Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Selalu Ada Bima


__ADS_3

Perlahan Amyra membuka mata nya yang terasa masih perih akibat air mata . Dia melihat jam menunjukan pukul 02:00 .


Perlahan Amyra turun dari tempat tidur itu karena tidak mau membangunkan pria yang kini terlihat lelap tertidur .


" Ahh ! " Amyra merasakan sakit di sekujur tubuh nya , terlebih sakit dan perih yang terasa di bagian intim nya .


Namun sekuat tenaga Amyra berjalan perlahan mencari tas milik nya dan mencari pakaian yang bisa dia pakai untuk menutupi tubuh nya .


Amyra menemukan pakaian nya yang basah di kamar mandi tempat tadi dia di mandikan oleh para pelayan , Amyra bergegas memakai pakaian basah itu .


Amyra mangambil tas kecil milik nya kemudian mengendap endap keluar dari kamar itu untuk kabur .


Amyra berharap bisa secepatnya pergi dari tempat itu walaupun tubuh nya kini benar benar lelah dan kesakitan .


Setelah keluar dari kamar itu , Amyra melihat ruangan ruangan yang sangat besar dengan perabotan yang sangat mewah dan mahal . Amyra bergegas mencari jalan keluar dari rumah itu .


Namun di pintu depan dia melihat ada beberapa penjaga .


" Anda mau kemana ?" tanya tegas para penjaga .


" Saya mau pulang . " ucap Amyra terbata karena takut .


" Mau saya antar kan nona ? " tanya seorang penjaga bertubuh tegap dengan setelan seragam .


" Tidak usah,saya bisa pulang sendiri . " Amyra meras aneh dengan para pelayan dan penjaga di rumah ini . Amyra mengira kalau dia tidak akan semudah itu keluar dari rumah itu , namun ternyata terlihat semua orang di rumah itu seperti sudah terbiasa dengan ada nya wanita yang dimaksudkan sebagai seorang pemuas nafsu tuan muda nya itu .


Namun Amyra tak ingin berpikir jauh tentang pria dan rumah besar nya itu . Yang Amura pikirkan kini hanya cara nya untuk pulang .


Amyra bergegas berjalan keluar dari tempat itu dan berjalan di tengah malam .


Amyra mengeluarkan handphone nya dari dalam tas . Terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan dari Elsa dan Bima .


Orang yang pertama Amyra hubungi adalah Elsa . Namun setelah beberapa kali mencoba Elsa masih tak menjawab telepon nya .


Amyra sudah berjalan cukup jauh dengan tubuh kedinginan karena pakaian basah , dan sakit yang dia rasakan di ************ nya ketika berjalan .


Amyra berhenti sejenak kemudian duduk di tepi jalan .


" Bima !" Amyra teringat lalu kemudian mencoba menelepon Bima . Satu satu nya orang yang kini Amyra harapkan bisa menolong nya .


Hanya dengan satu kali panggilan saja Bima langsung mengangkat telepon nya .


" Halo ! Amyra ! Dimana kamu ? Kamu baik baik saja kan ? Ra ? Ra ? " Tanya Bima terdengar sangat khawatir .


Sejenak Amyra memikirkan hal yang baru saja dia alami . Tetesan air mata kini mulai membanjiri wajah nya . Tangisan nya pun pecah .


Bima terdiam sejenak mendengarkan betapa pilu nya suara tangisan Amyra . Sakit hati Bima mendengar tangisan Amyra .

__ADS_1


" Ra ! kamu tunggu di sana , jangan kemana mana . Kirim lokasi kamu sekarang ! " tegas Bima .


Amyra yang masih menangis segera mengirimkan lokasi nya melalui maps . Amyra tidak sanggup mengatakan apa yang baru saja dia alami pada Bima . Amyra hanya bisa menangis meratapi betapa hancur nya dirinya kini .


Air hujan kini berhasil membasahi tubuh Amyra yang terduduk di tepi jalan tengah malam itu .


Air hujan mengalir bersamaan dengan air mata nya . Amyra kini benar benar merasa sudah tidak ada lagi harapan ataupun kebahagiaan yang dapat ia rasakan .


Dada nya terasa sesak , tangisan pilu Amyra yang tersamar oleh deras nya suara hujan terasa semakin menyayat hati .


Tak lama kemudian Bima berhasil menemukan Amyra yang tengah menangis di dalam deras nya hujan .


Bima bergegas turun dari mobil dan menghampiri Amyra .


Sesaat tangisan Amyra terhenti ketika menyadari ada seseorang yang berdiri di hadapan nya . Amyra menoleh ke arah Bima , Sesaat mata Amyra dan Bima bertatapan . Hati Bima semakin sakit melihat kondisi Amyra saat ini .


