
Amyra berlari menuju Bima yang terlihat sangat khawatir .
Amyra langsung memeluk Bima . Terisak di dalam pelukan Bima .
Bima hanya bisa menahan amarah nya ketika menyadari kalau Amyra baru saja turun dari mobil Elvano .
Bima memang tidak tau apa yang sebenar nya terjadi , Bima tidak mau langsung mencerca Amyra dengan banyak nya pertanyaan yang berada di kepala nya saat ini .
Yang terpenting adalah Amyra telah sampai dengan selamat saat ini .
" Hey ? Kenapa menangis ? ada apa heum ?" tanya lembut Bima . Amyra hanya menggelengkan kepalanya .
Bima melihat kaos yang di pakai Amyra saat ini .
" Baju El . " batin Bima dengan mudah nya menebak .
Elvano yang dengan jelas melihat Amyra tengah memeluk Bima kini mulai merasa marah . Elvano segera memutarkan mobil nya agar bisa segera pergi dari tempat itu .
Elvano tau kalau dirinya bisa saja turun dari mobil , namun Elvano tidak mau memperburuk suasana . Elvano memilih untuk pergi dari sana .
" Ayo masuk . " ajak Bima seraya menggenggam tangan Amyra membawa nya agar masuk ketika kini mobil Elvano telah hilang dari pandangan .
*****
" Bodoh sekali kalian ! Urus satu cewek aja gak bisa ! Dasar gak berguna !" ucap Elvina yang tengah menelepon seseorang .
Dengan kesal Elvina mematikan telepon itu kemudian melempar nya ke tempat tidur .
" Sialan ! Dengan mudah nya dia lepas begitu aja ! " kesal Elvina .
" Siapa yang lepas ?" ucapan seorang pria yang baru saja masuk ke kamar Elvina . Sontak membuat Elvina kaget bukan main .
" Kakak ?" ucap Elvina syok melihat sosok sang kakak yang berjalan masuk ke kamar nya , dengan tatapan elang dan raut wajah yang terlihat marah .
" Kakak tanya , siapa yang lepas ?" tanya Elvano semakin mendesak .
" Itu ,, anu .. " Elvina tergagap menjawab pertanyaan Elvano . Elvina tau kalau sampai Elvano tau tentang yang dia lakukan pada Amyra , bisa gawat .
" Siapa yang lepas ? Amyra ? " ucap Elvano masih terlihat tenang namun tegas .
DEG !
" kakak mengetahui nya !" batin Elvina menjerit .
__ADS_1
" Sekali lagi kakak tanya masih dengan baik baik ! Apa yang telah kamu lakukan Elvina Reynard !" pertanyaan penuh penekanan itu mampu membuat Elvina meneguk saliva nya kasar .
" Kakak ! Aku itu adik mu . Aku cuma gak suka liat kakak deket deket sama cewek gak jelas kaya Amyra !" Elvina berusaha membela diri .
" Siapapun yang dekat dengan ku ! Kamu gak punya hak buat mengganggu nya !" tegas Elvano .
" Sudah aku bilang kan , dia itu cewek gak bener yang akhirnya pengaruhi kakak ! Dia itu cuma cewek ****** yang sudah tidur dengan banyak pria , bahkan tidur dengan Kak Bima kan !" ucapan Elvina membuat amarah Elvano semakin naik .
" Jaga ucapan mu Elvina !"
" Aku benar kan ? aku juga tau kalau Amyra pernah tidur bersama pria tua hidung belang di sebuah hotel !" Elvina tidak bisa menghentikan mulut nya untuk terus berbicara .
" DIAM !" ucap Elvano seraya tangan nya menahan leher Elvina .
" Ku bilang DIAM ! Keluarga Reynard tidak pernah membesarkan anak hanya untuk mencaci maki orang lain , bahkan merusak nama baik orang lain yang bahkan belum tau kebenaran nya . !" tegas Elvano sontak membuat Elvina bungkam .
" Kakak sudah pasti menghabisi siapapun yang mengusik kehidupan kakak ! kalau bukan karena kamu adalah adik kandung ku ! Sudah pasti aku menghabisimu ! " tegas Elvano .
Elvano memegang leher nya yang terasa sesak akibat genggaman tangan kekar kakak kandung nya itu .
