Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Kenangan Satu Malam


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Amyra tinggal di sanggar Bima . Bima pun menyesuaikan kamar Amyra agar lebih nyaman . Karena memang tempat itu cukup luas dan memiliki beberapa kamar di lantai 2 sanggar itu .


Kamar Bima bersebelahan dengan kamar Amyra .


Setiap satu minggu 2 kali Amyra dan Bima akan mengajar para anak jalanan untuk melukis .


Kini Amyra sudah bisa kembali ceria dan tersenyum setelah sebulan berlalu .


Amyra berharap bisa sepenuh nya melupakan kejadian malam itu , walaupun bukan hanya sekali Amyra di hantui mimpi tentang malam itu .


Amyra dan Bima semakin akrab dan dekat . Setiap hari mereka menghabiskan waktu berdua , tertawa dan bercanda bersama . Terkadang Elsa suka datang berkunjung untuk bertemu dengan Amyra .


Sore itu Amyra terlihat sedang menyelesaikan lukisan nya , Bima oun menghampiri nya dari belakang .


" Cantik ." ucap Bima tepat di telinga Amyra .


" Apaan sih .. Iya aku tau lukisan nya cantik ." ucap Amyra yang menyadari kedatangan Bima .


" Bukan lukisan nya , tapi kamu yang cantik Ra . " ucap Bima tersenyum .


Mendengar kata kata Bima membuat Amyra jadi salah tingkah .


" Ih dasar , awas . Aku mau ambil minum . " Amyra langsung berdiri hendak berjalan namun langkah nya di halangi oleh Bima .


" Biar aku yang bawain minum . Kamu lanjut lukis aja . " ucap Bima kemudian berjalan menuju dapur .


Amyra oun melanjutkan lukisan nya walaupun hati nya masih agak serba salah .


" Kenapa sih , tiap deket tuh orang bawaan nya deg deg an aja. " gumam Amyra dalam hati .


Tak lama kemudian Bima datang membawa 2 gelas jus dan duduk di sofa panjang itu .


" Sini Ra , minum dulu . " ajak Bima . Amyra pun beranjak menghampiri Bima dan duduk di sebelah nya .


" Terimakasih ." ucap Amyra dengan senyuman manis nya seraya sedikit memiringkan kepala nya . Membuat Bima tersenyum .


" Sama sama ." jawab Bima .


Mereka berdua berbincang dan tertawa bersama , terlihat Amyra kini sudah dalam kondisi yang lebih baik .


" Lanjut lagi ah . " ucap Amyra kemudian berdiri hendak menuju tempat lukis nya tadi .


" Tunggu Ra . " tangan Bima memegang tangan Amyra hingga membuat Amyra kini terduduk di pangkuan Bima .


" Bima . " Amyra kaget karena kini dirinya duduk tepat di atas paha Bima dengan jarak wajah yang hanya beberapa centimeter saja .


Sejenak Amyra dan bima saling menatap lekat , detak kan jantung kedua nya bisa saling terdengar .


Bima semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Amyra , tubuh Amyra tidak menolak .


Perlahan Bima mendekat kan bibir nya ke bibir Amyra . Amyra perlahan menutup mata nya meresapi deburan hati nya yang berdegup kencang . Bima pun demikian .


Namun ketika bibir Bima baru saja menempel di bibir Amyra , tiba tiba bayangan pria yang telah merenggut kesucian nya terlintas .


Amyra terbayang dengan ciuman pertama nya yang telah di ambil oleh pria itu . Semakin Amyra menutup mata, semakin bayangan akan kejadian itu terlihat jelas di pikiran nya .


Seketika Amyra menjauh kan tubuh nya dari tubuh Bima hingga membuat Bima kaget .


Dengan nafas yang terengah engah Amyra menahan diri nya menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya . Terlihat air mata menetes di sudut mata nya mengalir menuju pipi nya dan jatuh di dagu nya .


Bima sangat kaget dan juga merasa bersalah , Bima merasa Amyra menangis karena dirinya .


Amyra kemudian berdiri dan bergegas pergi menuju kamar nya tanpa sepatah kata pun . Amyra langsung menutup pintu dan mengunci nya .


Amyra terduduk di bawah pintu itu dan menangis .


" Kenapa harus teringat kejadian malam itu , Maafin aku Bima . " Amyra merasa bersalah pada Bima .


