
Wajah cantik Vina yang bak pinang di belah dua dengan sang ibu juga sisi tegas dari sang ayah membuat Vina selalu menjadi pusat perhatian para pria .
Dandanan nya yang terkesan agak tomboi dan terkesan badgirl juga menjadi salah satu da tarik nya .
Sifat nya memang menurun dari papa dan kaka nya , namun Vina juga memiliki hobi dan keinginan yang berbeda dari papa dan kaka nya .
Sang papa dan Elvano yang memiliki hobi sekaligus bisnis di bidang properti berbanding terbalik dengan Vina yang lebih suka traveling dan jalan jalan .
Vina bisa menghabiskan banyak uang hanya sekadar untuk traveling dan belanja .
Sifat gila belanja nya lah yang di turunkan oleh sang mama .
Sejak duduk di bangku sekolah menengah , Vina memang sudah susah diatur . Dia akan nekat pergi dari rumah kalau keinginan nya tidak terpenuhi .
Bukan hanya sekali Vina pergi dari rumah hanya karena keinginan nya untuk traveling ke suatu negara di larang oleh mama nya . Hingga akhir nya papa dan mama nya pun harus mengijinkan nya .
Terakhir kali Vina meminta untuk kuliah di Amerika , dan sempat di larang oleh kedua orang tua nya . Namun akhir nya Vina yang sudah beranjak dewasa memilih untuk pergi tanpa sepengetahuan orang tua nya , hingga akhir nya orang tua nya pun menyerah .
Vina memang satu satu nya anak perempuan Mama Rosa dan Papa David . Namun Vina lebih sering berada di luar rumah bahkan di luar negara .
Sesekali Vina selalu menginap di Apartemen Elvano kaka nya dari pada harus pulang ke rumah karena Vina tau kalau mama nya selalu mengomel dan bersikap berlebihan .
Vina memang sangat dekat dengan Elvano , walaupun jarang bertemu namun kedekatan antara kaka beradik itu sangat dekat .
Elvano cenderung tak pernah melarang Vina , dan justru selalu mengabulkan semua keinginan adik satu satu nya itu .
Setiap kali Vina berulah dan membuat masalah di luar sana , Elvano lah yang terdepan membela dan membereskan semua nya .
Vina memang seringkali berulah . Entah menabrak orang di jalan , ataupun mabuk hingga membuat onar di beberapa club malam .
Kuliah nya di Amerika pun hanya sebatas formalitas saja agar dirinya bisa bebas traveling kemana saja yang dia ingin kan . Dan hanya Elvano yang mengetahui itu .
Elvano hanya berpesan agar Vina tidak melewati batas sampai memakai narkoba saja .
Hal itu membuat Vina semakin lebih percaya pada Elvano daripada siapapun .
Elvano tau kalau adik nya itu nakal , namun Elvano pun tak sembarang mengijinkan Vina untuk tinggal sendiri di Amerika .
Elvano menempatkan beberapa orang kepercayaan nya di Amerika untuk menjaga adik nya itu tanpa sepengetahuan Vina .
Kekayaan yang tiada habis nya membuat Vina bebas melakukan apapun dan membeli apapun yang dia inginkan .
****
Elvano masuk kedalam kamar membawa makanan dan minuman untuk Amyra .
" Makan dulu , minum obat . Lalu istirahat . " ucap Elvano menyodorkan makanan diatas meja .
" Kamu makan juga kan ?" ucap Amyra .
" Kamu aja . "
" Barengan . " rengek Amyra . Elvano hanya bisa mengangguk menyetujui nya .
__ADS_1
Amyra menyodorkan satu sendok makanan ke mulut Elvano .
" Ini . " ucap Amyra . Elvano pun melahap nya .
Elvano mengunyah makanan nya sambil tersenyum .
" Kenapa malah senyum senyum . " ucap Amyra heran .
Elvano hanya menggelengkan kepala nya .
Elvano memperhatikan cara makan Amyra yang seperti anak kecil . Sesekali terlihat Amyra tersenyum senang ketika merasakan enak nya makanan yang dia makan .
" Mau lagi ?" tanya Amyra .
" Nggak , kamu habisin aja . Aku gak lapar . " ucap Elvano .
" Yaudah kalo gak mau . " ucap Amyra kemudian dengan lahap menyantap makanan itu .
" Laper banget ya ?" ledek Elvano .
