Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Nyaman


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam .


Bima dan kedua sahabat nya masih berbincang di tempat Theo . Sedangkan cuaca di luar sana sedang hujan lebat .


" Eh Bima , cewek yang mau Lu nikahi tuh dari keluarga mana ?" tanya Theo.


" Dia cuma cewek biasa kok , bukan dari keluarga terkenal manapun . " jawab Bima .


" Beneran ? rumah nya dimana ?" tanya Theo kembali .


" Sebenarnya dia udah beberapa waktu ini tinggal di tempat gua . Soal nya ada beberapa accident yang terjadi . So , Gua bawa dia di tempat gua . " jawab Bima santai .


Bima memang orang yang sangat terbuka dan jujur , tentang apapun itu . Apalagi kalau berhadapan dengan kedua sahabat nya itu .


" Wiss ! kenyang dong Lu ada cewek di tempat lu . Pantesan aja betah kagak keluar keluar . " ucap Theo .


" Gila aja ! Masa iya gua mainin cewek yang lagi hamil !" Bima tertawa.


" Gua juga penasaran , secantik apa cewek itu . Sampe sampe lu mau nikahi dia , mana udah di hamilin sama orang lain . " Tanya Elvano yang sedari tadi mendengarkan percakapan Bima dan Theo .


" Kapan kapan aku kenalin , ok . " ucap Bima .


Tak lama kemudian ponsel Bima berbunyi , Bima langsung menjawab panggilan itu ketika melihat nama Amyra tertera disana .


" Ya , Ra . Kenapa ?" tanya Bima .


" Bima , kapan pulang ?" suara Amyra terdengar ragu .


" Emang kenapa , Ra ? " tanya Bima .


" Di luar hujan lebat banget , Bima . Aku ,, " ucap Amyra ragu .


" Kamu kenapa ,Ra ? Bukan nya ada Elsa ?" tanya Bima .


" Elsa udah pulang tadi sore karena kakak nya telepon . Aku sendirian di sini , tapi gak apa apa kok . Maaf kalo ganggu waktu kamu . " Amyra merasa bersalah karena sudah menelepon Bima . Amyra memang sangat takut di saat hujan sendirian , tapi dirinya juga tidak mau mengganggu waktu Bima .


" Sebentar lagi aku pulang kok . " ucap Bima .


" Tapi ,, " Amyra bingung .


" Tapi kenapa Ra ? " tanya Bima .


" Maaf udah ganggu waktu kamu ,Bima . " ucap Amyra .


" Aku emang udah mau pulang kok , tunggu ya Ra . " ucap Bima kemudian mematikan panggilan itu.


" Yaelaaah , yang udah mau punya istri . Di telepon sekali aja langsung pulang . " ledek Theo . Bima tersenyum .


" Ya ampun , gua lupa !" Bima menepuk kening nya sendiri .


" Lupa apaan ?" tanya Theo .


" Tadi dia mau gula kapas ! Gua bisa sampe lupa . " ucap Bima .


Seketika Elvano dan Theo tertawa terbahak bahak .


" Gula kapas ?" Theo semakin tertawa .


" Emang berapa sih umur tuh cewek ! Masa iya minta nya gula kapas ?" tanya Elvano .


" Mungkin sekitar 25 tahunan lah , emang kenapa ?" tanya Bima .


" lucu aja , gua kira lu mau nikahin anak SD !" Theo meledek Bima .


" Kalo kalian kenal ama tuh cewek ! Gua yakin kalian bakal suka juga . " ucap Bima .


Elvano dan Theo tertawa . Namun memang mereka sudah biasa tertawa bercanda seperti itu , Bima sudah biasa mendengar nya .


" Aneh gua ! Yang satu kegilaan cari cewek satu malam yang menghilang . Yang satu malah mau nikahin cewek yang hamil ! " Ucap Theo .


" Elvano ?" tanya Bima .


" Yups ! Liat aja dia , beberapa hari ini kaya orang gila karena cari cewek yang pernah dia tidurin tau gak ?" ucap Theo .

__ADS_1


" Shut up lu ! lu tau gak kenapa gua cariin dia ?" ucap Elvano kesal .