Sedangkan di balik pintu Bima berdiri dan mengetuk pintu pelan .

__ADS_1


" Ra ? kamu gak apa apa ? maafin aku Ra . Aku gak bermaksud ,, " ucap Bima lembut .


" tolong buka pintu nya Ra . " lanjut Bima . Namun Amyra tak menjawab nya .


" Maafin aku Ra , aku bener bener minta maaf . Ra . " Bima semakin putus asa .


Amyra pun merasa kalau dirinya tidak bisa melibatkan Bima dalam bayangan kejadian itu .


Tak lama kemudian Amyra membuka pintu kamar nya perlahan .


" Ra , maafin aku Ra . Maaf , aku ,, " Bima tak henti henti nya meminta maaf .


" Kamu gak salah Bima , aku yang harus nya minta maaf . Aku gak tau harus gimana lagi , aku kira aku bisa lupain kejadian itu . " ucap Amyra membuat Bima penasaran .


" Kejadian ? Kejadian apa Ra ?" tanya Bima . Amyra menutup mulut nya karena merasa telah salah bicara . Amyra membalikan badan nya kemudian berjalan menuju tempat tidur nya untuk duduk .


Bima mengikuti Amyra .


" Ra , sebenar nya apa yang terjadi ? kamu gak bisa terus kaya gini . Kamu gak boleh menanggung semua nya sendiri Ra . " ucap Bima lembut dengan posisi berlutut di depan Amyra dan memegang kedua lutut Amyra .


" Tapi Bima , aku gak tau harus cerita dari mana ? aku gak tau harus gimana ceritain nya . " Amyra terlihat bingung dan serba salah .


Air mata nya berjatuhan . Amyra memegangi dada nya yang terasa sesak setiap kali dirinya mengingat kejadian malam itu . Wajah pria itu selalu terbayang di pikiran Amyra .


" Aku ngerti Ra , tapi coba kamu tenangkan diri . Aku gak bakalan maksa kamu buat cerita , tapi setidak nya kamu harus ingat . Kalau ada aku dan Elsa yang bakalan selalu jaga kamu Ra . " ucap Bima .


" Iya aku tau , tapi Bima . Aku rasa kejadian itu bener bener gak bisa aku lupain , kejadian itu selalu ada menjadi mimpi buruk aku setiap malam . " ucap Amyra putus asa .


Bima duduk di samping Amyra dan memeluk nya .


" Kamu gak sendiri Ra . Aku bakalan selalu ada buat kamu Ra . Jadi jangan tanggung beban itu sendirian , jangan buat dirimu sendiri tersiksa Ra . " ucap Bima .


" Aku janji bakal cerita , tapi gak sekarang . " ucap Amyra .


" Iya aku ngerti Ra . " Bima mengusap punggung Amyra lembut mencoba menenangkan Amyra .



*****


" Ayolah , dari tadi cuma diem aja . Ada apa bro ?" tanya Theo yang menyadari kalau sahabat nya itu tak seperti biasa nya .


Namun Elvano masih terlihat hanya diam sambil memainkan gelas nya . Beberapa wanita cantik dan seksi terlihat terus merayu Elvano . Namun Elvano tak bergeming sedikit pun .


Entah dimana pikiran Elvano berada .


" butuh yang bening bening gak ?" tanya Theo .


Elvano masih tak bergeming . Theo pun mulai kesal , Theo menepuk pundak Elvano .


" Sialan lu ! " Elvano kaget namun Theo malah tertawa karena merasa berhasil menjahili sahabat nya itu .


" Kenapa sih dari tadi lu malah ngelamun mulu , kesel gua liat nya tau !" celoteh Theo .


" Theo , inget gak waktu itu si Bagja kasih cewe ke gua ?" tanya Elvano . Theo berpikir sejenak mengingat ingat pertanyaan Elvano .


" Oh iya iya , si Bagja yang ngutang sama lu itu kan ?" jawab Theo yang baru saja ingat .


" iya , nah lu punya kontak nya gak ?" tanya Elvano .


" Buat apaan ? orang kaga penting gitu ." jawab Theo .


" Gausah banyak bacot . Kalo gak punya , gua bisa cari sendiri . " Elvano marah .


" Sabar bro . Tunggu aja , bentaran lagi juga dia nongol . Ampir tiap hari dia kesini main judi ." ucap Theo santai .


