
Mata Amyra perlahan mulai terbuka , samar terlihat di pandangan Amyra saat itu .
Amyra mengusap kedua mata nya agar lebih jelas .
Terlihat Elvano tengah tertidur dengan posisi kepala di samping tubuh nya . Tersirat rasa kasihan pada Elvano di hati Amyra . Amyra sedikit menggerakkan tubuh nya , namun itu membuat Elvano terbangun dari tidur nya .
" Maaf ." ucap Amyra yang merasa tidak enak karena telah membuat Elvano terbangun .
" Kamu sudah bangun . " ucap Elvano masih setengah sadar kemudian melihat jam tangan nya .
Elvano meregangkan tubuh nya .
" Apa ada yang sakit ? atau mungkin ada yang kamu butuh kan Ra ?" tanya Elvano . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .
" Kalau kamu sudah agak mendingan , kita bisa langsung pulang . " ucap Elvano .
" Aku ke kamar mandi sebentar . " pamit Elvano kemudian berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangan itu . Amyra memperhatikan langkah Elvano hingga kini tak terlihat karena Elvano yang telah masuk ke kamar mandi .
" Harus nya kamu jangan terlalu perhatian El , jangan buat aku semakin bingung . " gumam Amyra yang merasa perhatian Elvano membuat dirinya dilema akan perasaan nya sendiri .
" Aku harus bisa menghindari perasaan ini . Harus bisa " ucap tekad Amyra dalam hati .
Amyra turun dari ranjang itu dan merapihkan pakaian nya . Elvano keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah sehabis mencuci muka nya .
" Mau ke kamar mandi dulu ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk kemudian berjalan dengan sangat hati hati menuju kamar mandi .
Kepala Amyra masih terasa agak pusing hingga membuat jalan nya sedikit sempoyongan .
"Hati hati , Ayo." ucap Elvano segera menuntun Amyra .
" Aku bisa sendiri . " ucap Amyra menepis tangan Elvano kemudian masuk ke dalam kamar mandi .
Elvano hanya terdiam dan menghembuskan nafas nya berat melihat sikap Amyra .
Elvano sebenarnya merasa aneh dengan sikap Amyra , namun Elvano menganggap mungkin saja sikap dingin Amyra hanya karena takut akan tes yang baru saja Amyra lalui .
Amyra keluar dari kamar mandi dan mengambil tas nya . Amyra langsung berjalan keluar ruangan tanpa sepatah kata pun . Elvano pun mengikuti nya .
Elvano masuk ke dalam mobil , begitu pun Amyra .
" Mau langsung pulang ke rumah Mama , atau mau kemana dulu Ra ?" tanya Elvano .
" Aku mau ke tempat Bima . " ucap Amyra datar .
" Baiklah . Setelah itu kita langsung pulang , mama pasti sudah nunggu kamu di rumah . " ucap Elvano dengan perasaan yang kesal karena ternyata Amyra masih saja ingin bertemu Bima .
Sepanjang perjalanan Amyra hanya terdiam menatap jendela mobil melihat seluruh pemandangan si sepanjang jalan . Sesekali Elvano melirik Amyra di sela kemudi nya .
****
Mobil Elvano kini telah sampai di halaman sanggar Bima . Tanpa berkata , Amyra langsung turun dari mobil dan masuk ke sanggar tanpa menghiraukan Elvano .
" Dia benar benar menghindar dari gua !" ucap kesal Elvano memukul kemudi nya . Elvano pun turun dari mobil nya dengan perasaan kesal membanting pintu mobil .
Amyra yang bergegas masuk melihat Bima yang tengah berjalan menuju depan karena memang Bima sudah menduga kalau itu Amyra .
__ADS_1
Amyra langsung saja memeluk Bima yang tengah berdiri di sana . Amyra membenamkan wajah nya ke dalam dada Bima dan memeluk nya erat .
" Kenapa Ra ? " Bima merasa aneh seraya tangan nya membalas pelukan Amyra .
Amyra hanya menggelengkan kepala nya dan semakin mengeratkan pelukan nya .
" Apa ada sesuatu terjadi ? Bicaralah ." ucap Bima lembut .
Bima tau kalau Amyra diam berarti ada sesuatu yabg terjadi . Dalam pikiran Bima hanya terlintas nama Elvano .
Bima mengangkat wajah Amyra .
" Bicara lah . " ucap lembut Bima . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .
" Aku gak apa apa . Aku hanya mau peluk kamu aja . " ucap Amyra mencoba tersenyum , namun terlihat mata nya seakan menahan tangis .
Bima menghembuskan nafas nya mengalah , karena Bima tau kalau Amyra tidak akan pernah bilang dan lebih memilih memendam nya sendiri .
Bima kembali memeluk Amyra erat .
" Bilang saja kalau kamu sedang tidak baik baik saja , Ra . " ucapan lembut Bima berhasil membuat air mata yang di tahan Amyra jatuh .
Amyra kini terisak di dalam pelukan Bima .
" Aku tau kamu gak bakal cerita ke aku Ra . Menangis lah , kalau itu bisa membuat kamu lebih baik . " ucap Bima mengusap lembut rambut Amyra .