" Karena dia curi uang lu mungkin ! " Ucap Theo yang semakin bersemangat meledek sahabat nya itu .


" Gila kali lu , mana iya gua masalahin uang ! "


" Dia masih Virgin bro , sejak kejadian itu . Gua kepikiran terus . Bisa gila gua !" Elvano frustasi .


" Emang beneran gak ketemu ,El ?" tanya Theo .


" Gak tau lah ! Di telan bumi mungkin , atau udah mati di makan setan kali . " jawab Elvano kesal .


" Nanti gua bantu cari . " ucap Bima .


" Nah ini , baru nama nya temen ! jangan kaya si kadal itu , bisa nya cuma ngeledek doang !" ucap Elvano.


Sifat Elvano yang angkuh dan tegas , bisa berubah drastis di hadapan kedua sahabat nya itu .


Sisi kekanakan Elvano hanya di ketahui oleh kedua sahabat nya itu .


" Gua duluan ya bro . Udah malem juga . " Pamit Bima seraya memakai sweater hoodie milik nya.


" Ok , Bro . " Ucap Elvano . Bima oun pergi meninggalkan tempat itu .


Disana hanya tinggal Theo dan Elvano .


" Salut gua sama tuh anak ! " ucap Theo .


" salut apaan ?" tanya Elvano .


" Bisa bisa nya mau nikahi cewek yang udah di hamilin orang lain . Kalo gua sih ogah !" ucap Theo .


" Mungkin dia punya alasan lain . Atau emang tuh cewek bener bener cantik , sampe bisa buat si Bima kaya gitu . " ucap Elvano .


" Iya juga kali ya . Jadi penasaran gua sama tuh cewek . Siapa tadi namanya ? Gua lupa . " ucap Theo dengan serius mengingat ingat nama wanita yang akan di nikahi sahabat nya itu .


" Ahh , Amyra nama nya !" ucap Theo semangat karena berhasil mengingat nama wanita itu .


" Amyra ???" Tanya Elvano .


" Iya , tapi gak mungkin juga dia orang yang sama kan ." ucap Elvano .


" iya juga sih , mungkin hanya sama nama aja , atau gua yang salah denger ya ?" ucap Theo .


" Udahlah , males gua bahas cewek mulu . Gua udah mau lupain aja tuh cewek . Penting kagak , pusing iya mikirin tuh cewek ! " ucap Elvano acuh .


" Lagian sih lu , Cewek segitu banyak nya yang ngejar lu . Eh ini malah cari yang gak jelas . * ucap Theo .


" Berisik banget sih lu , kadal !" ucap Elvano kesal .


Theo kembali tertawa melihat ekspresi Elvano yang kesal .


*******


Sementara itu , Amyra terlihat mondar mandir di dekat pintu karena menunggu Bima pulang .


Amyra merasa gelisah dan khawatir , apalagi hujan kini semakin lebat .


Samar samar terdengar suara mobil berhenti di depan sanggar . Amyra dengan segera membuka pintu .


Wajah Amyra seketika terlihat senang ketika melihat sosok yang keluar dari mobil itu adalah Bima . Bima bergegas turun dan masuk ke sanggar itu karena hujan yang sangat lebat .


" Bima . " Amyra langsung memeluk Bima . Bima kaget dengan tingkah laku Amyra yang tiba tiba memeluk nya .


" Kamu gak apa apa kan Ra ?" tanya Bima khawatir .


Amyra tersadar dengan apa yang barusan dia lakukan , Amyra seketika melepas pelukan nya .


" Maaf . " ucap Amyra . Bima hanya tersenyum


" Beneran gak apa apa ?" tanya Bima meyakinkan .


" Aku gak apa apa kok , cuma senang aja liat kamu pulang . " ucap Amyra .

__ADS_1


Bima tersenyum melihat tingkah laku Amyra yang kini terlihat malu malu .


" Ayo cepet masuk , disini dingin . " Bima dengan lembut mengajak Amyra untuk masuk .


" Kamu udah makan ?" tanya Bima .


