Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Runtuh


__ADS_3

Sejak kejadian itu Amyra masih belum bertemu dengan Elvano . Amyra dengar dari Bima kalau Elvano pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar kota selama seminggu .


Amyra mulai terbiasa menjalankan rutinitas baru nya sebagai guru seni untuk mengajarkan menggambar dan melukis pada para anak jalanan yang putus sekolah .


Terasa hampa memang yang di rasakan Amyra , Elvano yang biasa nya menggoda nya kini sudah hampir seminggu tidak di jumpai nya .


Amyra yang sudah sangat merindukan Elvano , Amyra yang ingin segera bertemu Elvano dan mengatakan kalau dirinya mencintai Elvano harus tertahan karena Elvano yang pergi ke luar kota tanpa kabar . Bahkan pesan dan panggilan dari Amyra pun tak pernah di jawab nya .


Amyra menatap lekat jendela di lantai dua sanggar itu , menatap senja yang menari bahagia di langit menunjukan pesona nya .


" Amyra ." panggilan Bima membuyarkan lamunan Amyra .


" Apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya Bima seraya menyodorkan segelas coklat panas ada Amyra .


Amyra meniup uap yang terlihat masih melayang layang keluar dari gelas yang di genggam nya .


" Tidak ada . " jawaban Amyra bohong . Bima tau kalau Amyra kini sangat merindukan Elvano , terlihat dari raut wajah Amyra yang muram sejak mengetahui kalau Elvano pergi ke luar kota . Bima tersenyum .


" kamu merindukan Elvano kan ?" tanya Bima .


" Nggak juga . Entahlah . " jawab Amyra lesu .


" Yakin gak rindu sama Elvano ?" tanya Bima semakin serius menjahili Amyra .


" Ih Bima , apaan sih . " jawab Amyra salah tingkah .


" Mau tau sesuatu yang bisa bikin kamu senang gak ?" ucap Bima .


" Apa ?"


" Kasih tau gak yaa ... " jahil Bima .


" Ayolah Bima , aku lagi gak mood bercanda . " Amyra kesal .


" iya iya , maaf . " Bima tersenyum kecil .


" Kata Theo semalam Elvano sudah pulang ke apartemen nya . " berita itu sontak membuat Amyra kaget sekaligus bahagia .


" Beneran ?" tanya Amyra girang . Bima hanya mengangguk dengan senyum nya .


" Katanya gak rindu ? Tapi pas denger dia udah pulang wajah nya langsung berubah senang gitu ." ucap Bima meledek .


" Bima ... "


Amyra tersenyum namun drinya bingung harus berbuat apa sekarang . Ingin rasa nya Amyra berlari sekencang mungkin menuju Elvano dan berteriak *Aku mencintai mu , Elvano * . Itulah yang ada di benak Amyra saat ini .


" Mau menemui nya ? biar aku antar kamu ke apartemen nya . " ajak Bima . Amyra mengangguk penuh semangat .


" Tapi ,, apa dia gak akan marah kalo aku datang ?" tanya Amyra ragu .


" Kenapa dia harus marah ? Aku yakin dia juga pasti merindukan mu Amyra . " ucap Bima yakin .


" Mau sekarang ?" tanya Bima kemudian .


" Iya . Aku siap siap dulu . " Amyra bergegas masuk ke kamar nya .


" Cinta . " batin Bima tersenyum pahit .


****


Amyra menaiki mobil yang di kendarai oleh Bima . Aura bahagia Amyra bisa di rasakan oleh Bima saat itu .


" Sebahagia itu kamu Ra ?" ucap Bima yang sedang mengendarai mobil nya . Amyra mengangguk dan tersenyum .


" Mau janji satu hal ?" ucap Bima .


" Janji apa ?" tanya Amyra bingung dengan pertanyaan Bima .


" Berjanjilah pada ku kalau kamu akan selalu tersenyum dan bahagia seperti ini . " ucap Bima . Amyra merasa sangat terharu .


Amyra menganggukkan kepala nya .


" Berbahagialah walaupun itu menyakitkan bagi ku Ra . " batin Bima sebenarnya menjerit .


Saat ini Bima tengah mengantar wanita yang di cintai nya untuk bertemu dengan pria yang di cintai nya .


Ironis !


Melepaskan untuk bahagia . Terluka untuk kebahagiaan wanita yang di cintai .


Bima tak habis pikir pada dirinya sendiri , Bima memilih terluka demi kebahagiaan Amyra dan Elvano . Dirinya mengorbankan perasaan nya sendiri demi orang lain .


" Semoga semua gak sia sia . Asal kamu bahagia Amyra . " suara hati nya yang merasa tersayat .


Ada rasa bahagia ketika melihat senyuman Amyra yang indah , namun pecahan kaca seakan menusuk dalam hati Bima di balik rasa bahagia nya .


