
Amyra masih terpaku di posisi nya .
Elvano tiba tiba saja masuk ke dalam kamar Amyra dan duduk di tepi ranjang . Membuat Amyra semakin kebingungan .
" Ada apa ?" tanya Amyra pelan pada Bima yang masih berada di ambang pintu bersama nya .
" Aku tau kamu pasti takut karena di luar hujan , ya kan ?" ucap Bima tepat sasaran .
Amyra terdiam karena malu dan juga bingung .
" Masuk lah , biar ku temani sampai kamu tidur. " ajak Bima kemudian mendorong perlahan punggung Amyra dan menuntun nya menuju tempat tidur . Amyra pun hanya bisa menuruti nya .
Amyra duduk di ranjang dengan memeluk lutut nya . Kini Elvano dan Bima duduk di dua tepi ranjang bersebrangan .
Sesekali Amyra menatap ke arah Elvano dan Bima bergantian .
" Aku gak apa apa kok , hujan nya pasti reda . Kalian balik aja ke kamar kalian . " ucap Amyra tenang .
" Cepatlah tidur . " titah Elvano .
" Tidur lah . Setelah kamu tidur , kita balik ke kamar . " ucap Bima .
" Tak ada tapi , kalo kamu gak mau tidur yaudah aku tidur aja disini . " ucap Elvano langsung membaringkan tubuh nya di sisi kiri tempat tidur itu membuat Amyra semakin gugup .
" El !" Bima memberi isyarat agar Elvano tak se enak nya bertindak . Elvano tak menghiraukan nya .
" Tidur lah . " ucap Bima lembut .
" Tapi ,," ucap Amyra ragu dengan menunjuk pelan ke arah Elvano .
Bima hanya menghembuskan nafas nya kesal .
Di luar hujan justru semakin deras , terpaan angin yang terdengar menghantam kaca bersama air hujan membuat Amyra gelisah .
CTAR!
Suara petir menyambar cukup keras hingga membuat Amyra menutup mata nya dan tangan nya menutup kedua telinga nya .
Sesaat Amyra terdiam , terasa ada pelukan hangat yang merangkul menutup tubuh mungil nya .
Perlahan Amyra membuka mata nya dan seketika terbuka lebar dengan sempurna ketika menyadari posisi nya saat ini .
Amyra menelan saliva nya ketika melihat pelukan Elvano di sebelah kiri badan nya , dan Bima di sebelah kanan badan nya . Kedua badan kekar itu mampu menutup seluruh tubuh Amyra .
" Ekhem . " Amyra hanya bisa berdehem dan itu mampu membuat Elvano dan Bima tersadar seketika melepas pelukan mereka dari badan Amyra .
" Ah !" Kaget Bima ketika menyadari kalau Elvano pun memeluk Amyra .
Amyra tak tau harus berbuat apa .
" Cepatlah tidur !" ucap Elvano acuh memalingkan wajah nya .
" Kembali lah ke kamar kalian , aku gak apa apa kok . " ucap Amyra terlihat serius .
" Iya , Bima kamu kembali saja ke kamar sana !" ucap Elvano mengusir Bima .
" Lupa ya ? ini tempat siapa ?" ucap Bima menegaskan .
Atmosfir di ruangan itu berubah panas .
" Udah ! kalian berdua malah ribut . Cepat kembali ke kamar kalian . " ucapan Amyra tidak bisa berkompromi dengan tubuh nya yang kini kembali ketakutan ketika mendengar suara petir yang menyambar bergemuruh .
" Tidur lah . Aku akan menemani ku . " ucap Elvano .
" Aku juga akan menemani mu . " Bima pun tak mau kalah dan langsung membaringkan tubuh nya di samping kanan Amyra .
Amyra hanya bisa terpaku menatap langit langit kamar itu .
Mereka bertiga menutup mata . Berusaha untuk tidur , tapi nyata nya malah bertolak belakang .
Elvano dan Bima memang terlihat memejamkan mata . Namun gejolak dalam diri mereka tak dapat membohongi mata nya .
Amyra masih terdiam dan sesekali melirik ke sisi kiri dan kanan nya . Terlihat dua pria tampan yang sudah dewasa kini berbaring di kedua sisi nya .
" Gimana aku bisa tidur ?" batin Amura menjerit .
Amyra memaksa mata nya untuk terpejam . Berharap kalau mereka akan segera pergi ketika dirinya sudah terlihat tidur .
" Aku tau kamu belum tidur El . " ucap pelan Bima . Amyra dapat mendengar nya karena memang dirinya hanya memejamkan mata , tidak dengan kesadaran nya .
