Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Keluarga Reynard


__ADS_3

Sudah tiba saat nya Amyra bertemu dengan keluarga Elvano . Walaupun dirinya merasa belum siap , namun Amyra berusaha agar semua berjalan lancar.


Pagi itu Elvano datang untuk menjemput Amyra .


" Kamu yakin gak mau aku temani ?" tanya Bima yang merasa khawatir .


" Aku baik baik aja kok . Aku bisa . " ucap Amyra .


" Telpon aku kalau terjadi sesuatu . ok ?" ucap Bima . Amyra tersenyum .


" Gua pergi dulu bro . " pamit Elvano .


" Jaga dia !" ancam Bima . Elvano tak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam mobil , begitu pun Amyra .


Bima terdiam melihat mobil Elvano yang kini telah pergi dari sana .


*****


Sepanjang perjalanan Amyra tak berbicara sedikit pun . Amyra hanya menyandarkan kepala nya ke jendela mobil , menikmati pemandangan yang sudah lama dia tidak lihat .


Karena memang semenjak kehamilan nya . Amyra tak pernah kemanapun .


" Stop ! Berhenti dulu . " ucap Amyra mendadak meminta Elvano untuk menghentikan mobil nya. Elvano kaget dan langsung menepi .


" Ada apa ?" tanya Elvano yang masih bingung .


Namun Amyra tak menjawab nya dan langsung turun dari mobil . Membuat Elvano semakin kebingungan . Bergegas Elvano ikut turun dan menyusul Amyra yang dengan cepat berjalan ke dalam taman .


Elvano mengira kalau Amyra akan kabur atau meninggalkan nya .


Namun langkah Elvano terhenti , Elvano tersenyum .


Terlihat Amyra yang sedang berada di depan sebuah pedagang gula kapas . Raut wajah bahagia Amyra terlihat ketika dirinya mendapatkan satu buah gula kapas berwarna merah muda .


Elvano memperhatikan tingkah Amyra yang seperti seorang anak kecil .


Amyra sungguh sangat senang mendapatkan sesuatu yang sangat dia sukai . Tapi raut wajah Amyra seketika berubah ketika dirinya sadar kalau dia tak membawa sedikit pun uang untuk membayar gula kapas itu .


" Biar aku yang bayar . " ucap Elvano memberikan uang pada penjual gula kapas itu .


" ini kebanyakan tuan . " ucap si penjual gula kapas itu .


" ambil aja . " ucap Elvano .


Wajah Amyra masih terlihat sedih .


" Apa gula kapas nya masih kurang ?" tanya Elvano .


Amyra menggelengkan kepala nya .


" lalu ?" tanya Elvano kemudian .


" Maaf , jadi kamu yang harus bayar . Nanti aku minta Bima buat ganti uang kamu . " ucapan Amyra membuat Elvano sedikit kesal. Karena terlihat kalau Amyra sangat dekat dengan Bima .


" Gausah . Ayo kita pergi. " ucap Elvano hendak pergi . Namun tak terdengar suara langkah Amyra . Elvano pun kembali berjalan menghampiri Amyra .


Amyra terlihat kesulitan ketika kini tali sepatu nya terlepas karena tadi berlari , namun tangan nya kini sedang memegang gula kapas . Dan memang semenjak hamil , Amyra tak bisa membungkukkan badan nya .


Elvano pun menyadari itu .

__ADS_1



Amyra kaget dengan tindakan Elvano yang langsung mengikatkan tali sepatu nya .


" Eh . " ucap Amyra .


" Udah . Ayo jalan . " ajak Elvano yang telah selesai mengikat tali sepatu Amyra , tapi Amyra tak langsung berjalan . Hingga membuat Elvano harus menggandeng tangan Amyra .


" Hey , Elvano ? " panggil Amyra .


Elvano terlihat senang , karena ini kali pertama nya Amyra memanggil nama nya .


" Ya ?" jawab Elvano menoleh kan kepala nya .


" Boleh duduk sebentar disana ? aku mau makan ini ." pinta Amyra menunjuk sebuah ayunan yang berada di taman itu .


Elvano pun menuruti keinginan Amyra .


Amyra duduk di ayunan itu dengan wajah berseri karena manus nya gula kapas yang dia makan .


Elvano memperhatikan dengan senyuman nya .


" Pantas saja Bima juga menyukai mu . Andai saja aku yang lebih dulu mengenal mu , Ra . " Gumam Elvano .


Amyra melihat keatas , dirinya melihat sebuah bunga di ranting pohon yang berada di atas ayunan itu .


Amyra berdiri dan mencoba mengambil nya . Namun tak sampai . Amyra berusaha melompat .



Tak di duga , Elvano justru mengangkat tubuh Amyra agar lebih mudah mengambil bunga itu .


Amyra terlihat salah tingkah karena Elvano .


