Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Ada Rindu


__ADS_3

" El kapan kamu pulang ?" tanya Amyra .


" Entahlah , kalo selesai sekarang mungkin tengah malam baru sampai . Emang kenapa ?" ucap Elvano .


" Nggak kenapa napa . " ucap Amyra .


" Kangen ya ?" tanya Elvano jahil .


" Iya . " ucap Amyra polos . Elvano tertawa .


" Kok malah ketawa ?" tanya Amyra .


" Nggak . Iya aku juga kangen . " ucap Elvano .


Amyra terdiam sejenak .


" Disini sepi banget El . " keluh Amyra .


" Aku usahain pulang cepat , Ok . " ucap Elvano .


" Iya . " ucap Amyra antusias .


Elvano tersenyum mendengar nya .


" El ?" tanya Amyra ragu .


" Kalo aku ke tempat Bima , boleh gak ?" tanya Amyra ragu ragu .


" Nggak !" jawab tegas Elvano .


" Oh , baiklah . " jawab Amyra lesu .


Elvano selalu saja kesal ketika membicarakan nama sahabat nya itu .


" Tunggu aku pulang saja , kita bisa ke tempat Bima kalo aku udah pulang . " ucap Elvano .


Elvano tidak mau membiarkan Amyra pergi sendiri ke tempat Bima , karena bayangan Elvano pasti Bima akan berduaan dengan Amyra disana .


Hanya membayangkan nya saja sudah membuat Elvano kesal sendiri .


" Baiklah . " ucap Amyra .


Amyra pun tau kalau Elvano pasti tak mengijinkan nya untuk pergi ke tempat Bima . Amyra tak mau memaksakan diri sampai bisa membuat Elvano marah . Akhirnya Amyra pun mengalah dan menuruti Elvano untuk tidak pergi ke tempat Bima .


Elvano menutup telepon nya karena papa David memanggil nya .


" Pulanglah duluan . Biar papa yang handle disini . Ini juga sudah sore kasian Amyra . " ucap papa David .


" Baiklah pa . " jawab Elvano semangat .


Elvano bergegas bersiap untuk pulang karena hari sudah sore dengan jarak tempuh yang lumayan jauh .


Elvano langsung mengemudikan mobil nya karena sudah tidak sabar ingin menemui Amyra .


Rasa rindu yang tak tertahan padahal belum satu hari Elvano berjauhan dengan Amyra .


****


Amyra bingung harus melakukan kegiatan apa di rumah besar yang terasa sepi itu . Walaupun banyak penjaga dan pelayan , namun Amyra tetap merasa kesepian .


Amyra berjalan jalan di dalam kamar tak tentu arah . Sesekali duduk di tempat tidur , kemudian berdiri di depan jendela lalu duduk di sofa .


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu membuat Amyra bergegas membuka nya .


" Mama . " ucap Amyra yang melihat Mama Rosa lah yang mengetuk pintu kamar nya .

__ADS_1


" Si El belum pulang kan ?" tanya mama Rosa seraya melihat lihat keberadaan anak nya di kamar itu .


" Belum ma , El bilang mungkin tengah malam atau besok . " ucap Amyra .


" Bagus . " ucap Mama Rosa terlihat senang .


" Emang kenapa Ma ?" tanya Amyra penasaran.


" Ikut Mama belanja yuk ?" ajak Mama Rosa .


" Belanja ?" ucap Amyra ragu .


" Iyaa ,, temenin mama belanja yu ? kan seru bisa belanja sama calon menantu mama . " ucap Mama Rosa antusias .


Amyra sebenar nya tidak suka berbelanja , namun dirinya tidak mau mengecewakan Mama Rosa yang terlihat sudah sangat antusias itu .


" Baiklah Ma . " jawaban Amyra membuat mama Rosa semakin bersemangat .


" Yess ! mama tunggu di mobil ya . " ucap Mama Rosa bergegas berjalan menuju depan .


Amyra pun segera mengganti pakaian nya , Amyra tak mau membuat Mama Rosa menunggu .


Mama Rosa memang tidak suka menggunakan supir , jadi sudah biasa Mama Rosa mengendarai mobil nya sendiri .


" Ayo Amyra . " ajak mama Rosa dari balik kemudi nya . Amyra pun langsung masuk ke dalam mobil .


Amyra hanya perlu menemani mama Rosa saja , pikir Amyra .


Mobil Mama Rosa pun pergi meninggalkan halaman rumah itu .


Sepanjang perjalanan , Mama Rosa tak henti nya bercerita dengan semangat . Terlihat wajah mama Rosa yang senang karena bisa di temani oleh Amyra .


" Mama seneng banget ada kamu Amyra . " ucap mama Rosa namun mata nya masih ter fokus ke jalanan yang di lalui nya .


Amyra tersenyum .


" Emang adik El kemana ma ?" tanya Amyra .


" Dia mau nya sekolah di Amerika , ya mama terpaksa setujui karena dia itu orang nya kalo gak di bolehin malah makin nekat . " ucap mama Rosa .


Mama Rosa memang baru beberapa hari mengenal Amyra , namun terlihat mama Rosa sangat cepat akrab dengan Amyra .


Amyra dengan seksama mendengarkan cerita mama Rosa .