Tangisan Amyra memang pelan , namun terdengar pilu dan menyayat hati .
" Bima .. " ucap Amyra sendu dengan nada yang terdengar sedih .
Elvano memperhatikan Amyra dan Bima dari jauh di balik pintu . Elvano menghentikan langkah nya ketika melihat Amyra kini menangis dalam pelukan Bima .
Kesal , emosi dan cemburu mulai menyeruak di dalam hati Elvano . Namun Elvano mencoba menahan nya . Elvano kembali ke dalam mobil dan meluapkan kekesalan nya dengan memukul kemudi itu .
" Seharian dia hindari gua ! Dan sekarang malah pelukan sama si Bima ! " Elvano benar benar kesal .
" Tapi ngapain juga gua malah kembali ke mobil ! harus nya kan gua marah . Amyra kan calon istri gua ! Bodoh nya gua !" ucap Elvano kesal dengan kebodohan nya sendiri .
Elvano kembali turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam . Namun Amyra dan Bima kini sudah tidak berada di ruang depan tempat tadi mereka berpelukan di hadapan Elvano .
" Kemana mereka ?" gumam Elvano masuk kedalam sambil mencari keberadaan Amyra .
Bima dan Amyra tengah duduk di sofa yang berada di lantai 2 sanggar itu , tempat biasa dimana mereka berdua duduk ketika Amyra tinggal di sana .
Amyra duduk dan menyandarkan kepala nya ke pundak Bima , Bima merangkul bahu Amyra dan mengusap lembut rambut Amyra . Terlihat posisi mereka seperti akan berciuman dari belakang .
Amarah Elvano seketika meluap tak tertahan kan melihat nya , Elvano seketika menarik tangan Bima dari bahu Amyra membuat kini Bima berdiri .
" Ngapain lu pegang pegang Amyra !" ucap Elvano emosi .
" lu yang ngapain ! apa salah nya gua pegang Amyra hah !" Bima pun terlihat kesal .
Elvano seketika memukul wajah Bima hingga Bima kini tersungkur jatuh . Terlihat darah segar mengalir dari sudut bibir Bima .
Bima yang tak terima langsung bangun dan hendak membalas pukulan Elvano .
__ADS_1
" Bajingan lu El !" ucap Bima mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya .
" Berhenti !" teriak Amyra yang merasa ketakutan namun juga kecewa dengan tindakan Elvano .
Elvano dan Bima terhenti seketika melihat Amyra yabg menangis berteriak dengan tangan yang memegangi perut nya .
Amyra merasakan sakit pada pangkal perut nya dan kembali terduduk merasakan rasa sakit itu . Bima seketika menghampiri Amyra , begitu pun Elvano .
" Ra ? kamu gak apa apa ?" tanya Bima .
Amyra meringis kesakitan memegangi perut nya yang terasa keram . Elvano pun tak kalah panik melihat Amyra yang kesakitan .
" Jangan sentuh aku !" bentak Amyra ketika tangan Elvano hendak menyentuh nya .
Amyra mengatur nafas nya mencoba meringankan rasa sakit di perut nya itu .
Bima dan Elvano hanya bisa diam melihat nya karena Amyra melarang Bima dan Elvano untuk menyentuh nya .
" Udah berantem nya !" teriak Amyra yang masih merasakan sakit .
" Jangan temui aku kalau kalian masih belum bisa perbaiki hubungan kalian !" ucap Amyra kecewa kemudian berusaha berdiri dan berjalan hendak keluar dari sana .
" Ra ? kamu mau kemana ? " tanya Bima .
" Jangan ikuti aku ! " ucap Amyra ketika melihat Bima dan Elvano yang hendak mengikuti nya .
Terlihat Amyra berjalan perlahan seraya memegangi perut dan pinggang nya yang sakit .
" Tapi Ra . " ucap Elvano merasa khawatir melihat Amyra .
" Maaf . " Bima langsung berlari dan memeluk Amyra dari belakang . Langkah Amyra terhenti .
" Maafin aku Ra . Maaf ! Tapi jangan pergi , apalagi dengan kondisi kamu begini . " ucap Bima merasa bersalah .
Hati Amyra tak tega melihat Bima walaupun dirinya sebenar nya masih marah dengan sikap kekanak kanakan Bima dan Elvano .
" Kalian harus janji kalau ini yang terakhir aku lihat kalian begitu !" ucap Amyra .
" Iya Ra , aku janji . Maaf . " Bima tak henti henti nya meminta maaf . Elvano justru lebih kesal melihat nya . Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Elvano . Tangan nya mengepal erat seakan ingin lebih memukul Bima .
*****
Bima dan Elvano kini duduk saling berhadapan .
Amyra keluar dengan membawa sebuah kotak berisi P3K .
Amyra duduk di samping Bima .
" Sini . " Amyra memegangi wajah Bima dan mengusapkan kapas basah untuk mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Bima .
" Aw . " Bima merasa perih di sudut bibir nya .
Amyra meneruskan nya , dan mengoleskan sedikit salep di bibir Bima yang terluka . Wajah Elvano semakin terlihat kesal dan cemburu di buat nya .
...*******************...
__ADS_1