Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Menikahlah dengan ku


__ADS_3

Amyra bergegas masuk ke kamar nya dan membersihkan dirinya di bawah guyuran shower . Dengan masih menggunakan kaos berwarna navy milik Elvano yang terlihat kebesaran di tubuh kecil Amyra .


" Apa yang Bima pikirkan melihat ku seperti ini . " gumam Amyra merasa bersalah seraya melepas kaos milik Elvano yang sudah basah .


Amyra yakin kalau saat ini Bima pasti menganggap nya wanita murahan . Bagaimana tidak , setelah apa yang telah terjadi Amyra justru dengan mudah nya tidur dengan pria berstatus calon suami orang .


Amyra benar benar merasa malu pada Bima dan pada dirinya sendiri .


" Maaf kan aku Bima . " batin Amyra .


Selesai mandi Amyra mengenakan baju model turtle neck agar leher nya dapat tertutup . Agar setidaknya Bima tidak semakin jijik melihat dirinya .


Amyra berjalan keluar kamar nya . Terlihat Bima yang tengah berdiri di depan jendela besar lantai dua sanggar itu .


Amyra berjalan mendekati Bima .


" Bima ?"


" Hmm ?" jawab Bima dengan mata masih menatap pemandangan di luar jendela besar itu . Terlihat beberapa kendaraan lalu lalang di sore itu .


Amyra merasa kalau saat ini pasti Bima sedang marah . Karena baru kali ini Bima bahkan mengabaikan nya .


Amyra duduk di sofa dekat jendela itu . Memperhatikan Bima yang masih dalam posisi nya .


" Apakah tidak ada yang akan kamu tanyakan padaku ?" ucap Amyra yang mulai kebingungan . Harus nya Bima bertanya tentang kejadian itu . Tapi kini Bima justru hanya diam seribu bahasa , seakan tidak peduli dan tak mau tau. Dan itu membuat Amyra semakin merasa bersalah .


Lebih baik Bima mencaci maki nya , lebih baik Bima meneriaki nya dari pada harus bersikap tidak peduli . Bagaimana pun Amyra tau kalau Bima pasti kecewa kepada nya .


Namun Bima memilih untuk diam , berusaha meredam rasa marah dan kecewa nya .


Amyra benar benar merasa sangat bersalah . Di saat Bima dengan tulus mencintai nya , justru Amyra membuat nya kecewa lagi , lagi , dan lagi .


Amyra merasa kalau dirinya bahkan tidak bisa sekedar menjaga perasaan Bima .


" Maaf . " ucap Amyra lirih . Amyra hanya dapat menundukkan kepala nya .


Terdengar isakan pelan Amyra pilu di keheningan ruangan itu .


Semarah apapun Bima , sebesar apapun rasa kecewa yang kini Bima rasakan seketika lenyap mendengar suara isakan tangis Amyra yang tertahan .


Bima menghela nafas nya kasar , lalu berjalan kemudian duduk di samping Amyra . Bima mengangkat pelan wajah Amyra yang tertunduk tak berdaya .


Wajah cantik Amyra yang kini basah oleh air mata membuat Bima benar benar tidak bisa berkata apapun . Bima langsung memeluk tubuh Amyra .

__ADS_1


" Aku tau kamu marah padaku . Aku tau kamu pasti sangat kecewa Bima . Caci aku , marahi aku . Kalau perlu tampar aku ! Asal jangan mengabaikan ku seperti ini . Aku tau aku gak bisa mengobati rasa kecewa mu Bima . " ucap Amyra lirih dalam pelukan Bima .


Bima masih terdiam seraya tangan nya mengusap rambut Amyra . Amyra tenggelam dalam pelukan hangat Bima .


" Aku tau kamu pasti jijik sama aku , wanita murahan . " ucap Amyra sesal memaki dirinya sendiri .


" Berhenti bicara . " ucap Bima seraya semakin mengerat kan pelukan nya .


" Jangan kan untuk membahagiakan mu , apalagi membalas budi atas segala kebaikan mu Bima . Hanya sekedar menjaga perasaan mu saja aku gagal . " isak Amyra semakin terdengar pilu .


" Apa yang sudah kulakukan ! Aku benci diriku sendiri . Aku benci Bima ! Kamu seharusnya membenci ku ! " ucap Amyra .


" Diam . " ucap Bima .


" Bodoh nya aku ! " ucap Amyra semakin membenci dirinya sendiri .


Bima memegang kedua pipi Amyra .


