
Bima tertidur dengan posisi duduk dengan kepala yang menyandar ke sofa dan kaki yang berselonjor ke meja . sofa yang besar itu lebih dari cukup untuk Elvano dan Bima beristirahat .
Namun Elvano merasa tak bisa tidur karena masih merasa khawatir dengan Amyra .
Tak lama kemudian Amyra terbangun dari tidur nya dan mencoba untuk duduk .
Elvano yang menyadari kalau Amyra terbangun langsung menghampiri nya dan duduk di samping Amyra di tempat tidur .
" Udah ngerasa baikan ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .
Amyra menurunkan kaki nya ke lantai .
" Mau kemana ?" tanya Elvano .
" Mau ke kamar mandi El . " ucap Amyra yang mencoba untuk berdiri .
" Sini , biar aku bantu. " ucap Elvano seraya memegangi tangan Amyra .
" Gak perlu El , aku bisa kok sendiri . " ucap Amyra . Namun Elvano tetap memegangi nya dan menuntun Amyra berjalan menuju kamar mandi . Amyra pun menerima bantuan dari Elvano .
Elvano mengantar Amyra sampai pintu kamar mandi , dan menunggu nya keluar .
Amyra mencuci muka nya agar lebih segar , dan kemudian keluar dari kamar mandi .
" El , aku bisa kok sendiri . " ucap Amyra yang merasa sudah cukup kuat dan tidak terlalu lemas .
" baiklah . " Elvano mengalah .
Amyra duduk di tepi ranjang itu . Merapihkan rambut nya .
" Mau minum ? atau mau makan ? " tanya Elvano berdiri di hadapan Amyra .
Amyra menggelengkan kepala nya dan tersenyum .
" Kenapa kamu belum tidur El ?" tanya Amyra .
Elvano kembali duduk bersampingan dengan Amyra .
" Aku gak bisa tidur . " ucap Elvano mengeluh .
" Kenapa ? Apa karena ada Bima ? Atau karena kamu gak nyaman tidur di sofa ? kalo gitu kamu tidur di sini El . " ucap Amyra menepuk tempat tidur itu.
" Bukan karena itu Ra . Aku gak bisa tidur karena terus kepikiran kondisi kamu Ra . " ucap Elvano .
" Aku gak apa apa kok , kamu gak perlu khawatir . " ucap Amyra tersenyum .
" El . " panggil Amyra lembut .
" Ya ?"
" Boleh aku minta sesuatu ?" tanya Amyra .
" Kamu mau apa ?" jawab Elvano dengan nada rendah .
" Aku mau kamu jangan salahin mama Rosa ya , jangan merasa kalau semua ini karena mama Rosa . Aku seneng kok pergi sama mama Rosa , dan ini bukan kesalahan dia . " pinta Amyra . Elvano terdiam sejenak .
" Aku senang karena mama kamu baik banget sama aku El . " ucap Amyra .
" Aku harap kamu juga bisa menerima kebaikan mama kamu . " pinta Amyra memegang tangan Elvano .
Elvano mengangguk pelan .
" Apapun asal itu buat kamu senang Ra . " ucap Elvano . Amyra pun tersenyum .
Tak lama kemudian terdengar suara perut Amyra yang kosong .
" Kamu lapar kan , mau makan apa ?" tanya Elvano yang menyadari kalau itu suara perut Amyra . Amyra tersenyum malu .
" Tapi ini sepertinya tengah malam . Makan apa ya . " ucap Amyra .
" Biar aku coba cari makanan keluar , ok . " ucap Elvano seraya berdiri dan mengambil kunci mobil hendak keluar .
" El . " panggil Amyra yang melihat Elvano hendak keluar dari pintu apartemen itu .
__ADS_1
" Ya ?"
" Boleh aku ikut ?" pinta Amyra .
" tapi kamu kan lagi sakit . " ucap Elvano .
Wajah Amyra terlihat sedih . Elvano pun mengalah .
" Baiklah , Ayo . " ucap Elvano . Amyra pun terlihat kegirangan dan bergegas mengikuti Elvano keluar .
" Jangan berisik , nanti Bima bangun . " ucap Elvano berbisik . Amyra mengangguk menutup mulut nya dengan tangan kemudian berjalan perlahan keluar dari pintu dan menutup nya pelan pelan tanpa membangun kan Bima .
Elvano mengendarai mobil nya pelan seraya melihat lihat tempat untuk membeli makanan .
" Mau makan itu ?" tanya Elvano pada Amyra seraya menunjuk sebuah kedai nasi goreng . Amyra menggelengkan kepala nya .
Elvano melanjutkan perjalanan nya mencari pedagang makanan lain yang mungkin Amyra inginkan .
" Mau makan apa ? " tanya Elvano .
Amyra berpikir sejenak .
" Mau Es krim ? boleh ?" tanya Amyra .
" Jam segini masa makan Es krim . " ucap Elvano heran .
" Tapi kaya nya Es krim jam segini enak banget El . " ucap Amyra dengan wajah penuh harap .
" Hmm ,, baiklah . Kita cari minimarket ya . " ucap Elvano . Amyra pun tersenyum .
Mobil Elvano berhenti di sebuah minimarket yang memang buka 24 jam .
" Mau ikut masuk ?" tanya Elvano yang sudah lebih dulu keluar dari mobil . Amyra mengangguk kemudian ikut masuk ke dalam mini market itu .
Amyra memilih milih Eskrim yang dia inginkan .
" Kamu mau El ?" tanya Amyra menunjukkan beberapa Eskrim yang dia pegang . Elvano menggelengkan kepala nya dan tersenyum .
