Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Kehamilan Tanpa Bahagia


__ADS_3

Amyra menghabiskan hari hari nya di sanggar seni Bima . Amyra kini sudah mulai terbiasa di sana , hingga terasa seperti rumah sendiri .


Amyra bercanda dan tertawa bersama para anak jalanan yang dia ajari , tak sekali Amyra dan Bima makan bersama para anak jalanan di sanggar itu .


Sore itu Elsa datang dan membawa banyak sekali makanan dan baju baru untuk anak anak jalanan di tempat Bima .


Terlihat para anak jalanan sangat antusias ketika mereka di berikan baju dan makanan . Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah anak jalanan itu .


Mereka makan bersama beralas kan lantai . Kebahagiaan anak anak itu bisa terasa dari suara tawa dan kegembiraan mereka .


Amyra terlihat bahagia melihat anak anak jalanan itu . Amyra tersenyum hangat .


Elsa pun merasa bersyukur melihat Amyra yang kini sudah mulai bahagia lagi setelah kejadian waktu itu . Elsa benar benar sangat berterima kasih pada Bima yang telah menjaga Amyra selama ini .


" Makasih Bima . " ucap Elsa tulus .


" Buat ?" tanya Bima .


" Makasih karena udah jagain Amyra selama ini . " ucap Elsa .


Bima hanya tersenyum .


" Kaya nya sekarang Om nya udah gak cariin dia lagi deh . " ucap Elsa .


" Ya , mungkin . " jawab Bima .


" Amyra mungkin bisa tinggal di rumah aku lagi , soal nya aku gamau terus ngerepotin kamu ." ucap Elsa .


" Aku gak apa apa kok , santai aja kali . Lagian aku justru seneng karena ada Amyra disini , anak anak jadi lebih semangat . " ucap Bima yang sebenarnya tak mau kalau Amyra pergi dari tempat nya .


" Akhirnya dia bisa senyum lagi . " ucap Elsa . Bima pun mengiyakan nya .


Amyra kini mengantar anak anak yang sudah selesai makan ke pintu depan , karena sudah mulai sore sudah saat nya anak anak jalanan itu pulang .


Amyra melambaikan tangan nya ketika para anak jalanan itu mulai pergi satu persatu .


" Makasih banyak Elsa ." ucap Amyra bahagia dengan hadiah Elsa untuk para anak .


" iya , sama sama . Aku juga seneng banget liat mereka bahagia . " jawab Elsa .


" Nah sekarang giliran kita yang bahagia . Ya gak ?" ucap Bima .


" Betul banget tuh , kaya nya kita perlu liburan deh . Yang jauh banget gitu . " ajak Elsa . Amyra tersenyum .


" Mulai deh kumat , kalo gak belanja pasti traveling . " ucap Amyra meledek sahabat nya itu .


" Ya emang bener , hidup ini di nikmati kali . " ucap Elsa .


" setuju juga sih , boleh lah kapan kapan kita liburan " saut Bima .


" Ajak anak anak juga ya kan ?" ucap Amyra antusias .


" Hmm ,, boleh lah boleh .. " jawab Elsa .


Mereka bertiga pun tertawa bahagia . Tak sekali Elsa menggoda Amyra agar cepat punya pacar karena Elsa tau Amyra belum pernah pacaran sama sekali .


" Makan nya cepet cari pacar , biar bisa kemana mana sama pacar gitu . " ucap Elsa .


" Yey , kamu juga gak punya pacar . " ledek Amyra .


" Kalo aku sih udah sering pacaran , nah kamu . Belum pernah kan ?" Elsa membalas Amyra .


" Biarin aja . Banyak mantan aja sombong . " Amyra menjawab nya santai .


Bima memperhatikan Elsa dan Amyra yang tertawa saling meledek dan bercanda .


Bima tersenyum .

__ADS_1


" Udah ah , aku mau cuci piring dulu . " Amyra berdiri namun tiba tiba keseimbangan badan nya goyah .


" Eits , kamu gak apa apa ?" Bima dengan sigap menangkap tubuh Amyra agar tak jatuh .


" mmm , iya . Aku gak apa apa . Cuma agak pusing aja . " jawab Amyra kemudian melanjutkan langkah nya menuju dapur .


Bima pun menyusul nya ke dapur .


Amyra mencuci piring piring bekas makan mereka bersama para anak jalanan . Sesekali Amyra menghentikan tangan nya karena merasa kepala nya kembali sakit .


" kamu beneran gak apa apa ?" tanya Bima seraya menyentuh dahi Amyra .


" Aku gak apa apa kok Bima , mungkin cuma pusing biasa . " jawab Amyra tenang .


" Emang gak panas sih , tapi keliatan pucat gitu wajah nya . " Bima mulai cemas .


Amyra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .


" Beneran kok , aku gak apa apa . " Amyra meyakin kan Bima agar tak terlalu khawatir . Namun Bima tak vegitu saja percaya .


" Serius ?" tanya Bima .


" Iyaaa , bawel . " Jawab Amyra .


Bima pun membantu Amyra membereskan piring dan gelas yang sudah di cuci bersih itu .


" Istirahat aja gih , udah beres semua kan ?" ucap Bima .


Amyra pun mengangguk kemudian berjalan menuju ruang depan dimana Elsa berada .


Namun langkah Amyra perlahan semakin melambat , badan nya terlihat sempoyongan . Amyra memegangi kepala nya . Langkah nya pun terhenti .


BRUG !


" Amyra !" teriak Elsa kaget melihat Amyra yang tiba tiba jatuh pingsan .


Bima dengan segera menghampiri Amyra . Elsa mencoba membangun kan Amyra namun tak ada respon sama sekali .


