Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Semakin erat semakin lepas


__ADS_3

Theo merasa telah salah bicara dan itu membuat Amyra terlihat kebingungan .


" aku turun dulu ok . Ada yang harus ku urus . " pamit Theo segera beranjak sebelum Bima mengusir nya .


Theo berjalan menuju pintu hendak keluar . Tapi sebelum Theo sampai di pintu .


Tiba tiba pintu itu terbuka .


'' Elvano . '' ucap Theo kaget melihat sosok yang kini berada di depan nya .


Tak kalah kaget nya dengan Theo .. Amyra dan Bima pun dapat dengan jelas melihat Elvano yang baru saja masuk .


Elvano berjalan tanpa menghiraukan Theo , kemudian langsung duduk di sofa itu .


''Waduh . Bisa berantakan ini tempat . '' gumam Theo kemudian kembali duduk karena tidak mau sampai Elvano dan Bima sampai bertengkar . Theo sangat tau sifat Elvano ketika marah , dan Theo harus bersiap untuk itu .


'' Apa kabar mu ?'' tanya Bima . Amyra menggeser tubuh nya lebih dekat dengan Bima .


"baik . Kamu sendiri ?" ucap Elvano santai .


"aku baik . "


Amyra terlihat tidak nyaman . Amyra merapihkan hoodie milik Bima yang menutupi leher nya .


Elvano memperhatikan nya .


Elvano tau kalau Amyra pasti tidak menceritakan kejadian itu pada Bima , karena kalau Amyra menceritakan nya . Bima pasti akan langsung mencerca nya .


Amyra sedikit bersembunyi di balik punggung Bima karena merasa tidak nyaman dengan tatapan Elvano yang mendominasi .


'' Jangan takut . Ada aku ." bisik Bima seraya menggenggam tangan Amyra membuat Amyra sedikit tenang .


" Ku dengar kamu menyetujui meneruskan perjodohan dengan Alisha ?" ucap Bima .


Elvano hanya menjawab nya dengan gumaman dengan mata yang masih terus memperhatikan Amyra . Membuat Amyra semakin salah tingkah .


" Aku akan menikahi Amyra . "


DEG !


Ucapan Bima mampu membuat Elvano terdiam . Sekali lagi Elvano kembali menatap Amyra yang berusaha memalingkan pandangan nya agar pandangan mereka tidak bertemu .


" Aku akan menikah setelah kamu menikah dengan Alisha . " Ucap Bima . Bima melihat raut wajah Elvano berubah . Bima tau kalau saat ini Elvano pasti marah .


" Baguslah . Gua harap lu bahagia . " Ucap Elvano acuh seakan tak peduli , namun nyata nya saat ini hati nya merasa marah dan kesal .


Elvano meneguk minuman beralkohol yang di sediakan Theo . Cukup banyak Elvano minum , berusaha menerima ucapan Bima yang akan menikahi Amyra .


Theo melirik ke arah Bima dan mengisyaratkan agar Bima menghentikan Elvano untuk minum . Hanya ucapan Bima yang selalu bisa di dengar Elvano .


" Cukup !" ucap Bima tegas seraya memegang gelas minuman yang akan Elvano minum untuk ke sekian kali nya .


Bima sangat mengenal Elvano . Elvano akan sangat banyak minum ketika dirinya merasa marah , karena Elvano merasa kalau alkohol bisa mengurangi amarah nya .


" Ngapain sih lu ?" ucap Elvano kesal .


" Lepas !" tegas Elvano .


Bima melempar gelas itu hingga pecah ke lantai .


" Cukup El ! Jangan sampai mabuk ." ucap Bima .


" Urusan lu apa ? Lu urus aja tuh cewek lu ." ucap Elvano kesal .


" Elvano . " Bima mulai meradang melihat Elvano yang keras kepala .


Hati Bima mulai goyah melihat sahabat nya yang kini terlihat frustasi , dan itu pasti karena ucapan nya yang akan menikahi Amyra .

__ADS_1


Bima kini bisa yakin kalau Elvano sangat mencintai Amyra . Bima juga sangat tau kalau Elvano bisa menutupi perasaan nya dengan wajah dingin nya . Tapi itu tidak bisa membohongi Bima .