" Boleh aku beli ini semua ?" pinta Mayra menunjukan beberapa macam Eskrim yang dia inginkan .
" Iya . " ucap Amyra seraya memilih beberapa roti , minuman , dan makanan ringan lain nya .
" Ini cukup ? " tanya Elvano di meja kasir . Amyra mengangguk .
Elvano pun membayar semua barang belanjaan itu kemudian membawa nya menuju mobil .
" Yuk , kita pulang . " ajak Elvano .
" Jangan dulu pulang . Makan eskrim nya kalo nanti keburu cair gimana . " ucap Amyra .
" Terus mau makan dimana ?" tanya Elvano .
" Hmm ,, disana . " ucap Amyra menunjuk sebuah ayunan yang berada di taman seberang jalan .
" Tapi ini tengah malam . " ucap Elvano .
" Sebentar saja . " Amyra memohon .
" Baiklah . " Elvano hanya bisa menuruti nya dan mengikuti langkah Amyra menuju sebuah ayunan di sana .
Amyra duduk di sebuah ayunan dengan menikmati eskrim strawberry yang baru saja dia beli itu . Terlihat Amyra sangat menikmati nya . Elvano memperhatikan Amyra dengan posisi berdiri bersandar ke tiang ayunan itu .
" Mau El ?" ucap Amyra .
" Makan lah , kamu seperti nya sangat menikmati nya . " ucap Elvano yang senang melihat senyuman Amyra .
" Enak banget , beneran . " ucap Amyra bersemangat memakan Eskrim itu .
Amyra berdiri dan menghampiri Elvano . Amyra menyuapi eskrim pada Elvano .
" Cobain deh . Dikit aja . " ucap Amyra .
Elvano pun melahap sesendok Eskrim yang di suapi Amyra untuk nya .
__ADS_1
" Hmm , iya enak . Abisin , ini udah tengah malam . Disini dingin . " ucap Elvano .
" Sejuk , tenang . " ucap Amyra menghirup nafas panjang .
Elvano tak henti nya memperhatikan tingkah laku Amyra yang seperti anak kecil itu .
" Makan nya sambil duduk . " ajak Elvano mengajak Amyra untuk duduk di sebuah bangku disana .
Elvano melepas jaket nya kemudian memakai kan nya pada Amyra .
" Makasih El . " ucap Amyra tersenyum .
Elvano mengusap rambut Amyra . Amyra pun menoleh dan tersenyum .
Elvano memberanikan diri untuk lebih mendekat kan tubuh nya . Elvano mengusap wajah Amyra lembut . Amyra tak menolak nya . Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain .
Elvano mendekat kan wajah nya .
" Kamu boleh menolak kalo kamu gak mau Ra . " ucap Elvano ketika kini dirinya sudah tak bisa menahan perasaan nya ingin mencium Amyra .
Elvano mengecup kening Amyra dengan hangat dan lembut . Namun Elvano masih merasa belum puas dan justru semakin ingin mencium Amyra .
Perlahan bibir Elvano turun dari kening menuju pipi Amyra . Elvano mengecup pipi Amyra . Sejenak Elvano terdiam dan menatap Amyra .
Amyra tak menolak nya , Amyra justru memejamkan mata nya .
Hasrat Elvano semakin kuat . Elvano pun perlahan menurunkan bibir nya menuju bibir Amyra .
Kedua tangan Elvano memegangi tengkuk Amyra agar berada di posisi yang sempurna .
Bibir Elvano kini telah menempel sempurna dengan bibir Amyra . Sejenak Elvano meresapi nya dan membiarkan bibir nya bersatu dengan bibir Amyra .
Elvano memberikan waktu karena takut Amyra menolak nya .
Amyra justru melingkarkan tangan nya di leher Elvano menandakan kalau dirinya pun menikmati nya .
Kini kedua bibir itu pun saling berciuman dengan hangat . Elvano merasakan manisnya bibir Amyra di bibir nya . Angin malam di taman itu menambah kehangatan ciuman mereka .
Sesekali Elvano menggigit gemas bibir bawah Amyra . Amyra pun menikmati nya .
Amyra dengan lembut melingkarkan tangan nya di pundak Elvano dengan sesekali tangan Amyra meremas rambut Elvano dan membuat Elvano semakin memanas .
Cukup lama mereka berciuman dengan posisi duduk saling berhadapan . Tangan Elvano kini mulai turun melewati punggung Amyra dan mencoba menyusupi pinggang Amyra .
Elvano mulai tak bisa mengendalikan dirinya karena sangat menginginkan Amyra .
Elvano segera sadar dan melepas ciuman itu dengan nafas yang memburu . Amyra kebingungan .
" Kenapa ?" tanya Amyra .
" Maaf Ra . " Ucap Elvano mencoba mengatur nafas .
Elvano tidak mau sampai dirinya tidak bisa menahan diri . Amyra masih terlihat kebingungan .
Elvano memeluk Amyra .
" Hampir saja lupa diri . " gumam Elvano dalam hati .
Amyra dapat mendengar debaran jantung Elvano yang berdetak dengan cepat .
" Disini dingin , sebaik nya kita pulang . " ucap Elvano yang masih berusaha menahan hasrat nya .
" Iya . " ucap Amyra mengangguk .
Elvano berjalan cepat menuju mobil nya duluan .
Amyra masih berjalan di belakang .
" Hampir saja . " Ucap Elvano membayangkan yang akan terjadi kalau saja dirinya tak bisa menahan diri .
Amyra masuk kedalam mobil .
Sepanjang perjalanan tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka berdua .
__ADS_1
Kedua nya terlihat sangat canggung dan serba salah .
...*********************...