Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Ciuman pertama yang sesungguhnya


__ADS_3

Bima tertidur dengan posisi duduk dengan kepala yang menyandar ke sofa dan kaki yang berselonjor ke meja . sofa yang besar itu lebih dari cukup untuk Elvano dan Bima beristirahat .


Namun Elvano merasa tak bisa tidur karena masih merasa khawatir dengan Amyra .


Tak lama kemudian Amyra terbangun dari tidur nya dan mencoba untuk duduk .


Elvano yang menyadari kalau Amyra terbangun langsung menghampiri nya dan duduk di samping Amyra di tempat tidur .


" Udah ngerasa baikan ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .


Amyra menurunkan kaki nya ke lantai .


" Mau kemana ?" tanya Elvano .


" Mau ke kamar mandi El . " ucap Amyra yang mencoba untuk berdiri .


" Sini , biar aku bantu. " ucap Elvano seraya memegangi tangan Amyra .


" Gak perlu El , aku bisa kok sendiri . " ucap Amyra . Namun Elvano tetap memegangi nya dan menuntun Amyra berjalan menuju kamar mandi . Amyra pun menerima bantuan dari Elvano .


Elvano mengantar Amyra sampai pintu kamar mandi , dan menunggu nya keluar .


Amyra mencuci muka nya agar lebih segar , dan kemudian keluar dari kamar mandi .


" El , aku bisa kok sendiri . " ucap Amyra yang merasa sudah cukup kuat dan tidak terlalu lemas .


" baiklah . " Elvano mengalah .


Amyra duduk di tepi ranjang itu . Merapihkan rambut nya .


" Mau minum ? atau mau makan ? " tanya Elvano berdiri di hadapan Amyra .


Amyra menggelengkan kepala nya dan tersenyum .


" Kenapa kamu belum tidur El ?" tanya Amyra .


Elvano kembali duduk bersampingan dengan Amyra .


" Aku gak bisa tidur . " ucap Elvano mengeluh .


" Kenapa ? Apa karena ada Bima ? Atau karena kamu gak nyaman tidur di sofa ? kalo gitu kamu tidur di sini El . " ucap Amyra menepuk tempat tidur itu.


" Bukan karena itu Ra . Aku gak bisa tidur karena terus kepikiran kondisi kamu Ra . " ucap Elvano .


" Aku gak apa apa kok , kamu gak perlu khawatir . " ucap Amyra tersenyum .


" El . " panggil Amyra lembut .


" Ya ?"


" Boleh aku minta sesuatu ?" tanya Amyra .


" Kamu mau apa ?" jawab Elvano dengan nada rendah .


" Aku mau kamu jangan salahin mama Rosa ya , jangan merasa kalau semua ini karena mama Rosa . Aku seneng kok pergi sama mama Rosa , dan ini bukan kesalahan dia . " pinta Amyra . Elvano terdiam sejenak .


" Aku senang karena mama kamu baik banget sama aku El . " ucap Amyra .


" Aku harap kamu juga bisa menerima kebaikan mama kamu . " pinta Amyra memegang tangan Elvano .


Elvano mengangguk pelan .


" Apapun asal itu buat kamu senang Ra . " ucap Elvano . Amyra pun tersenyum .


Tak lama kemudian terdengar suara perut Amyra yang kosong .


" Kamu lapar kan , mau makan apa ?" tanya Elvano yang menyadari kalau itu suara perut Amyra . Amyra tersenyum malu .


" Tapi ini sepertinya tengah malam . Makan apa ya . " ucap Amyra .


" Biar aku coba cari makanan keluar , ok . " ucap Elvano seraya berdiri dan mengambil kunci mobil hendak keluar .


" El . " panggil Amyra yang melihat Elvano hendak keluar dari pintu apartemen itu .

__ADS_1


" Ya ?"


" Boleh aku ikut ?" pinta Amyra .


" tapi kamu kan lagi sakit . " ucap Elvano .


Wajah Amyra terlihat sedih . Elvano pun mengalah .


" Baiklah , Ayo . " ucap Elvano . Amyra pun terlihat kegirangan dan bergegas mengikuti Elvano keluar .


" Jangan berisik , nanti Bima bangun . " ucap Elvano berbisik . Amyra mengangguk menutup mulut nya dengan tangan kemudian berjalan perlahan keluar dari pintu dan menutup nya pelan pelan tanpa membangun kan Bima .


Elvano mengendarai mobil nya pelan seraya melihat lihat tempat untuk membeli makanan .


" Mau makan itu ?" tanya Elvano pada Amyra seraya menunjuk sebuah kedai nasi goreng . Amyra menggelengkan kepala nya .


Elvano melanjutkan perjalanan nya mencari pedagang makanan lain yang mungkin Amyra inginkan .


" Mau makan apa ? " tanya Elvano .


Amyra berpikir sejenak .


" Mau Es krim ? boleh ?" tanya Amyra .


" Jam segini masa makan Es krim . " ucap Elvano heran .


" Tapi kaya nya Es krim jam segini enak banget El . " ucap Amyra dengan wajah penuh harap .


" Hmm ,, baiklah . Kita cari minimarket ya . " ucap Elvano . Amyra pun tersenyum .


Mobil Elvano berhenti di sebuah minimarket yang memang buka 24 jam .


" Mau ikut masuk ?" tanya Elvano yang sudah lebih dulu keluar dari mobil . Amyra mengangguk kemudian ikut masuk ke dalam mini market itu .


Amyra memilih milih Eskrim yang dia inginkan .


" Kamu mau El ?" tanya Amyra menunjukkan beberapa Eskrim yang dia pegang . Elvano menggelengkan kepala nya dan tersenyum .