Amyra terdiam melihat Elvano dan Bima .


Bima menghela nafas nya .


" Amyra , bisa tunggu di luar ? Ada yang harus aku selesaikan dengan Elvano . " ucap Bima lembut .


" Tapi ... " Amyra terlihat sangat khawatir . Mengingat terakhir kali Bima dan Elvano bisa saling pukul karena nya .


" Theo , bawa Amyra keluar . " ucap Bima . Theo mengangguk .


" Bima , berjanji pada ku kalau kalian gak akan bertengkar . " ucap Amyra .


" Kamu tenang aja . Gak bakal terjadi apa apa , percaya pada ku . " ucap Bima lembut .


Amyra dengan terpaksa keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang masih sangat khawatir . Theo membuka pintu itu kemudian membawa Amyra ke balkon lantai dua .


" Theo , apa mereka gak apa apa di tinggal berdua ? Aku khawatir , gimana kalau mereka saling pukul . " ucap Amyra cemas .


" Kamu tenang saja . Kalau Bima aku percaya bisa tahan emosi , kalau El .. " ucap Theo tertahan seraya berpikir . Membuat Amyra terlihat semakin cemas .


" El itu kan tempramen banget , you know lah . Tapi aku yakin Bima bisa menangani nya . Karena selama ini hanya ucapan Bima yang di dengar Elvano . So , kamu tenang aja . " ucap Theo . Namun Amyra masih terlihat khawatir .


" Setidak nya percaya lah pada Bima . Aku yakin dia tidak akan menyakiti Elvano . Begitu pun sebalik nya . " ucap Theo .


Pintu itu pun tertutup kembali . Keheningan pun terasa di mana kini hanya ada Bima dan Elvano di sana .


" Bodoh !" ucap Bima seraya melipatkan kedua tangan nya dengan posisi berdiri di hadapan Elvano yang duduk di sofa dengan kepala menyandar ke belakang . Kedua tangan nya di rentangkan di sandaran sofa . Elvano .


" Bodoh ! Gua gak tau ternyata lu benar benar sangat Bodoh !" ucap Bima. kemudian duduk di sebelah Elvano . Elvano masih tak menghiraukan nya .


" mau sampai kapan lu pura pura hah ?" tanya Bima .


" Gua bener bener gak ngerti pikiran lu El . Jelas jelas Lu mencintai Amyra , tapi kenapa lu malah mau di jodohin sama Alisha . Gua bener bener gak habis pikir . " ucap Bima .


" Hubungan nya sama lu apa ?" ucap Elvano malas dengan mata yang terpejam .


" huh !" Elvano menghembuskan nafas nya berat . Elvano membuka mata nya kemudian meluruskan punggung nya .


" Terus apa hubungan nya sama Amyra ?" ucap Elvano .


" Masih Bodoh !" ucap Bima seraya tersenyum kesal .


" Berhenti sebut gua bodoh ! " Elvano mulai kesal .


Bima tertawa .


" Karena lu emang bodoh ! "


" Lu terima perjodohan itu buat Amyra cemburu atau emang lu sengaja mau nyakitin perasaan dia ? Karena gua yakin lu sama sekali gak ada perasaan sama Alisha . " ucap Bima . Elvano terdiam .


" Gua tau lu cinta sama Amyra . " ucap Bima .


" Lu juga cinta kan sama dia !" ucap Elvano kesal .


" Iya . Gua cinta sama dia , sangat . " ucap Bima serius . Elvano memalingkan wajah kesal nya berusaha menahan amarah dan rasa cemburu nya .


" Lu tau gak ? Sebenarnya gua emang beneran mau nikahin Amyra . Gua yakin bakal rebut Amyra dari lu , itu bukan hal yang sulit . " ucap Bima . Elvano masih membungkam mulut nya seraya mendengarkan setiap kata kata Bima yang semakin membuat nya kesal .


" Semakin gua ingin memiliki Amyra semakin gua lupa kalau lu juga menginginkan nya . " ucap Bima dengan nada rendah .


" Tadi nya gua udah bener bener yakin mau nikahin dia dan bawa dia sejauh mungkin dari lu . " ucap Bima .


" Lu tinggal lakuin kan ?" ucap Elvano .