Elvano benar benar tidak ingin melepas Amyra , Elvano benar benar ingin terus bersentuhan dengan Amyra .


" Ayo pergi . " Amyra bergegas berjalan menuju mobil . Elvano menghela nafas nya .


" Bisa gila gua terus terusan berada di samping nya , bisa bisa gua gak bisa nahan diri . " gumam Elvano .


Apapun yang di lakukan Amyra mampu membuat Elvano kehilangan akal . Namun Elvano masih berusaha menahan nya .


Elvano tak ingin mengingkari janji nya pada Bima untuk tak macam macam dengan Amyra .


Elvano pun masuk kembali ke mobil nya .


" Kita berangkat sekarang . " ucap Elvano . Amyra memalingkan wajah nya karena masih merasa canggung .


Elvano pun melajukan mobil nya melanjutkan perjalanan nya menuju kediaman keluarga nya .


****


Beberapa waktu kemudian mobil Elvano telah sampai di depan sebuah gerbang yang terlihat besar dan megah . Itulah gerbang rumah kediaman Reynard . Rumah yang layak nya istana bagi seorang Amyra .


" Ini rumah kamu ?" tanya Amyra . Elvano mengangguk kemudian membawa masuk mobil nya menuju halaman depan rumah yang sangat luas itu .


Amyra semakin merasa ragu untuk melanjutkan .


Tapi sudah terlambat , karena kini mobil Elvano sudah terparkir sempurna tepat di depan pintu rumah besar itu .

__ADS_1


Elvano turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Amyra . Namun Amyra terlihat ragu .


" Ayo . " ajak Elvano . Dengan ragu Amyra perlahan turun dari mobil itu . Berdiri tepat di depan pintu yang terlihat mewah dan besar .


" Ayo masuk . " Elvano menggandeng tangan Amyra untuk masuk . Elvano menuntun Amyra untuk duduk di ruang tamu rumah itu .


Mata Amyra melihat sekeliling ruangan yang sangat besar itu .


" Tunggu disini . " ucap Elvano kemudian masuk kedalam untuk memberi tahu keluarga nya kalau dia telah sampai .


Amyra semakin tidak percaya diri . Melihat dengan jelas perbedaan kasta antara dirinya dan Elvano .


Tak lama kemudian sepasang suami istri berjalan menuju ruangan itu .


Seorang pria berumur sekitar 45 tahunan , dengan badan tegap dan wajah dingin yang terlihat sangat mirip dengan Elvano . Amyra bisa langsung mengetahui kalau dia pasti ayah Elvano .


Pria itu bergandengan dengan seorang wanita cantik bergaun putih terlihat elegan . Dia adalah David dan Rosa . Orang tua Elvano .


Seketika Amyra berdiri dan menundukkan kepala nya .


Ayah Elvano langsung duduk berhadapan dengan Amyra terhalang oleh sebuah meja tamu besar .


" Duduklah ." ucap lembut wanita yang tak lain adalah ibu nya Elvano .


Amyra pun duduk dengan perasaan yang bercampur aduk .


" Jadi ini , perempuan yang akan kamu nikahi itu El ?" tanya Om David To the point .


" Iya Pah , Dia Amyra . Pacar El . " jawab Elvano bangga .


" Dia cantik . " bisik tante Rosa pada David suami nya .


" Siapa nama orang tua kamu ?" tanya Om David .


Amyra terdiam tak bisa menjawab nya karena dirinya sadar kalau dirinya hanya seorang yatim piatu .


Elvano melihat wajah Amyra yang terlihat sangat kebingungan .


Elvano pun menyadari kalau dirinya sama sekali belum tau tentang keluarga Amyra .


" Papah , jangan buat dia takut dong . " ucap lembut tante Rosa .


" Jadi kapan kalian akan menikah , Mama gak sabar pengen cepet buat pesta pernikahan yang meriah . " ucap Tante Rosa bersemangat .


" Ma , kita gak mau ada pesta . Kita hanya mau menikah se sederhana mungkin . " ucap Elvano .


" kenapa ? Mama kan mau nya bikin pesta buat pernikahan kamu . " ucap Tante Rosa .


" Nggak Ma . Amyra sedang hamil , jadi aku gak mau buat pesta pesta gak penting . " ucapan Elvano membuat kedua orang tua nya tercengang .


" Hamil ! " Tante Rosa benar benar kaget dengan ucapan anak nya itu .


" Jadi kamu sedang hamil ? Sebelum menikah ?" tanya Om David serius .


Amyra diam seribu bahasa . Dirinya kini merasa sangat tidak percaya diri . Dirinya takut kalau keluarga Elvano akan sangat menentang dan membenci nya .


" Jelasin sama papa El ! Elvano ! " Tegas Om David .


...*********************...

__ADS_1


__ADS_2