
" El kapan kamu pulang ?" tanya Amyra .
" Entahlah , kalo selesai sekarang mungkin tengah malam baru sampai . Emang kenapa ?" ucap Elvano .
" Nggak kenapa napa . " ucap Amyra .
" Kangen ya ?" tanya Elvano jahil .
" Iya . " ucap Amyra polos . Elvano tertawa .
" Kok malah ketawa ?" tanya Amyra .
" Nggak . Iya aku juga kangen . " ucap Elvano .
Amyra terdiam sejenak .
" Disini sepi banget El . " keluh Amyra .
" Aku usahain pulang cepat , Ok . " ucap Elvano .
" Iya . " ucap Amyra antusias .
Elvano tersenyum mendengar nya .
" El ?" tanya Amyra ragu .
" Kalo aku ke tempat Bima , boleh gak ?" tanya Amyra ragu ragu .
" Nggak !" jawab tegas Elvano .
" Oh , baiklah . " jawab Amyra lesu .
Elvano selalu saja kesal ketika membicarakan nama sahabat nya itu .
" Tunggu aku pulang saja , kita bisa ke tempat Bima kalo aku udah pulang . " ucap Elvano .
Elvano tidak mau membiarkan Amyra pergi sendiri ke tempat Bima , karena bayangan Elvano pasti Bima akan berduaan dengan Amyra disana .
Hanya membayangkan nya saja sudah membuat Elvano kesal sendiri .
" Baiklah . " ucap Amyra .
Amyra pun tau kalau Elvano pasti tak mengijinkan nya untuk pergi ke tempat Bima . Amyra tak mau memaksakan diri sampai bisa membuat Elvano marah . Akhirnya Amyra pun mengalah dan menuruti Elvano untuk tidak pergi ke tempat Bima .
Elvano menutup telepon nya karena papa David memanggil nya .
" Pulanglah duluan . Biar papa yang handle disini . Ini juga sudah sore kasian Amyra . " ucap papa David .
" Baiklah pa . " jawab Elvano semangat .
Elvano bergegas bersiap untuk pulang karena hari sudah sore dengan jarak tempuh yang lumayan jauh .
Elvano langsung mengemudikan mobil nya karena sudah tidak sabar ingin menemui Amyra .
Rasa rindu yang tak tertahan padahal belum satu hari Elvano berjauhan dengan Amyra .
****
Amyra bingung harus melakukan kegiatan apa di rumah besar yang terasa sepi itu . Walaupun banyak penjaga dan pelayan , namun Amyra tetap merasa kesepian .
Amyra berjalan jalan di dalam kamar tak tentu arah . Sesekali duduk di tempat tidur , kemudian berdiri di depan jendela lalu duduk di sofa .
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu membuat Amyra bergegas membuka nya .
" Mama . " ucap Amyra yang melihat Mama Rosa lah yang mengetuk pintu kamar nya .
__ADS_1
" Si El belum pulang kan ?" tanya mama Rosa seraya melihat lihat keberadaan anak nya di kamar itu .
" Belum ma , El bilang mungkin tengah malam atau besok . " ucap Amyra .
" Bagus . " ucap Mama Rosa terlihat senang .
" Emang kenapa Ma ?" tanya Amyra penasaran.
" Ikut Mama belanja yuk ?" ajak Mama Rosa .
" Belanja ?" ucap Amyra ragu .
" Iyaa ,, temenin mama belanja yu ? kan seru bisa belanja sama calon menantu mama . " ucap Mama Rosa antusias .
Amyra sebenar nya tidak suka berbelanja , namun dirinya tidak mau mengecewakan Mama Rosa yang terlihat sudah sangat antusias itu .
" Baiklah Ma . " jawaban Amyra membuat mama Rosa semakin bersemangat .
" Yess ! mama tunggu di mobil ya . " ucap Mama Rosa bergegas berjalan menuju depan .
Amyra pun segera mengganti pakaian nya , Amyra tak mau membuat Mama Rosa menunggu .
Mama Rosa memang tidak suka menggunakan supir , jadi sudah biasa Mama Rosa mengendarai mobil nya sendiri .
" Ayo Amyra . " ajak mama Rosa dari balik kemudi nya . Amyra pun langsung masuk ke dalam mobil .
Amyra hanya perlu menemani mama Rosa saja , pikir Amyra .
Mobil Mama Rosa pun pergi meninggalkan halaman rumah itu .
Sepanjang perjalanan , Mama Rosa tak henti nya bercerita dengan semangat . Terlihat wajah mama Rosa yang senang karena bisa di temani oleh Amyra .
" Mama seneng banget ada kamu Amyra . " ucap mama Rosa namun mata nya masih ter fokus ke jalanan yang di lalui nya .
Amyra tersenyum .
" Emang adik El kemana ma ?" tanya Amyra .
" Dia mau nya sekolah di Amerika , ya mama terpaksa setujui karena dia itu orang nya kalo gak di bolehin malah makin nekat . " ucap mama Rosa .
Mama Rosa memang baru beberapa hari mengenal Amyra , namun terlihat mama Rosa sangat cepat akrab dengan Amyra .
Amyra dengan seksama mendengarkan cerita mama Rosa .
