Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Rasa sakit


__ADS_3

Sebelum sempat Amyra menjawab pertanyaan Bima , tubuh Amyra sudah kehilangan kesadaran . Jatuh dalam dekapan Bima .


Bima segera mengangkat tubuh lemah Amyra ke kamar nya .


" Apa yang sebenar nya terjadi Ra . " gumam Bima pilu .


****


Elvano turun dari mobil nya dan berlari secepat mungkin menuju apartemen nya . Berharap Amyra masih berada di sana .


Elvano melihat pintu apartemen nya yang terbuka , Elvano langsung masuk dan mencari keberadaan Amyra di sana .


" Amyra !"


" Amyra !" teriak Elvano mencari Amyra .


" El .. "


Elvano kaget melihat Alisha yang kini berjalan keluar dari kamar nya .


" Apa yang kamu lakukan disini !" tanya Elvano penuh penekanan .


Alisha langsung memeluk tubuh Elvano yang membeku di sana .


" Aku kangen kamu El . Sangat . " Ucap manja Alisha .


" Stop !" Elvano melepaskan pelukan Alisha di tubuh nya .


" Sekali lagi aku tanya ! Apa yang kamu lakukan disini !" ucapan Elvano terdengar mengintimidasi dengan tatapan tajam penuh kekesalan .


" Aku kangen sama kamu , aku langsung datang kesini ketika sampai ke indo . " ucap manja Alisha .


" Dimana Amyra ?"


" Amyra ? siapa Amyra ?" Alisha terlihat kebingungan .


Elvano berjalan masuk ke kamar nya berharap Amyra masih berada di apartemen nya . Namun nihil . Amyra sudah pergi .


Elvano melihat sebuah ponsel di lantai kamar nya . Dan itu milik Amyra karena terlihat dari layar ponsel yang menunjukan foto Amyra sebagai wallpaper nya .


Tangan Elvano mengepal , rahang nya mengeras menahan emosi . Elvano yakin kalau Amyra pasti sudah bertemu dengan Alisha .


" El ?" panggil manja Alisha seraya mengusap lengan kekar Elvano . Seketika Elvano mencekram kedua pundak Alisha .


" Aw ! " pekik Alisha .


" gua gak peduli apa tujuan lu datang kesini ! tapi sekarang gua minta lu pergi dari sini dan bawa semua barang menjijikan ini dari sini !" tegas Elvano dengan tatapan mematikan nya .


Elvano melepas cengkraman nya .


" El ! Elvano !" teriak Alisha yang melihat Elvano pergi meninggalkan nya terduduk di lantai .


" Sialan ! Jadi itu yang nama nya Amyra ! " gumam Alisha kesal dengan kejadian yang baru saja dia alami .


****


" Bima . " ucap lirih Amyra . Perlahan Amyra membuka mata nya yang masih terasa perih karena menangis terlalu lama .


" Ya , aku disini . "

__ADS_1


Bima mengusap lembut rambut Amyra . Ingin sekali Bima bertanya tentang apa yang terjadi , namun dirinya menahan nya karena dia tau sifat Amyra . Amyra tidak akan bercerita sebelum dirinya siap , dan kini Bima tau kalau Amyra pasti belum siap menceritakan nya .


" Bima , bisakah kita pergi dari sini . Kemana saja , asal jangan disini untuk sekarang . " ucap Amyra yang kini duduk di ranjang .


" Kemana ? kamu mau kemana ? " ucap lembut Bima .


" Ke mana saja . " ucap Amyra .


" Baiklah . " Bima pun hanya bisa menuruti nya . Bima tau kalau saat ini Amyra memerlukan waktu dan tempat untuk menenangkan dirinya .


" Kita ke pantai , ok ?" tanya Bima . Amyra mengangguk .


Bima dan Amyra masuk kedalam mobil . Bima melajukan mobil nya menuju tempat tujuan nya .


Sepanjang perjalanan Amyra hanya terdiam menatap keluar kaca . Tatapan sendu . Bima dapat merasakan kesedihan dari raut wajah Amyra saat ini .


Lokasi laut memang tidak begitu jauh dari tempat Bima , jadi hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di sana .


Amyra turun dari mobil dan berjalan menuju pesisir pantai . Amyra duduk di pasir yang dingin di malam itu .


Bima menghampiri nya lalu membalutkan sebuah selimut kecil untuk menutupi tubuh Amyra agar Amyra tidak kedinginan . Bima pun duduk di samping Amyra yang kini tengah menatap jauh ke laut yang luas .


Tatapan kosong .


" Ra ? " panggil Bima lembut .


" Menyedihkan bukan ?"


" Aku yang dengan egois nya membiarkan kamu terluka hanya demi kebahagiaan ku , aku yang tanpa berpikir tentang perasaan mu menginginkan kebahagiaan ku sendiri . " ucap Amyra dengan senyum terpaksa nya .


" kenapa kamu gak bilang kalau ternyata sesakit ini merasakan nya ? kenapa kamu sanggup menahan rasa sakit seperti ini Bima ? "


" Bodoh nya aku ! Aku yang menutup mata tentang perasaan mu , kini aku yang mengalami nya sendiri . Ternyata sesakit ini . Kenapa kamu dengan mudah nya mengorbankan perasaan kamu demi kebahagiaan ku yang bahkan aku sendiri gak pantas mendapatkan nya !" air mata Amyra kembali jatuh membasahi pipi nya .


