
Mobil Vina kini telah terparkir di basemen rumah sakit itu .
" Turun . " ucap Vina menyuruh Amyra untuk turun .
Dengan ragu Amyra membuka sabuk pengaman nya dan membuka pintu . Amyra tidak tau harus bagaimana .
" Gua tunggu di sini . Lu masuk dan ambil hasil tes nya . " ucap Vina .
Amyra keluar dari mobil dengan ragu . Amyra tidak tau harus kemana .
" Kenapa malah berdiri di situ ?" tanya Vina .
" Aku gak tau harus kemana . " jawab Amyra bingung .
" Huh !" ketus Vina .
Amyra semakin canggung di buat nya .
"Lu tinggal masuk lewat sana , terus naik ke lantai 4 . Terus nanti tinggal tanyain ruangan dokter Robert . Gampang kan ?" ucap Vina seenak nya .
" Tapi .. " Amyra masih ragu dan takut .
" Banyak omong . Cepet masuk ! Gua banyak acara hati ini . " ucap Vina mengusir Amyra agar cepat masuk ke gedung rumah sakit itu .
Dengan ragu dan bingung Amyra pun berjalan menuju pintu yang di tunjukkan oleh Vina .
Amyra masuk ke gedung rumah sakit itu . Melihat sekeliling yang terasa asing , Amyra berjalan pelan karena masih bingung dengan arah tujuan yang seharusnya dia datangi .
" Ada yang bisa saya bantu , nona ?" tanya seorang petugas keamanan yang menyadari kalau Amyra terlihat kebingungan .
" Oh , iya . Saya mau ke lantai 4 ke ruangan dokter Robert . Boleh saya tau kemana saya harus pergi tuan ?" ucap Amyra lembut dengan senyum nya .
" Baik nona . Biar saya antar nona . " ucap Petugas keamanan itu menunjukkan jalan pada Amyra . Amyra pun segera mengikuti nya .
Amyra dan petugas itu memasuki lift agar lebih cepat sampai di lantai 4 rumah sakit yang sangat besar itu .
" Syukurlah , masih ada orang orang baik . " gumam Amyra merasa lega karena telah di tunjukkan jalan .
Pintu lift pun terbuka .
" Ini lantai 4 nona . Di sana ada petugas yang akan mengantar anda pada Dokter Robert . " ucap petugas itu menunjuk sebuah meja resepsionis di ujung sana .
" Oh iya . Terimakasih tuan . " Amyra segera membungkukkan setengah badan nya untuk berterimakasih .
Amyra melihat lantai 4 yang memang tidak terasa terlalu asing karena disana lah Amyra melakukan tes DNA tempo hari .
Amyra masih mengingat nya .
Langkah Amyra tiba tiba terhenti .
__ADS_1
Begitupun dengan langkah seorang pria paruh baya di hadapan nya .
Amyra perlahan berjalan mundur hendak kabur , namun tangan pria itu tiba tiba mencekram lengan nya kuat .
" Diam ! Jangan banyak tingkah atau lihat saja akibat nya . " bisik tegas pria paruh baya yang tak lain adalah Om Bagja . Orang yang pernah menjual nya .
" Kumohon lepasin aku om . " mohon Amyra penuh rasa takut .
" Jangan banyak bicara kamu ! Ikut dan menurut atau aku gak akan segan buat lukai kamu !" ancam Om Bagja .
Dengan penuh rasa takut Amyra hanya bisa menuruti kemauan om nya itu . Amyra tidak mau sampai Om nya berbuat hal hal yang bisa melukai nya dan bayi yang di kandung nya .
Amyra tau kalau om nya itu bisa melakukan apa saja . Maka , Amyra hanya bisa mengikuti Om nya dari pada nanti terjadi keonaran di rumah sakit itu .
Om Bagja mencengkram erat tangan Amyra agar dia tidak bisa kabur .
" Mau kemana om , tolong lepasin saya . Saya mohon . " Amyra terus memohon agar dirinya bisa lepas .
" Diam kamu ! Gara gara kamu , saya jadi banyak masalah ! " bentakkan Om Bagja seketika membuat Amyra membungkam .
" Ikut saja ! Dan jangan pernah berpikir untuk kabur . " ucap Om Bagja menakutkan .
Amyra sekuat tenaga menahan air mata nya . Amyra berusaha untuk kuat , Amyra tau dirinya pasti akan bertemu lagi dengan Om nya itu . Maka dari itu , mau tidak mau Amyra harus mempersiapkan diri nya .
" Masuk !" Om Bagja mendorong Amyra agar masuk kedalam mobil nya .
Amyra melihat sekeliling nya , parkiran itu terlihat asing karena ternyata berada di bagian lain basemen tempat tadi Vina memarkir mobil nya .
