
Sejak kejadian itu Amyra masih belum bertemu dengan Elvano . Amyra dengar dari Bima kalau Elvano pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar kota selama seminggu .
Amyra mulai terbiasa menjalankan rutinitas baru nya sebagai guru seni untuk mengajarkan menggambar dan melukis pada para anak jalanan yang putus sekolah .
Terasa hampa memang yang di rasakan Amyra , Elvano yang biasa nya menggoda nya kini sudah hampir seminggu tidak di jumpai nya .
Amyra yang sudah sangat merindukan Elvano , Amyra yang ingin segera bertemu Elvano dan mengatakan kalau dirinya mencintai Elvano harus tertahan karena Elvano yang pergi ke luar kota tanpa kabar . Bahkan pesan dan panggilan dari Amyra pun tak pernah di jawab nya .
Amyra menatap lekat jendela di lantai dua sanggar itu , menatap senja yang menari bahagia di langit menunjukan pesona nya .
" Amyra ." panggilan Bima membuyarkan lamunan Amyra .
" Apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya Bima seraya menyodorkan segelas coklat panas ada Amyra .
Amyra meniup uap yang terlihat masih melayang layang keluar dari gelas yang di genggam nya .
" Tidak ada . " jawaban Amyra bohong . Bima tau kalau Amyra kini sangat merindukan Elvano , terlihat dari raut wajah Amyra yang muram sejak mengetahui kalau Elvano pergi ke luar kota . Bima tersenyum .
" kamu merindukan Elvano kan ?" tanya Bima .
" Nggak juga . Entahlah . " jawab Amyra lesu .
" Yakin gak rindu sama Elvano ?" tanya Bima semakin serius menjahili Amyra .
" Ih Bima , apaan sih . " jawab Amyra salah tingkah .
" Mau tau sesuatu yang bisa bikin kamu senang gak ?" ucap Bima .
" Apa ?"
" Kasih tau gak yaa ... " jahil Bima .
" Ayolah Bima , aku lagi gak mood bercanda . " Amyra kesal .
" iya iya , maaf . " Bima tersenyum kecil .
" Kata Theo semalam Elvano sudah pulang ke apartemen nya . " berita itu sontak membuat Amyra kaget sekaligus bahagia .
" Beneran ?" tanya Amyra girang . Bima hanya mengangguk dengan senyum nya .
" Katanya gak rindu ? Tapi pas denger dia udah pulang wajah nya langsung berubah senang gitu ." ucap Bima meledek .
" Bima ... "
Amyra tersenyum namun drinya bingung harus berbuat apa sekarang . Ingin rasa nya Amyra berlari sekencang mungkin menuju Elvano dan berteriak *Aku mencintai mu , Elvano * . Itulah yang ada di benak Amyra saat ini .
" Mau menemui nya ? biar aku antar kamu ke apartemen nya . " ajak Bima . Amyra mengangguk penuh semangat .
" Tapi ,, apa dia gak akan marah kalo aku datang ?" tanya Amyra ragu .
" Kenapa dia harus marah ? Aku yakin dia juga pasti merindukan mu Amyra . " ucap Bima yakin .
" Mau sekarang ?" tanya Bima kemudian .
" Iya . Aku siap siap dulu . " Amyra bergegas masuk ke kamar nya .
" Cinta . " batin Bima tersenyum pahit .
****
Amyra menaiki mobil yang di kendarai oleh Bima . Aura bahagia Amyra bisa di rasakan oleh Bima saat itu .
" Sebahagia itu kamu Ra ?" ucap Bima yang sedang mengendarai mobil nya . Amyra mengangguk dan tersenyum .
" Mau janji satu hal ?" ucap Bima .
" Janji apa ?" tanya Amyra bingung dengan pertanyaan Bima .
" Berjanjilah pada ku kalau kamu akan selalu tersenyum dan bahagia seperti ini . " ucap Bima . Amyra merasa sangat terharu .
Amyra menganggukkan kepala nya .
" Berbahagialah walaupun itu menyakitkan bagi ku Ra . " batin Bima sebenarnya menjerit .
Saat ini Bima tengah mengantar wanita yang di cintai nya untuk bertemu dengan pria yang di cintai nya .
Ironis !
Melepaskan untuk bahagia . Terluka untuk kebahagiaan wanita yang di cintai .
Bima tak habis pikir pada dirinya sendiri , Bima memilih terluka demi kebahagiaan Amyra dan Elvano . Dirinya mengorbankan perasaan nya sendiri demi orang lain .
" Semoga semua gak sia sia . Asal kamu bahagia Amyra . " suara hati nya yang merasa tersayat .
Ada rasa bahagia ketika melihat senyuman Amyra yang indah , namun pecahan kaca seakan menusuk dalam hati Bima di balik rasa bahagia nya .
