
" Elvano ." ucap Amyra dengan wajah yang memerah karena malu .
Amyra merasa malu ketika menyadari maksud dari ucapan Elvano .
Amyra harus nya menghindari Elvano agar bisa mengendalikan perasaan nya , namun kini justru membuat hubungan mereka menjadi lebih nyata .
" Ayo cepat turun , aku udah gak sabar mau terusin yang barusan . " Ajak Elvano kemudian keluar dari pintu mobil itu .
Amyra semakin malu dibuat nya .
Amyra perlahan turun dari mobil . Elvano menggandeng tangan Amyra mengajak nya masuk .
Rumah terlihat sepi karena jam menunjukan Sudah jam 10 malam .
" Kenapa sepi sekali ." ucap Amyra .
" Bagus dong . Jadi kita bisa langsung masuk kamar . " ucap Elvano seraya berjalan menuju kamar nya .
Tapi ternyata Mama Rosa mengetahui kalau anak dan calon menantu nya itu telah sampai .
Mama Rosa bergegas keluar dari kamar dan menghampiri Elvano yang hampir sampai ke kamar nya itu .
" Amyra ?" Mama Rosa langsung memeluk Amyra dengan hangat .
" Mama . " ucap Amyra .
" Mama kira kalian gak akan pulang . " ucap Mama Rosa .
" Tadi kami ke tempat Bima dulu . " ucap Elvano malas .
" Oh . "
" Udah ma . Kami mau istirahat , Amyra pasti sudah cape . " ucap Elvano .
" Makan malam lah dulu . " ucap Mama Rosa .
" Ya . Nanti . " ucap Elvano datar kemudian menarik tangan Amyra agar segera masuk ke kamar .
" Maaf Ma . " ucap Amyra merasa bersalah karena meninggalkan mama Rosa di luar kamar .
Mama Rosa hanya tersenyum melihat tingkah anak nya itu .
Setelah berhasil membawa Amyra masuk ke kamar , Elvano bergegas menutup pintu dan mengunci nya .
Mama Rosa hanya bisa kembali ke kamar nya karena Elvano yang terburu buru masuk ke kamar membawa Amyra .
" Elvano . Kamu keterlaluan , masa Mama Rosa kamu tinggal gitu aja . " ucap Amyra .
" Besok juga ketemu lagi . " ucap Elvano seraya melepaskan jaket yang ia kenakan .
" Tapi kan gak perlu langsung di tutup juga pintu nya El . " ucap Amyra .
Elvano menghampiri Amyra yang masih berdiri di dekat pintu .
Elvano berdiri tepat di hadapan Amyra .
" Kamu gak tau aku hampir gak bisa tahan diri tadi di mobil gara gara kamu . Jadi sekarang kamu harus terima hukuman nya . " ucap Elvano langsung mencium bibir Amyra .
Elvano benar benar mulai kecanduan ciuman Amyra . Dirinya selalu merasa tidak puas mencium Amyra .
Dengan posisi masih berciuman , Elvano menjatuhkan tubuh Amyra di sofa .
" El . "
Elvano melepas kaos yang ia kenakan kemudian melanjutkan ciuman nya pada bibir manis Amyra .
Elvano memangku tubuh Amyra di paha nya .
" Kamu benar benar bisa buat aku gila Amyra !" ucap Elvano penuh hasrat .
Elvano kembali mencium bibir Amyra , kini semakin bernafsu . Tangan nya mulai mencari jalan untuk bisa melepas dress yang di gunakan Amyra .
__ADS_1
" El . "
Elvano tak menghiraukan Amyra dan terus menciumi leher jenjang Amyra .
" Elvano !" ucap Amyra menghentikan kegiatan Elvano .
" Kenapa lagi Ra ? " Ucap Elvano gemas .
" Aku mau mandi dulu . " ucap Amyra .
Elvano memeluk perut Amyra .
" Gak boleh . Udah gini aja . " rengek Elvano .
" El . "
" Mandi nya nanti aja . " ucap Elvano masih membenamkan wajah nya pada dada Amyra dengan tangan yang memeluk Amyra .
" Elvano . " Amyra mencoba melepas tangan Elvano .
" Kamu kaya anak kecil !" ledek Amyra .
" Biarin ." ketus Elvano .
Amyra mengusap lembut rambut Elvano .
" Aku mandi dulu , Ya ?" ucap Amyra lembut .
" Mandi bareng ya ?" ucap Elvano dengan senyuman nakal .
" Nggak ah . " tolak Amyra malu memalingkan wajahnya .
" Kamu boleh mandi , tapi barengan . Gimana ?" Elvano semakin bersemangat .
" Elvano ." Amyra semakin gugup di buat nya .
Tanpa aba aba , Elvano langsung mengangkat tubuh Amyra menuju kamar mandi .
" El . "
" El . " gumam Amyra tertahan ketika kini Elvano kembali mencium bibir nya .