" Udah , tadi sore sama Elsa . " jawab Amyra seraya berjalan beriringan menuju lantai dua dimana kamar mereka masing masing berada .


" Cepet tidur gih , udah malem . " ucap Bima yang telah sampai di depan kamar Amyra .


" Iya , aku masuk duluan ya . " ucap Amyra . Bima pun mengangguk kemudian menutup pintu kamar Amyra . Bima pun berlalu masuk ke kamar nya .


Bima membersihkan dirinya kemudian mengganti pakaian nya yang terlihat sedikit basah karena hujan tadi .


Bima membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur itu . Mencoba meng istirahat kan badan nya .


Sedangkan Amyra justru terlihat kebingungan dan takut . Amura memang paling takut dengan hujan lebat , apalagi tak sekali petir menyambar dengan suara gemuruh nya .


Amyra tidak bisa lagi menahan rasa takut nya . Amyra pun memberanikan diri menghampiri kamar Bima .


Tok Tok Tok


" Bima ?" panggil Amyra ragu . Namun tak terdengar jawaban apapun karena suara hujan yang deras .


" Bima ? kamu udah tidur ?" Amyra kembali mencoba mengetuk pintu kamar Bima .


Tak lama kemudian Bima membuka pintu kamar nya .


" Ya Ra . Kenapa ? Maaf suara nya gak kedengeran soal nya hujan nya lebat banget . " ucap Bima .


" Hmm ,, anu . " Amyra terlihat ragu , dengan memeluk bantal Amyra bingung harus berkata apa .


" Kenapa Ra ?" tanya Bima dengan sedikit mencondongkan wajah nya ke wajah Amyra .


" Boleh aku duduk di situ sampai hujan nya reda ? aku janji gak bakalan ganggu kamu kok . " ucap Amyra meminta ijin untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar Bima .


" Kamu takut ?" tanya Bima . Amyra mengangguk pelan .


Bima tersenyum melihat tingkah laku Amyra .


" Masuk lah . " ucap Bima membuka lebar pintu kamar nya . Amyra pun masuk ke kamar Bima dan duduk di sofa sudut ruangan itu .


" Tidur gih , biar aku duduk disini . " ucap Bima . Amyra menggelengkan kepala nya .


" Aku bakal jagain kamu kok , kamu tidur di sini . " ucap Bima menuntun Amyra ke tempat tidur milik nya .


Amyra pun berbaring di tempat tidur milik Bima , Bima menyelimuti nya dengan selimut milik nya.


" Tidur lah , aku duduk di sana. " ucap Bima seraya menunjuk sofa yang berada di sudut ruangan itu .


" Tunggu ." ucap Amyra menahan tangan Bima yang hendak berdiri dari tempat tidur itu . Bima pun menoleh .


" Aku takut . " Ucap Amyra ragu . Bima pun tersenyum .


Bima kemudian membaringkan tubuh ya di samping Amyra .


" Tidur lah , ada aku disini . " ucap Bima yang berbaring saling berhadapan dengan Amyra . Bima mengelus rambut Amyra lembut . Amyra memeluk bantal nya .


" Jangan ragu buat minta tolong atau butuh sesuatu Ra. " ucap Bima . Amyra mengangguk.


Terdengar suara petir yang sangat keras hingga membuat Amyra kaget dan menutup mata .


" Sini Ra . " Bima membuka kedua lengan nya meng isyaratkan agar Amyra berbaring lebih dekat dengan nya . Amyra pun menggeser tubuh nya agar bisa masuk dalam pelukan Bima .


" Gini udah cukup ?" tanya Bima yang menjadikan lengan nya sebagai bantal Amyra . Amyra mengangguk pelan .


" Sekarang , tidur lah . " ucap Bima . Amyra oun mencoba menutup matanya .


Rasa nyaman dalam pelukan Bima membuat Amyra lebih tenang , hingga akhir nya Amyra pun tertidur .


Bima menatap lekat wajah Amyra yang kini terlihat lelap .


" Sekarang aku yang gak busa tidur . " gumam Bima ketika kini tubuh Amyra berada dalam pelukan nya .

__ADS_1



...***************...


__ADS_2