Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Mencari


__ADS_3

" Hah? Takut hujan ?" Elvano heran mendengar perkataan Amyra dan tertawa . Amyra merasa sangat malu dan juga kesal .


Elvano berhenti tertawa dan melihat wajah Amyra yang terlihat cemas .


Amyra terlihat gelisah serba salah , sesekali tubuh nya tersentak ketika petir menyambar . Elvano mulai menyadari kalau memang ketakutan Amyra akan hujan itu benar .


Elvano beranjak dari tempat nya kemudian menghampiri Amyra dan duduk di tepi ranjang .


" Kamu keringetan ?" ucap Elvano yang melihat wajah pucat dan ketakutan Amyra sampai berkeringat .


Elvano mengusap dahi Amyra yang terasa dingin akan keringat .


Mata Amyra seketika di tutup ketika petir menyambar. dengan keras nya .


" Kamu gak apa apa , Ra ?" Elvano mulai merasa cemas melihat Amyra yang ketakutan . Amyra masih menutup mata nya rapat .


Memang malam itu hujan terasa sangat deras di tambah lagi dengan petir yang tak henti henti nya menyambar .


Elvano lebih mendekat kan tubuh nya dan merangkul pundak Amyra agar bersandar pada dada nya .


" Sini . " ucap Elvano yang kini memeluk sebagian badan Amyra .


" Dia sampai gemetar hanya karena takut hujan ?" gumam Elvano dalam hati yang merasakan tubuh Amyra gemetar dengan keringat dingin .


" Makasih . " ucap Amyra pelan .


" hmm ?" tanya Elvano yang tidak terlalu mendengar ucapan Amyra .


Tangan Amyra kini memeluk dada bidang Elvano erat . Berharap hujan akan segera berhenti .


" Tidurlah , aku jaga kamu . " ucap Elvano kemudian membaringkan tubuh Amyra yang masih dalam posisi memeluk nya .


" Boleh tetep kaya gini sampe hujan nya reda ?" tanya Amyra yang berharap Elvano memeluk nya sampai hujan reda .


" Ya . " jawab Elvano singkat .


Amyra kini berada dalam pelukan Elvano sempurna dengan posisi saling berhadapan .


Amyra merasa nyaman dan rasa takut nya pun mulai hilang , namun dada nya kini tak henti henti nya berdebar .


" Duh , kenapa perasaan ku jadi kaya gini . " gumam Amyra dalam hati .


Amyra menggeser badan nya dan membalikan badan hingga kini memunggungi Elvano .


" Udah lebih tenang ?" tanya Elvano . Amyra bergumam .


" Iya . " jawab Amyra ragu , karena memang hujan yang masih cukup deras .


" Jawaban nya kurang yakin gitu , masih mau aku peluk ?" tanya Elvano kembali . Sejenak Amyra terdiam .


Namun ketika petir kembali menyambar , tubuh Amyra kembali tersentak karena takut dan kaget .


Elvano pun langsung memeluk Amyra dari belakang . Amyra kaget namun juga Amyra tak bisa membohongi dirinya sendiri yang saat ini memang membutuhkan Elvano .


Tangan Elvano melingkar sempurna di tubuh Amyra .


" Tidurlah . " ucap Elvano lembut .


Elvano mencium wangi rambut Amyra , bahkan harum tubuh khas Amyra terasa begitu menggoda Elvano .

__ADS_1


Aroma tubuh Amyra membuat Elvano mengingat kejadian malam itu . Elvano meresapi nya .


" kalo hujan nya udah berhenti , kamu boleh lepasin kok . " ucap Amyra .


Elvano tak menjawab nya .


" Aku gak berharap hujan nya berhenti . Baru kali ini aku merasa hujan deras ini lebih baik lebih lama lagi . " gumam Elvano dalam hati .


Tak terasa cukup lama mereka berada dalam posisi itu hingga mereka berdua tertidur bersama . Amyra terlihat sangat terlelap tidur dalam pelukan Elvano .


****


Waktu menunjuk kan pukul 03:00


Elvano terbangun dari tidur nya . Mata nya perlahan terbuka , dan mendapati Amyra yang masih dalam pelukan nya .


" Ternyata semalam bukan mimpi ." Elvano tersenyum kemudian lebih mengeratkan pelukan nya di perut Amyra .


Tangan Elvano menyentuh perut Amyra . Mengusap nya lembut . Elvano mencium kepala belakang Amyra .


" Aku kira kamu bakal gak ada pas aku bangun , seperti waktu itu . " gumam Elvano dalam hati .


" Andai saja waktu itu kamu gak langsung pergi , Ra . Mungkin saat ini gak bakal ada nama Bima diantara kita ." gumam Elvano .


" Walaupun kamu gak hamil , aku bakal tetap mencari dan menginginkan mu , Ra . Tapi kenapa harus ada Bima . " Gumam Elvano .