" Boleh aku beli ini semua ?" pinta Mayra menunjukan beberapa macam Eskrim yang dia inginkan .


" Iya . " ucap Amyra seraya memilih beberapa roti , minuman , dan makanan ringan lain nya .


" Ini cukup ? " tanya Elvano di meja kasir . Amyra mengangguk .


Elvano pun membayar semua barang belanjaan itu kemudian membawa nya menuju mobil .


" Yuk , kita pulang . " ajak Elvano .


" Jangan dulu pulang . Makan eskrim nya kalo nanti keburu cair gimana . " ucap Amyra .


" Terus mau makan dimana ?" tanya Elvano .


" Hmm ,, disana . " ucap Amyra menunjuk sebuah ayunan yang berada di taman seberang jalan .


" Tapi ini tengah malam . " ucap Elvano .


" Sebentar saja . " Amyra memohon .


" Baiklah . " Elvano hanya bisa menuruti nya dan mengikuti langkah Amyra menuju sebuah ayunan di sana .


Amyra duduk di sebuah ayunan dengan menikmati eskrim strawberry yang baru saja dia beli itu . Terlihat Amyra sangat menikmati nya . Elvano memperhatikan Amyra dengan posisi berdiri bersandar ke tiang ayunan itu .


" Mau El ?" ucap Amyra .


" Makan lah , kamu seperti nya sangat menikmati nya . " ucap Elvano yang senang melihat senyuman Amyra .


" Enak banget , beneran . " ucap Amyra bersemangat memakan Eskrim itu .


Amyra berdiri dan menghampiri Elvano . Amyra menyuapi eskrim pada Elvano .


" Cobain deh . Dikit aja . " ucap Amyra .


Elvano pun melahap sesendok Eskrim yang di suapi Amyra untuk nya .

__ADS_1


" Hmm , iya enak . Abisin , ini udah tengah malam . Disini dingin . " ucap Elvano .


" Sejuk , tenang . " ucap Amyra menghirup nafas panjang .


Elvano tak henti nya memperhatikan tingkah laku Amyra yang seperti anak kecil itu .


" Makan nya sambil duduk . " ajak Elvano mengajak Amyra untuk duduk di sebuah bangku disana .


Elvano melepas jaket nya kemudian memakai kan nya pada Amyra .


" Makasih El . " ucap Amyra tersenyum .


Elvano mengusap rambut Amyra . Amyra pun menoleh dan tersenyum .


Elvano memberanikan diri untuk lebih mendekat kan tubuh nya . Elvano mengusap wajah Amyra lembut . Amyra tak menolak nya . Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain .


Elvano mendekat kan wajah nya .


" Kamu boleh menolak kalo kamu gak mau Ra . " ucap Elvano ketika kini dirinya sudah tak bisa menahan perasaan nya ingin mencium Amyra .


Elvano mengecup kening Amyra dengan hangat dan lembut . Namun Elvano masih merasa belum puas dan justru semakin ingin mencium Amyra .


Perlahan bibir Elvano turun dari kening menuju pipi Amyra . Elvano mengecup pipi Amyra . Sejenak Elvano terdiam dan menatap Amyra .


Amyra tak menolak nya , Amyra justru memejamkan mata nya .


Hasrat Elvano semakin kuat . Elvano pun perlahan menurunkan bibir nya menuju bibir Amyra .


Kedua tangan Elvano memegangi tengkuk Amyra agar berada di posisi yang sempurna .


Bibir Elvano kini telah menempel sempurna dengan bibir Amyra . Sejenak Elvano meresapi nya dan membiarkan bibir nya bersatu dengan bibir Amyra .


Elvano memberikan waktu karena takut Amyra menolak nya .


Amyra justru melingkarkan tangan nya di leher Elvano menandakan kalau dirinya pun menikmati nya .


Kini kedua bibir itu pun saling berciuman dengan hangat . Elvano merasakan manisnya bibir Amyra di bibir nya . Angin malam di taman itu menambah kehangatan ciuman mereka .


Sesekali Elvano menggigit gemas bibir bawah Amyra . Amyra pun menikmati nya .


Amyra dengan lembut melingkarkan tangan nya di pundak Elvano dengan sesekali tangan Amyra meremas rambut Elvano dan membuat Elvano semakin memanas .


Cukup lama mereka berciuman dengan posisi duduk saling berhadapan . Tangan Elvano kini mulai turun melewati punggung Amyra dan mencoba menyusupi pinggang Amyra .


Elvano mulai tak bisa mengendalikan dirinya karena sangat menginginkan Amyra .


Elvano segera sadar dan melepas ciuman itu dengan nafas yang memburu . Amyra kebingungan .


" Kenapa ?" tanya Amyra .


" Maaf Ra . " Ucap Elvano mencoba mengatur nafas .


Elvano tidak mau sampai dirinya tidak bisa menahan diri . Amyra masih terlihat kebingungan .


Elvano memeluk Amyra .


" Hampir saja lupa diri . " gumam Elvano dalam hati .


Amyra dapat mendengar debaran jantung Elvano yang berdetak dengan cepat .


" Disini dingin , sebaik nya kita pulang . " ucap Elvano yang masih berusaha menahan hasrat nya .


" Iya . " ucap Amyra mengangguk .


Elvano berjalan cepat menuju mobil nya duluan .


Amyra masih berjalan di belakang .


" Hampir saja . " Ucap Elvano membayangkan yang akan terjadi kalau saja dirinya tak bisa menahan diri .


Amyra masuk kedalam mobil .


Sepanjang perjalanan tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka berdua .

__ADS_1


Kedua nya terlihat sangat canggung dan serba salah .


...*********************...


__ADS_2