Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Memastikan


__ADS_3

Mobil Bima kini terparkir di halaman depan sanggarnya . Bima pun menarik rem tangan kemudian melepas sabuk pengaman dari tubuhnya, seketika hendak membuka pintu mobil tiba-tiba tubuhnya terhenti ketika tangan Amyra memegang lengannya .


" Bima .. " Panggil Amyra lembut .


" Yaa ?" jawab Bima kemudian kembali duduk dan menetap Amyra .


Amyra tersadar, kalau tangannya kini tengah memegang tangan Bima. Amyra langsung melepaskan pegangan tangannya karena takut Bima merasa tidak nyaman .


" maaf .. " ucap Amira merasa malu.


" nggak apa-apa Kok santai aja .." ucap Bima dengan senyum yang menenangkan.


" ada apa ? " tanya Bima kemudian.


" hmm.... Gak jadi deh nggak penting juga. " Amyra terlihat kebingungan dengan apa yang akan dia ucapkan pada Bima. Terlihat jelas kalau Amyra terlihat gugup dan Serba Salah.


Amyra bergegas turun dari mobil kemudian berlari masuk ke dalam sanggar meninggalkan Bima yang masih dalam mobil .


Bima hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Amyra yang membuatnya heran namun juga membuatnya tersenyum.


Amyra langsung menaiki tangga menuju lantai 2 menuju kamarnya dan langsung menutup erat pintu kamarnya .


Bima pun kemudian turun dan berjalan masuk ke sanggarnya.


Bima tersenyum mendengar suara tutupan pintu yang Terdengar cukup keras dari kamar Amyra .


" Ada apa dengan Amyra ? Apa yang sebenarnya ingin dia katakan Amira padaku?" gumamnya Seraya tersenyum .


Hari sudah semakin larut. Terlihat Bima sedang duduk di sofa lantai 2 pemandangan luar yang cukup indah.


Entah apa yang sedang dipikirkan Bima saat ini, Entah perasaan senang atau perasaan sedih yang sedang ia rasakan saat ini.


Perasaan senang karena kini Bima mengetahui kalau panel akan benar-benar mencintai Amyra atau mungkin perasaan sedih mengetahui kenyataan bahwa dirinya tidak bisa memiliki Amyra . Yang pasti Bima tahu kalau Elvano pasti akan membahagiakan Amyra .


Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar perlahan .


Bima pun menoleh .


" sini..." panggil Bima pada Amira yang berdiri setengah badan di ambang pintu kamarnya .


Perlahan Amyra pun berjalan menghampiri Bima .


" sini duduk.. " tinta Bima Seraya tangannya menepuk sofa di sampingnya.


Amyra pun menurut dan kemudian duduk di sofa itu bersebelahan dengan Bima.


" lebih dekat duduknya . " ucap Bima Seraya menarik tubuh Amyra semakin lebih dekat .

__ADS_1


Amyra terlihat salah tingkah dengan sikap Bima.


" ada apa Bima? " tanya Amyra terbata .


Bima hanya tersenyum.


" Bimaaaa .... " ucap Amyra kesal .


Bima justru tertawa melihat Amira yang kesal karena sikapnya.


" Iya iyaa maaf .. " Ucap Bima yang merasa Amyra benar benar tengah salah tingkah dan juga kesal .


" Raa ... " Ucap Bima lirih .


" yaa ?" Jawab Amyra .


" Kita jadi nikah kan ?" Pertanyaan Bima sontak membuat Amyra kaget .


" Ah . Itu , Hmm . Jadi kan . " Jawab Amyra seakan tak yakin .


" Serius ?" Tanya Bima menyelidik .


" I .. Iyaa . " Jawab Amyra dengan anggukan kecil meragukan .


Bima menghela nafas nya kemudian membuang nya sedikit kasar .


" Gak perlu memaksakan diri . Kalau gak mau ya gak apa apa kok . Bilang aja . " Ucap Bima santai .


" kok kamu ngomong gitu ? " Tanya Amyra heran .


" Aku gak mau kamu menerima ku hanya karena aku pernah berbuat baik pada mu . " Ucap Bima .


" Bukan gitu Bima . Aku mau kok nikah sama kamu . Aku siap . " Ucap Amyra berusaha meyakinkan Bima .


" Apa kamu mencintai ku ?" Tanya Bima .


Headshoot !


Amyra seketika bungkam dan terpana dengan pertanyaan Bima yang sukses membuat otak nya berhenti berfikir .


Bima tersenyum tipis melihat ekspresi Amyra .


" Udah larut , ayo cepat tidur . " Ucap Bima seraya berdiri dari duduk nya hendak pergi ke kamar .


" Tapi , Bima . " Amyra sontak berdiri dan menahan tangan Bima .


Bima menoleh .

__ADS_1


" Sekarang aku memang belum mencintai kamu Bima .Tapi aku akan berusaha untuk mencintai mu ." Ucap Amyra serius .


Tak disangka . Tindakan Bima selanjut nya mampu membuat Amyra benar benar mati langkah .


Seketika Bima mendorong tubuh Amyra ke sofa dengan posisi terlentang . Kemudian Bima menindih nya dari atas .


DEG !


Amyra benar benar kaget .


" Buktikan kalau kamu benar benar akan mencintai ku . " Ucap Bima tegas dengan tatapan yang begitu dalam pada Amyra .


Amyra hanya bisa meneguk saliva nya , kedua tangan nya kini terkunci oleh tangan kekar Bima diatas kepala nya .


Wajah Bima kini hanya berjarak beberapa centi meter dari wajah Amyra . Amyra seketika memejamkan mata nya , seakan tahu apa yang selanjutnya akan di lakukan oleh Bima .


" Apa kamu akan mencintai ku ? " Tanya Bima dalam .


Amyra masih bungkam tak tahu harus mengatakan apa .


" jawab ." tegas Bima .


Amyra benar benar mati langkah . Dirinya tak tahu harus bagaimana .


Pikiran Amyra mengharuskan dirinya untuk menjaga perasaan Bima . Namun tak dapat di pungkiri kalau hati nya masih begitu sangat dalam pada Elvano .


" Buka mata kamu . " titah Bima tegas . Membuat Amyra kini benar benar takut .


perlahan Amyra membuka mata nya .


terlihat jelas sepasang mata indah kini tengah menatap nya lekat dengan jarak yang sangat dekat . Amyra kembali meneguk saliva nya dengan susah payah .


sejenak Amyra berfikir .


" Apa kurang nya seorang Bima . Pria tampan , lembut dan juga sangat baik . Tapi kenapa aku tak bisa membuka hati ku untuk nya . " batin Amyra melayu .


" Cium aku ." pinta Bima dengan nada rendah .


Amyra benar benar terkejut dengan permintaan Bima itu . Amyra terpaku .


" Cium aku kalau kamu benar benar siap menikah dengan ku . " Bima kembali menegaskan permintaan nya .


Amyra benar benar bingung dan juga gundah .


Perlahan butiran bening terlihat di sudut mata Amyra . Perlahan Amyra menutup mata nya .


" Masih sangat mengharapkan Elvano ?"

__ADS_1


*********


__ADS_2