
Sebelum sempat Amyra menjawab pertanyaan Bima , tubuh Amyra sudah kehilangan kesadaran . Jatuh dalam dekapan Bima .
Bima segera mengangkat tubuh lemah Amyra ke kamar nya .
" Apa yang sebenar nya terjadi Ra . " gumam Bima pilu .
****
Elvano turun dari mobil nya dan berlari secepat mungkin menuju apartemen nya . Berharap Amyra masih berada di sana .
Elvano melihat pintu apartemen nya yang terbuka , Elvano langsung masuk dan mencari keberadaan Amyra di sana .
" Amyra !"
" Amyra !" teriak Elvano mencari Amyra .
" El .. "
Elvano kaget melihat Alisha yang kini berjalan keluar dari kamar nya .
" Apa yang kamu lakukan disini !" tanya Elvano penuh penekanan .
Alisha langsung memeluk tubuh Elvano yang membeku di sana .
" Aku kangen kamu El . Sangat . " Ucap manja Alisha .
" Stop !" Elvano melepaskan pelukan Alisha di tubuh nya .
" Sekali lagi aku tanya ! Apa yang kamu lakukan disini !" ucapan Elvano terdengar mengintimidasi dengan tatapan tajam penuh kekesalan .
" Aku kangen sama kamu , aku langsung datang kesini ketika sampai ke indo . " ucap manja Alisha .
" Dimana Amyra ?"
" Amyra ? siapa Amyra ?" Alisha terlihat kebingungan .
Elvano berjalan masuk ke kamar nya berharap Amyra masih berada di apartemen nya . Namun nihil . Amyra sudah pergi .
Elvano melihat sebuah ponsel di lantai kamar nya . Dan itu milik Amyra karena terlihat dari layar ponsel yang menunjukan foto Amyra sebagai wallpaper nya .
Tangan Elvano mengepal , rahang nya mengeras menahan emosi . Elvano yakin kalau Amyra pasti sudah bertemu dengan Alisha .
" El ?" panggil manja Alisha seraya mengusap lengan kekar Elvano . Seketika Elvano mencekram kedua pundak Alisha .
" Aw ! " pekik Alisha .
" gua gak peduli apa tujuan lu datang kesini ! tapi sekarang gua minta lu pergi dari sini dan bawa semua barang menjijikan ini dari sini !" tegas Elvano dengan tatapan mematikan nya .
Elvano melepas cengkraman nya .
" El ! Elvano !" teriak Alisha yang melihat Elvano pergi meninggalkan nya terduduk di lantai .
" Sialan ! Jadi itu yang nama nya Amyra ! " gumam Alisha kesal dengan kejadian yang baru saja dia alami .
****
" Bima . " ucap lirih Amyra . Perlahan Amyra membuka mata nya yang masih terasa perih karena menangis terlalu lama .
" Ya , aku disini . "
__ADS_1
Bima mengusap lembut rambut Amyra . Ingin sekali Bima bertanya tentang apa yang terjadi , namun dirinya menahan nya karena dia tau sifat Amyra . Amyra tidak akan bercerita sebelum dirinya siap , dan kini Bima tau kalau Amyra pasti belum siap menceritakan nya .
" Bima , bisakah kita pergi dari sini . Kemana saja , asal jangan disini untuk sekarang . " ucap Amyra yang kini duduk di ranjang .
" Kemana ? kamu mau kemana ? " ucap lembut Bima .
" Ke mana saja . " ucap Amyra .
" Baiklah . " Bima pun hanya bisa menuruti nya . Bima tau kalau saat ini Amyra memerlukan waktu dan tempat untuk menenangkan dirinya .
" Kita ke pantai , ok ?" tanya Bima . Amyra mengangguk .
Bima dan Amyra masuk kedalam mobil . Bima melajukan mobil nya menuju tempat tujuan nya .
Sepanjang perjalanan Amyra hanya terdiam menatap keluar kaca . Tatapan sendu . Bima dapat merasakan kesedihan dari raut wajah Amyra saat ini .
Lokasi laut memang tidak begitu jauh dari tempat Bima , jadi hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di sana .
Amyra turun dari mobil dan berjalan menuju pesisir pantai . Amyra duduk di pasir yang dingin di malam itu .
Bima menghampiri nya lalu membalutkan sebuah selimut kecil untuk menutupi tubuh Amyra agar Amyra tidak kedinginan . Bima pun duduk di samping Amyra yang kini tengah menatap jauh ke laut yang luas .
Tatapan kosong .
" Ra ? " panggil Bima lembut .
" Menyedihkan bukan ?"
" Aku yang dengan egois nya membiarkan kamu terluka hanya demi kebahagiaan ku , aku yang tanpa berpikir tentang perasaan mu menginginkan kebahagiaan ku sendiri . " ucap Amyra dengan senyum terpaksa nya .
" kenapa kamu gak bilang kalau ternyata sesakit ini merasakan nya ? kenapa kamu sanggup menahan rasa sakit seperti ini Bima ? "
" Bodoh nya aku ! Aku yang menutup mata tentang perasaan mu , kini aku yang mengalami nya sendiri . Ternyata sesakit ini . Kenapa kamu dengan mudah nya mengorbankan perasaan kamu demi kebahagiaan ku yang bahkan aku sendiri gak pantas mendapatkan nya !" air mata Amyra kembali jatuh membasahi pipi nya .