Tanpa berpikir panjang , Bima langsung memeluk Amyra erat .


Tangisan Amyra kembali pecah dan semakin terdengar menyakitkan bagi Bima . Bima semakin erat memeluk Amyra .


" Kenapa ini harus aku alami !" ucap Amyra terisak .


Bima hanya bisa memeluk Amyra semakin erat .


Bima kemudian membangunkan tubuh Amyra dan menuntun nya menuju mobil . Bima menduduk kan Amyra di mobil kemudian mengambil selimut di bagasi belakang untuk menutupi tubuh basah Amyra .


Mobil Bima kini telah sampai di depan sanggar . Bima menatap wajah Amyra yang tertidur di mobil itu .


" Apa yang sebenar nya kamu alami Ra . " ucap Bima seraya mengusap lembut wajah Amyra dengan mata yang terlihat sayu .


" Hmm ,, " Amyra terbangun dan menggerakan sedikit badan nya .


" Ayo masuk Ra ." Ajak Bima .


Amyra hanya menuruti nya dan perlahan turun dari mobil kemudian memasuki sanggar tanpa sepatah kata pun .


Bergegas Bima membawakan baju milik nya untuk dipakai Amyra berganti .


" Sementara Pakai lah ini Ra , Baju kamu basah semua . " ucap Bima menyodorkan beberapa pakaian untuk Amyra . Amyra pun hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian .


Bima memperhatikan langkah Amyra yang terlihat sulit untuk berjalan karena sakit yang masih Amyra rasakan .


Tak lama kemudian Amyra keluar dari kamar mandi , Bima pun sudah mengganti pakaian nya dan duduk di sofa di lantai 2 sanggar itu .


Amyra duduk di samping Bima . Bima menyodor kan satu gelas coklat hangat .


" Minum lah " ucap Bima lembut . Amyra pun menerima nya .

__ADS_1


Beberapa waktu mereka hanya terdiam berdua bersampingan di sofa itu , hanya suara detak kan jam yang terdengar di sana .


" Aku gak bakalan tanya apa apa kalau bukan kamu yang siap menceritakan nya Ra . " ucap Bima lembut .


Sesaat Amyra terdiam .


" Maaf ." jawab Amyra dengan suara parau .


" kamu bisa cerita kalau kamu udah siap Ra . " ucap Bima .


Amyra memegangi erat gelas itu , tetesan air mata kembali keluar dari sudut mata Amyra . Bima yang menyadari nya langsung mendekatkan tubuh nya dan memeluk Amyra .


" Maaf Bima ." ucap Amyra di tengah tangisan nya .


Amyra merasa dirinya sudah hancur , dirinya merasa kalau dirinya tidak berhak bahkan untuk sekedar dikasihani .


Bima mengusap lembut rambut Amyra .


" Menangislah Ra . Aku tau kamu mau menangis . " ucap Bima semakin membuat tangisan Amyra pilu .


" ini terakhir kali kamu nangis Ra . Mulai saat ini , aku gak bakal biarin kamu menangis lagi Ra . " gumam Bima semakin memeluk Amyra erat .


Beberapa waktu Amyra berada dalam pelukan Bima , hingga Bima menyadari kalau kini Amyra tertidur .


" kamu pasti lelah Ra karena menangis . " ucap bima lembut melihat wajah cantik Amyra yang tertidur di pelukan nya .


Perlahan Bima mengangkat tubuh Amyra dan memindahkan nya ke tempat tidur . memang sanggar itu sudah seperti tempat tinggal bagi Bima . Lantai satu khusus untuk melukis , dan lantai 2 Bima gunakan untuk tinggal .


Bima membaringkan tubuh Amyra di tempat tidur .


Bima kaget melihat tangan Amyra yang memar akibat ikatan tali , dan kaki yang luka lecet akibat berjalan jauh . Namun Bima tak mau membangunkan Amyra kemudian menyelimuti nya .


Bima tak henti henti nya menatapi wajah Amyra dan sesekali mengusap lembut rambut Amyra yang menutupi wajah nya .


" Kenapa hati ku sesakit ini melihat kamu Ra . " gumam Bima .


Bima perlahan keluar dari kamar itu dan menutup pelan pintu nya .


Bima berbaring di sofa panjang tadi .


Bima mengirim pesan pada Elsa bahwa kini Amyra ada di tempat nya agar Elsa tidak terlalu khawatir .


Bima menatap langit langit ruangan itu dengan pikiran yang tak tentu .


" Apa yang sebenar nya terjadi Ra ? Apa yang kamu alami ?" tanya Bima dalam hati dan mencoba memejamkan kan mata .


****************************

__ADS_1


__ADS_2