
Air mata yang kini mulai turun dari sudut mata nya menuju pelipis nya .
Amyra memaksa tubuh nya untuk melakukan permintaan Bima .
" masih sangat mengharapkan Elvano ?" Tanya Bima membuat Amyra tak bisa berfikir lagi .
Kemudian ,,
DEG !
Amyra kini benar benar melakukan nya .
Perlahan Amyra lebih mendekat kan bibir nya menuju bibir Bima .
Tiba tiba mata Amyra terbuka .
Sontak Amyra terkejut , mata nya terbelalak seketika , seakan tak percaya dengan apa yang di lakukan Bima saat ini .
" Cukup Amyra !" Tegas Bima seraya telapak tangan nya menahan bibir Amyra agar tak sampai bersentuhan dengan bibir nya .
Amyra benar benar heran .
Bima bergegas melepas tangan Amyra kemudian duduk menyandarkan leher nya di sandaran sofa .
" Bima ?" Tanya Amyra yang benar benar tak bisa memahami situasi nya kini .
" Kenapa kamu memaksakan diri ?" Tanya Bima seraya menutup kedua mata nya dengan lengan nya dengan posisi kepala menghadap ke langit langit .
" Tapi ... " Ucap Amyra gugup .
" Kamu gak harus melakukan nya Ra . Aku tau kamu gak mau , tapi kenapa kamu memaksakan diri kamu untuk melakukan nya . " Bima benar benar merasa tak percaya dengan Amyra .
Amyra begitu pasrah nya mengorbankan perasaan nya hanya demi menjaga perasaan Bima .
Bima menghadap kan tubuh nya dan memegang kedua pundak Amyra .
Dengan tatapan lekat penuh arti .
" Elvano ?" Tanya Bima serius .
Bukan kata kata yang menjadi jawaban , melainkan air mata .
Kini tetesan air mata mulai berjatuhan dari pipi cantik Amyra .
DEG !
Hati Bima seakan di bom ketika melihat wanita cantik yang di cintai nya menangis .
" yaaa tuhaaaan .... " Ucap Bima seraya tangan nya mengusap pipi cantik Amyra .
Tangisan Amyra semakin menjadi . Membuat Bima semakin merasa bersalah .
__ADS_1
Bima memeluk Amyra .
" Maaf . " Ucap Amyra di sela tangisan nya . Terdengar pilu , membuat Bima semakin merasa bersalah .
" Aku yang minta maaf . Aku hanya mau memastikan perasaan mu Ra . Dan sekarang aku tau siapa pilihan mu. " Ucap Bima seraya sebelah tangan mengusap punggung Amyra , dan sebelah tangan nya yang lain membelai lembut rambut Amyra .
" Bimaaaa .... " Tangis Amyra .
Bima hanya bisa memeluk nya berharap bisa sedikit membuat Amyra tenang .
Bima membiarkan Amyra meluapkan isi hati nya melalui air mata .
Hingga akhir nya Amyra mulai tenang dan tangisan nya pun perlahan berhenti .
Bima melepas pelukan nya kemudian memegang kedua pipi Amyra dan kini kembali menatap lekat mata sayu Amyra .
" Kamu mencintai Elvano ?" Tanya Bima lembut .
Amyra meng anggukan kepala nya pelan .
" Yakin kan hati mu . " Ucap Bima .
" Jangan mengalihkan perasaan cinta mu pada ku Ra . Jangan paksa dirimu untuk mencintai ku . " Ucap Bima tulus .
Amyra menganggukan kembali kepala nya .
" Aku tau sejak awal hati mu hanya untuk Elvano Ra . " Ucap Bima lirih .
" Tapi ,,, " ucap Amyra terhenti oleh jari Bima yang berusaha membuat Amyra diam .
" lalu bagaimana dengan mu Bima ?" tanya Amyra bingung . Bima hanya tersenyum .
" Jodoh pasti bertemu ." ucap Bima seraya tersenyum .
Amyra tertegun mendengar ucapan Bima yang singkat namun penuh arti dan bermakna .
