
" Hah? Takut hujan ?" Elvano heran mendengar perkataan Amyra dan tertawa . Amyra merasa sangat malu dan juga kesal .
Elvano berhenti tertawa dan melihat wajah Amyra yang terlihat cemas .
Amyra terlihat gelisah serba salah , sesekali tubuh nya tersentak ketika petir menyambar . Elvano mulai menyadari kalau memang ketakutan Amyra akan hujan itu benar .
Elvano beranjak dari tempat nya kemudian menghampiri Amyra dan duduk di tepi ranjang .
" Kamu keringetan ?" ucap Elvano yang melihat wajah pucat dan ketakutan Amyra sampai berkeringat .
Elvano mengusap dahi Amyra yang terasa dingin akan keringat .
Mata Amyra seketika di tutup ketika petir menyambar. dengan keras nya .
" Kamu gak apa apa , Ra ?" Elvano mulai merasa cemas melihat Amyra yang ketakutan . Amyra masih menutup mata nya rapat .
Memang malam itu hujan terasa sangat deras di tambah lagi dengan petir yang tak henti henti nya menyambar .
Elvano lebih mendekat kan tubuh nya dan merangkul pundak Amyra agar bersandar pada dada nya .
" Sini . " ucap Elvano yang kini memeluk sebagian badan Amyra .
" Dia sampai gemetar hanya karena takut hujan ?" gumam Elvano dalam hati yang merasakan tubuh Amyra gemetar dengan keringat dingin .
" Makasih . " ucap Amyra pelan .
" hmm ?" tanya Elvano yang tidak terlalu mendengar ucapan Amyra .
Tangan Amyra kini memeluk dada bidang Elvano erat . Berharap hujan akan segera berhenti .
" Tidurlah , aku jaga kamu . " ucap Elvano kemudian membaringkan tubuh Amyra yang masih dalam posisi memeluk nya .
" Boleh tetep kaya gini sampe hujan nya reda ?" tanya Amyra yang berharap Elvano memeluk nya sampai hujan reda .
" Ya . " jawab Elvano singkat .
Amyra kini berada dalam pelukan Elvano sempurna dengan posisi saling berhadapan .
Amyra merasa nyaman dan rasa takut nya pun mulai hilang , namun dada nya kini tak henti henti nya berdebar .
" Duh , kenapa perasaan ku jadi kaya gini . " gumam Amyra dalam hati .
Amyra menggeser badan nya dan membalikan badan hingga kini memunggungi Elvano .
" Udah lebih tenang ?" tanya Elvano . Amyra bergumam .
" Iya . " jawab Amyra ragu , karena memang hujan yang masih cukup deras .
" Jawaban nya kurang yakin gitu , masih mau aku peluk ?" tanya Elvano kembali . Sejenak Amyra terdiam .
Namun ketika petir kembali menyambar , tubuh Amyra kembali tersentak karena takut dan kaget .
Elvano pun langsung memeluk Amyra dari belakang . Amyra kaget namun juga Amyra tak bisa membohongi dirinya sendiri yang saat ini memang membutuhkan Elvano .
Tangan Elvano melingkar sempurna di tubuh Amyra .
" Tidurlah . " ucap Elvano lembut .
Elvano mencium wangi rambut Amyra , bahkan harum tubuh khas Amyra terasa begitu menggoda Elvano .
__ADS_1
Aroma tubuh Amyra membuat Elvano mengingat kejadian malam itu . Elvano meresapi nya .
" kalo hujan nya udah berhenti , kamu boleh lepasin kok . " ucap Amyra .
Elvano tak menjawab nya .
" Aku gak berharap hujan nya berhenti . Baru kali ini aku merasa hujan deras ini lebih baik lebih lama lagi . " gumam Elvano dalam hati .
Tak terasa cukup lama mereka berada dalam posisi itu hingga mereka berdua tertidur bersama . Amyra terlihat sangat terlelap tidur dalam pelukan Elvano .
****
Waktu menunjuk kan pukul 03:00
Elvano terbangun dari tidur nya . Mata nya perlahan terbuka , dan mendapati Amyra yang masih dalam pelukan nya .
" Ternyata semalam bukan mimpi ." Elvano tersenyum kemudian lebih mengeratkan pelukan nya di perut Amyra .
Tangan Elvano menyentuh perut Amyra . Mengusap nya lembut . Elvano mencium kepala belakang Amyra .
" Aku kira kamu bakal gak ada pas aku bangun , seperti waktu itu . " gumam Elvano dalam hati .
" Andai saja waktu itu kamu gak langsung pergi , Ra . Mungkin saat ini gak bakal ada nama Bima diantara kita ." gumam Elvano .
" Walaupun kamu gak hamil , aku bakal tetap mencari dan menginginkan mu , Ra . Tapi kenapa harus ada Bima . " Gumam Elvano .