" Makasih Bima . " ucap Amyra tulus .

__ADS_1


" Makasih buat apa ?"


" Makasih buat segala nya . Makasih buat semua hal yang kamu lakukan untuk ku , aku yakin aku gak akan pernah bisa membalas nya . " ucap Amyra lembut .


Bima tersenyum .


" Apapun buat kamu Ra . "


" Berbahagialah , kamu pantas mendapat kebahagiaan . " ucap Bima kemudian


" Pantaskah aku buat Elvano ?" pertanyaan Amyra membuat Bima menepikan mobil nya .


" Hey , kenapa kamu bilang gitu Ra ?" tanya Bima kaget .


" Entahlah , aku sebahagia ini . Tapi apakah aku pantas buat Elvano ?" ucapan Amyra membuat Bima sedih .


" Amyra , harus nya Elvano yang bersyukur bisa mendapatkan hati kamu . "


" Jangan pernah berpikir seperti itu Amyra . Percayalah , kamu adalah anugerah yang bahkan tidak semua orang bisa seperti mu . Ah , kalau saja ada satu wanita lagi yang seperti kamu Ra . Dengan senang hati aku akan mengejar nya . " ucap Bima .


" Ih , Bima . " ucap Amyra terharu namun juga kesal karena candaan Bima .


" Sudahlah . Jangan terlalu banyak berpikir , biarkan semua mengalir apa adanya . " ucap Bima kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju apartemen Elvano .


****


Mobil Bima terparkir di lobby apartemen Elvano .


" Pergilah , berbahagia lah . " ucap Bima .


" Makasih Bima , kamu yakin gak mau masuk juga ?" ucap Amyra .


" Aku bukan nyamuk yaa , masa iya harus liatin kalian mesra mesra an . " ketus Bima .


" Ih dasar . Baiklah , aku masuk yaa . " ucap Amyra yang turun dari mobil . Amyra melambaikan tangan nya ketika mobil Bima kini pergi meninggalkan lobby apartemen itu .


Amyra berjalan masuk menuju lift . Menekan tombol lantai tempat apartemen Elvano berada .


" Perasaan apa ini ?" batin Amyra menyentuh dada nya yang sedari tadi berdebar debar .


" Sebahagia ini kah aku ?"


Perasaan Amyra semakin berdebar ketika kini dirinya telah sampai di depan apartemen Elvano .


Amyra mencoba mengetuk pintu namun tak ada jawaban . Amyra memberanikan diri untuk menekan password apartemen Elvano , Amyra tahu password nya karena sempat di beritahu oleh Elvano saat dirinya berada Disana .


Amyra melihat sebuah sepatu high heels tergeletak Disana . Amyra menghentikan langkah nya sejenak . Pikiran nya mulai berspekulasi kemana mana .


Namun rasa penasaran nya lebih kuat dibanding kan tubuh nya . Mayra terus berjalan masuk ke dalam Apartemen Elvano mengikuti rasa penasaran nya .


Amyra seakan mengendap endap berjalan langkah demi langkah memasuki Apartemen yang luas itu .


Langkah Amyra kembali terhenti ketika melihat beberapa pakaian wanita berserakan di lantai . Hati nya mulai berkecamuk . Pikiran nya mulai tak bisa terkontrol .


Dengan langkah yang berat Amyra semakin memberanikan diri untuk masuk lebih dalam menuju kamar Elvano .


" Tenang Amyra , tenang . Ini pasti gak seperti yang kamu bayangkan . " Amyra menguatkan hati nya sendiri .


Hingga tangan nya kini memegang gagang pintu kamar Elvano . Dan perlahan membuka pintu itu .


Amyra melihat beberapa pakaian dalam wanita di atas ranjang yang terlihat berantakan .


" Sayang , kamu sudah pulang ?" ucap seorang perempuan cantik yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang membalut dada dan sebagian tubuh nya .


" Siapa kamu ?" tanya wanita cantik berambut pirang itu .


" Harus nya aku yang bertanya , siapa kamu ? " tanya balik Anyra terdengar ragu .


Sekilas Amyra mengingat wajah wanita cantik yang kini berada di hadapan nya itu .


Alisha .


Ya , Amyra bisa mengenali nya dari foto yang pernah ia lihat di rumah Elvano saat itu .


Cinta pertama Elvano , itulah yang ada di benak Amyra saat ini .


" Aku pacar Elvano . Lalu kamu siapa ? Kenapa kamu bisa masuk kesini ? kamu maling ya !" teriak Alisha .


Tubuh Amyra terasa lemas , perasaan bahagia yang sudah terbangun terasa runtuh hanya dengan sekali tiupan saja . Hancur tak bersisa .