" aku ingin membenci mu Amyra ! aku ingin memaki mu , memarahi mu ! aku benar benar marah , aku benar benar kecewa ! Tapi kenapa aku tidak bisa . " ucap Bima seraya mengusap lembut pipi Amyra yang basah oleh air mata .


" Kalau aku bisa memilih , aku ingin membenci mu . Tapi aku tidak bisa Amyra . Semakin aku ingin membenci mu , semakin aku mencintai mu !" ucap Bima membuat Amyra semakin bersalah .


" Maaf Bima , maaf !" isak tangis Amyra semakin pilu .


" Berhenti minta maaf ! Aku gak suka . " ucap Bima .


" Kenapa aku justru semakin mencintai mu Amyra , di saat aku kecewa padamu . " batin Bima tak mengerti dengan isi hati nya sendiri .


" Apa yang harus aku lakukan Bima ? Aku gak mau terus membebani mu , aku mau kamu bahagia . " ucap Amyra .


" Menikahlah dengan ku !" ucap Bima serius . Amyra seketika terdiam seraya berusaha menahan tangis nya .


" Tidak Bima . Aku tidak bisa . Kamu gak boleh menikahi seorang perempuan kotor gak berguna kaya aku . Aku bahkan gak bisa memberi mu apa apa . " ucap Amyra seraya melepas pelukan Bima .


" Aku hanya mau kamu tetap berada di sisiku . Apapun yang terjadi . Aku gak peduli dengan apapun yang pernah terjadi padamu . " ucap Bima tegas .


" Tidak Bima ! Harus nya kamu membenci ku ! " ucap Amyra .


" Kamu tak perlu mencintai ku Amyra . Cukup aku yang mencintai mu . " ucap Bima .


" Aku malu pada diriku sendiri . Aku bahkan dengan mudah nya menyia nyiakan ketulusan mu . " ucap Amyra .


" Menikahlah dengan ku , maka aku akan selalu mencintai mu . " ucap Bima tulus .

__ADS_1


Amyra memeluk Bima erat .


" Maaf kan aku Bima . Apapun yang bisa membuat mu bahagia , aku akan melakukan nya . " ucap Amyra .


*****


" Alisha ! Aku benci Amyra ! Aku harus melenyapkan nya sebelum kakak sepenuh nya dimiliki oleh wanita ****** itu . " teriak Elvina kesal seraya menempelkan ponsel nya di telinga ketika menelepon seseorang yang tak lain adalah Alisha .


" Kamu tenang aja . Aku yang akan bertindak . " ucap Alisha .


" Secepatnya ! Segera lah menikah dengan kakak , agar wanita ****** itu tau rasa . " ucap Elvina kesal .


" Wanita itu harus segera lenyap !" ucap Alisha seraya menutup ponsel nya .


" Aku gak boleh sampai rencana ku gagal . " ucap Alisha kesal .


*****


Amyra terbangun dari tidur nya yang masih dalam pelukan Bima di sofa itu .


Amyra kini sudah lebih tenang . Dengan mata yang terlihat sembab akibat menangis . Amyra melepas perlahan pelukan Bima .


Amyra menatap Bima yang terlelap dengan kepala bersandar ke sofa . Amyra memperhatikan secara seksama wajah tampan Bima yang kini berada di depan mata nya .


" Kenapa aku masih belum bisa mencintai mu Bima , padahal aku tau kalau kamu sangat tulus mencintai ku . " batin Amyra .


" Aku akan semakin berusaha Bima , aku janji . " ucap Amyra lembut . Amyra perlahan mencium kening Bima lembut .


Kemudian perlahan menggeser tubuh nya hendak berdiri .


" Jangan pergi . " ucap Bima dengan mata yang masih terpejam .


Bima menarik tubuh Amyra kembali jatuh dalam pelukan nya . Amyra hanya terdiam .


" Jangan pergi dari sisi ku Amyra . " ucap Bima semakin mengerat kan pelukan nya .


Bima menyadari ciuman Amyra di kening nya . Bima kali ini benar benar tidak akan melepaskan Amyra lagi .


" Maaf El . Seperti nya aku tidak bisa melepaskan Amyra . " Batin Bima .


Amyra menatap wajah Bima yang kini berada di atas nya .


" Bima ?" Ucap Amyra lembut ketika Bima menurunkan wajah nya hingga kini kedua mata nya saling bertatapan dengan mata Bima .

__ADS_1


******


__ADS_2