Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Menyetujui perjodohan


__ADS_3

Elvano yang mulai jengah berdiri kemudian masuk ke dalam kamar nya tanpa mengatakan apapun kepada mereka yang tengah serius membicarakan bisnis dan perjodohan .


Mama Rosa mengikuti anak pertama nya itu .


Elvano duduk di sofa kamar nya dengan menyandarkan kepala nya ke sandaran sofa .


Elvano memejamkan mata nya . Mencoba mengatur emosi nya .


" El ,, " ucap lembut mama Rosa yang kini duduk di samping Elvano .


" Apa benar Amyra sudah kehilangan bayi nya ?" tanya mama Rosa ragu .


" Iya ma . " jawab singkat Elvano .


" Tadi siang Elvina yang menceritakan nya pada papa . Elvina bilang kalau dia melihat Amyra di rumah sakit dan mengetahui semua . Elvina juga bilang kalau Amyra sering tidur dengan banyak pria , termasuk Bima . " ucap Mama Rosa ragu .


" Apa !" kaget Elvano .


" Apa itu benar El ?"


Elvano hanya terdiam .


" Elvina telah menceritakan semua sama papa . Di tambah lagi , papa tidak bisa menemukan informasi yang akurat tentang masa lalu dan keluarga Amyra . " jawab mama Rosa .


" Ma .. El harus gimana sekarang ! Inginrasa nya El marah sama Vina . Tapi El gak mungkin lakuin itu ma . " keluh Elvano .


" Mama tau Amyra adalah perempuan yang baik , dan mama juga suka sama dia . "


" Boleh mama tau apa yang sebenar nya terjadi ? "


Elvano menghembuskan nafas nya kasar .


Elvano menceritakan awal mula dirinya bertemu Amyra . Menceritakan Amyra yang di jual om nya sendiri . Menceritakan dirinya yang merenggut kesucian Amyra sampai Amyra hamil .


Dan memang benar , Elvano tidak tahu apa apa tentang keluarga dan masa lalu Amyra selain om nya Bagja .


Mama Rosa mendengarkan cerita Elvano dengan seksama .


Ingin rasa nya Elvano marah dan memaki adik nya sendiri karena telah memperkeruh keadaan , namun itu tak bisa di lakukan nya .


Terlebih kini Elvano tidak bisa membantah perintah orang tua nya .


" Mama mengerti El . Mama sangat mengerti , tapi untuk saat ini keputusan ada di tangan papa . Mama gak bisa berbuat apa apa . Maafin mama . " ucap sesal mama Rosa .


" Papa melakukan ini karena ingin yang terbaik untuk keluarga kita , mengertilah . " ucap mama Rosa .


" Apa Amyra juga mencintai kamu seperti kamu mencintai nya ?" pertanyaan Mama Rosa sukses membuat Elvano terdiam .


Elvano tidak tau bagaimana perasaan Amyra pada nya saat ini . Apalagi setelah apa yang dia lihat di apartemen nya .


Namun pikiran nya kembali berlanglang buana .


Dirinya mengingat bagaimana Amyra tinggal di tempat Bima selama ini .


Satu orang perempuan dan laki laki yang tinggal satu atap . Bayangan nya mulai meracuni pikiran nya .


Tangan nya mengepal . Rahang nya mengeras .


Entah apa yang sudah pernah di lakukan mereka berdua selama ini . Batin Elvano berkecamuk .


" Bilang sama papa , aku terima perjodohan ini . " ucapan Elvano serius .


" Kamu yakin ?"

__ADS_1


" Ya ma . Aku yakin . " jawab Elvano serius .


" Baiklah , mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu . " ucap mama Rosa lembut kemudian keluar dari kamar Elvano .


" Arrgghhh !!! " frustasi Elvano .


Hati Elvano memang selalu tertuju pada Amyra . Namun pikiran nya mulai tak bisa dia kendalikan .


Membayangkan kebersamaan Amyra dan Bima , dan bahkan Elvano menyadari kalau dirinya sama sekali tidak mengetahui apa apa tentang kehidupan Amyra .


Elvano menerima perjodohan itu bukan karena dirinya menginginkan nya . Namun karena memang dirinya tidak bisa membantah ucapan papa David , di tambah lagi Elvano merasa kalau Amyra hanya mempermainkan nya .


Perjodohan yang juga memiliki nilai bisnis yang menggiurkan .


Terbukti dengan Amyra yang selalu berada di samping Bima setiap saat , Amyra yang selalu menerima bantuan dari Bima daripada darinya .


Elvano mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang .


" Temani gua minum malam ini !" ucap Elvano pada Theo dalam panggilan itu .


*****


" Kenapa Bro ! " tanya Theo menghampiri Elvano yang kini tengah duduk di sofa panjang di ruang VIP club milik Theo .


" Gimana kabar tuh cewek ?" tanya Theo kemudian .


" Berisik lu ! " kesal Theo .


" weey ! tenang Bro . " ucap Theo yang melihat sahabat nya itu marah .


" Ada masalah apaan ? cerita lah . " ucap Theo yang mulai khawatir melihat Elvano .


" Gua bakalan nikah sama Alisha . " ucap Elvano malas .


" Ya . "


" Tapi kan bukan nya lu bakal nikah sama si Amyra ? kok bisa !" Theo semakin penasaran .


" Papa gua mau terusin perjodohan yang dulu sudah di rencanain . Dan lu tau sendiri kan , gua gak bisa bantah . "


" El , lu juga tau kan kehidupan Alisha di US kaya gimana ! Mau aja lu nikahin cewek bekas orang !" ucap Theo yang merasa tak percaya .