Tubuh nya bergetar , tangan nya mulai berkeringat dingin . Hingga tak di sadari Ponsel yang ada di tangan nya pun jatuh ke lantai .


Anyra perlahan berjalan mundur dan berlari keluar dari sana .


Air mata nya luruh jatuh membasahi pipi nya . Tangan nya meremas dada nya yang terasa seperti terhantam bom .


Sakit , sesak , entah bagaimana lagi menggambarkan perasaan Amyra saat ini .

__ADS_1


Melihat seorang wanita tanpa pakaian berada di kamar pria yang di cintai nya . Dan ironis nya lagi wanita itu adalah cinta pertama pria nya .


Pikiran nya mulai kabur , yang Amyra inginkan sekarang adalah berlari sejauh mungkin dari tempat itu . Ingin rasanya terbangun dari tidur dan berharap semua itu hanya mimpi buruk .


Namun inilah kenyataan nya . Amyra tak dapat lagi berlari .


Tubuh nya jatuh di rerumputan taman malam itu . Amyra menangis sejadi nya mengingat apa yang baru saja dia lihat .


" Bima ... Tolong aku . " teriak Amyra yang saat ini hanya Bima yang terlintas di pikiran nya .


" Bima ,,, " ucap Amyra pilu .


" Harus nya aku lebih bisa menerima mu dari pada perasaan ku sendiri . Aku yang dengan sengaja membuat mu terluka justru aku yang kini terluka . "


" Apa seperti ini yang kamu rasakan Bima . " batin Amyra menjerit mengingat bagaimana Bima rela terluka demi kebahagiaan nya dengan Elvano . Namun justru kini Amyra lah yang terluka .


Amyra meluapkan air mata nya berusaha untuk tidak terlarut dalam kesedihan yang menyedihkan ini .


*****


Sanggar Bima .


Bima yang baru saja sampai di sanggar nya melihat sebuah mobil yang tak asing lagi baginya .


" Mobil Elvano ?" Bima heran . Bima pun turun dari mobil nya dan mengetuk kaca mobil Elvano .


" Ngapain lu disini ?" tanya Bima pada Elvano yang juga ikut turun .


" Gua cari Amyra lah , kangen banget gua udah seminggu ini ga ketemu dia . Niat nya gua kabur ke luar kota buat lupain dia , tapi malah makin gila gua jauh dari dia . " ucapan Elvano justru membuat Bima semakin kebingungan .


" Tapi gua baru aja anterin Amyra ke apartemen lu El . " ucap Bima .


" Hah !"


" gua anterin dia ke apartemen lu begitu denger lu udah pulang dari luar Kota . " jelas Bima .


" Gila ! gua jauh jauh dari luar kota langsung kesini buat bisa ketemu sama Amyra , gua gak sempat ke apartemen dulu . "


" Oke . gua harus segera ke apartemen , gua harap dia masih disana . "


Bima mencoba menelepon Amyra namun tak ada jawaban sama sekali .


" Tapi kenapa dia gak angkat telepon dari gua ? gua jadi khawatir . " ucap Bima mulai panik .


" Sebaiknya lu cepetan pergi ke apartemen lu sebelum Amyra pergi . " titah Bima .


Elvano pun bergegas mengemudikan mobil nya dengan kecepatan penuh .


" Semoga semua baik baik saja . Tapi , kenapa perasan ku gak enak begini . " gumam Bima .


" Aku harus susul ke sana . " tanpa berpikir lagi Bima pun kembali menaiki mobil nya untuk segera menyusul ke apartemen Elvano .


Namun laju mobil nya terhenti ketika sebuah taksi berhenti tepat di depan sanggar nya .


" Amyra !" gumam nya kaget melihat seseorang yang turun dari taksi itu adalah Amyra .


Bima seketika turun dari mobil nya lalu menghampiri mobil nya .


" Amyra ? " panggil Bima yang melihat Amyra berjalan lesu .


" Amyra .. " panggil lembut Bima .


Amyra berjalan menunduk berusaha menyembunyikan wajah nya . Dan itu membuat Bima semakin penasaran .


Amyra langsung masuk ke dalam sanggar tanpa sepatah kata pun .


" Amyra tunggu !" Bima menghalangi langkah Amyra yang hendak menaiki tangga .


" Lihat aku !" titah Bima . Amyra hanya menggelengkan kepala nya yang masih tertunduk .


" Amyra !" nada bicara Bima mulai naik .


Bima mengangkat wajah Amyra dengan kedua tangan lembut nya .


DEG !


Alangkah hancur nya hati Bima melihat wajah Amyra yang terlihat sangat sedih . Mata Amura yang sudah sembab karena menangis , dan masih menyisakan butiran butiran air mata di sudut mata nya .


Seketika Bima memeluk Amyra .


" Apa yang terjadi ? " Tanya Bima cemas .


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2