" Makasih Bima . " ucap Amyra tulus .
__ADS_1
" Makasih buat apa ?"
" Makasih buat segala nya . Makasih buat semua hal yang kamu lakukan untuk ku , aku yakin aku gak akan pernah bisa membalas nya . " ucap Amyra lembut .
Bima tersenyum .
" Apapun buat kamu Ra . "
" Berbahagialah , kamu pantas mendapat kebahagiaan . " ucap Bima kemudian
" Pantaskah aku buat Elvano ?" pertanyaan Amyra membuat Bima menepikan mobil nya .
" Hey , kenapa kamu bilang gitu Ra ?" tanya Bima kaget .
" Entahlah , aku sebahagia ini . Tapi apakah aku pantas buat Elvano ?" ucapan Amyra membuat Bima sedih .
" Amyra , harus nya Elvano yang bersyukur bisa mendapatkan hati kamu . "
" Jangan pernah berpikir seperti itu Amyra . Percayalah , kamu adalah anugerah yang bahkan tidak semua orang bisa seperti mu . Ah , kalau saja ada satu wanita lagi yang seperti kamu Ra . Dengan senang hati aku akan mengejar nya . " ucap Bima .
" Ih , Bima . " ucap Amyra terharu namun juga kesal karena candaan Bima .
" Sudahlah . Jangan terlalu banyak berpikir , biarkan semua mengalir apa adanya . " ucap Bima kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju apartemen Elvano .
****
Mobil Bima terparkir di lobby apartemen Elvano .
" Pergilah , berbahagia lah . " ucap Bima .
" Makasih Bima , kamu yakin gak mau masuk juga ?" ucap Amyra .
" Aku bukan nyamuk yaa , masa iya harus liatin kalian mesra mesra an . " ketus Bima .
" Ih dasar . Baiklah , aku masuk yaa . " ucap Amyra yang turun dari mobil . Amyra melambaikan tangan nya ketika mobil Bima kini pergi meninggalkan lobby apartemen itu .
Amyra berjalan masuk menuju lift . Menekan tombol lantai tempat apartemen Elvano berada .
" Perasaan apa ini ?" batin Amyra menyentuh dada nya yang sedari tadi berdebar debar .
" Sebahagia ini kah aku ?"
Perasaan Amyra semakin berdebar ketika kini dirinya telah sampai di depan apartemen Elvano .
Amyra mencoba mengetuk pintu namun tak ada jawaban . Amyra memberanikan diri untuk menekan password apartemen Elvano , Amyra tahu password nya karena sempat di beritahu oleh Elvano saat dirinya berada Disana .
Amyra melihat sebuah sepatu high heels tergeletak Disana . Amyra menghentikan langkah nya sejenak . Pikiran nya mulai berspekulasi kemana mana .
Namun rasa penasaran nya lebih kuat dibanding kan tubuh nya . Mayra terus berjalan masuk ke dalam Apartemen Elvano mengikuti rasa penasaran nya .
Amyra seakan mengendap endap berjalan langkah demi langkah memasuki Apartemen yang luas itu .
Langkah Amyra kembali terhenti ketika melihat beberapa pakaian wanita berserakan di lantai . Hati nya mulai berkecamuk . Pikiran nya mulai tak bisa terkontrol .
Dengan langkah yang berat Amyra semakin memberanikan diri untuk masuk lebih dalam menuju kamar Elvano .
" Tenang Amyra , tenang . Ini pasti gak seperti yang kamu bayangkan . " Amyra menguatkan hati nya sendiri .
Hingga tangan nya kini memegang gagang pintu kamar Elvano . Dan perlahan membuka pintu itu .
Amyra melihat beberapa pakaian dalam wanita di atas ranjang yang terlihat berantakan .
" Sayang , kamu sudah pulang ?" ucap seorang perempuan cantik yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang membalut dada dan sebagian tubuh nya .
" Siapa kamu ?" tanya wanita cantik berambut pirang itu .
" Harus nya aku yang bertanya , siapa kamu ? " tanya balik Anyra terdengar ragu .
Sekilas Amyra mengingat wajah wanita cantik yang kini berada di hadapan nya itu .
Alisha .
Ya , Amyra bisa mengenali nya dari foto yang pernah ia lihat di rumah Elvano saat itu .
Cinta pertama Elvano , itulah yang ada di benak Amyra saat ini .
" Aku pacar Elvano . Lalu kamu siapa ? Kenapa kamu bisa masuk kesini ? kamu maling ya !" teriak Alisha .
Tubuh Amyra terasa lemas , perasaan bahagia yang sudah terbangun terasa runtuh hanya dengan sekali tiupan saja . Hancur tak bersisa .
