ADS_1


Mobil Elsa pun pergi meninggalkan tempat itu . Kini tersisa Bima dan Elvano yang berdiri di sana .


" Terus sekarang gimana ?" tanya Elvano .


" Pulang sana !" usir Bima .


" Lu tau sendiri kan , Amyra suruh gua nginep disini biar bisa perbaiki hubungan sama lu ! " ucap Elvano .


Bima memegang pundak Elvano .


" El . Gak ada hubungan yang perlu di perbaiki . Lu sahabat gua , dan akan tetap seperti itu sampe kapanpun ! Yang perlu di perbaiki tuh sifat pemarah lu . Dan hubungan yang perlu di perbaiki tuh ya hubungan lu sama Amyra !" ucap Bima tegas .


Elvano terdiam .


" Udah , Ayo masuk . Jangan sampe gua berubah pikiran ! " Ajak Bima .


Elvano merasa kalau memang Bima memang benar benar sahabat nya . Sejak dulu memang Bima lah yang selalu mengalah dalam hal apapun jiga itu menyangkut dengan Elvano .


Bima tak segan memberikan apapun yang di miliki nya jiga Elvano menginginkan nya . Bima akan selalu membela Elvano .


Sifat Elvano yang angkuh dan tak pernah mau mengalah kontras dengan sikap Bima yang rendah hati dan selalu mengalah , namun membuat hubungan persahabatan mereka menjadi selaras .


Ditambah kehadiran Theo , satu lagi orang yang selalu ada di antara mereka berdua . Sifat Theo yang lebih fleksibel membuat Theo selalu menjadi penengah diantara mereka .


Elvano , Bima dan Theo sudah berteman sejak kecil karena memang orang tua mereka bertiga yabg saling berhubungan dekat . Berhubungan dalam segi bisnis maupun kerabat .


Jadi tak heran kalau mereka bertiga sudah seperti kakak beradik . Tak ada rahasia diantara mereka bertiga .


Elvano dan keluarga Reynard yang bergerak di bidang Properti .


Bima Dan keluarga Mahendra yang bergerak di bidang Barang antik dan seni .


Juga Theo dan Keluarga Gailendra dan bergerak di bidang Hiburan dan club malam .


Orang tua mereka bertiga adalah sahabat satu sama lain layak nya Elvano , Bima Dan Theo .


Dan hubungan persahabatan itu berlangsung hingga sekarang dan menurun pada anak anak mereka .


Bahkan para istri mereka pun saling berhubungan satu sama lain . Hanya Ibu dari Bima saja lah yang tidak ada , karena memang ibu dari Bima yang sudah meninggal sejak Bima kecil karena sakit .


Bima hanya tinggal bersama ayah nya sejak kecil , dan mulai hidup mandiri di sanggar sejak kuliah . Bima lebih memilih hidup sendiri karena memang ayah nya yang berada dia luar kota dan sering bepergian ke luar negeri membuat nya seraya hidup sendiri .


Walaupun dengan banyak nya kekayaan milik keluarga Mahendra . Hanya satu yang Bima ambil , yaitu sanggar seni itu . Karena sanggar seni itu adalah peninggalan mendiang sang ibu yang dulunya seorang pelukis .


Kemampuan melukis yang di turunkan ibu nya mengalir kuat di darah Bima . Sang ayah adalah seorang pelaku seni dan barang antik , sedangkan mendiang sang ibu seorang pelukis .


Maka tak heran kalau Bima tumbuh dalam jiwa seni yang kuat . Melukis adalah salah satu nya .

__ADS_1


...***************...


__ADS_2