
Amyra bergegas masuk ke kamar nya dan membersihkan dirinya di bawah guyuran shower . Dengan masih menggunakan kaos berwarna navy milik Elvano yang terlihat kebesaran di tubuh kecil Amyra .
" Apa yang Bima pikirkan melihat ku seperti ini . " gumam Amyra merasa bersalah seraya melepas kaos milik Elvano yang sudah basah .
Amyra yakin kalau saat ini Bima pasti menganggap nya wanita murahan . Bagaimana tidak , setelah apa yang telah terjadi Amyra justru dengan mudah nya tidur dengan pria berstatus calon suami orang .
Amyra benar benar merasa malu pada Bima dan pada dirinya sendiri .
" Maaf kan aku Bima . " batin Amyra .
Selesai mandi Amyra mengenakan baju model turtle neck agar leher nya dapat tertutup . Agar setidaknya Bima tidak semakin jijik melihat dirinya .
Amyra berjalan keluar kamar nya . Terlihat Bima yang tengah berdiri di depan jendela besar lantai dua sanggar itu .
Amyra berjalan mendekati Bima .
" Bima ?"
" Hmm ?" jawab Bima dengan mata masih menatap pemandangan di luar jendela besar itu . Terlihat beberapa kendaraan lalu lalang di sore itu .
Amyra merasa kalau saat ini pasti Bima sedang marah . Karena baru kali ini Bima bahkan mengabaikan nya .
Amyra duduk di sofa dekat jendela itu . Memperhatikan Bima yang masih dalam posisi nya .
" Apakah tidak ada yang akan kamu tanyakan padaku ?" ucap Amyra yang mulai kebingungan . Harus nya Bima bertanya tentang kejadian itu . Tapi kini Bima justru hanya diam seribu bahasa , seakan tidak peduli dan tak mau tau. Dan itu membuat Amyra semakin merasa bersalah .
Lebih baik Bima mencaci maki nya , lebih baik Bima meneriaki nya dari pada harus bersikap tidak peduli . Bagaimana pun Amyra tau kalau Bima pasti kecewa kepada nya .
Namun Bima memilih untuk diam , berusaha meredam rasa marah dan kecewa nya .
Amyra benar benar merasa sangat bersalah . Di saat Bima dengan tulus mencintai nya , justru Amyra membuat nya kecewa lagi , lagi , dan lagi .
Amyra merasa kalau dirinya bahkan tidak bisa sekedar menjaga perasaan Bima .
" Maaf . " ucap Amyra lirih . Amyra hanya dapat menundukkan kepala nya .
Terdengar isakan pelan Amyra pilu di keheningan ruangan itu .
Semarah apapun Bima , sebesar apapun rasa kecewa yang kini Bima rasakan seketika lenyap mendengar suara isakan tangis Amyra yang tertahan .
Bima menghela nafas nya kasar , lalu berjalan kemudian duduk di samping Amyra . Bima mengangkat pelan wajah Amyra yang tertunduk tak berdaya .
Wajah cantik Amyra yang kini basah oleh air mata membuat Bima benar benar tidak bisa berkata apapun . Bima langsung memeluk tubuh Amyra .
__ADS_1
" Aku tau kamu marah padaku . Aku tau kamu pasti sangat kecewa Bima . Caci aku , marahi aku . Kalau perlu tampar aku ! Asal jangan mengabaikan ku seperti ini . Aku tau aku gak bisa mengobati rasa kecewa mu Bima . " ucap Amyra lirih dalam pelukan Bima .
Bima masih terdiam seraya tangan nya mengusap rambut Amyra . Amyra tenggelam dalam pelukan hangat Bima .
" Aku tau kamu pasti jijik sama aku , wanita murahan . " ucap Amyra sesal memaki dirinya sendiri .
" Berhenti bicara . " ucap Bima seraya semakin mengerat kan pelukan nya .
" Jangan kan untuk membahagiakan mu , apalagi membalas budi atas segala kebaikan mu Bima . Hanya sekedar menjaga perasaan mu saja aku gagal . " isak Amyra semakin terdengar pilu .
" Apa yang sudah kulakukan ! Aku benci diriku sendiri . Aku benci Bima ! Kamu seharusnya membenci ku ! " ucap Amyra .
" Diam . " ucap Bima .
" Bodoh nya aku ! " ucap Amyra semakin membenci dirinya sendiri .
Bima memegang kedua pipi Amyra .