Bima memeluk Amyra erat .


" Sebenar nya apa yang terjadi Amyra ? Ceritakan apa yang terjadi ? " tanya Bima . Amyra masih menangis dalam pelukan nya .


Hingga Amyra mulai tenang .


" Aku melihat Alisha di kamar Elvano . "


DEG !


Ucapan Amyra membuat Bima kaget .


Kini Bima tau alasan nya mengapa Amyra sesakit ini .


" Aku yakin semua gak seperti apa yang kamu bayangkan Ra . Tenang lah , untuk saat ini tenangkan dirimu . " ucap Bima mengusap lembut punggung Amyra .


" Bima ?"


" Hmm ?"


" Apakah sesakit ini yang kamu rasakan ketika kamu mengorbankan perasaan mu ?" ucapan Amyra membuat Bima terdiam .


" Apakah se hancur ini ? tapi kenapa kamu bertahan ?" tanya Amyra .


" Sshhh ,,, jangan bahas itu . " ucap Bima berusaha membuat Amyra tak terus membicarakan nya .

__ADS_1


" Jawab aku Bima ? apakah sesakit ini ?" pertanyaan Amyra terus menuntut .


" Ya ! Memang benar , sakit Ra . Sangat sakit . Tapi aku tau kalau itu sebanding dengan kebahagiaan mu . " jawab Bima penuh penekanan .


" tapi kamu harus nya gak melakukan nya Bima , kamu gak seharusnya mengorbankan perasaan mu sampai harus terluka . Aku yang bodoh , aku yang egois !" Amyra marah pada dirinya sendiri .


" Cukup Ra ! Cukup ! Aku tau masalah ini hanya salah paham , aku tau siapa Elvano . Dia gak mungkin ngelakuin hal yang kamu pikirkan . " ucap Bima .


" Tapi aku melihat sendiri , Alisha berada di kamar Elvano tanpa pakaian . " ucap Amyra .


" Tenangkan dulu dirimu , setelah kamu tenang aku bakal jelasin ke kamu . Ok ?" ucap Bima berusaha menenangkan Amyra .


Amyra mengangguk pelan .


" Kenapa Alisha bisa ada di apartemen Elvano ?" batin Bima .


Bima memilih menginap di salah satu hotel dekat pantai karena Amyra yang tak mau pulang dulu ke sanggar . Amyra tau kalau Elvano pasti akan datang ke sanggar . Dan Amyra belum siap bertemu dengan nya .


Ponsel Bima berdering , terlihat nama Elvano tertera Disana . Bima melirik Amyra yang tengah tertidur di ranjang hotel itu .


Bima keluar dari kamar untuk mengangkat telepon dari Elvano .


" Halo . " ucap Bima malas .


" Bima ! Amyra gak ada , dia sudah pergi . gua yakin dia tadi pasti bertemu dengan ,,"


" Alisha kan ? " ucap Bima memotong Elvano .


" Iya . kenapa lu bisa tau ? gua gak tau gimana Alisha bisa ada di apartemen gua . "


" Amyra ada sama gua . lu tenang aja , untuk saat ini dia butuh waktu . Dan sebaiknya lu beresin urusan lu sama Alisha kalau emang ku serius sama Amyra . " ucap Bima tegas .


" Gua gak ada hubungan apa apa sama Alisha ! gua bener bener gak tau kenapa dia bisa tiba tiba ada Disana !" jelas Elvano .


" Gua tau , gua percaya sama lu ! tapi Amyra melihat Alisha yang berada di kamar lu tanpa pakaian . lu pasti ngerti kan perasaan Amyra saat ini kaya gimana ?" ucap Bima .


" Sialan ! " kesal Elvano .


" Amyra aman sama gua . Banyak yang harus kita bicarakan , tapi gak sekarang .Dan gua harap lu jangan Dateng dulu ke sanggar sebelum Amyra benar benar yakin . " ucap Bima .


" Gua mau ketemu sama Amyra ! gua mau jelasin semua ! . " paksa Elvano .


" Dengerin gua El ! gua yang mati Matian jaga perasaan Amyra biar bisa tersenyum , dan sekarang dia menangis seperti ini . "


" Ingat El . Gua bisa kapan saja bawa Amyra pergi ! jadi Sebaiknya lu selsaikan urusan lu secepatnya dengan Alisha sebelum gua berubah pikiran . " ancam Bima kemudian menutup panggilan itu .


" Sialan ! Kenapa juga Alisha balik kesini !" batin Elvano kesal .


*****


" gua udah ketemu sama cewe yang nama nya Amyra itu , Ternyata hanya cewek biasa !" ucap Alisha yang tengah menelepon seseorang .


" Terus gimana sama kak El ? udah ketemu dia belum ?" tanya seseorang di balik telepon yang tak lain adalah Elvina .


" Udah , tapi gua malah di usir ! ini semua karena cewek sialan itu ! " kesal Alisha .


" lu tenang aja , gua ada di pihak lu !" ucap Vina mendukung Alisha .


Senyuman jahat Alisha terlihat di wajah nya .

__ADS_1


" Kita lihat , seberapa kuat cewek ****** itu bertahan . Gak ada yang bisa rebut Elvano dari ku . " gumam Alisha .


__ADS_2