Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Ingin Lebih Mengenal Mu


__ADS_3

Bima melambaikan tangan nya ketika kini mobil itu telah pergi dari sana . Dengan berat hati Bima membiarkan Amyra pergi dengan Elvano .


" Eh ,Bima . " Elsa memanggil Bima yang hendak masuk ke dalam sanggar .


" kenapa ?" tanya Bima.


" Menurut kamu tuh si Elvano orang nya kaya gimana sih ? kamu kan udah lama sahabat tan sama dia . " tanya Elsa seraya berjalan beriringan dengan Bima menuju dalam .


" Hmm .. " Bima berpikir sejenak.


" Seriusan ! Gak mungkin juga kan kamu biarin Amyra sama orang gak jelas . " ucap Elsa . Bima menghentikan langkah nya .


" Aku tau Elvano . Dia memang arogan dan ke kanak kanakkan , tapi baru kali ini aku lihat dia kaya gitu . " ucap Bima tersenyum .


" gitu gimana ?" Elsa penasaran .


" Sejak kecil memang Elvano selalu mendapatkan apa yang dia inginkan , apapun itu . Itu sudah menjadi hal yang biasa bagi dia . Dan sekarang , aku lihat dia menginginkan Amyra . Awal nya aku juga gak mau biarin Elvano menikahi Amyra , tapi aku lihat kali ini Elvano tidak main main . " jelas Bima .


" Bukan nya kamu bilang si Elvano tuh tukang mainin cewek kan ?" tanya Elsa .


" Sebenarnya Elvano bukan mempermainkan cewek . Dia hanya mencari kesenangan buat pelarian nya saja . Semenjak cinta pertama nya pergi , dia berpikir kalau semua cewek tuh sama . " ucap Bima.


" Terus gimana dengan Amyra ?" tanya Elsa serius.


" Yang aku tau , semenjak kejadian itu Elvano tidak pernah lagi main sama cewek . Kurasa karena Amyra . " ucap Bima .


Bima memang tidak akan sembarangan membiarkan Amyra dengan Elvano tanpa melihat sikap Elvano yang memang terlihat berubah .


Elvano yang biasa nya bermain main dengan banyak wanita kini benar benar hanya ter fokus pada Amyra sampai lupa segala nya .


" Ya , aku harap Elvano gak akan nyakitin Amyra . " ucap Elsa .


" Ya , aku harap juga begitu . " ucap Bima .


" Tapi kami bilang kalau anak Amyra nanti lahir , mereka bakal pisah kan ?" tanya Elsa . Bima terdiam .


" Entahlah , kita lihat saja nanti . Yang pasti sekarang mereka memang harus menikah dulu . " ucap Bima .


*********


Di perjalanan , Amyra dan Elvano sama sekali tak berbincang . Amyra merasa aura Elvano sedang tidak baik , jadi Amyra memilih untuk diam .


Elvano hanya terfokus pada jalanan yang dia lalui . Sesekali terlihat tangan nya mengepal kemudi , menandakan kalau dirinya sedang marah dan memikirkan sesuatu .


Amyra hanya melirik sesekali ke arah Elvano , namun tak berani untuk bertanya .


Mobil Elvano pun kini telah sampai di depan rumah orang tua nya itu .


Elvano langsung turun dan membuka kan pintu mobil untuk Amyra .


" Turun . " ketus Elvano . Amyra mengangguk kemudian turun . Elvano menutup pintu mobil itu cukup keras hingga membuat Amyra kaget .


Elvano langsung masuk kedalam tanpa bicara . Membuat Amyra semakin bingung .


Tak lama kemudian Tante Rosa keluar dari dalam .


" Sayang , ayo masuk . " ajak tante Rosa lembut merangkul Amyra .


" El emang kaya gitu , cuek banget . Sama mama nya sendiri juga gitu , jangan diambil hati yaa . " ucap lembut sang calon mertua .


Amyra hanya mengangguk dan tersenyum .