" aku ingin membenci mu Amyra ! aku ingin memaki mu , memarahi mu ! aku benar benar marah , aku benar benar kecewa ! Tapi kenapa aku tidak bisa . " ucap Bima seraya mengusap lembut pipi Amyra yang basah oleh air mata .
" Kalau aku bisa memilih , aku ingin membenci mu . Tapi aku tidak bisa Amyra . Semakin aku ingin membenci mu , semakin aku mencintai mu !" ucap Bima membuat Amyra semakin bersalah .
" Maaf Bima , maaf !" isak tangis Amyra semakin pilu .
" Berhenti minta maaf ! Aku gak suka . " ucap Bima .
" Kenapa aku justru semakin mencintai mu Amyra , di saat aku kecewa padamu . " batin Bima tak mengerti dengan isi hati nya sendiri .
" Apa yang harus aku lakukan Bima ? Aku gak mau terus membebani mu , aku mau kamu bahagia . " ucap Amyra .
" Menikahlah dengan ku !" ucap Bima serius . Amyra seketika terdiam seraya berusaha menahan tangis nya .
" Tidak Bima . Aku tidak bisa . Kamu gak boleh menikahi seorang perempuan kotor gak berguna kaya aku . Aku bahkan gak bisa memberi mu apa apa . " ucap Amyra seraya melepas pelukan Bima .
" Aku hanya mau kamu tetap berada di sisiku . Apapun yang terjadi . Aku gak peduli dengan apapun yang pernah terjadi padamu . " ucap Bima tegas .
" Tidak Bima ! Harus nya kamu membenci ku ! " ucap Amyra .
" Kamu tak perlu mencintai ku Amyra . Cukup aku yang mencintai mu . " ucap Bima .
" Aku malu pada diriku sendiri . Aku bahkan dengan mudah nya menyia nyiakan ketulusan mu . " ucap Amyra .
" Menikahlah dengan ku , maka aku akan selalu mencintai mu . " ucap Bima tulus .
__ADS_1
Amyra memeluk Bima erat .
" Maaf kan aku Bima . Apapun yang bisa membuat mu bahagia , aku akan melakukan nya . " ucap Amyra .
*****
" Alisha ! Aku benci Amyra ! Aku harus melenyapkan nya sebelum kakak sepenuh nya dimiliki oleh wanita ****** itu . " teriak Elvina kesal seraya menempelkan ponsel nya di telinga ketika menelepon seseorang yang tak lain adalah Alisha .
" Kamu tenang aja . Aku yang akan bertindak . " ucap Alisha .
" Secepatnya ! Segera lah menikah dengan kakak , agar wanita ****** itu tau rasa . " ucap Elvina kesal .
" Wanita itu harus segera lenyap !" ucap Alisha seraya menutup ponsel nya .
" Aku gak boleh sampai rencana ku gagal . " ucap Alisha kesal .
*****
Amyra terbangun dari tidur nya yang masih dalam pelukan Bima di sofa itu .
Amyra kini sudah lebih tenang . Dengan mata yang terlihat sembab akibat menangis . Amyra melepas perlahan pelukan Bima .
Amyra menatap Bima yang terlelap dengan kepala bersandar ke sofa . Amyra memperhatikan secara seksama wajah tampan Bima yang kini berada di depan mata nya .
" Kenapa aku masih belum bisa mencintai mu Bima , padahal aku tau kalau kamu sangat tulus mencintai ku . " batin Amyra .
" Aku akan semakin berusaha Bima , aku janji . " ucap Amyra lembut . Amyra perlahan mencium kening Bima lembut .
Kemudian perlahan menggeser tubuh nya hendak berdiri .
" Jangan pergi . " ucap Bima dengan mata yang masih terpejam .
Bima menarik tubuh Amyra kembali jatuh dalam pelukan nya . Amyra hanya terdiam .
" Jangan pergi dari sisi ku Amyra . " ucap Bima semakin mengerat kan pelukan nya .
Bima menyadari ciuman Amyra di kening nya . Bima kali ini benar benar tidak akan melepaskan Amyra lagi .
" Maaf El . Seperti nya aku tidak bisa melepaskan Amyra . " Batin Bima .
Amyra menatap wajah Bima yang kini berada di atas nya .
" Bima ?" Ucap Amyra lembut ketika Bima menurunkan wajah nya hingga kini kedua mata nya saling bertatapan dengan mata Bima .
__ADS_1
******