Theo tau betul kalau sahabat nya itu tidak bisa sabar dan mudah marah . Theo tidak mau membuat Elvano marah , karena setiap Elvano marah apapun bisa jadi masalah .


Seorang wanita cantik dan seksi terus saja merayu Elvano , mulai dari bergelayut di lengan Elvano hingga mencoba mengelus elus dada dan pundak Elvano .

__ADS_1


Elvano memang sudah biasa bermain main dengan banyak wanita cantik , namun kali ini ada yang aneh dengan Elvano .


" Lepas !" teriak Elvano menghempaskan tangan wanita cantik yang mencoba mengelus leher nya . Wanita itu pun kaget begitu juga dengan Theo .


" Wow , ada apa ini bro ? " Theo agak cemas .


" Suruh cewe ini pergi , pusing gua liat nya . " Ucap Elvano kesal .


" Tapi kan biasa nya lu seneng seneng aja bro ." ucap Theo . Namun melihat wajah Elvano yang terlihat tidak bersahabat, Theo memilih cari aman .


Theo mengisyaratkan jari nya agar para wanita itu pergi dari ruangan itu .


Elvano masih terlihat kesal entah karena para wanita itu atau karena sudah hampir 2 bulan dirinya masih belum menemukan wanita yang dia cari .


Tak lama kemudian .


" Nah , tuh orang nya nongol . Si Bagja . " tunjuk Theo pada seorang pria yang berjalan masuk seraya menggandeng 2 wanita .


" Bawa dia kesini . " ucap Elvano . Theo pun langsung menuruti nya .


Bagja di bawa menuju ruangan VIP itu . Perasaan Bagja sudah bercampur aduk , antara bingung dan takut . Bagja tau kalau berhubungan dengan Elvano , bisa saja itu menjadi masalah besar .


Dengan wajah ketakutan Bagja berdiri di ruangan itu .


" Dimana dia ?" tanya Elvano to the poin .


" Dia ? Dia siapa tuan ?" Bagja semakin bingung .


" cewe yang waktu itu kamu bawa ke rumah saya . " jawab Elvano .


" Oh , Amyra ? memang nya ada apa tuan ? apa dia buat masalah ? " Bagja semakin takut akan ada masalah besar yang datang hanya karena dia salah bicara .


" aku tanya dimana dia ?" Elvano kembali bertanya , kini nada bicara nya sudah meningkat .


" Dia ,, " Bagja tergagap menjawab nya karena memang Bagja pun tidak tau dimana Amyra berada .


" dimana tempat tinggal nya ?" Elvano kembali bertanya . Bagja merasakan hawa dingin dari raut wajah Elvano . Bagja tau kalau saat ini bisa jadi masalah besar .


" Dia biasa nya tinggal di rumah ku tuan , tapi setelah kejadian waktu itu saya belum bertemu lagi dengan nya . " jawab Bagja .


" Kenapa dia tinggal di rumah mu ? " Elvano penasaran .


" Karena dia adalah keponakan ku , anak dari adik perempuan ku . " jawab Bagja .


Elvano kaget dan juga aneh mendengar jawaban Bagja .


" Jadi kamu menjual keponakan mu sendiri ?" tanya Elvano kesal .


" I , iya , tuan . " Bagja semakin ketakutan ketika Elvano kini berdiri dan berjalan mendekati nya .


" Orang brengsek macam apa yang bisa menjual keponakan nya sendiri ?" ucap Elvano mulai marah .


Elvano terlihat emosi ketika mengingat kejadian malam itu , dimana wanita yang dia tiduri masih perawan dan polos .


Elvano benar benar tidak habis pikir , kalau wanita polos itu di jual oleh Om nya sendiri .


BUG ! Elvano meninju wajah Bagja dengan keras hingga Bagja tersungkur di lantai .


" Maaf tuan , kenapa anda memukul saya ? apa salah saya ?" Bagja ketakutan .


Kaki Elvano kini berada di pundak Bagja .


" Cari wanita itu sekarang ! Bawa pada saya tanpa lecet sedikit pun . Kalau tidak ! Kamu tanggung akibat nya . " Tegas Elvano .


Bagja pun segera keluar dari ruangan itu karena ketakutan .


Elvano mencoba menahan amarah nya .


" Amyra ." gumam Elvano mengingat nama wanita yang dia tiduri malam itu .

__ADS_1


**************


__ADS_2