Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
kepastian


__ADS_3

Air mata yang kini mulai turun dari sudut mata nya menuju pelipis nya .


Amyra memaksa tubuh nya untuk melakukan permintaan Bima .


" masih sangat mengharapkan Elvano ?" Tanya Bima membuat Amyra tak bisa berfikir lagi .


Kemudian ,,


DEG !


Amyra kini benar benar melakukan nya .


Perlahan Amyra lebih mendekat kan bibir nya menuju bibir Bima .


Tiba tiba mata Amyra terbuka .


Sontak Amyra terkejut , mata nya terbelalak seketika , seakan tak percaya dengan apa yang di lakukan Bima saat ini .


" Cukup Amyra !" Tegas Bima seraya telapak tangan nya menahan bibir Amyra agar tak sampai bersentuhan dengan bibir nya .


Amyra benar benar heran .


Bima bergegas melepas tangan Amyra kemudian duduk menyandarkan leher nya di sandaran sofa .


" Bima ?" Tanya Amyra yang benar benar tak bisa memahami situasi nya kini .


" Kenapa kamu memaksakan diri ?" Tanya Bima seraya menutup kedua mata nya dengan lengan nya dengan posisi kepala menghadap ke langit langit .


" Tapi ... " Ucap Amyra gugup .


" Kamu gak harus melakukan nya Ra . Aku tau kamu gak mau , tapi kenapa kamu memaksakan diri kamu untuk melakukan nya . " Bima benar benar merasa tak percaya dengan Amyra .


Amyra begitu pasrah nya mengorbankan perasaan nya hanya demi menjaga perasaan Bima .


Bima menghadap kan tubuh nya dan memegang kedua pundak Amyra .


Dengan tatapan lekat penuh arti .


" Elvano ?" Tanya Bima serius .


Bukan kata kata yang menjadi jawaban , melainkan air mata .


Kini tetesan air mata mulai berjatuhan dari pipi cantik Amyra .


DEG !


Hati Bima seakan di bom ketika melihat wanita cantik yang di cintai nya menangis .


" yaaa tuhaaaan .... " Ucap Bima seraya tangan nya mengusap pipi cantik Amyra .


Tangisan Amyra semakin menjadi . Membuat Bima semakin merasa bersalah .

__ADS_1


Bima memeluk Amyra .


" Maaf . " Ucap Amyra di sela tangisan nya . Terdengar pilu , membuat Bima semakin merasa bersalah .


" Aku yang minta maaf . Aku hanya mau memastikan perasaan mu Ra . Dan sekarang aku tau siapa pilihan mu. " Ucap Bima seraya sebelah tangan mengusap punggung Amyra , dan sebelah tangan nya yang lain membelai lembut rambut Amyra .


" Bimaaaa .... " Tangis Amyra .


Bima hanya bisa memeluk nya berharap bisa sedikit membuat Amyra tenang .


Bima membiarkan Amyra meluapkan isi hati nya melalui air mata .


Hingga akhir nya Amyra mulai tenang dan tangisan nya pun perlahan berhenti .


Bima melepas pelukan nya kemudian memegang kedua pipi Amyra dan kini kembali menatap lekat mata sayu Amyra .


" Kamu mencintai Elvano ?" Tanya Bima lembut .


Amyra meng anggukan kepala nya pelan .


" Yakin kan hati mu . " Ucap Bima .


" Jangan mengalihkan perasaan cinta mu pada ku Ra . Jangan paksa dirimu untuk mencintai ku . " Ucap Bima tulus .


Amyra menganggukan kembali kepala nya .


" Aku tau sejak awal hati mu hanya untuk Elvano Ra . " Ucap Bima lirih .


" Tapi ,,, " ucap Amyra terhenti oleh jari Bima yang berusaha membuat Amyra diam .


" lalu bagaimana dengan mu Bima ?" tanya Amyra bingung . Bima hanya tersenyum .


" Jodoh pasti bertemu ." ucap Bima seraya tersenyum .


Amyra tertegun mendengar ucapan Bima yang singkat namun penuh arti dan bermakna .