" Tapi aku gak bakal lepasin kamu Amyra . Gak akan pernah !" tegas nya dalam hati .
Amyra membalikan badan nya , kini berhadapan dengan Elvano . Dengan mata yang masih terlelap tanpa dia di sadari Amyra melingkar kan tangan nya di perut Elvano .
Elvano senang dan membalas pelukan Amyra .
Sesekali tangan nya mengusap lembut rambut Amyra yang menutupi wajah cantik nya .
Elvano tidak mau sampai Amyra bangun .
Bibir seksi Amyra terlihat sangat menggiurkan , merah alami tanpa lipstik . Elvano berusaha keras membuang pikiran pikiran kotor yang kini ada dalam kepala nya .
Elvano segera memeluk Amyra agar wajah cantik Amyra tak terlalu membayangi nya .
" Tetap lah seperti ini , Ra . Setidak nya malam ini aku masih bisa menahan diri . " ucap Elvano pelan .
Elvano pun kembali melanjutkan tidur nya dengan posisi itu . Elvano pun kembali terlelap .
****
Pagi hari Elvano terbangun dan menyadari kalau Amyra sudah tidak ada di kamar itu , seketika Elvano terbangun dan beranjak dari tempat tidur .
Elvano melihat kamar mandi yang kosong .
" Jangan jangan dia . " Elvano takut kalau Amyra kembali pergi seperti kejadian malam itu .
Segera Elvano keluar dari kamar nya dan berusaha mencari keberadaan Amyra .
Dengan setengah berlari Elvano menyusuri setiap ruangan yang dia lewati , berharap kalau Amyra tak akan pergi jauh .
Ketika melewati dapur Elvano mendengar suara yang tak asing bagi nya .
Elvano mendengar suara tawa Ibu nya di dapur . Segera Elvano menuju dapur .
__ADS_1
" Fiuhhh ... " Elvano merasa lega ketika melihat Amyra yang kini tengah berada di dapur bersama mama Rosa .
" El , habis dari mana kamu ? kaya nya cape gitu ?" tanya Mama Rosa yang melihat Elvano dengan nafas yang terengah engah .
" Ehhmm ,,, habis olahraga . " jawab Elvano asal .
" Olahraga ? Sejak kapan kamu olahraga jam segini ?" tanya mama Rosa heran .
" Sejak tadi . Iya , sejak tadi . " jawab asal Elvano .
Elvano kemudian duduk di kursi yang berada di dapur itu .
Amyra melihat Elvano yang terengah engah karena habis berlarian .
" Minum dulu . " ucap Amyra menyodorkan segelas air putih . Elvano pun langsung meminum nya .
" Pagi pagi udah olahraga , tuh keringet nya banyak banget . " ucap Amyra menunjuk dahi Elvano yang berkeringat .
" Kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau keluar dari kamar ?" tanya Elvano pelan namun serius .
Elvano merasa kesal karena hampir saja dirinya mengira kalau Amyra akan kabur lagi .
" Kamu nya lelap banget tidur , gak enak kalau di bangunin . " ucap Amyra .
" Aku cari kamu sampe lari lari di dalam rumah . Aku kira kamu kabur !" ucap Elvano kesal .
" hmm , kabur ?" Amyra berpikir .
" Jangan pernah lagi pergi tanpa memberi tahu . Paham ?" ucap Elvano , Amyra mengangguk .
" Kalian mau langsung sarapan ?" tanya mama Rosa .
" Aku mau mandi dulu . " ucap Elvano seraya bangun dari duduk nya kemudian berjalan menuju kamar nya kembali .
" Aku juga . " ucap Amyra kemudian berjalan mengikuti langkah Elvano .
Sesampai nya di kamar , Elvano justru merebahkan kembali tubuh nya di tempat tidur .
" Kata nya mau mandi ?" tanya Amyra .
" Aku cape . " jawab Elvano membenamkan wajah nya di bantal empuk itu .
" Mama Rosa pasti nunggu kita buat sarapan bareng , El . " ucap Amyra seraya mengoyang goyangkan tubuh Elvano .
Elvano pun membalikkan badan nya .
" Siapa suruh kamu pagi pagi udah bikin aku cape cari kamu !" ucap Elvano layak nya seorang anak kecil .
Amyra tersenyum lucu .
" Iyaaa , maaf El . " ucap Amyra .
Amyra merasa kalau ternyata sifat Elvano memang ke kanak kanakan .
" Aku mandi duluan ya . " ucap Amyra kemudian masuk ke kamar mandi .
Elvano memperhatikan nya .
Elvano merasa senang karena kini dirinya bisa lebih dekat dengan Amyra , bahkan kini tinggal satu langkah lagi hingga dirinya bisa menikahi Amyra .
__ADS_1
" Gak sabar gua pengen cepet cepet nikahi kamu , Ra . Gua gak tau seberapa kuat gua nahan diri terus . " gumam nya gemas dalam hati .
...*****************...