
Tangan Elvano dia kepalkan keras karena kesal . Namun Elvano mencoba menahan nya .
Amyra sesekali melirik wajah tampan Elvano yang terlihat kesal .
" Boleh aku minta sesuatu sama kalian ?" ucap Amyra membuat Bima dan Elvano menoleh .
" Kalau hubungan kalian jadi rusak karena aku . Aku lebih baik pergi saja dari kehidupan kalian . " ucap Amyra serius .
" Tapi Ra . " ucap Bima .
" Aku bakal pergi sejauh mungkin dari kalian . " ucap Amyra .
Bima dan Elvano terdiam .
" Kalau kalian gak bisa perbaiki hubungan kalian , berarti aku yang harus pergi dari sini . " ucap Amyra .
" Maaf . Aku janji ini yang terakhir Ra . " ucap Bima merasa bersalah .
" Terus gimana dengan kamu , El ?" tanya Amyra .
" Ya , aku janji ini yang terakhir . " ucap Elvano ketus karena masih kesal .
Amyra mengehela nafas nya berat .
" Aku gak mau kalian ribut hanya karena hal hal sepele , apalagi cuma gara gara aku kalian hancurin persahabatan kalian sendiri . " ucap Amyra .
" Kalau bisa memperbaiki hubungan kalian , aku bakal batalin buat nikah sama Elvano . Dan aku bakal pergi dari sini . " ucapan Amyra membuat Elvano kaget .
" Nggak ! Nggak bisa . Dan Gak boleh ! Kamu gak boleh batalin pernikahan kita Ra . " ucap Elvano .
" Ra , " ucap Bima lirih .
" Mau bagaimana pun kamu lagi ngandung anak aku Ra . Kamu gak bisa batalin pernikahan kita !" ucap Elvano .
Hati Amyra seketika terusik .
" Memang hanya karena bayi ini El mau menikahi ku . " gumam nya merasa kecewa .
" Aku tau . Dan kalau pun kita nanti menikah , setelah bayi ini lahir aku bakal pergi sejauh mungkin dari kehidupan kalian . Ngerti ?" ucap Amyra seketika membuat Bima dan Elvano kaget terdiam .
Bima tau kalau ucapan Amyra tidak main main .
" Malam ini aku bakal pulang ke rumah Elsa . " ucap Amyra kemudian mengambil ponsel nya untuk menelepon Elsa .
" Tapi kamu tau kan mama udah tunggu kita di rumah , Ra . " ucap Elvano .
Namun Amyra tak menghiraukan nya , Amyra masih merasa kecewa dengan kenyataan yang sebenarnya dirinya sudah menduga nya sejak awal .
__ADS_1
Amyra masih saja merasa kecewa disaat dirinya mengetahui kalau Elvano menikahi nya hanya karena bayi yang di kandung nya .
" Bima ! lu gak bisa biarin Amyra pergi gitu aja kan ? ayolah Bima !" ucap Elvano memohon pada Bima agar bisa membujuk Amyra untuk pulang ke rumah orang tua Elvano .
" Lu gak tau sifat Amyra . Dia tuh kalo udah bilang gitu ya berarti udah . Lu bujuk aja sendiri ! " ucap Bima .
Elvano bingung harus bagaimana .
" Bentar lagi Elsa datang buat jemput . Aku harap kalian bisa perbaiki hubungan kalian . " ucap Amyra berjalan menuruni tangga . Elvano pun mengikuti nya .
" Ra ? Bisakah kamu pulang dengan ku saja ke rumah mama ?" tanya Elvano memegang tangan Amyra .
Amyra menepis nya .
" Aku tidur di rumah Elsa malam ini , dan kamu tidur disini . Perbaiki hubungan kalian , besok kita pulang ke rumah mama Rosa . " ucap Amyra kembali berjalan menuju luar .
Elvano hanya bisa menyerah dan terdiam . Elvano kembali menghampiri Bima .
" Apa yang harus gua lakuin !" ucap Elvano kesal .
" Siapa suruh lu tadi mukul gua hah !" ucap Bima yang masih merasa kesal karena belum membalas pukulan Elvano .
" Gua gak suka liat lu pegang pegang Amyra !" ucap Elvano kesal .
" Lu kan tau , Gua tuh emang deket sama Amyra ! dan lu mau tau kenapa gua peluk dia ! " ucap Bima kesal . Elvano terdiam .
" Apa yang udah terjadi sampai dia bisa nangis kaya gitu !" ucap Bima .
" Gua gak tau Bima ! Sejak pagi dia hindari gua ! " ucap Elvano yang merasa bingung .