Bima memeluk Amyra erat .
" Sebenar nya apa yang terjadi Amyra ? Ceritakan apa yang terjadi ? " tanya Bima . Amyra masih menangis dalam pelukan nya .
Hingga Amyra mulai tenang .
" Aku melihat Alisha di kamar Elvano . "
DEG !
Ucapan Amyra membuat Bima kaget .
Kini Bima tau alasan nya mengapa Amyra sesakit ini .
" Aku yakin semua gak seperti apa yang kamu bayangkan Ra . Tenang lah , untuk saat ini tenangkan dirimu . " ucap Bima mengusap lembut punggung Amyra .
" Bima ?"
" Hmm ?"
" Apakah sesakit ini yang kamu rasakan ketika kamu mengorbankan perasaan mu ?" ucapan Amyra membuat Bima terdiam .
" Apakah se hancur ini ? tapi kenapa kamu bertahan ?" tanya Amyra .
" Sshhh ,,, jangan bahas itu . " ucap Bima berusaha membuat Amyra tak terus membicarakan nya .
__ADS_1
" Jawab aku Bima ? apakah sesakit ini ?" pertanyaan Amyra terus menuntut .
" Ya ! Memang benar , sakit Ra . Sangat sakit . Tapi aku tau kalau itu sebanding dengan kebahagiaan mu . " jawab Bima penuh penekanan .
" tapi kamu harus nya gak melakukan nya Bima , kamu gak seharusnya mengorbankan perasaan mu sampai harus terluka . Aku yang bodoh , aku yang egois !" Amyra marah pada dirinya sendiri .
" Cukup Ra ! Cukup ! Aku tau masalah ini hanya salah paham , aku tau siapa Elvano . Dia gak mungkin ngelakuin hal yang kamu pikirkan . " ucap Bima .
" Tapi aku melihat sendiri , Alisha berada di kamar Elvano tanpa pakaian . " ucap Amyra .
" Tenangkan dulu dirimu , setelah kamu tenang aku bakal jelasin ke kamu . Ok ?" ucap Bima berusaha menenangkan Amyra .
Amyra mengangguk pelan .
" Kenapa Alisha bisa ada di apartemen Elvano ?" batin Bima .
Bima memilih menginap di salah satu hotel dekat pantai karena Amyra yang tak mau pulang dulu ke sanggar . Amyra tau kalau Elvano pasti akan datang ke sanggar . Dan Amyra belum siap bertemu dengan nya .
Ponsel Bima berdering , terlihat nama Elvano tertera Disana . Bima melirik Amyra yang tengah tertidur di ranjang hotel itu .
Bima keluar dari kamar untuk mengangkat telepon dari Elvano .
" Halo . " ucap Bima malas .
" Bima ! Amyra gak ada , dia sudah pergi . gua yakin dia tadi pasti bertemu dengan ,,"
" Alisha kan ? " ucap Bima memotong Elvano .
" Iya . kenapa lu bisa tau ? gua gak tau gimana Alisha bisa ada di apartemen gua . "
" Amyra ada sama gua . lu tenang aja , untuk saat ini dia butuh waktu . Dan sebaiknya lu beresin urusan lu sama Alisha kalau emang ku serius sama Amyra . " ucap Bima tegas .
" Gua gak ada hubungan apa apa sama Alisha ! gua bener bener gak tau kenapa dia bisa tiba tiba ada Disana !" jelas Elvano .
" Gua tau , gua percaya sama lu ! tapi Amyra melihat Alisha yang berada di kamar lu tanpa pakaian . lu pasti ngerti kan perasaan Amyra saat ini kaya gimana ?" ucap Bima .
" Sialan ! " kesal Elvano .
" Amyra aman sama gua . Banyak yang harus kita bicarakan , tapi gak sekarang .Dan gua harap lu jangan Dateng dulu ke sanggar sebelum Amyra benar benar yakin . " ucap Bima .
" Gua mau ketemu sama Amyra ! gua mau jelasin semua ! . " paksa Elvano .
" Dengerin gua El ! gua yang mati Matian jaga perasaan Amyra biar bisa tersenyum , dan sekarang dia menangis seperti ini . "
" Ingat El . Gua bisa kapan saja bawa Amyra pergi ! jadi Sebaiknya lu selsaikan urusan lu secepatnya dengan Alisha sebelum gua berubah pikiran . " ancam Bima kemudian menutup panggilan itu .
" Sialan ! Kenapa juga Alisha balik kesini !" batin Elvano kesal .
*****
" gua udah ketemu sama cewe yang nama nya Amyra itu , Ternyata hanya cewek biasa !" ucap Alisha yang tengah menelepon seseorang .
" Terus gimana sama kak El ? udah ketemu dia belum ?" tanya seseorang di balik telepon yang tak lain adalah Elvina .
" Udah , tapi gua malah di usir ! ini semua karena cewek sialan itu ! " kesal Alisha .
" lu tenang aja , gua ada di pihak lu !" ucap Vina mendukung Alisha .
Senyuman jahat Alisha terlihat di wajah nya .
__ADS_1
" Kita lihat , seberapa kuat cewek ****** itu bertahan . Gak ada yang bisa rebut Elvano dari ku . " gumam Alisha .