
Amyra menghabiskan hari hari nya di sanggar seni Bima . Amyra kini sudah mulai terbiasa di sana , hingga terasa seperti rumah sendiri .
Amyra bercanda dan tertawa bersama para anak jalanan yang dia ajari , tak sekali Amyra dan Bima makan bersama para anak jalanan di sanggar itu .
Sore itu Elsa datang dan membawa banyak sekali makanan dan baju baru untuk anak anak jalanan di tempat Bima .
Terlihat para anak jalanan sangat antusias ketika mereka di berikan baju dan makanan . Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah anak jalanan itu .
Mereka makan bersama beralas kan lantai . Kebahagiaan anak anak itu bisa terasa dari suara tawa dan kegembiraan mereka .
Amyra terlihat bahagia melihat anak anak jalanan itu . Amyra tersenyum hangat .
Elsa pun merasa bersyukur melihat Amyra yang kini sudah mulai bahagia lagi setelah kejadian waktu itu . Elsa benar benar sangat berterima kasih pada Bima yang telah menjaga Amyra selama ini .
" Makasih Bima . " ucap Elsa tulus .
" Buat ?" tanya Bima .
" Makasih karena udah jagain Amyra selama ini . " ucap Elsa .
Bima hanya tersenyum .
" Kaya nya sekarang Om nya udah gak cariin dia lagi deh . " ucap Elsa .
" Ya , mungkin . " jawab Bima .
" Amyra mungkin bisa tinggal di rumah aku lagi , soal nya aku gamau terus ngerepotin kamu ." ucap Elsa .
" Aku gak apa apa kok , santai aja kali . Lagian aku justru seneng karena ada Amyra disini , anak anak jadi lebih semangat . " ucap Bima yang sebenarnya tak mau kalau Amyra pergi dari tempat nya .
" Akhirnya dia bisa senyum lagi . " ucap Elsa . Bima pun mengiyakan nya .
Amyra kini mengantar anak anak yang sudah selesai makan ke pintu depan , karena sudah mulai sore sudah saat nya anak anak jalanan itu pulang .
Amyra melambaikan tangan nya ketika para anak jalanan itu mulai pergi satu persatu .
" Makasih banyak Elsa ." ucap Amyra bahagia dengan hadiah Elsa untuk para anak .
" iya , sama sama . Aku juga seneng banget liat mereka bahagia . " jawab Elsa .
" Nah sekarang giliran kita yang bahagia . Ya gak ?" ucap Bima .
" Betul banget tuh , kaya nya kita perlu liburan deh . Yang jauh banget gitu . " ajak Elsa . Amyra tersenyum .
" Mulai deh kumat , kalo gak belanja pasti traveling . " ucap Amyra meledek sahabat nya itu .
" Ya emang bener , hidup ini di nikmati kali . " ucap Elsa .
" setuju juga sih , boleh lah kapan kapan kita liburan " saut Bima .
" Ajak anak anak juga ya kan ?" ucap Amyra antusias .
" Hmm ,, boleh lah boleh .. " jawab Elsa .
Mereka bertiga pun tertawa bahagia . Tak sekali Elsa menggoda Amyra agar cepat punya pacar karena Elsa tau Amyra belum pernah pacaran sama sekali .
" Makan nya cepet cari pacar , biar bisa kemana mana sama pacar gitu . " ucap Elsa .
" Yey , kamu juga gak punya pacar . " ledek Amyra .
" Kalo aku sih udah sering pacaran , nah kamu . Belum pernah kan ?" Elsa membalas Amyra .
" Biarin aja . Banyak mantan aja sombong . " Amyra menjawab nya santai .
Bima memperhatikan Elsa dan Amyra yang tertawa saling meledek dan bercanda .
Bima tersenyum .
__ADS_1
" Udah ah , aku mau cuci piring dulu . " Amyra berdiri namun tiba tiba keseimbangan badan nya goyah .
" Eits , kamu gak apa apa ?" Bima dengan sigap menangkap tubuh Amyra agar tak jatuh .
" mmm , iya . Aku gak apa apa . Cuma agak pusing aja . " jawab Amyra kemudian melanjutkan langkah nya menuju dapur .
Bima pun menyusul nya ke dapur .
Amyra mencuci piring piring bekas makan mereka bersama para anak jalanan . Sesekali Amyra menghentikan tangan nya karena merasa kepala nya kembali sakit .
" kamu beneran gak apa apa ?" tanya Bima seraya menyentuh dahi Amyra .
" Aku gak apa apa kok Bima , mungkin cuma pusing biasa . " jawab Amyra tenang .
" Emang gak panas sih , tapi keliatan pucat gitu wajah nya . " Bima mulai cemas .
Amyra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .
" Beneran kok , aku gak apa apa . " Amyra meyakin kan Bima agar tak terlalu khawatir . Namun Bima tak vegitu saja percaya .
" Serius ?" tanya Bima .
" Iyaaa , bawel . " Jawab Amyra .
Bima pun membantu Amyra membereskan piring dan gelas yang sudah di cuci bersih itu .
" Istirahat aja gih , udah beres semua kan ?" ucap Bima .
Amyra pun mengangguk kemudian berjalan menuju ruang depan dimana Elsa berada .
Namun langkah Amyra perlahan semakin melambat , badan nya terlihat sempoyongan . Amyra memegangi kepala nya . Langkah nya pun terhenti .
BRUG !
" Amyra !" teriak Elsa kaget melihat Amyra yang tiba tiba jatuh pingsan .
Bima dengan segera menghampiri Amyra . Elsa mencoba membangun kan Amyra namun tak ada respon sama sekali .