__ADS_1
" Terus ngapain lu malah ikut tiduran hah ?" jawab Elvano ketus .
" Turun !" Bima perlahan turun dari tempat nya kemudian menarik paksa tangan Elvano . Mau tak mau Elvano pun harus turun dari tempat tidur itu .
Amyra masih berusaha untuk tetap tenang agar mereka tidak tau kalau dirinya belum tertidur .
" Jangan ganggu dia , biarkan dia beristirahat . " ucap Bima seraya berjalan perlahan menuju sofa panjang yang terdapat di sudut kamar itu . Elvano pun ikut duduk di sana .
" Hujan di luar masih lebat , gua yakin saat ini Amyra belum bisa tidur dengan nyenyak . " ucap Bima . Elvano tak menanggapi nya .
" Terimakasih karena sudah ngingetin gua tentang ketakutan Amyra pada hujan . " ucap Bima tulus . Elvano hanya menaikan kedua alisnya menanggapi ucapan Bima .
Anyra dapat mendengar dengan jelas percakan mereka .
" El ingat kalau aku takut hujan lebat . " batin Amyra berlarian .
Sura petir kembali menyambar membuat Amura tak bisa lagi menahan rasa takut nya kemudian bangun duduk dan memeluk lutut nya .
Bima seketika menghampiri nya .
" Kamu gak apa apa kan ?" tanya Bima khawatir .
Amyra hanya mengangguk pelan .
" Kembali lah tidur , aku ada disini . " ucap Bima .
" Aku gak mau tidur . " ucap Amyra .
" Mau begadang ?" tanya Elvano yang masih duduk bersandar di sofa itu .
" Boleh kah ?" ucap Amyra bersemangat .
" Baiklah . " ucap Bima menghembuskan nafas nya .
Amyra tersenyum di buat nya . Amyra turun dari tempat tidur nya kemudian menarik tangan Bima untuk bergabung duduk bersama Elvano di sofa itu .
" Terus mau ngapain sekarang ?" tanya Amyra yang bingung .
" Terserah . " ucap Elvano acuh . Sedangkan pikiran nya masih berlarian kesana kesini memikirkan kelanjutan hubungan nya dengan Amyra yang mungkin akan terhenti karena bayi yang di kandung Amyra sudah tidak ada .
Bagaimanapun juga alasan yang bisa membuat Elvano menikahi Amyra adalah bayi itu .
Keheningan terasa di sana ketika Bima keluar dari kamar itu .
" Jadi , apa kamu akan membatalkan rencana pernikahan kita ?" pertanyaan Elvano memecah keheningan membuat Amyra menoleh .
Amyra terdiam seribu bahasa . Bungkam dengan mulut nya . Tidak dengan perasaan nya yang saat ini gundah gelisah kebingungan harus menjawab apa .
" aku tau aku gak seharusnya berharap banyak . Tapi apa aku egois kalau aku bilang aku gak mau batalin pernikahan kita ?" ucap Elvano penuh arti . Sejenak Amyra terdiam .
" Aku ,, "
" Ini makanan nya . " ucap Bima seraya masuk ke dalam kamar dan menaruh beberapa makanan dan minuman di atas meja , mulut Amyra bungkam seketika .
Amyra berusaha menutupi perasaan nya yang saat ini tak karuan , entah kata apa yang bisa menggambarkan perasaan Amyra saat ini .
" Ada coklat . " senyum Amyra merekah saat mengambil satu batang coklat kesukaan nya .
" Makasih Bima . " ucap Amyra senang membuat Bima tersenyum .
" Nih . " Bima menyodorkan sekaleng bir untuk Elvano .
" gua gak punya alkohol , yang ada cuma ini . " ucap Bima . Elvano mengambil nya dan langsung membuka penutup kaleng bir itu kemudian meneguk nya .
Mereka bertiga mengobrol cukup lama , memang hanya obrolan sederhana dan candaan biasa saja namun membuat Amyra tenang karena kini terlihat Elvano yang ikut mengobrol dan bercanda .
" Begini lebih baik . " senyum Amyra melihat Bima yang sesekali bercanda dengan Elvano .
" Bima .. " panggil lembut Amyra .
" Ya ?" Bima menoleh .
" Boleh aku bicara sesuatu ?"
" Bicara apa ?" tanya Bima penasaran .
Amyra sekali menarik nafas panjang .
" Awal nya aku berniat untuk pergi saja dari kehidupan kalian agar aku gak membebani kalian lagi . Aku mau pergi sejauh mungkin dari kalian , apalagi ketika melihat kalian sering kali bertengkar dan berdebat hanya karena hal sepele dan itu mengangkut diriku . " jelas Amyra seraya tangan nya memainkan sebotol minuman kaleng bersoda .
