Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Masalah Baru


__ADS_3

Mobil Vina kini telah terparkir di basemen rumah sakit itu .


" Turun . " ucap Vina menyuruh Amyra untuk turun .


Dengan ragu Amyra membuka sabuk pengaman nya dan membuka pintu . Amyra tidak tau harus bagaimana .


" Gua tunggu di sini . Lu masuk dan ambil hasil tes nya . " ucap Vina .


Amyra keluar dari mobil dengan ragu . Amyra tidak tau harus kemana .


" Kenapa malah berdiri di situ ?" tanya Vina .


" Aku gak tau harus kemana . " jawab Amyra bingung .


" Huh !" ketus Vina .


Amyra semakin canggung di buat nya .


"Lu tinggal masuk lewat sana , terus naik ke lantai 4 . Terus nanti tinggal tanyain ruangan dokter Robert . Gampang kan ?" ucap Vina seenak nya .


" Tapi .. " Amyra masih ragu dan takut .


" Banyak omong . Cepet masuk ! Gua banyak acara hati ini . " ucap Vina mengusir Amyra agar cepat masuk ke gedung rumah sakit itu .


Dengan ragu dan bingung Amyra pun berjalan menuju pintu yang di tunjukkan oleh Vina .


Amyra masuk ke gedung rumah sakit itu . Melihat sekeliling yang terasa asing , Amyra berjalan pelan karena masih bingung dengan arah tujuan yang seharusnya dia datangi .


" Ada yang bisa saya bantu , nona ?" tanya seorang petugas keamanan yang menyadari kalau Amyra terlihat kebingungan .


" Oh , iya . Saya mau ke lantai 4 ke ruangan dokter Robert . Boleh saya tau kemana saya harus pergi tuan ?" ucap Amyra lembut dengan senyum nya .


" Baik nona . Biar saya antar nona . " ucap Petugas keamanan itu menunjukkan jalan pada Amyra . Amyra pun segera mengikuti nya .


Amyra dan petugas itu memasuki lift agar lebih cepat sampai di lantai 4 rumah sakit yang sangat besar itu .


" Syukurlah , masih ada orang orang baik . " gumam Amyra merasa lega karena telah di tunjukkan jalan .


Pintu lift pun terbuka .


" Ini lantai 4 nona . Di sana ada petugas yang akan mengantar anda pada Dokter Robert . " ucap petugas itu menunjuk sebuah meja resepsionis di ujung sana .


" Oh iya . Terimakasih tuan . " Amyra segera membungkukkan setengah badan nya untuk berterimakasih .


Amyra melihat lantai 4 yang memang tidak terasa terlalu asing karena disana lah Amyra melakukan tes DNA tempo hari .


Amyra masih mengingat nya .


Langkah Amyra tiba tiba terhenti .

__ADS_1


Begitupun dengan langkah seorang pria paruh baya di hadapan nya .


Amyra perlahan berjalan mundur hendak kabur , namun tangan pria itu tiba tiba mencekram lengan nya kuat .


" Diam ! Jangan banyak tingkah atau lihat saja akibat nya . " bisik tegas pria paruh baya yang tak lain adalah Om Bagja . Orang yang pernah menjual nya .


" Kumohon lepasin aku om . " mohon Amyra penuh rasa takut .


" Jangan banyak bicara kamu ! Ikut dan menurut atau aku gak akan segan buat lukai kamu !" ancam Om Bagja .


Dengan penuh rasa takut Amyra hanya bisa menuruti kemauan om nya itu . Amyra tidak mau sampai Om nya berbuat hal hal yang bisa melukai nya dan bayi yang di kandung nya .


Amyra tau kalau om nya itu bisa melakukan apa saja . Maka , Amyra hanya bisa mengikuti Om nya dari pada nanti terjadi keonaran di rumah sakit itu .


Om Bagja mencengkram erat tangan Amyra agar dia tidak bisa kabur .


" Mau kemana om , tolong lepasin saya . Saya mohon . " Amyra terus memohon agar dirinya bisa lepas .


" Diam kamu ! Gara gara kamu , saya jadi banyak masalah ! " bentakkan Om Bagja seketika membuat Amyra membungkam .


" Ikut saja ! Dan jangan pernah berpikir untuk kabur . " ucap Om Bagja menakutkan .


Amyra sekuat tenaga menahan air mata nya . Amyra berusaha untuk kuat , Amyra tau dirinya pasti akan bertemu lagi dengan Om nya itu . Maka dari itu , mau tidak mau Amyra harus mempersiapkan diri nya .


" Masuk !" Om Bagja mendorong Amyra agar masuk kedalam mobil nya .


Amyra melihat sekeliling nya , parkiran itu terlihat asing karena ternyata berada di bagian lain basemen tempat tadi Vina memarkir mobil nya .