" Adik nya El itu keras kepala banget , gak jauh beda sama Elvano .Padahal dia itu perempuan , tapi aduh mama pusing kalo mikirin kemauan dia yang aneh aneh . " ucap mama Rosa .
" Aneh aneh gimana ma ?" tanya Amyra tersenyum .
" Ya aneh aneh . Minta motor lah , minta mobil sport lah , terakhir dia bilang minta pesawat pribadi . Bikin pusing mama aja , papa nya juga malah setuju setuju aja . " mama Rosa sangat bersemangat bercerita .
Amyra tersenyum .
" Kamu jangan terlalu kaget ya kalo nanti ketemu dia , dia orang nya emang jutek banget kaya Elvano . Jangan terlalu diambil hati kalo misal nya kesan pertama ketemu dia gak terlalu bagus . " ucap mama Rosa mengingatkan .
" Iya ma . " jawab Amyra .
Amyra semakin penasaran dengan adik Elvano yang di ceritakan mama Rosa . Cerita nya hampir sama dengan cerita dari Rina dan Lisa .
" Nah kita sampai . Ayo !" ajak mama Rosa ketika mobil nya telah terparkir di depan sebuah butik mewah .
Mama Rosa langsung turun begitu pun dengan Amyra yang bergegas mengikuti langkah calon mertua nya itu untuk masuk kedalam butik .
Para penjaga toko terlihat sudah akrab dengan mama Rosa , terlihat para penjaga yang langsung menyapa dan memberi salam pada mama Rosa .
" Sore nyonya . " ucap salam para penjaga toko itu.
Mama Rosa memberikan senyuman hangat pada para penjaga toko itu .
__ADS_1
" Amyra kamu pilih pilih baju yang kamu suka . " ucap mama Rosa .
" Tapi ma ?" Amyra bingung harus bagaimana menolak nya .
" Gak ada tapi , pilih saja semua yang kamu mau . Ok ?" ucap mama Rosa kemudian berjalan melihat lihat kr dalam toko .
" Gak jauh beda sama Elvano . " gumam Amyra tersenyum .
Mama Rosa tanpa berpikir menunjuk satu persatu baju yang sekiranya dia inginkan . Para penjaga dengan cekatan membawakan dan memberikan semua yang Mama Rosa mau .
Amyra masih bingung dengan apa yang harus dia pilih , sesekali Amyra merasa kaget ketika melihat bandrol baju baju itu .
" Ya Ampun , Kenapa baju baju disini harga nya jahat banget. " ucap Amyra dalam hati menangis melihat harga harga baju di butik itu yang sangat mahal .
" Amyra ? Mana baju yang kamu suka ?" tanya mama Rosa yang melihat tak satupun baju yang di pilih Amyra .
Amyra hanya tersenyum seraya tangan nya menggaruk kepala nya yang tak gatal itu .
" Anu ma . " ucap Amyra ragu .
" Hmm . Biar mama yang pilih . " Mama Rosa langsung memilih beberapa baju kemudian menyesuaikan dengan Amyra .
" Ini bagus , ini bagus , ini juga . Dan Ini . " ucap Mama Rosa terlihat bersemangat memilihkan banyak baju untuk Amyra .
" Ma , kenapa banyak banget . " Amyra mulai bingung dengan sikap mama Rosa yang berlebihan .
" Udah , gak banyak kok . " ucap mama Rosa biasa saja dengan hasil pilihan nya .
Amyra hanya bisa menuruti kemauan calon mertua nya itu .
Mama Rosa hanya perlu memberikan sebuah kartu berwarna hitam pada penjaga dan selesai sudah belanja di butik itu . Para penjaga langsung memasukan barang belanjaan mama Rosa ke mobil .
" Sekarang kita belanja lagi . " ajak mama Rosa mengemudikan mobil nya .
" Belanja lagi ?" ucap heran Amyra dalam hati .
Tak terasa hari sudah malam .
Mama Rosa memang suka lupa diri ketika berbelanja . Bisa menghabiskan waktu seharian untuk belanja .
****
Sebuah mobil baru saja sampai di halaman depan rumah keluarga Reynard . Ternyata Elvano lah yang keluar dari mobil sport berwarna hitam itu .
Elvano bergegas masuk kedalam rumah menuju kamar nya , namun memang kamar itu kosong karena Amyra belum pulang .
Elvano mencari ke setiap sudut kamar , kemudian mencari ke setiap ruangan rumah besar itu .
" Kemana Amyra ?" tanya Elvano pada seorang penjaga yang tengah berdiri di depan pintu .
" Nona Amyra pergi bersama nyonya besar , Tuan muda . " jawab penjaga itu .
" Mama !" ucap Elvano kesal .
Elvano segera mengambil ponsel nya kemudian mencoba menelepon Amyra , namun tak diangkat karena memang ponsel Amyra tidak di bawa .
Kemudian Elvano mencoba menelepon Mama nya , namun tidak diangkat juga . Elvano mulai terlihat kesal dan marah .
" Kemana mereka pergi?" tanya Elvano mulai emosi .
" Nyonya bilang mau belanja tuan . " jawab penjaga .
" Ah !" kesal Elvano .
" Harus nya aku jangan bawa Amyra kesini ! Aku yakin mama pasti begini !" Elvano kesal .
...***************...
__ADS_1