
Tanpa berpikir panjang , Elvano berlari keluar mengejar Bima .
" Apaan sih lu ! Lepasin tangan gua !" teriak Bima ketika tangan kekar Elvano menahan kuat tangan Bima .
" Gua gak percaya kalo lu sama sekali gak pernah tidur bareng sama Amyra !" ucap Elvano serius . Bima hanya tersenyum seraya melepas paksa tangan nya .
" Apa peduli gua kalo lu gak percaya ? Bukan nya sekarang seorang Gavin Elvano Reynard adalah seorang calon suami dari Alisha . Untuk apa mengurusi hidup perempuan lain ?" ucap Bima tenang .
" Kenapa lu malah sibuk urusin Amyra ? Kenapa gak urus aja tuh calon istri lu sana . "
" Bima Mahendra ! " tegas Elvano dengan rahang yang mengeras seraya tangan yang mengepal erat .
" Gua bakal buktiin kalo Amyra cuma mempermainkan lu , sama kaya dia mempermainkan gua . Kita gak tau gimana asal usul dia , mungkin dia hanya mengincar harta gua atau harta lu !" ucap Elvano .
" Gua gak peduli , selama itu adalah orang yang gua sayang . Gua rela kehilangan segala nya . Dan satu yang terpenting , walaupun gua gak tau asal usul Amyra tapi gua tau kalau Amyra perempuan baik baik sebelum akhirnya lu hancurin hidup dia . Ngerti !" ucap Bima tegas penuh penekanan .
Seketika Elvano terdiam . Semua ucapan Bima memang benar , bagaimana pun juga Dirinya lah yang sudah merebut mahkota Amyra , membuat nya hamil , dan menghancurkan masa depan nya .
" Gua gak peduli mau lu bilang Amyra bekas lu lah , mau lu bilang Amyra cuma main main lah . Yang perlu lu tau , gua serius dengan semua ucapan gua . " ucap Bima .
" Dan gua bukan tipe cowok yang dengan mudah nya merubah perasaan . "
" Dan gua harap mulai sekarang Tuan Gavin Elvano Reynard tidak perlu mencampuri urusan gua dan Amyra . " ucap Bima seraya masuk ke dalam mobil nya .
Elvano masih terpaku di sana ketika mobil Bima kini telah melesat pergi meninggalkan parkiran club itu .
" Sialan !" gumam Elvano kesal .
****
Sepanjang perjalanan Bima mencoba meredakan emosi nya .
Bima benar benar tak habis pikir dengan tingkah sahabat nya Elvano . Dengan mudah nya Elvano melepas Amyra yang sebelum nya sangat dia ingin kan .
Bima merasa bodoh karena dengan mudah nya mengorbankan perasaan nya hanya demi Elvano , yang bahkan Elvano justru menyia nyia kan nya .
Bima tau kalau Elvano juga masih memiliki perasaan pada Amyra , itu dapat terlihat karena Elvano yang kesal mendengar Bima akan merebut Amura dari nya .
Saat ini yang Bima pikirkan hanya Amyra , bagaimana perasaan Amyra saat mengetahui kalau Elvano akan menikah dengan perempuan lain di saat Amyra telah jatuh cinta pada Elvano .
Bima berharap Amyra bisa menerima nya , karena Bima tidak mau sampai Amyra harus kembali menangis karena Elvano .
****
Mobil Bima terparkir sempurna di depan hotel tempat mereka menginap . Bima memang belum kembali ke sanggar karena Amyra yang masih ingin berada di pantai .
Bima turun dari mobil nya dan melihat Amyra yang tengah berdiri memandangi lautan malam .
__ADS_1
" Bima . " ucap Amyra lembut seraya melambaikan tangan nya .
Bima menarik nafas nya kemudian perlahan menghembuskan nya , berusaha untuk lebih tenang .
Bima berjalan menghampiri Amyra .
" Kenapa di luar ? ini tengah malam , ayo masuk . " ajak Bima seraya merangkul pundak Amyra untuk masuk ke dalam kamar hotel .
" Aku suka suasana di sini , perasaan ku lebih bebas ketika melihat ombak di lautan . " ucap Amyra seraya tersenyum .