" Sekali lagi kamu ganggu Amyra ! kakak gak tau apa yang bisa kakak perbuat pada mu ! " Ancam Elvano kemudian keluar meninggalkan Elvina yang masih terlihat syok akibat perbuatan dan perkataan kakak nya .
" Amyra sialan ! Dia bahkan membuat gua sama kakak seperti ini !" batin Elvina penuh kebencian .
****
" Terima kasih . "
Amyra meminum sedikit demi sedikit susu panas itu seraya meniup nya . Kedua tangan nya menggenggam erat gelas panas itu agar hangat .
" Aku gak bakal tanya apa yang terjadi kalau kamu gak mau menceritakan nya . " ucap Bima lirih . Amyra masih terdiam .
Bima memang merasa marah ketika melihat Amyra yang datang bersama Elvano . Dilihat dari sikap Amyra saat pulang , Bima bisa menebak kalau sebelum nya pasti sesutu terjadi dan itu pasti yng membuat Amyra kini terlihat sedih .
" Bima , Boleh aku minta sesuatu ?" ucap Amyra pelan .
" Apa ?"
" Aku ingin pergi dari sini , sejauh mungkin ! Dimana aku gak akan pernah bisa bertemu lagi dengan Elvano . " ucap Amyra serius .
" Tapi , kenapa Ra ?"
" Aku gak mau ketemu lagi sama dia . Aku gak mau ada urusan apapun lagi sama dia , aku ingin hidup tenang . " ucap Amyra . Bima sejenak terdiam mencerna setiap kata kata Amyra .
__ADS_1
Bima tau kalau Amyra dan Elvano masih saling mencintai , tapi melihat Amyra yang mencintai dengan terluka membuat Bima benar benang gundah .
Di satu sisi Bima ingin kembali mempersatukan Elvano dan Amyra yang saling mencintai . Tapi di sisi lain , Bima pun mengharapkan Amyra untuk selalu bersama nya .
" Lebih baik kamu hadapi Ra , kamu gak boleh lari . Apapun yang terjadi , kita hadapi sama sama . Ok ?" ucap Bima memang ada benar nya .
Cukup sekali Amyra lari dari masalah dengan kelurga nya . Kali ini Amyra harus siap menghadapi nya , setidak nya kini ada Bima yang selalu ada untuk mendukung nya .
" Buktikan kalau kamu baik baik saja tanpa dirinya . Buktikan kalau kamu bisa bahagia . " ucap Bima .
" Kamu benar Bima . Aku harus nya menghadapi Elvano , bukan malah lari . " ucap Amyra .
" Mulai saat ini dan kedepan nya , aku bakal buktiin kalo aku bisa bahagia . " tekad Amyra .
" Bahagia dengan ku kan ?" ucap Bima seraya tersenyum .
" Bima ..." ucap Amyra denga tatapan bersalah nya .
" Berbahagialah dengan apapun pilihan mu Ra . " ucap Bima seraya mengusap puncak kepala Amyra .
" Ra , boleh aku minta sesuatu ?" ucap Bima .
" Minta apa ? aku gak punya apa apa . " jawab Amyra bingung .
" Bisa tolong kamu ganti baju ini , dan gunakan baju yang bisa menutupi leher mu . " ucap Bima seraya menunjuk leher Amyra .
Amyra sontak kaget karena dirinya lupa kalau di leher nya terdapat bekas ciuman Elvano . Bahkan saat ini dirinya masih memakai baju Elvano .
" Ah , iya . Aku ganti sekarang . " ucap Amyra bergegas masuk ke kamar nya .
Hati Bima memang terasa sakit melihat leher mulus Amyra yang kini di tandai oleh Elvano , Aroma khas Elvano dapat Bima cium dari baju yang di gunakan Amyra .
" Bukan nya kamu akan menikah El ? Tapi kenapa kamu masih menginginkan Amyra ?" Bima terlihat gusar seraya mengusap kasar wajah nya .
Bima benar benar tengah dilanda kebimbangan saat ini . Dirinya yang sudah bertekad melepas Amyra untuk Elvano . Kini mulai gundah dengan pilihan nya sendiri .
" Aku tidak bisa janji kalau aku bisa saja mengambil Amyra dari mu El !" batin Bima .
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1