" Gua harap dia nangis bukan karena lu El ! Tapi kini gua yakin pasti ada apa apa . " ucap Bima .
" Terserah lu ! yang penting sekarang gimana cara nya buat Amyra gak marah lagi . " ucap Elvano .
" Biarin dia nginep di tempat Elsa . Itu satu satu nya cara agar dia bisa tenangin diri ."
" Tapi gua yang gak tenang bodoh !" kesal Elvano .
Tak lama kemudian Elsa pun datang . Elvano dan Bima turun untuk menemui nya .
" Wah wah wah ! Apa yang terjadi ? suasananya suram banget disini ." ucap Elsa yang melihat raut wajah ketiga nya .
" Udah ayo Sa . Nanti aku ceritain . " ajak Amyra kemudian masuk kedalam mobil Elsa .
" Titip Amyra Sa . " teriak Bima .
" Ok !" jawab Elsa kemudian kembali masuk ke mobil bersama dengan Amyra .
__ADS_1
Mobil Elsa pun pergi meninggalkan tempat itu . Kini tersisa Bima dan Elvano yang berdiri di sana .
" Terus sekarang gimana ?" tanya Elvano .
" Pulang sana !" usir Bima .
" Lu tau sendiri kan , Amyra suruh gua nginep disini biar bisa perbaiki hubungan sama lu ! " ucap Elvano .
Bima memegang pundak Elvano .
" El . Gak ada hubungan yang perlu di perbaiki . Lu sahabat gua , dan akan tetap seperti itu sampe kapanpun ! Yang perlu di perbaiki tuh sifat pemarah lu . Dan hubungan yang perlu di perbaiki tuh ya hubungan lu sama Amyra !" ucap Bima tegas .
Elvano terdiam .
" Udah , Ayo masuk . Jangan sampe gua berubah pikiran ! " Ajak Bima .
Elvano merasa kalau memang Bima memang benar benar sahabat nya . Sejak dulu memang Bima lah yang selalu mengalah dalam hal apapun jiga itu menyangkut dengan Elvano .
Bima tak segan memberikan apapun yang di miliki nya jiga Elvano menginginkan nya . Bima akan selalu membela Elvano .
Sifat Elvano yang angkuh dan tak pernah mau mengalah kontras dengan sikap Bima yang rendah hati dan selalu mengalah , namun membuat hubungan persahabatan mereka menjadi selaras .
Ditambah kehadiran Theo , satu lagi orang yang selalu ada di antara mereka berdua . Sifat Theo yang lebih fleksibel membuat Theo selalu menjadi penengah diantara mereka .
Elvano , Bima dan Theo sudah berteman sejak kecil karena memang orang tua mereka bertiga yabg saling berhubungan dekat . Berhubungan dalam segi bisnis maupun kerabat .
Jadi tak heran kalau mereka bertiga sudah seperti kakak beradik . Tak ada rahasia diantara mereka bertiga .
Elvano dan keluarga Reynard yang bergerak di bidang Properti .
Bima Dan keluarga Mahendra yang bergerak di bidang Barang antik dan seni .
Juga Theo dan Keluarga Gailendra dan bergerak di bidang Hiburan dan club malam .
Orang tua mereka bertiga adalah sahabat satu sama lain layak nya Elvano , Bima Dan Theo .
Dan hubungan persahabatan itu berlangsung hingga sekarang dan menurun pada anak anak mereka .
Bahkan para istri mereka pun saling berhubungan satu sama lain . Hanya Ibu dari Bima saja lah yang tidak ada , karena memang ibu dari Bima yang sudah meninggal sejak Bima kecil karena sakit .
Bima hanya tinggal bersama ayah nya sejak kecil , dan mulai hidup mandiri di sanggar sejak kuliah . Bima lebih memilih hidup sendiri karena memang ayah nya yang berada dia luar kota dan sering bepergian ke luar negeri membuat nya seraya hidup sendiri .
Walaupun dengan banyak nya kekayaan milik keluarga Mahendra . Hanya satu yang Bima ambil , yaitu sanggar seni itu . Karena sanggar seni itu adalah peninggalan mendiang sang ibu yang dulunya seorang pelukis .
Kemampuan melukis yang di turunkan ibu nya mengalir kuat di darah Bima . Sang ayah adalah seorang pelaku seni dan barang antik , sedangkan mendiang sang ibu seorang pelukis .
Maka tak heran kalau Bima tumbuh dalam jiwa seni yang kuat . Melukis adalah salah satu nya .
__ADS_1
...***************...