" Tapi aku gak bakal lepasin kamu Amyra . Gak akan pernah !" tegas nya dalam hati .


Amyra membalikan badan nya , kini berhadapan dengan Elvano . Dengan mata yang masih terlelap tanpa dia di sadari Amyra melingkar kan tangan nya di perut Elvano .


Elvano senang dan membalas pelukan Amyra .


Sesekali tangan nya mengusap lembut rambut Amyra yang menutupi wajah cantik nya .


Elvano tidak mau sampai Amyra bangun .


Bibir seksi Amyra terlihat sangat menggiurkan , merah alami tanpa lipstik . Elvano berusaha keras membuang pikiran pikiran kotor yang kini ada dalam kepala nya .


Elvano segera memeluk Amyra agar wajah cantik Amyra tak terlalu membayangi nya .


" Tetap lah seperti ini , Ra . Setidak nya malam ini aku masih bisa menahan diri . " ucap Elvano pelan .


Elvano pun kembali melanjutkan tidur nya dengan posisi itu . Elvano pun kembali terlelap .


****


Pagi hari Elvano terbangun dan menyadari kalau Amyra sudah tidak ada di kamar itu , seketika Elvano terbangun dan beranjak dari tempat tidur .


Elvano melihat kamar mandi yang kosong .


" Jangan jangan dia . " Elvano takut kalau Amyra kembali pergi seperti kejadian malam itu .


Segera Elvano keluar dari kamar nya dan berusaha mencari keberadaan Amyra .


Dengan setengah berlari Elvano menyusuri setiap ruangan yang dia lewati , berharap kalau Amyra tak akan pergi jauh .


Ketika melewati dapur Elvano mendengar suara yang tak asing bagi nya .


Elvano mendengar suara tawa Ibu nya di dapur . Segera Elvano menuju dapur .

__ADS_1


" Fiuhhh ... " Elvano merasa lega ketika melihat Amyra yang kini tengah berada di dapur bersama mama Rosa .


" El , habis dari mana kamu ? kaya nya cape gitu ?" tanya Mama Rosa yang melihat Elvano dengan nafas yang terengah engah .


" Ehhmm ,,, habis olahraga . " jawab Elvano asal .


" Olahraga ? Sejak kapan kamu olahraga jam segini ?" tanya mama Rosa heran .


" Sejak tadi . Iya , sejak tadi . " jawab asal Elvano .


Elvano kemudian duduk di kursi yang berada di dapur itu .


Amyra melihat Elvano yang terengah engah karena habis berlarian .


" Minum dulu . " ucap Amyra menyodorkan segelas air putih . Elvano pun langsung meminum nya .


" Pagi pagi udah olahraga , tuh keringet nya banyak banget . " ucap Amyra menunjuk dahi Elvano yang berkeringat .


" Kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau keluar dari kamar ?" tanya Elvano pelan namun serius .


Elvano merasa kesal karena hampir saja dirinya mengira kalau Amyra akan kabur lagi .


" Kamu nya lelap banget tidur , gak enak kalau di bangunin . " ucap Amyra .


" Aku cari kamu sampe lari lari di dalam rumah . Aku kira kamu kabur !" ucap Elvano kesal .


" hmm , kabur ?" Amyra berpikir .


" Jangan pernah lagi pergi tanpa memberi tahu . Paham ?" ucap Elvano , Amyra mengangguk .


" Kalian mau langsung sarapan ?" tanya mama Rosa .


" Aku mau mandi dulu . " ucap Elvano seraya bangun dari duduk nya kemudian berjalan menuju kamar nya kembali .


" Aku juga . " ucap Amyra kemudian berjalan mengikuti langkah Elvano .


Sesampai nya di kamar , Elvano justru merebahkan kembali tubuh nya di tempat tidur .


" Kata nya mau mandi ?" tanya Amyra .


" Aku cape . " jawab Elvano membenamkan wajah nya di bantal empuk itu .


" Mama Rosa pasti nunggu kita buat sarapan bareng , El . " ucap Amyra seraya mengoyang goyangkan tubuh Elvano .


Elvano pun membalikkan badan nya .


" Siapa suruh kamu pagi pagi udah bikin aku cape cari kamu !" ucap Elvano layak nya seorang anak kecil .


Amyra tersenyum lucu .


" Iyaaa , maaf El . " ucap Amyra .


Amyra merasa kalau ternyata sifat Elvano memang ke kanak kanakan .


" Aku mandi duluan ya . " ucap Amyra kemudian masuk ke kamar mandi .


Elvano memperhatikan nya .


Elvano merasa senang karena kini dirinya bisa lebih dekat dengan Amyra , bahkan kini tinggal satu langkah lagi hingga dirinya bisa menikahi Amyra .

__ADS_1


" Gak sabar gua pengen cepet cepet nikahi kamu , Ra . Gua gak tau seberapa kuat gua nahan diri terus . " gumam nya gemas dalam hati .


...*****************...


__ADS_2