" Mama seneng banget tau gak , di rumah ini sepi banget soal nya . Adik El masih di luar negeri , papah sibuk terus . Apalagi Elvano , malah gak pernah datang jenguk mamah . " ucap Tante Rosa mengeluh . Amyra mendengarkan dengan seksama .


" Eh sekali nya datang , langsung bawa calon menantu buat mamah . Seneng banget kan , akhirnya dia pulang juga . " ucap tante Rosa antusias .


Amyra tersenyum namun juga bingung harus menjawab apa .

__ADS_1


Tante Rosa menuntun Amyra hingga masuk menuju kamar Elvano . Amyra duduk di tepi ranjang besar di kamar itu .


Amyra melihat sekeliling ruangan itu .


Barang barang mewah dan elegan . Casual dengan cat dinding berwarna abu muda dan silver .


" Kamar ini udah lama gak di isi , maklum lah . Elvano gak pernah pulang soal nya , dia lebih pilih tinggal di apartemen nya dari pada disini . " ucap tante Rosa .


" Nak , boleh tanya sesuatu ?" ucap Tante Rosa .


" Iya , Tante ?" jawab Amyra terbata .


" jangan panggil tante dong , panggil mama . Ok ?" ucap mama Rosa .


" oh , iya . Ma . " Amyra canggung .


" Bayi ini beneran anak Elvano kan ?" tanya Mama Rosa serius seraya tangan nya menyentuh perut Amyra .


" Iya , Ma . " ucap Amyra dengan mengangguk pelan .


" Syukurlah , papa mungkin hanya mau memastikan . Tapi mama percaya sama kamu dan El . " ucap Mama Rosa yakin .


" Makasih Ma . " ucap Amyra terlihat lega karena setidak nya Ibu Elvano sangat baik pada nya .


" Iya sama sama , asal kalian saling mencintai . Jangan takut Ok ?" ucap Mama Rosa .


" Mencintai ?" gumam Amyra dalam hati . Namun Amyra hanya bisa mengangguk .


" Mama udah gak sabar mau ketemu calon cucu mama . " Mama Rosa memang terlihat sangat antusias dan senang dengan keberadaaan Amyra dan calon buah hati nya .


" Udah ? Amyra mau istirahat , mama jangan ganggu dia terus !" ucap Elvano di ambang pintu dengan nada ketus nya .


" Elvano ! Mama masih mau ngobrol sama Amyra . " Mama Rosa mengeluh .


" Nanti juga kan bisa ngobrol lagi , sekarang El mau istirahat . El cape !" ucap Elvano .


" hah !" Elvano menghempaskan badan nya di sofa empuk itu dan menyandarkan kepala nya .


Amyra hanya diam duduk di tepi ranjang itu .


" Istirahat lah , aku tau kamu cape . " ucap Elvano dengan mata yang tertutup .


" Apa kita akan sekamar ?" pertanyaan Amyra membuat Elvano kembali membuka mata nya .


" Tentu saja . " jawab Elvano .


" Tapi , " Amyra ragu .


" Tapi kenapa ? gak mungkin kan kita tidur pisah kamar , apa nanti yang bakal di pikir papa dan mama ku . " ucap Elvano .


Amyra terdiam .


Elvano berdiri kemudian berjalan menghampiri Amyra . Elvano duduk di samping Amyra .


" Tenang aja , aku gak bakal macam macam . Asal kamu juga jangan bertingkah . " ucap Elvano . Amyra terkejut .


" Bertingkah ?" tanya Amyra bingung . Elvano hanya tersenyum .


" Udah cepat istirahat , anggap lah rumah sendiri . " ucap Elvano kemudian kembali ke sofa panjang itu dan merebahkan diri nya , mencoba untuk istirahat .


Amyra mencoba menghampiri Elvano yang tengah berbaring di sofa itu .



" El , kamu istirahat di tempat tidur . Biar aku disini . " ucap Amyra .


