Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Cahaya lilin


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang , Elvano berlari keluar mengejar Bima .


" Apaan sih lu ! Lepasin tangan gua !" teriak Bima ketika tangan kekar Elvano menahan kuat tangan Bima .


" Gua gak percaya kalo lu sama sekali gak pernah tidur bareng sama Amyra !" ucap Elvano serius . Bima hanya tersenyum seraya melepas paksa tangan nya .


" Apa peduli gua kalo lu gak percaya ? Bukan nya sekarang seorang Gavin Elvano Reynard adalah seorang calon suami dari Alisha . Untuk apa mengurusi hidup perempuan lain ?" ucap Bima tenang .


" Kenapa lu malah sibuk urusin Amyra ? Kenapa gak urus aja tuh calon istri lu sana . "


" Bima Mahendra ! " tegas Elvano dengan rahang yang mengeras seraya tangan yang mengepal erat .


" Gua bakal buktiin kalo Amyra cuma mempermainkan lu , sama kaya dia mempermainkan gua . Kita gak tau gimana asal usul dia , mungkin dia hanya mengincar harta gua atau harta lu !" ucap Elvano .


" Gua gak peduli , selama itu adalah orang yang gua sayang . Gua rela kehilangan segala nya . Dan satu yang terpenting , walaupun gua gak tau asal usul Amyra tapi gua tau kalau Amyra perempuan baik baik sebelum akhirnya lu hancurin hidup dia . Ngerti !" ucap Bima tegas penuh penekanan .


Seketika Elvano terdiam . Semua ucapan Bima memang benar , bagaimana pun juga Dirinya lah yang sudah merebut mahkota Amyra , membuat nya hamil , dan menghancurkan masa depan nya .


" Gua gak peduli mau lu bilang Amyra bekas lu lah , mau lu bilang Amyra cuma main main lah . Yang perlu lu tau , gua serius dengan semua ucapan gua . " ucap Bima .


" Dan gua bukan tipe cowok yang dengan mudah nya merubah perasaan . "


" Dan gua harap mulai sekarang Tuan Gavin Elvano Reynard tidak perlu mencampuri urusan gua dan Amyra . " ucap Bima seraya masuk ke dalam mobil nya .


Elvano masih terpaku di sana ketika mobil Bima kini telah melesat pergi meninggalkan parkiran club itu .


" Sialan !" gumam Elvano kesal .


****


Sepanjang perjalanan Bima mencoba meredakan emosi nya .


Bima benar benar tak habis pikir dengan tingkah sahabat nya Elvano . Dengan mudah nya Elvano melepas Amyra yang sebelum nya sangat dia ingin kan .


Bima merasa bodoh karena dengan mudah nya mengorbankan perasaan nya hanya demi Elvano , yang bahkan Elvano justru menyia nyia kan nya .


Bima tau kalau Elvano juga masih memiliki perasaan pada Amyra , itu dapat terlihat karena Elvano yang kesal mendengar Bima akan merebut Amura dari nya .


Saat ini yang Bima pikirkan hanya Amyra , bagaimana perasaan Amyra saat mengetahui kalau Elvano akan menikah dengan perempuan lain di saat Amyra telah jatuh cinta pada Elvano .


Bima berharap Amyra bisa menerima nya , karena Bima tidak mau sampai Amyra harus kembali menangis karena Elvano .


****


Mobil Bima terparkir sempurna di depan hotel tempat mereka menginap . Bima memang belum kembali ke sanggar karena Amyra yang masih ingin berada di pantai .


Bima turun dari mobil nya dan melihat Amyra yang tengah berdiri memandangi lautan malam .

__ADS_1


" Bima . " ucap Amyra lembut seraya melambaikan tangan nya .


Bima menarik nafas nya kemudian perlahan menghembuskan nya , berusaha untuk lebih tenang .


Bima berjalan menghampiri Amyra .


" Kenapa di luar ? ini tengah malam , ayo masuk . " ajak Bima seraya merangkul pundak Amyra untuk masuk ke dalam kamar hotel .


" Aku suka suasana di sini , perasaan ku lebih bebas ketika melihat ombak di lautan . " ucap Amyra seraya tersenyum .


" Bima habis dari mana ? " tanya Amyra penasaran .