" sekarang kamu tidur Ra , besok kita bicarakan lagi tentang kalian . OK ?" ucap Bima seraya bangkit dari duduk nya .
Bima mengullurkan tangan nya pada Amyra yang masih duduk , tanpa ragu Amyra pun meraih tangan Bima yang membantu nya untuk berdiri .
Bima menuntun Amyra menuju kamar nya yang memang berada di sebelah kamar Bima .
" masuk ." titah Bima seraya melepas pegangan tangan nya .
Amyra pun menurut .
" Bima ... " panggill Amyra ketika Bima hendak masuk ke kamar nya . Bima pun menoleh .
" makasih Bima . " ucap Amyra lembut . Bima hanya membalas nya dengan senyuman kemudian masuk ke kamar nya dan menutup pintu . Demikian dengan Amyra yang juga langsung masuk dan menutup pintu kamar nya .
" Ya tuhaaaan ... " Ucap Bima dalam seraya mengusap kasar wajah nya di balik pintu kamar nya .
__ADS_1
Serasa sakit namun juga lega terasa di hati nya .
Sekarang Bima sudah yakin dengan perasaan Amyra yang bukan untuk nya . Kini saat nya Bima menerima segala keputusan dan pilihan Amyra .
*****
" Udah gua bilang jangan terlallu banyak minum . Gini kan jadi nya , nyusahin gua ! " gerutu Theo yang kini tengah memapah Elvano ke apartemen nya .
" Bisa dieum gak lu !! " ucap Ellvano setengah sadar .
"Lu yang dieum bego ! Gua llempar juga lu dari lantai 5 biar sadar sadar udah di alam laen !!!" ocehan Theo tak di hiraukan sama sekali oleh Elvano . Elvano hanya seyam senyum sendiri ketika mengingat kejadian tadi di bar .
"Tuh kan , udah bego gila lagi kan lu !! " ledek Theo .
Se kesal apapun , se marah apapun . persahabatan mereka gak akan pernah berubah .
Elvano yang temprament , Theo yang usil dan Bima yang kalem . Sudah menjadi paket lengkap yang tak terpisahkan .
"Elvano ???" panggil seorang wanita yang baru saja keluar dari lift itu .
"Alisha . " ucap Theo seketika mengetahui siapa sosok wanita itu .
"El kenapa ? Mabuk lagi ?" ucap Alisha khawatir seraya berusaha membantu Theo memapah Elvano . Namun tangan Elvano menepis nya .
"Upss. ... Sorry " ucap Theo dengan senyum tipis nya .
Theo sudah tau tentang Alisha yang hampir saja mencelakai Amyra . Dan sekarang Theo tau kalau sahabat nya hanya mencintai Amyra .
" Permisi ..." Ucap Theo seraya membawa Elvano melewati Alisha yang mematung seakan tak percaya dengan sikap Elvano saat ini pada nya .
" Tunggu El !! Kita akan segera menikah , kenapa kamu seperti ini ??" teriakan Alisha Tak di gubris sama sekali oleh Elvano dan Theo , hingga pintu lift pun tertutup .
Alisha menendang pintu lift itu keras .
"Siallaaaannnnn !!! kesal Alisha .
Alisha mengeluarkan Handphone nya kemudian menelepon Elvina .
" Elvinaaaaa !!! kenapa Elvano jadi kaya gitu sama gua ??" teriak Alisha kesal .
"Kakak gua tau apa yang udah kita lakuin sama si Amyra sialan itu ! ini semua gara gara lu ! " jawab Elvina yang tak kalah kesal nya .
" kenapa lu nyalahin gua ?"
" karena semua ide lu ! gara gara lu , kakak gua murka ." jawab Elvina .
" ini semua gara gara cewek sialan itu !!!" ucap Alisha menahan amarah nya .
" Terserah lu mau lakuin apa aja , jangan libatin gua . saat ini gua harus cari cara supaya kakak gua baik lagi sama gua . " ucap Elvina dan langsung mematikan sambungan telepon itu .
Alisha menggenggam erat Hand phone nya .
__ADS_1
"Jangan sebut gua Alisha , kalau gua gak bisa dapetin apa yang gua mau ! "
**** ****