" sekarang kamu tidur Ra , besok kita bicarakan lagi tentang kalian . OK ?" ucap Bima seraya bangkit dari duduk nya .


Bima mengullurkan tangan nya pada Amyra yang masih duduk , tanpa ragu Amyra pun meraih tangan Bima yang membantu nya untuk berdiri .


Bima menuntun Amyra menuju kamar nya yang memang berada di sebelah kamar Bima .


" masuk ." titah Bima seraya melepas pegangan tangan nya .


Amyra pun menurut .


" Bima ... " panggill Amyra ketika Bima hendak masuk ke kamar nya . Bima pun menoleh .


" makasih Bima . " ucap Amyra lembut . Bima hanya membalas nya dengan senyuman kemudian masuk ke kamar nya dan menutup pintu . Demikian dengan Amyra yang juga langsung masuk dan menutup pintu kamar nya .


" Ya tuhaaaan ... " Ucap Bima dalam seraya mengusap kasar wajah nya di balik pintu kamar nya .

__ADS_1


Serasa sakit namun juga lega terasa di hati nya .


Sekarang Bima sudah yakin dengan perasaan Amyra yang bukan untuk nya . Kini saat nya Bima menerima segala keputusan dan pilihan Amyra .


*****


" Udah gua bilang jangan terlallu banyak minum . Gini kan jadi nya , nyusahin gua ! " gerutu Theo yang kini tengah memapah Elvano ke apartemen nya .


" Bisa dieum gak lu !! " ucap Ellvano setengah sadar .


"Lu yang dieum bego ! Gua llempar juga lu dari lantai 5 biar sadar sadar udah di alam laen !!!" ocehan Theo tak di hiraukan sama sekali oleh Elvano . Elvano hanya seyam senyum sendiri ketika mengingat kejadian tadi di bar .


"Tuh kan , udah bego gila lagi kan lu !! " ledek Theo .


Se kesal apapun , se marah apapun . persahabatan mereka gak akan pernah berubah .


Elvano yang temprament , Theo yang usil dan Bima yang kalem . Sudah menjadi paket lengkap yang tak terpisahkan .


"Elvano ???" panggil seorang wanita yang baru saja keluar dari lift itu .


"Alisha . " ucap Theo seketika mengetahui siapa sosok wanita itu .


"El kenapa ? Mabuk lagi ?" ucap Alisha khawatir seraya berusaha membantu Theo memapah Elvano . Namun tangan Elvano menepis nya .


"Upss. ... Sorry " ucap Theo dengan senyum tipis nya .


Theo sudah tau tentang Alisha yang hampir saja mencelakai Amyra . Dan sekarang Theo tau kalau sahabat nya hanya mencintai Amyra .


" Permisi ..." Ucap Theo seraya membawa Elvano melewati Alisha yang mematung seakan tak percaya dengan sikap Elvano saat ini pada nya .


" Tunggu El !! Kita akan segera menikah , kenapa kamu seperti ini ??" teriakan Alisha Tak di gubris sama sekali oleh Elvano dan Theo , hingga pintu lift pun tertutup .


Alisha menendang pintu lift itu keras .


"Siallaaaannnnn !!! kesal Alisha .


Alisha mengeluarkan Handphone nya kemudian menelepon Elvina .


" Elvinaaaaa !!! kenapa Elvano jadi kaya gitu sama gua ??" teriak Alisha kesal .


"Kakak gua tau apa yang udah kita lakuin sama si Amyra sialan itu ! ini semua gara gara lu ! " jawab Elvina yang tak kalah kesal nya .


" kenapa lu nyalahin gua ?"


" karena semua ide lu ! gara gara lu , kakak gua murka ." jawab Elvina .


" ini semua gara gara cewek sialan itu !!!" ucap Alisha menahan amarah nya .


" Terserah lu mau lakuin apa aja , jangan libatin gua . saat ini gua harus cari cara supaya kakak gua baik lagi sama gua . " ucap Elvina dan langsung mematikan sambungan telepon itu .


Alisha menggenggam erat Hand phone nya .

__ADS_1


"Jangan sebut gua Alisha , kalau gua gak bisa dapetin apa yang gua mau ! "


**** ****


__ADS_2