" Aku habis dari tempat Theo . "


" Oh ya , bagaimana kabar Theo ? Ah aku belum sempat bilang terimakasih sama dia . " ucap Amyra .


Melihat Amyra yang terlihat lebih ceria membuat Bima ragu untuk memberitahukan tentang rencana pernikahan Elvano .


" Besok aku ajak kamu ke tempat Theo . " ucap Bima .


" Kamu ketemu Elvano ?" tanya Amyra penasaran .


" Ya . " jawab singkat Bima .


" Terus ?" tanya Amyra yang terlihat penasaran .


Bima sejenak terdiam . Bima pejamkan mata nya sebentar untuk bersiap .


Amyra heran dengan sikap Bima saat ini .


" Apapun yang akan terjadi ke depan nya , aku harap kamu bisa menerima nya . Ingat , ada aku yang bakal selalu ada buat kamu . " ucapan Bima membuat Amyra bingung .


" Maksud nya ?"


" Elvano bakal menikah sama Alisha . "


DEG !


Jantung Amyra seakan berhenti berdetak . Pikiran nya kabur entah kemana . Terasa kosong .


" Amyra ?" panggil Bima lembut .


Amyra hanya bisa menatap kosong .


" Aku tau kamu pasti kaget , begitupun aku . Aku gak tau apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Elvano , tapi yang jelas aku mau kamu tenang . " ucap Bima .


Gejolak hati Amyra memang kacau . Ingin sekali rasa nya menangis , menjerit . Tapi Amyra berusaha menyembunyikan nya .

__ADS_1


Sekuat tenaga Amyra berusaha tetap terlihat kuat .


" Kamu baik baik aja kan ?" tanya Bima khawatir .


Amyra tersenyum .


" Aku baik baik aja , toh aku tau ini pasti terjadi . Alisha kan cinta pertama Elvano , jadi gak heran kalau mereka akan menikah . " ucap Amyra seraya tersenyum .


" Bima , kamu gak usah khawatir . Aku beneran gak apa apa . "


" Kita doakan saja , semoga pernikahan mereka adalah jalan terbaik . " ucap Amyra .


Bima menatap lekat Amyra .


" Amyra ?"


" Ya ?"


" Apa tawaran mu untuk membuka hati masih berlaku ?" tanya Bima .


Amyra mencerna pertanyaan Bima .


" Aku gak minta kamu buat nerima aku Ra . Aku cuma minta buat kamu tetap di sisi ku . " ucap Bima .


" apa ada alasan buat aku pergi dari kamu Bima ?" tanya Amyra membuat Bima tersenyum .


" Kamu yang selama ini selalu menolong ku , bahkan selalu ada di saat aku membutuhkan . Aku bahkan gak bisa membalas semua kebaikan kamu . " ucap Amyra sesal .


" Setidak nya tetaplah bersama ku , hanya itu yang perlu kamu lakukan untuk membalas nya. " ucap Bima .


Amyra memeluk tubuh Bima yang berbalut hoodie tebal itu .


" Mulai sekarang , bergantunglah hanya padaku Ra . Aku harap kamu bisa dengan cepat melupakan Elvano . " ucap Bima lirih seraya tangan nya mengusap punggung Amyra . Amyra hanya terdiam .


Bima mencium puncak kepala Amyra . mengusap nya lembut .


" Berjanjilah untuk tetap bahagia . " ucap Bima .


Amyra tidak pernah membayangkan semua kenyataan ini ternyata begitu pahit .


Di saat secercah cahaya muncul ketika Elvano akan menikahi nya seakan hilang di telan bumi . Kini justru lebih gelap lagi .


Dan ironis nya justru Bima lah yang selalu datang membawa lilin kecil yang mampu menerangi sudut hati Amyra yang gelap .


Amyra tidak tau apakah dirinya bisa melupakan Elvano atau tidak . Namun Amyra yakin kalau pilihan nya untuk membuka hati untuk Bima tidak lah salah .


Setidak nya itulah yang harus Amyra lakukan sekarang .

__ADS_1


Berhenti berharap pada sesuatu yang bahkan tidak mungkin walaupun hanya sekedar membayangkan nya .


...****************...


__ADS_2