Tubuh nya bergetar , tangan nya mulai berkeringat dingin . Hingga tak di sadari Ponsel yang ada di tangan nya pun jatuh ke lantai .
Anyra perlahan berjalan mundur dan berlari keluar dari sana .
Air mata nya luruh jatuh membasahi pipi nya . Tangan nya meremas dada nya yang terasa seperti terhantam bom .
Sakit , sesak , entah bagaimana lagi menggambarkan perasaan Amyra saat ini .
__ADS_1
Melihat seorang wanita tanpa pakaian berada di kamar pria yang di cintai nya . Dan ironis nya lagi wanita itu adalah cinta pertama pria nya .
Pikiran nya mulai kabur , yang Amyra inginkan sekarang adalah berlari sejauh mungkin dari tempat itu . Ingin rasanya terbangun dari tidur dan berharap semua itu hanya mimpi buruk .
Namun inilah kenyataan nya . Amyra tak dapat lagi berlari .
Tubuh nya jatuh di rerumputan taman malam itu . Amyra menangis sejadi nya mengingat apa yang baru saja dia lihat .
" Bima ... Tolong aku . " teriak Amyra yang saat ini hanya Bima yang terlintas di pikiran nya .
" Bima ,,, " ucap Amyra pilu .
" Harus nya aku lebih bisa menerima mu dari pada perasaan ku sendiri . Aku yang dengan sengaja membuat mu terluka justru aku yang kini terluka . "
" Apa seperti ini yang kamu rasakan Bima . " batin Amyra menjerit mengingat bagaimana Bima rela terluka demi kebahagiaan nya dengan Elvano . Namun justru kini Amyra lah yang terluka .
Amyra meluapkan air mata nya berusaha untuk tidak terlarut dalam kesedihan yang menyedihkan ini .
*****
Sanggar Bima .
Bima yang baru saja sampai di sanggar nya melihat sebuah mobil yang tak asing lagi baginya .
" Mobil Elvano ?" Bima heran . Bima pun turun dari mobil nya dan mengetuk kaca mobil Elvano .
" Ngapain lu disini ?" tanya Bima pada Elvano yang juga ikut turun .
" Gua cari Amyra lah , kangen banget gua udah seminggu ini ga ketemu dia . Niat nya gua kabur ke luar kota buat lupain dia , tapi malah makin gila gua jauh dari dia . " ucapan Elvano justru membuat Bima semakin kebingungan .
" Tapi gua baru aja anterin Amyra ke apartemen lu El . " ucap Bima .
" Hah !"
" gua anterin dia ke apartemen lu begitu denger lu udah pulang dari luar Kota . " jelas Bima .
" Gila ! gua jauh jauh dari luar kota langsung kesini buat bisa ketemu sama Amyra , gua gak sempat ke apartemen dulu . "
" Oke . gua harus segera ke apartemen , gua harap dia masih disana . "
Bima mencoba menelepon Amyra namun tak ada jawaban sama sekali .
" Tapi kenapa dia gak angkat telepon dari gua ? gua jadi khawatir . " ucap Bima mulai panik .
" Sebaiknya lu cepetan pergi ke apartemen lu sebelum Amyra pergi . " titah Bima .
Elvano pun bergegas mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh .
" Semoga semua baik baik saja . Tapi , kenapa perasan ku gak enak begini . " gumam Bima .
" Aku harus susul ke sana . " tanpa berpikir lagi Bima pun kembali menaiki mobil nya untuk segera menyusul ke apartemen Elvano .
Namun laju mobil nya terhenti ketika sebuah taksi berhenti tepat di depan sanggar nya .
" Amyra !" gumam nya kaget melihat seseorang yang turun dari taksi itu adalah Amyra .
Bima seketika turun dari mobil nya lalu menghampiri mobil nya .
" Amyra ? " panggil Bima yang melihat Amyra berjalan lesu .
" Amyra .. " panggil lembut Bima .
Amyra berjalan menunduk berusaha menyembunyikan wajah nya . Dan itu membuat Bima semakin penasaran .
Amyra langsung masuk ke dalam sanggar tanpa sepatah kata pun .
" Amyra tunggu !" Bima menghalangi langkah Amyra yang hendak menaiki tangga .
" Lihat aku !" titah Bima . Amyra hanya menggelengkan kepala nya yang masih tertunduk .
" Amyra !" nada bicara Bima mulai naik .
Bima mengangkat wajah Amyra dengan kedua tangan lembut nya .
DEG !
Alangkah hancur nya hati Bima melihat wajah Amyra yang terlihat sangat sedih . Mata Amura yang sudah sembab karena menangis , dan masih menyisakan butiran butiran air mata di sudut mata nya .
Seketika Bima memeluk Amyra .
" Apa yang terjadi ? " Tanya Bima cemas .
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...