" Ya emang . Tapi setelah lihat lu hari ini sekarang gua sadar sesuatu . " ucap Bima . Elvano menoleh .

__ADS_1


" Gua sadar ternyata lu masih mencintai Amyra . Dan itu cukup jadi alasan buat gua gak perlu memeluk Amyra terlalu erat di saat hati nya masih milik seorang Elvano . " ucap Bima seraya tersenyum . Elvano mencoba mencerna setiap kata kata Bima .


" Maksud lu ?" tanya Elvano yang bingung .


" semakin gua menginginkan nya semakin dia menginginkanmu . Semakin gua mencintai dia , justru dia semakin mencintai lu ! " ucap Bima .


" Gua bener bener gak ngerti omong kosong lu !" Elvano mulai kesal .


Bima tertawa .


" Lu pikir aja sendiri semua ucapan gua ! . " ucap Bima .


Bima berjalan hendak keluar dari ruangan . Ketika tangan nya menyentuh gagang pintu Bima teringat sesuatu .


" Oh iya gua lupa . Gua bakal sekali lagi mastiin perasaan Amyra jatuh pada siapa . Kalau dia justru memilih gua , sorry . " ucap Bima kemudian meninggalkan Elvano yang masih berpikir keras tentang ucapan Bima . Otak nya benar benar berpacu berusaha menjelaskan pada dirinya sendiri .


" Semakin Bima mencintai nya , justru Amyra semakin mencintai ,, gua ?" batin nya mulai menemukan titik penjelasan yang rumit .


" Jadi Amyra mencintai gua ?" gumam nya merasa tak percaya .


Bima mengajak Amyra pulang .


" Gimana dengan si El ?" tanya Theo .


" Mungkin mati . " ucap Bima kemudian berjalan pergi dari tempat itu bersama Amyra .


" What !" Theo benar benar kaget mendengar ucapan Bima yang dengan santai nya mengatakan mati seraya berjalan pergi meninggalkan nya .


" Bima ?" ucap Amyra ketika sampai di depan mobil Bima . Bima tak menghiraukan nya dan langsung masuk ke dalam mobil . Amyra segera menyusul masuk .


" Bima ? jawab aku !" ucap Amyra cemas .


" Apa yang sebenar nya kamu lakukan pada Elvano ? Kenapa kamu dengan mudah nya bilang mati mati sih . " ucap Amyra semakin khawatir . Bima hanya tersenyum . Bima menyalakan mesin mobil nya .


" Bima ! Kamu malah tersenyum . Jawab aku apa yang terjadi . Atau aku harus pastiin sendiri . " ucap Amyra hendak turun dari mobil namun tangan Bima kemudian mencegat nya .


" Amyra !" ucap Bima tegas . Amyra seketika menoleh .


" Kamu gak benar benar berpikir aku menyakiti Elvano kan ?" ucap Bima .


" Tapi kamu bilang tadi . Mungkin mati . Apa maksud nya ?" ucap Amyra cemas .


Bima tertawa .


" Amyra . Gak mungkin aku nyakitin dia , kamu tenang aja . Percaya pada ku . Sekarang kita pulang ok . " ucap Bima lembut .


" beneran gak ada apa apa kan ?" tanya Amyra memastikan .


" Sebegitu khawatir nya kamu sama dia Ra ?" tanya Bima seraya melajukan mobil nya keluar meninggalkan tempat Theo .


" bukan gitu Bima , aku hanya takut kamu hmm , aku takut kamu dan El saling pukul atau apalah . " ucap Amyra salah tingkah .


" Sudahlah . Ayo pulang . Ini udah malam . " ucap Bima seraya tersenyum .


*****


" Elvano !" teriak Theo yang langsung masuk ke dalam ruangan dimana Elvano tadi di tinggalkan oleh Bima . Theo dengan sangat panik berlari menghampiri Elvano yang masih duduk di sofa .


" El . Lu gak apa apa kan ? Bima bilang lu mati !" Theo benar benar khawatir .


" Cinta . " Ucap Elvano tersenyum .


Elvano justru malah tersenyum lalu tertawa mengingat kata kata Bima .


" gua kira lu sekarang bukan mati . Tapi GILA !" Ucap Theo kesal .


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2