Elvano menatap lekat wajah Amyra . Beberapa saat Elvano tak berkata apapun .

__ADS_1


" El ?" panggil Amyra yang melihat kalau Elvano terus memperhatikan nya .


Lamunan Elvano pun buyar .


" Kamu istirahat di sana , biar aku disini . El . " ucap Amyra dengan menunjuk tempat tidur itu .


" Nggak , biar aku saja disini . Atau kamu mau aku temani kamu disana ? " jawab Elvano . Amyra berpikir .


Elvano tertawa melihat ekspresi wajah Amyra yang kaget .


" Elvano !" Amyra merasa di jahili oleh Elvano .


" Ra . " panggil Elvano seraya tangan nya mengelus pelan rambut Amyra .


" Ya ?"


" Ijinkan aku buat lebih dekat dengan mu . " ucap Elvano serius .


Amyra menatap Elvano tanpa berkata . Begitu pun dengan Elvano . Mereka berdua saling bertatapan , namun entah apa yang berada dalam pikiran mereka masing masing .


Amyra harus nya segan dan takut dengan Elvano karena kejadian malam itu , namun Amyra pun tidak mengerti mengapa dirinya justru tidak merasakan takut pada Elvano .


Amyra menggelengkan kepala nya dan mencoba menyadarkan diri . Amyra seketika berdiri dari posisi nya karena tidak mau terus bertatapan dengan Elvano .


" Amyra , Amyra ! Sadar ! jangan sampai kamu goyah . " gumam nya dalam hati menguatkan perasaan nya yang berdebar ketika bertatapan dengan Elvano .


Elvano bingung dan aneh , mengapa Amyra tiba tiba saja berdiri dan menghindar .


" Mau kemana ?" tanya Elvano kemudian ikut bangun dari posisi nya .


" Aku mau mandi . " ucap Amyra bergegas masuk ke kamar mandi . Elvano hanya terheran dengan sikap Amyra .


Cukup lama Amyra berada di dalam kamar mandi . Amyra menyegarkan tubuh nya dengan mandi air dingin sore itu . Setelah selesai mandi , Amyra benar benar kebingungan .


" Ya ampun ! aku lupa handuk dan baju ganti ku masih di dalam tas . " ucap Amyra . Amyra kebingungan harus bagaimana .


" Gimana ini ?" gumam nya .


Perlahan Amyra membuka sedikit pintu kamar mandi .


" El ? " panggil Amyra pelan . Namun Elvano tak mendengar nya .


" Elvano ?" panggil Amyra dengan sedikit meninggi kan suara nya .


Elvano yang sedang berbaring pun menoleh .


" Boleh minta tolong ?" tanya Amyra ragu .


" Apa ?"


" Bisa tolong ambilkan tas itu ? baju dan handuk ku ada disana ." pinta Amyra seraya menunjuk sebuah tas yang berada di atas ranjang .


Elvano beranjak dan berjalan membawakan tas yang di maksud Amyra .


" Ini . " ucap Elvano memberikan tas yang cukup besar itu dengan satu tangan , namun mata nya sekilas melihat sebagian tangan dan pundak mulus Amyra yang bersembunyi di balik pintu kamar mandi .


Tangan Elvano tak melepaskan pegangan nya dari tas itu , hingga membuat Amyra harus menarik tas itu .


" El . " pinta Amyra agar Elvano melepas tangan dari tas itu . Namun Elvano masih memegangi nya , hingga pintu kamar mandi itu terbuka cukup lebar .


Amyra kaget berusaha bersembunyi di balik pintu itu .


" Elvano !" teriak Amyra . Elvano pun tersadar .


Elvano tak berkata apapun dan langsung kembali ke sofa dan kembali berbaring . Amyra seketika langsung menutup pintu kamar mandi itu karena malu .


" Tiap kali liat dia kenapa gua hampir aja hilang akal !" gumam Elvano .

__ADS_1


...***********************...


__ADS_2