" Om kumohon , jangan ganggu aku lagi . Apa salah aku Om . " Ucap Amyra sangat sedih .
" Jangan ganggu ? hah ? masih banyak yang mesti kamu lakuin buat saya ! Jadi jangan harap kali ini kamu bisa lari lagi . " tegas Om Bagja .
Amyra meneteskan air mata nya yang sudah tak dapat lagi terbendung .
Amyra benar benar merasa sakit hati karena nasib nya yang tak kunjung membaik .
Setelah akhir nya Amyra bisa lepas dari om Bagja dan bertemu orang orang yang menyayangi nya , kini justru Amyra harus kembali berurusan dengan orang serakah yang sangat jahat yang tak lain adalah om nya sendiri . Adik dari ibu kandung nya itu .
" Hahaha , berapa kiranya tuan Elvano akan membayar Amyra . Sudah lama dia mencari Amyra , dan sekarang Amyra ada di tangan ku ! " gumam jahat Om Bagja .
Ternyata Om Bagja berniat untuk kembali menjual Amyra pada Elvano . Om Bagja tidak mengetahui apapun yang sebenarnya telah terjadi .
Amyra pun tidak mau mengatakan apapun . Baik itu tentang Elvano , ataupun tentang kehamilan nya .
yang kini di pikirkan Amyra adalah bagaimana cara untuk bisa lepas dari jeratan Om nya itu .
Amyra merasa kalau kini Om nya pasti akan melakukan hal hal gila lagi padanya , itulah yang di takutkan Amyra .
Om Bagja melajukan mobil nya meninggalkan rumah sakit itu , kini Om Bagja menuju ke sebuah rumah kosong milik nya yang berada tidak terlalu jauh dari rumah sakit itu .
__ADS_1
Hanya butuh sekitar 15 menit untuk sampai di sana .
Terlihat beberapa anak buah Om Bagja berada di sana .
Om Bagja memerintah kan para anak buah nya untuk membawa Amyra masuk ke dalam rumah itu .
Dua orang anak buah berbadan cukup besar menyeret Amyra masuk ke dalam . Amyra menangis ketakutan . Namun tak dapat menghentikan rencana Om nya itu .
Amyra di hempas kan dengan kasar di lantai berdebu itu .
Terlihat seringai jahat di wajah Om nya itu .
Om Bagja berjalan mendekati Amyra .
Dengan posisi berjongkok , Om Bagja mengcekram dagu runcing Amyra .
" Jangan banyak tingkah kamu ! " ancam Om Bagja menghempaskan tubuh Amyra hingga jatuh tersungkur ke lantai yang berdebu itu .
Amyra mencoba untuk bangkit dan duduk .
" Masih belum puas Om hancurkan seluruh hidup ku !" teriak Amyra putus asa .
" Apa lagi yang Om inginkan ! Om sudah merenggut segala nya dari Amyra ! " teriakan Amyra semakin frustasi ketika mengingat kematian orang tua nya .
Air mata mulai membasahi pipi Amyra .
Om Bagja kembali menghampiri Amyra dan kini menjambak rambut Amyra .
" Masih banyak yang orang tua mu sembunyikan ! Jadi lebih baik kamu diam dan berikan semua sisa kekayaan keluarga Adiputra pada ku !" ucap Om Bagja kembali menghempaskan tubuh lemah Amyra .
" Om terlalu serakah ! Apa semua yang sudah Om ambil dari keluarga ku tidak cukup !" teriak Amyra dengan tangisan nya .
Om Bagja terlihat emosi dan menendang tubuh Amyra hingga Amyra meringis kesakitan .
" Ikat dia di kursi !" perintah Om Bagja pada anak buah nya .
Para anak buah nya pun langsung mengikat tubuh Amyra di kursi itu .
Om Bagja menampar keras pipi Amyra hingga darah segar terlihat mengalir di sudut bibir Amyra .
" Kalau saja Ibu mu dulu mau bekerja sama dengan ku ! Dia tak perlu mati sia sia . " ucap Om Bagja .
" Ibu dan Ayah ku bukan orang jahat kaya Om ! Jadi aku yakin mereka tak akan mau mengikuti rencana Om . " ucap Amyra tersenyum picik .
Om Bagja semakin terlihat emosi dan menampar Amyra kembali . Sesekali Om Bagja menjambak rambut Amyra dan memukul tubuh Amyra .
Amyra hanya bisa pasrah dan menangis , namun dirinya tak mau menyerah oleh Om nya itu .
" Lihat saja ! Aku bakal balas semua perlakuan Om pada ku dan kedua orang tua ku ! " ucap Amyra penuh tekad .
__ADS_1
...****************...