" Iya , laper banget . " ucap Amyra menganggukkan kepalanya .
" Pelan pelan . " ucap Elvano yang melihat Amyra terlihat terburu buru .
Amyra hanya tersenyum .
" Huh , kenyang nya . " ucap Amyra mengusap perut nya .
" Vitamin nya yang mana ?" tanya Amyra memilah beberapa bungkus obat di atas meja .
" Yang itu . " ucap Elvano menunjuk salah satu obat .
" Oh .. " ucap Amyra kemudian mengambil vitamin tersebut kemudian meminum nya .
" Kaya nya aku kekenyangan . " ucap Amyra yang merasa tidak nyaman dengan perut nya .
Amyra mengusap usap perut dan pinggang nya yang terasa sangat penuh .
Tak lama kemudian rasa mual mulai menyeruak dari tenggorokan Amyra .
Amyra bergegas berlari menuju kamar mandi .
Amyra memuntahkan seluruh isi perut nya yang baru saja terisi itu .
Elvano segera menghampiri kamar mandi .
" Ra ? Kamu kenapa ?" tanya Elvano khawatir mengetuk pintu kamar mandi .
Masih terdengar suara Amyra yang muntah muntah .
" Ra ?" Elvano semakin khawatir .
" Aku gak apa apa kok . " jawab Amyra kemudian kembali memuntahkan isi perut nya .
__ADS_1
" Buka lah dulu pintu nya . Aku khawatir . " ucap Elvano mencoba membuka gagang pintu itu .
Tak lama kemudian Amyra keluar dengan wajah yang agak pucat .
" Kamu gak apa apa ?" tanya Elvano khawatir .
Amyra hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum . Namun tak lama kemudian rasa mual itu kembali muncul hingga membuat Amyra harus kembali masuk ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya lagi .
" Aku panggil dokter ya ?" ucap Elvano yang sangat cemas melihat Amyra yang tak henti henti nya muntah .
" Aku gak apa apa kok . " ucap Amyra mencoba tenang . Namun Elvano justru semakin khawatir .
Elvano keluar dari kamar nya dan berjalan menuju kamar orang tua nya .
" Ma ! Mama ! Buka pintu nya Ma . " teriak Elvano menggedor pintu kamar orang tua nya .
Tak lama kemudian mama Rosa pun membuka pintu kamar nya .
" Ada apa El ? ini hampir tengah malam , kamu malah teriak teriak . " ucap Mama Rosa heran seraya mengucek mata nya yang mengantuk .
" Amyra Ma . " ucap Elvano panik .
" Amyra kenapa !" Mama Rosa kaget dan juga panik .
" Amyra muntah muntah !" teriak Elvano panik .
Seketika mama Rosa tertawa lucu .
" Kok mama malah ketawa ! El takut Amyra kenapa kenapa ! Dia gak mau El panggil dokter . " ucap Elvano kesal .
" El , El . Nama nya juga lagi hamil muda . Pasti muntah muntah , mual . " ucap Mama Rosa .
" Masa sih ma ? tapi Amyra beneran muntah muntah Ma . " ucap Elvano .
" Iya mama tau . Mama juga mengalami nya , waktu hamil kamu mama tiap hari muntah muntah dan papa kamu sama persis panik nya kaya kamu !" ucap mama Rosa .
" terus sekarang El harus gimana ? kan kasihan dia . " ucap Elvano bingung .
" Kasih saja air hangat sama madu . Mama kura Amyra kenapa sampai kamu mau bangunin mama kaya orang ketakutan gitu . " ucap Mama Rosa tersenyum .
" Habis nya El gatau harus nanya ke siapa lagi . " ucap Elvano menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal . Elvano terlihat malu karena sudah membangun kan mama nya itu hanya karena masalah yang ternyata sangat sepele itu .
" Tapi mama bersyukur , berarti kamu masih anggap mama itu ibu kamu . " ucap Mama Rosa mengusap pundak anak sulung nya itu .
" Cepat gih temani dia . Bawain air hangat dan madu biar mual nya agak mereda . " suruh mama Rosa .
" Cepet . " Mama Rosa mendorong punggung Elvano .
" Makasih ma . " ucap Elvano kemudian berjalan menuju dapur .
" Mama yang harus nya bilang makasih sama Amyra karena berkat keberadaan dia , kamu bisa jadi lebih dekat dengan mama . " gumam Mama Rosa tersenyum haru .
...************...
__ADS_1