" Adik nya El itu keras kepala banget , gak jauh beda sama Elvano .Padahal dia itu perempuan , tapi aduh mama pusing kalo mikirin kemauan dia yang aneh aneh . " ucap mama Rosa .


" Aneh aneh gimana ma ?" tanya Amyra tersenyum .


" Ya aneh aneh . Minta motor lah , minta mobil sport lah , terakhir dia bilang minta pesawat pribadi . Bikin pusing mama aja , papa nya juga malah setuju setuju aja . " mama Rosa sangat bersemangat bercerita .


Amyra tersenyum .


" Kamu jangan terlalu kaget ya kalo nanti ketemu dia , dia orang nya emang jutek banget kaya Elvano . Jangan terlalu diambil hati kalo misal nya kesan pertama ketemu dia gak terlalu bagus . " ucap mama Rosa mengingatkan .


" Iya ma . " jawab Amyra .


Amyra semakin penasaran dengan adik Elvano yang di ceritakan mama Rosa . Cerita nya hampir sama dengan cerita dari Rina dan Lisa .


" Nah kita sampai . Ayo !" ajak mama Rosa ketika mobil nya telah terparkir di depan sebuah butik mewah .


Mama Rosa langsung turun begitu pun dengan Amyra yang bergegas mengikuti langkah calon mertua nya itu untuk masuk kedalam butik .


Para penjaga toko terlihat sudah akrab dengan mama Rosa , terlihat para penjaga yang langsung menyapa dan memberi salam pada mama Rosa .


" Sore nyonya . " ucap salam para penjaga toko itu.


Mama Rosa memberikan senyuman hangat pada para penjaga toko itu .

__ADS_1


" Amyra kamu pilih pilih baju yang kamu suka . " ucap mama Rosa .


" Tapi ma ?" Amyra bingung harus bagaimana menolak nya .


" Gak ada tapi , pilih saja semua yang kamu mau . Ok ?" ucap mama Rosa kemudian berjalan melihat lihat kr dalam toko .


" Gak jauh beda sama Elvano . " gumam Amyra tersenyum .


Mama Rosa tanpa berpikir menunjuk satu persatu baju yang sekiranya dia inginkan . Para penjaga dengan cekatan membawakan dan memberikan semua yang Mama Rosa mau .


Amyra masih bingung dengan apa yang harus dia pilih , sesekali Amyra merasa kaget ketika melihat bandrol baju baju itu .


" Ya Ampun , Kenapa baju baju disini harga nya jahat banget. " ucap Amyra dalam hati menangis melihat harga harga baju di butik itu yang sangat mahal .


" Amyra ? Mana baju yang kamu suka ?" tanya mama Rosa yang melihat tak satupun baju yang di pilih Amyra .


Amyra hanya tersenyum seraya tangan nya menggaruk kepala nya yang tak gatal itu .


" Anu ma . " ucap Amyra ragu .


" Hmm . Biar mama yang pilih . " Mama Rosa langsung memilih beberapa baju kemudian menyesuaikan dengan Amyra .


" Ini bagus , ini bagus , ini juga . Dan Ini . " ucap Mama Rosa terlihat bersemangat memilihkan banyak baju untuk Amyra .


" Ma , kenapa banyak banget . " Amyra mulai bingung dengan sikap mama Rosa yang berlebihan .


" Udah , gak banyak kok . " ucap mama Rosa biasa saja dengan hasil pilihan nya .


Amyra hanya bisa menuruti kemauan calon mertua nya itu .


Mama Rosa hanya perlu memberikan sebuah kartu berwarna hitam pada penjaga dan selesai sudah belanja di butik itu . Para penjaga langsung memasukan barang belanjaan mama Rosa ke mobil .


" Sekarang kita belanja lagi . " ajak mama Rosa mengemudikan mobil nya .


" Belanja lagi ?" ucap heran Amyra dalam hati .


Tak terasa hari sudah malam .


Mama Rosa memang suka lupa diri ketika berbelanja . Bisa menghabiskan waktu seharian untuk belanja .


****


Sebuah mobil baru saja sampai di halaman depan rumah keluarga Reynard . Ternyata Elvano lah yang keluar dari mobil sport berwarna hitam itu .


Elvano bergegas masuk kedalam rumah menuju kamar nya , namun memang kamar itu kosong karena Amyra belum pulang .


Elvano mencari ke setiap sudut kamar , kemudian mencari ke setiap ruangan rumah besar itu .


" Kemana Amyra ?" tanya Elvano pada seorang penjaga yang tengah berdiri di depan pintu .


" Nona Amyra pergi bersama nyonya besar , Tuan muda . " jawab penjaga itu .


" Mama !" ucap Elvano kesal .


Elvano segera mengambil ponsel nya kemudian mencoba menelepon Amyra , namun tak diangkat karena memang ponsel Amyra tidak di bawa .


Kemudian Elvano mencoba menelepon Mama nya , namun tidak diangkat juga . Elvano mulai terlihat kesal dan marah .


" Kemana mereka pergi?" tanya Elvano mulai emosi .


" Nyonya bilang mau belanja tuan . " jawab penjaga .


" Ah !" kesal Elvano .


" Harus nya aku jangan bawa Amyra kesini ! Aku yakin mama pasti begini !" Elvano kesal .


...***************...

__ADS_1


__ADS_2