Elsa terus mencoba membangunkan Amyra . Elsa terlihat sangat khawatir , begitu pun dengan Bima .
Wajah cantik Amyra terlihat sangat pucat dan tangan nya terasa dingin . Bima menutupi badan Amyra dengan selimut .
Beberapa saat kemudian , Amyra terlihat mulai sadar .
" Ra ? kamu kenapa ?" tanya Elsa yang sudah sangat khawatir .
" Aku gak apa apa kok , cuma pusing aja . " jawab Amyra lemah .
" Lebih baik kita bawa ke dokter aja . " Ajak Bima yang memang terlihat sangat khawatir .
" Aku gak mau , beneran . Aku gak apa apa kok . Istirahat bentar juga pasti udah pulih lagi . " ucap Amyra .
Bima dan Elsa tidak mau memaksa Amyra untuk pergi ke dokter . Karena Elsa pun tau kalau Amyra phobia dengan rumah sakit , sejak kejadian meninggal nya orang tua Amyra .
" Kalau gitu kamu istirahat Ra . Kalau kamu butuh apa apa kamu bilang aja . " ucap Bima . Amyra oun mengangguk .
" Beneran gak apa apa ?" Elsa bertanya kembali .
" Iya Sa , beneran aku gak apa apa ." jawab Amyra tersenyum .
Namun tiba tiba rasa mual terasa di tenggorokan Amyra , dengan tubuh yang masih lemas Amyra bergegas masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya .
Bima dan Elsa semakin khawatir .
" Ra ? " Elsa mencoba mengetuk kamar mandi itu .
Masih terdengar suara Amyra yang muntah muntah . Membuat Bima pun ikut cemas di buat nya .
__ADS_1
" Ra ? buka pintu nya Ra . " Elsa terus mengetuk pintu kamar mandi itu .
Setelah beberapa kali mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu , beberapa saat tak terdengar suara Amyra lagi . Elsa semakin khawatir .
Elsa dengan rasa cemas nya terus mengetuk pintu , namun tak ada jawaban apapun .
" Bima ! gimana ini ? Kenapa Amyra gak jawab . " Elsa semakin cemas .
" Kamu awa ls dulu Sa . " pinta Bima kemudian mendobrak pintu kamar mandi itu .
Dalam dobrakan ke 3 akhir nya pintu kamar mandi itu pun terbuka . Bima sangat kaget melihat Amyra yang kini tergeletak tak sadar di samping wastafel .
Tanpa banyak bicara Bima langsung mengangkat tubuh Amyra . Bima bergegas membawa Amyra menuju mobil . Elsa pun begitu khawatir hingga menangis melihat kondisi sahabat nya itu .
" Sadar Ra . " ucap Elsa terus menerus mencoba . Amyra berbaring di pangkuan Elsa di kursi belakang mobil Bima .
Bima mengemudikan mobil nya dengan cepat agar bisa segera sampai ke rumah sakit terdekat . Bima mencoba untuk konsentrasi mengemudi , walau sesekali dia melihat ke belakang memastikan kondisi Amyra .
" Cepat Bima !" Teriak Elsa.
Bima menambah kecepatan mobil nya .
Mobil Bima pun akhirnya sampai di sebuah klinik terdekat .
Dengan sigap Bima langsung menggendong tubuh lemah Amyra menuju ruang tindakan . Terlihat beberapa perawat langsung menghampiri dan memberi kan tindakan .
Bima menunggu di luar ruangan dengan raut wajah yang benar benar khawatir . Begitu pun dengan Elsa .
Tak lama kemudian seorang perawat keluar .
" gimana keadaan dia suster ? tanya Bima khawatir .
" Apa anda suami nya ?" tanya si perawat itu .
Bima tak bisa menjawab nya .
" Ada yang harus saya sampai kan . " ucap perawat itu .
" Iya , saya suami nya . " Bima memberanikan diri nya .
" Kalau begitu , tuan silahkan ikut saya . " ajak perawat itu. Bima dan Elsa pun mengikuti nya kedalam ruangan dokter .
Tak lama kemudian dokter datang dan duduk di kursi nya .
" Bagaimana keadaan dia dok ?" tanpa basa basi Bima langsung menanyakan keadaan Amyra .
" Jadi begini tuan , istri anda tidak mengalami hal serius apapun . Itu wajar untuk masa awal kehamilan . Selamat ya pak , istri anda tengah mengandung . " ucap dokter yang baru saja menangani Amyra .
Bagaikan tersambar petir . Bima diam tak percaya , kaget dan juga bingung dengan penjelasan dokter .
" Hamil dok ?" Elsa pun sama kaget nya .
" Iya , nona Amyra tengah hamil 6 minggu ." jelas dokter .
Elsa dan Bima hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain .
Bima benar benar merasa bingung dan juga tak percaya .
" Bagaimana bisa ?" tanya Elsa pada Bima serius , Elsa mulai mencurigai Bima .
" Aku gak tau Sa !" jawab Bima .
" Tapi Amyra tinggal hanya berdua sama kamu Bima ! Bagaimana bisa kamu gak tau ! Atau jangan jangan , kamu ?" Elsa mulai emosi .
" Aku gak se gila itu Sa ! gak mungkin aku lakuin hal itu ke dia Sa !" Bima membela diri . Elsa pun tidak bisa menuduh Bima begitu saja , karena Elsa tau kalau Bima juga bukan orang jahat .
" Sebaiknya kita jangan kasih tau Amyra dulu . Jangan sampai dia tau kalau dia sedang hamil . " ucap Elsa serius .
__ADS_1
" Hamil ? aku hamil ?" ucap Amyra yang tak di sadari telah berdiri di sana mendengarkan percakapan Elsa dan Bima .
**************************