Elsa terus mencoba membangunkan Amyra . Elsa terlihat sangat khawatir , begitu pun dengan Bima .


Wajah cantik Amyra terlihat sangat pucat dan tangan nya terasa dingin . Bima menutupi badan Amyra dengan selimut .


Beberapa saat kemudian , Amyra terlihat mulai sadar .


" Ra ? kamu kenapa ?" tanya Elsa yang sudah sangat khawatir .


" Aku gak apa apa kok , cuma pusing aja . " jawab Amyra lemah .


" Lebih baik kita bawa ke dokter aja . " Ajak Bima yang memang terlihat sangat khawatir .


" Aku gak mau , beneran . Aku gak apa apa kok . Istirahat bentar juga pasti udah pulih lagi . " ucap Amyra .


Bima dan Elsa tidak mau memaksa Amyra untuk pergi ke dokter . Karena Elsa pun tau kalau Amyra phobia dengan rumah sakit , sejak kejadian meninggal nya orang tua Amyra .


" Kalau gitu kamu istirahat Ra . Kalau kamu butuh apa apa kamu bilang aja . " ucap Bima . Amyra oun mengangguk .


" Beneran gak apa apa ?" Elsa bertanya kembali .


" Iya Sa , beneran aku gak apa apa ." jawab Amyra tersenyum .


Namun tiba tiba rasa mual terasa di tenggorokan Amyra , dengan tubuh yang masih lemas Amyra bergegas masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya .


Bima dan Elsa semakin khawatir .


" Ra ? " Elsa mencoba mengetuk kamar mandi itu .


Masih terdengar suara Amyra yang muntah muntah . Membuat Bima pun ikut cemas di buat nya .

__ADS_1


" Ra ? buka pintu nya Ra . " Elsa terus mengetuk pintu kamar mandi itu .


Setelah beberapa kali mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu , beberapa saat tak terdengar suara Amyra lagi . Elsa semakin khawatir .


Elsa dengan rasa cemas nya terus mengetuk pintu , namun tak ada jawaban apapun .


" Bima ! gimana ini ? Kenapa Amyra gak jawab . " Elsa semakin cemas .


" Kamu awa ls dulu Sa . " pinta Bima kemudian mendobrak pintu kamar mandi itu .


Dalam dobrakan ke 3 akhir nya pintu kamar mandi itu pun terbuka . Bima sangat kaget melihat Amyra yang kini tergeletak tak sadar di samping wastafel .


Tanpa banyak bicara Bima langsung mengangkat tubuh Amyra . Bima bergegas membawa Amyra menuju mobil . Elsa pun begitu khawatir hingga menangis melihat kondisi sahabat nya itu .


" Sadar Ra . " ucap Elsa terus menerus mencoba . Amyra berbaring di pangkuan Elsa di kursi belakang mobil Bima .


Bima mengemudikan mobil nya dengan cepat agar bisa segera sampai ke rumah sakit terdekat . Bima mencoba untuk konsentrasi mengemudi , walau sesekali dia melihat ke belakang memastikan kondisi Amyra .


" Cepat Bima !" Teriak Elsa.


Bima menambah kecepatan mobil nya .


Mobil Bima pun akhirnya sampai di sebuah klinik terdekat .


Dengan sigap Bima langsung menggendong tubuh lemah Amyra menuju ruang tindakan . Terlihat beberapa perawat langsung menghampiri dan memberi kan tindakan .


Bima menunggu di luar ruangan dengan raut wajah yang benar benar khawatir . Begitu pun dengan Elsa .


Tak lama kemudian seorang perawat keluar .


" gimana keadaan dia suster ? tanya Bima khawatir .


" Apa anda suami nya ?" tanya si perawat itu .


Bima tak bisa menjawab nya .


" Ada yang harus saya sampai kan . " ucap perawat itu .


" Iya , saya suami nya . " Bima memberanikan diri nya .


" Kalau begitu , tuan silahkan ikut saya . " ajak perawat itu. Bima dan Elsa pun mengikuti nya kedalam ruangan dokter .


Tak lama kemudian dokter datang dan duduk di kursi nya .


" Bagaimana keadaan dia dok ?" tanpa basa basi Bima langsung menanyakan keadaan Amyra .


" Jadi begini tuan , istri anda tidak mengalami hal serius apapun . Itu wajar untuk masa awal kehamilan . Selamat ya pak , istri anda tengah mengandung . " ucap dokter yang baru saja menangani Amyra .


Bagaikan tersambar petir . Bima diam tak percaya , kaget dan juga bingung dengan penjelasan dokter .


" Hamil dok ?" Elsa pun sama kaget nya .


" Iya , nona Amyra tengah hamil 6 minggu ." jelas dokter .


Elsa dan Bima hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain .


Bima benar benar merasa bingung dan juga tak percaya .


" Bagaimana bisa ?" tanya Elsa pada Bima serius , Elsa mulai mencurigai Bima .


" Aku gak tau Sa !" jawab Bima .


" Tapi Amyra tinggal hanya berdua sama kamu Bima ! Bagaimana bisa kamu gak tau ! Atau jangan jangan , kamu ?" Elsa mulai emosi .


" Aku gak se gila itu Sa ! gak mungkin aku lakuin hal itu ke dia Sa !" Bima membela diri . Elsa pun tidak bisa menuduh Bima begitu saja , karena Elsa tau kalau Bima juga bukan orang jahat .


" Sebaiknya kita jangan kasih tau Amyra dulu . Jangan sampai dia tau kalau dia sedang hamil . " ucap Elsa serius .

__ADS_1


" Hamil ? aku hamil ?" ucap Amyra yang tak di sadari telah berdiri di sana mendengarkan percakapan Elsa dan Bima .


**************************


__ADS_2