Elvano melepas dress yang di kenakan oleh Amyra dan melemparnya ke sembarang arah .
Kini Amyra hanya tinggal menghunakan pakaian dalam saja .
" Elvano . " ucap Amyra merasa malu mencoba menutup tubuh nya dengan tangan .
" Jangan di tutup Ra . " ucap Elvano .
Elvano dengan lembut membuka kaitan bra yang di gunakan Amyra .
Kini Elvano benar benar berhasil membuat Amyra tanpa sehelai benang pun .
" Ra . Kali ini kamu gak bakal bisa buat aku berhenti . " ucap Elvano yang semakin bergairah melihat pemandangan indah tubuh Amyra yang putih mulus .
Elvano menuntun Amyra hingga masuk ke dalam kamar mandi . Elvano perlahan menyalakan shower air hangat di sana .
Air shower yang hangat kini menghujani tubuh mereka berdua .
Elvano menyusuri setiap inci tubuh Amyra dengan bibir nya . Membuat Amyra pun semakin panas .
Sesekali Amyra mendesah dan menggeram karena rasa geli yang ia rasakan .
******* Amyra semakin membuat Elvano bersemangat .
Elvano pun kini melepas semua pakaian nya , hingga mereka berdua kini tanpa sehelai benang pun .
Tubuh mereka berdua yang basah karena guyuran air shower membuat suasana kamar mandi itu semakin panas .
Elvano semakin bergaitah ketika Amyra sesekali menyebut nama nya dengan suara yang parau dan menggemaskan .
__ADS_1
Amyra meremas rambut basah Elvano ketika kini Elvano menciumi kedua gunung kembar milik nya itu .
" Elvano . " desah Amyra .
Elvano membalikan tubuh Amyra . Elvano memeluk tubuh basah Amyra dari belakang .
Elvano menciumi leher dan pundak Amyra .
Elvano meneteskan sabun ke tubuh Amyra dan mulai mengusap nya lembut mulai dari leher dampai ke punggung Amyra .
Aroma sabun yang harum membuat Elvano semakin bersemangat untuk mengusap setiap inci tubuh Amyra .
Busa putih yang lembut kini sedikit demi sedikit tersapu oleh guyuran shower .
Elvano kembali memeluk Amyra dari belakang dan mencium tengkuk Amyra .
" Aku menginginkan mu . " ucap Elvano seketika membuat Amyra kaget . Amyra terdiam dengan pikiran yang entah berlarian kemana .
Ucapan Elvano benar benar membuat Amyra semakin bingung .
Dengan sangat jelas Amyra mendengar kalau Elvano menginginkan nya .
Namun pikiran Amyra mulai berputar .
Amyra kembali membalikan tubuh nya agar berhadapan dengan Elvano .
" Apa yang kamu inginkan ?" tanya Amyra .
" Kamu !" ucap Elvano serius .
" Tubuh ku ? Atau anak yang ada di dalam perut ku ?" tanya Amyra serius .
Elvano sejenak berpikir tentang pertanyaan Amyra .
Amyra mematikan shower . Hingga kini suasana di kamar mandi itu menjadi hening .
" Jawab ." tanya Amyra tidak sabar .
" maksud kamu apa Ra ?" tanya Elvano bingung .
Melihat raut wajah Amyra yang berubah membuat Elvano menyadari kalau ada yang salah terjadi .
" Aku tanya . Kamu menginginkan apa dariku ? " Tanya Amyra terlihat serius .
" Kamu menginginkan bayi yang ada di perutku atau hanya menginginkan tubuh ku ?" tanya Amyra dengan penuh tekanan .
Elvano sejenak berpikir .
" Aku menginginkan segala nya dari mu !" ucap Elvano .
Amyra terdiam . Perlahan Amyra melangkah mundur , punggung nya menempel pada dinding kamar mandi . Perlahan Amyra terduduk di lantai kamar mandi itu .
" Ra ? kamu kenapa ?" tanya Elvano yang mulai khawatir melihat raut wajah Amyra yang memucat .
Amyra terdiam .
Amyra tidak bisa berpikir jernih .
Amyra tidak bisa membedakan arti dari perkataan Elvano yang menginginkan segala nya dari nya .
" Apa yang akan kamu lakukan kalau aku tidak hamil ? apa kamu akan tetap menikahi ku ?" tanya Amyra dengan tatapan kosong .
" Ra . Aku cari kamu sejak kejadian malam itu tanpa aku tau kalau kamu sedang hamil . Sejak awal aku memang sudah mencari mu apapun yang terjadi aku hanya menginginkan mu !" jawab Elvano serius .
Amyra terdiam .
" Gak perlu alasan apapun buat aku nikahi kamu Ra . "
" Aku mencintai mu ! Aku sudah jatuh cintavpada mu sejak awal kita bertemu !" ucap Elvano serius .
Elvano memeluk Amyra yang tengah terduduk di lantai .
__ADS_1
" Aku mencintai mu Ra !"
...*************...