" Bima habis dari mana ? " tanya Amyra penasaran .
" Aku habis dari tempat Theo . "
" Oh ya , bagaimana kabar Theo ? Ah aku belum sempat bilang terimakasih sama dia . " ucap Amyra .
Melihat Amyra yang terlihat lebih ceria membuat Bima ragu untuk memberitahukan tentang rencana pernikahan Elvano .
" Besok aku ajak kamu ke tempat Theo . " ucap Bima .
" Kamu ketemu Elvano ?" tanya Amyra penasaran .
" Ya . " jawab singkat Bima .
" Terus ?" tanya Amyra yang terlihat penasaran .
Bima sejenak terdiam . Bima pejamkan mata nya sebentar untuk bersiap .
Amyra heran dengan sikap Bima saat ini .
" Apapun yang akan terjadi ke depan nya , aku harap kamu bisa menerima nya . Ingat , ada aku yang bakal selalu ada buat kamu . " ucapan Bima membuat Amyra bingung .
" Maksud nya ?"
" Elvano bakal menikah sama Alisha . "
DEG !
Jantung Amyra seakan berhenti berdetak . Pikiran nya kabur entah kemana . Terasa kosong .
" Amyra ?" panggil Bima lembut .
Amyra hanya bisa menatap kosong .
" Aku tau kamu pasti kaget , begitupun aku . Aku gak tau apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Elvano , tapi yang jelas aku mau kamu tenang . " ucap Bima .
Gejolak hati Amyra memang kacau . Ingin sekali rasa nya menangis , menjerit . Tapi Amyra berusaha menyembunyikan nya .
__ADS_1
Sekuat tenaga Amyra berusaha tetap terlihat kuat .
" Kamu baik baik aja kan ?" tanya Bima khawatir .
Amyra tersenyum .
" Aku baik baik aja , toh aku tau ini pasti terjadi . Alisha kan cinta pertama Elvano , jadi gak heran kalau mereka akan menikah . " ucap Amyra seraya tersenyum .
" Bima , kamu gak usah khawatir . Aku beneran gak apa apa . "
" Kita doakan saja , semoga pernikahan mereka adalah jalan terbaik . " ucap Amyra .
Bima menatap lekat Amyra .
" Amyra ?"
" Ya ?"
" Apa tawaran mu untuk membuka hati masih berlaku ?" tanya Bima .
Amyra mencerna pertanyaan Bima .
" Aku gak minta kamu buat nerima aku Ra . Aku cuma minta buat kamu tetap di sisi ku . " ucap Bima .
" apa ada alasan buat aku pergi dari kamu Bima ?" tanya Amyra membuat Bima tersenyum .
" Kamu yang selama ini selalu menolong ku , bahkan selalu ada di saat aku membutuhkan . Aku bahkan gak bisa membalas semua kebaikan kamu . " ucap Amyra sesal .
" Setidak nya tetaplah bersama ku , hanya itu yang perlu kamu lakukan untuk membalas nya. " ucap Bima .
Amyra memeluk tubuh Bima yang berbalut hoodie tebal itu .
" Mulai sekarang , bergantunglah hanya padaku Ra . Aku harap kamu bisa dengan cepat melupakan Elvano . " ucap Bima lirih seraya tangan nya mengusap punggung Amyra . Amyra hanya terdiam .
Bima mencium puncak kepala Amyra . mengusap nya lembut .
" Berjanjilah untuk tetap bahagia . " ucap Bima .
Amyra tidak pernah membayangkan semua kenyataan ini ternyata begitu pahit .
Di saat secercah cahaya muncul ketika Elvano akan menikahi nya seakan hilang di telan bumi . Kini justru lebih gelap lagi .
Dan ironis nya justru Bima lah yang selalu datang membawa lilin kecil yang mampu menerangi sudut hati Amyra yang gelap .
Amyra tidak tau apakah dirinya bisa melupakan Elvano atau tidak . Namun Amyra yakin kalau pilihan nya untuk membuka hati untuk Bima tidak lah salah .
Setidak nya itulah yang harus Amyra lakukan sekarang .
__ADS_1
Berhenti berharap pada sesuatu yang bahkan tidak mungkin walaupun hanya sekedar membayangkan nya .
...****************...