__ADS_1
Bima dengan seksama mendengarkan .
" Lalu ?" ucap Bima .
" Lalu aku tersadar , kalian lah orang yang selama ini selalu membantu ku . Bahkan kalian lah orang yang selalu ada di saat aku membutuhkan bantuan . Aku pikir aku terlalu naif kalau aku meninggalkan kalian tanpa membalas kebaikan kalian . "
Elvano terpaku mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Amyra .
" Mungkin kedepan nya aku juga bakal nyusahin kalian lagi , lagi dan lagi . " ucap Amyra dengan senyum yang terpaksa .
" Amyra ... gak ada yang merasa kamu jadi beban disini . Cukup dengan tetap berada di sini , sudah membuat ku tenang . " ucap Bima tulus .
" Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku !" tegas Bima .
Amyra tersenyum . Elvano masih terpaku dalam diam .
" Aku harap hubungan kita bertiga akan tetap seperti ini . Aku harap kita bertiga bisa berteman terus seperti ini . " ucapan Amyra membuat pikiran Elvano seakan bangun dari tidur nya .
" Teman ?" batin Elvano kaget mendengar ucapan Amyra .
" Aku gak janji . " ucap Elvano memecah suasana .
" hmm ?" Amyra tau kalau Elvano pasti kecewa mendengar ucapan nya .
" Aku gak janji bisa berteman dengan mu Ra !" ucapan Elvano penuh penekanan .
Bima memperhatikan raut wajah Elvano yang terlihat marah dan kecewa .
" Lakukan apa saja yang kamu mau Ra . Ikuti kata hati mu , apapun keputusan dan pilihan mu . Aku selalu ada mendukung mu . " ucapan Bima serius .
" Makasih Bima . " ucap Amyra seraya mata nya melirik ke arah Elvano yang berusaha menghindari tatapan mata Amyra .
Amyra berada di posisi yang membingungkan .
Dirinya tau kalau perasaan nya telah jatuh pada Elvano , namun dirinya tidak mau egois dan mengenyampingkan perasaan Bima yang juga berharap lebih pada Amyra .
Perhatian Bima selama ini membuat Amyra tidak mau menyakiti nya . Walaupun dengan menyakiti perasaan nya sendiri , Amyra memilih untuk memendam sendiri perasaan nya pada Elvano .
" Aku harap kamu mau tinggal disini . Gak perlu cari tempat tinggal . " ucap Bima memohon .
" Baiklah . " jawab Amyra dengan senyuman nya .
" Kalau gini aku juga jadi tenang Ra . " ucap lega Bima .
" Mau kemana ?" tanya Amyra yang melihat Bima beranjak dari duduk nya .
" mau ke kamar mandi sebentar . "
" Oh . iya . " ucap Amyra .
****
" Jelas sekali kamu menolak ku Ra . Segitu suka nya kamu sama Bima . " ucapan Elvano memecah lamunan Amyra .
" Aku gak bermaksud , bukan . Maksud ku aku gak mau terjadi masalah antara kita bertiga . " ucap Amyra bingung .
" Terserah apa keputusan mu , tapi jangan halangi aku buat terus ngejar kamu Ra . Aku gak bakal lepasin kamu . Aku gak bisa berteman dengan mu ! Aku gak bisa tahan hanya dengan melihat mu sebagai seorang *teman* . " ucap Elvano penuh penekanan .
Blush !
Wajah Amyra seketika memerah ketika kini Elvano mendekatkan wajah nya ke wajah cantik Amyra yang bersemu .
" Aku gak bakal lepasin kamu Amyra ! " tegas Elvano mencoba mencium bibir ranum Amyra . Namun dengan segera Amyra beranjak dari duduk nya .
" Mau kemana kamu Ra ?" tanya Bima yang baru saja masuk .
" Mau tidur . " ucap Amyra gugup dan langsung naik ke ranjang nya kemudian menyelimutkan selimut nya hingga menutupi seluruh tubuh nya .
Bima hanya tersenyum melihat nya .
Tanpa mereka sadari Bima memang sudah mendengar semua percakapan mereka berdua di balik ambang pintu sebelum Bima masuk ke dalam ketika Elvano hendak mencium Amyra .
" gua tau lu gak bakal lepasin Amyra . Begitupun dengan gua ! Bersainglah secara sehat . Biarkan Amyra memilih . Sekarang posisi kita sama . " ucap pelan Bima namun penuh penekanan di hadapan Elvano .
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1