Elvano menegakkan duduk nya .


" Lu bilang Alisha bekas orang ? terus apa beda nya sama si Amyra yang selama ini tinggal berdua sama si Bima ? hah ?" ucap Elvano tegas dengan rahang yang mengeras di tambah tatapan nya yang mematikan .


" Tapi kan lu bilang tuh cewek virgin dan lu yang pertama kali . " ucap Theo .


" Ya emang gua sadar , gua tau virgin nya gua yang dapat . Tapi setelah itu dia tinggal sama si Bima , gua bisa bayangin apa yang udah mereka lakuin selama ini . "


" Tapi kayak nya Bima gak kaya gitu El . " ucap Theo berusaha membela Bima .


" lu pikir aja sendiri , cewek dan cowok tinggal satu atap . Bisa bayangin sendiri kan ?" ucap Elvano dengan senyum kecut nya .


" Setidak nya perjodohan gua bisa jadi nilai keuntungan buat bisnis gua dan papa . "


" Gua gak habis pikir aja El . Lu yang mati Matian hampir gila gara gara tuh cewek . Sekarang giliran udah ketemu , lu dengan mudah nya lepasin gitu aja . Padahal gua juga suka sama tuh cewek , mana cantik , baik lagi . " ucap Theo .


" Lu ambil aja kalo lu mau !" ucap Elvano malas .


" Gua pikir Bima bakal dengan senang hati terima tuh cewek bekas lu . Kelihatan kan si Bima suka banget sama tuh cewek . "


" Gak peduli gua . "

__ADS_1


Theo hanya bisa menggelengkan kepala nya , masih merasa tak percaya kalau sahabat nya bisa jadi seperti ini .


Elvano yang semenjak di tinggalkan Alisha hanya suka bermain main dengan banyak perempuan , ketika bertemu dengan Amyra menjadi bucin . Dan sekarang dengan mudah nya membenci Amyra .


" Terserah lu dah . Pusing gua mikirin nya . " ucap Theo .


Elvano meneguk minuman nya .


" Mau gimana gua nge bantah , tetep aja gua bakal di nikahin sama si Alisha . " ucap Elvano .


" Apa ! Nikah ?" ucap seorang pria menggunakan hoodie berwarna navy dan celana jeans senada berdiri tepat di hadapan Elvano dan Theo yang tengah duduk .


" Apa maksud lu bilang lu bakal nikah sama Alisha ?" tanya Bima yang mulai kesal .


Elvano hanya membungkam mulut nya dan tersenyum .


" Jawab gua El ! " Bima mulai emosi .


" Iya ! Gua emang bakal nikah sama Alisha . Puas Lu ! " jawab Elvano .


BUG !


Satu tinjuan mendarat dengan sempurna di pipi Elvano .


Elvano mengusap sudut bibir nya yang terluka .


" Bajingan lu El ! baru kemarin lu cari cari Amyra , sekarang dengan mudah nya lu bilang mau nikahin cewek lain ?" amarah Bima sudah di ujung tenggorokan nya .


" Bukan nya lu harus nya seneng kalo gua gak nikahin Amyra ? Lu bisa bebas tidurin tuh cewek sepuas lu !" ucapan Elvano spontan membuat amarah Bima meledak .


" Jaga ucapan lu El ! " Bima geram


" Gua udah berkali kali kasih ku kesempatan ! " Bima meremas kuat kerah baju yang di gunakan Elvano .


" Lu mau dia kan ! Ambil . Gua gak peduli !" ucap Elvano .


Bima melepas tangan nya dari baju Elvano .


Bima tertawa , membuat Elvano dan Theo bingung .


" Ingat kata kata lu El ! Gua yang kasih kesempatan lu buat sama Amyra , sekarang lu yang buang kesempatan itu . " ucap Bima dengan senyum kecut nya .


" Gua gak peduli , gua gak mau nikahi cewek yang udah di tiduri sama sahabat gua sendiri . " ucap Elvano jijik .


Bima berusaha menahan amarah nya dan tertawa .


" Ya , gua bakal miliki Amyra . Dan jangan harap lu bisa tarik lagi semua ucapan lu El . " ucap Bima tegas .


" Sekali lagi lu sentuh Amyra , gua gak bakal segan segan buat habisin lu ! " ancaman Bima hanya di balas dengan senyuman .


Bima menghembuskan nafas nya kasar .


" niat gua kesini buat bawa lu ketemu Amyra , tapi gua bersyukur sama semua ucapan lu El . Jadi gua gak perlu tahan diri lagi buat miliki Amyra . " ucap Bima .


" Dan satu lagi yang harus lu tau El ! Gua gak sebajingan lu yang bisa dengan mudah nya tidur dengan banyak cewek ! Gua bahkan belum pernah cium Amyra . Gua selalu tahan diri gua , gua gak mau nodai cewek yang gua sayangi . "


" Tapi mulai sekarang , gak ada alasan lagi buat gua nahan diri . Makasih karena udah mau lepasin Amyra buat Gua . " ucap Bima seraya pergi meninggalkan tempat itu .


Elvano benar benar emosi mendengar ucapan terakhir Bima .


" Udah gua bilang , Bima gak mungkin lakuin hal macem macem sama cewek . Kalo gua sih iya pasti gak bakal bisa tahan tinggal se atap sama cewek secantik dan se seksi Amyra . Tapi kalo Bima , gua yakin dia bisa jaga nafsu nya . Tapi kalo sekarang , gak tau deh . " ucapan Theo justru membuat pikiran Elvano semakin kacau .


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2