" Om kumohon , jangan ganggu aku lagi . Apa salah aku Om . " Ucap Amyra sangat sedih .


" Jangan ganggu ? hah ? masih banyak yang mesti kamu lakuin buat saya ! Jadi jangan harap kali ini kamu bisa lari lagi . " tegas Om Bagja .


Amyra meneteskan air mata nya yang sudah tak dapat lagi terbendung .


Amyra benar benar merasa sakit hati karena nasib nya yang tak kunjung membaik .


Setelah akhir nya Amyra bisa lepas dari om Bagja dan bertemu orang orang yang menyayangi nya , kini justru Amyra harus kembali berurusan dengan orang serakah yang sangat jahat yang tak lain adalah om nya sendiri . Adik dari ibu kandung nya itu .


" Hahaha , berapa kiranya tuan Elvano akan membayar Amyra . Sudah lama dia mencari Amyra , dan sekarang Amyra ada di tangan ku ! " gumam jahat Om Bagja .


Ternyata Om Bagja berniat untuk kembali menjual Amyra pada Elvano . Om Bagja tidak mengetahui apapun yang sebenarnya telah terjadi .


Amyra pun tidak mau mengatakan apapun . Baik itu tentang Elvano , ataupun tentang kehamilan nya .


yang kini di pikirkan Amyra adalah bagaimana cara untuk bisa lepas dari jeratan Om nya itu .


Amyra merasa kalau kini Om nya pasti akan melakukan hal hal gila lagi padanya , itulah yang di takutkan Amyra .


Om Bagja melajukan mobil nya meninggalkan rumah sakit itu , kini Om Bagja menuju ke sebuah rumah kosong milik nya yang berada tidak terlalu jauh dari rumah sakit itu .

__ADS_1


Hanya butuh sekitar 15 menit untuk sampai di sana .


Terlihat beberapa anak buah Om Bagja berada di sana .


Om Bagja memerintah kan para anak buah nya untuk membawa Amyra masuk ke dalam rumah itu .


Dua orang anak buah berbadan cukup besar menyeret Amyra masuk ke dalam . Amyra menangis ketakutan . Namun tak dapat menghentikan rencana Om nya itu .


Amyra di hempas kan dengan kasar di lantai berdebu itu .


Terlihat seringai jahat di wajah Om nya itu .


Om Bagja berjalan mendekati Amyra .


Dengan posisi berjongkok , Om Bagja mengcekram dagu runcing Amyra .


" Jangan banyak tingkah kamu ! " ancam Om Bagja menghempaskan tubuh Amyra hingga jatuh tersungkur ke lantai yang berdebu itu .


Amyra mencoba untuk bangkit dan duduk .


" Masih belum puas Om hancurkan seluruh hidup ku !" teriak Amyra putus asa .


" Apa lagi yang Om inginkan ! Om sudah merenggut segala nya dari Amyra ! " teriakan Amyra semakin frustasi ketika mengingat kematian orang tua nya .


Air mata mulai membasahi pipi Amyra .


Om Bagja kembali menghampiri Amyra dan kini menjambak rambut Amyra .


" Masih banyak yang orang tua mu sembunyikan ! Jadi lebih baik kamu diam dan berikan semua sisa kekayaan keluarga Adiputra pada ku !" ucap Om Bagja kembali menghempaskan tubuh lemah Amyra .


" Om terlalu serakah ! Apa semua yang sudah Om ambil dari keluarga ku tidak cukup !" teriak Amyra dengan tangisan nya .


Om Bagja terlihat emosi dan menendang tubuh Amyra hingga Amyra meringis kesakitan .


" Ikat dia di kursi !" perintah Om Bagja pada anak buah nya .


Para anak buah nya pun langsung mengikat tubuh Amyra di kursi itu .


Om Bagja menampar keras pipi Amyra hingga darah segar terlihat mengalir di sudut bibir Amyra .


" Kalau saja Ibu mu dulu mau bekerja sama dengan ku ! Dia tak perlu mati sia sia . " ucap Om Bagja .


" Ibu dan Ayah ku bukan orang jahat kaya Om ! Jadi aku yakin mereka tak akan mau mengikuti rencana Om . " ucap Amyra tersenyum picik .


Om Bagja semakin terlihat emosi dan menampar Amyra kembali . Sesekali Om Bagja menjambak rambut Amyra dan memukul tubuh Amyra .


Amyra hanya bisa pasrah dan menangis , namun dirinya tak mau menyerah oleh Om nya itu .


" Lihat saja ! Aku bakal balas semua perlakuan Om pada ku dan kedua orang tua ku ! " ucap Amyra penuh tekad .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2