Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Emosi yang tak tertahan


__ADS_3

Mata Amyra perlahan mulai terbuka , samar terlihat di pandangan Amyra saat itu .


Amyra mengusap kedua mata nya agar lebih jelas .


Terlihat Elvano tengah tertidur dengan posisi kepala di samping tubuh nya . Tersirat rasa kasihan pada Elvano di hati Amyra . Amyra sedikit menggerakkan tubuh nya , namun itu membuat Elvano terbangun dari tidur nya .


" Maaf ." ucap Amyra yang merasa tidak enak karena telah membuat Elvano terbangun .


" Kamu sudah bangun . " ucap Elvano masih setengah sadar kemudian melihat jam tangan nya .


Elvano meregangkan tubuh nya .


" Apa ada yang sakit ? atau mungkin ada yang kamu butuh kan Ra ?" tanya Elvano . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .


" Kalau kamu sudah agak mendingan , kita bisa langsung pulang . " ucap Elvano .


" Aku ke kamar mandi sebentar . " pamit Elvano kemudian berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangan itu . Amyra memperhatikan langkah Elvano hingga kini tak terlihat karena Elvano yang telah masuk ke kamar mandi .


" Harus nya kamu jangan terlalu perhatian El , jangan buat aku semakin bingung . " gumam Amyra yang merasa perhatian Elvano membuat dirinya dilema akan perasaan nya sendiri .


" Aku harus bisa menghindari perasaan ini . Harus bisa " ucap tekad Amyra dalam hati .


Amyra turun dari ranjang itu dan merapihkan pakaian nya . Elvano keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah sehabis mencuci muka nya .


" Mau ke kamar mandi dulu ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk kemudian berjalan dengan sangat hati hati menuju kamar mandi .


Kepala Amyra masih terasa agak pusing hingga membuat jalan nya sedikit sempoyongan .


"Hati hati , Ayo." ucap Elvano segera menuntun Amyra .


" Aku bisa sendiri . " ucap Amyra menepis tangan Elvano kemudian masuk ke dalam kamar mandi .


Elvano hanya terdiam dan menghembuskan nafas nya berat melihat sikap Amyra .


Elvano sebenarnya merasa aneh dengan sikap Amyra , namun Elvano menganggap mungkin saja sikap dingin Amyra hanya karena takut akan tes yang baru saja Amyra lalui .


Amyra keluar dari kamar mandi dan mengambil tas nya . Amyra langsung berjalan keluar ruangan tanpa sepatah kata pun . Elvano pun mengikuti nya .


Elvano masuk ke dalam mobil , begitu pun Amyra .


" Mau langsung pulang ke rumah Mama , atau mau kemana dulu Ra ?" tanya Elvano .


" Aku mau ke tempat Bima . " ucap Amyra datar .


" Baiklah . Setelah itu kita langsung pulang , mama pasti sudah nunggu kamu di rumah . " ucap Elvano dengan perasaan yang kesal karena ternyata Amyra masih saja ingin bertemu Bima .


Sepanjang perjalanan Amyra hanya terdiam menatap jendela mobil melihat seluruh pemandangan si sepanjang jalan . Sesekali Elvano melirik Amyra di sela kemudi nya .


****


Mobil Elvano kini telah sampai di halaman sanggar Bima . Tanpa berkata , Amyra langsung turun dari mobil dan masuk ke sanggar tanpa menghiraukan Elvano .


" Dia benar benar menghindar dari gua !" ucap kesal Elvano memukul kemudi nya . Elvano pun turun dari mobil nya dengan perasaan kesal membanting pintu mobil .


Amyra yang bergegas masuk melihat Bima yang tengah berjalan menuju depan karena memang Bima sudah menduga kalau itu Amyra .

__ADS_1


Amyra langsung saja memeluk Bima yang tengah berdiri di sana . Amyra membenamkan wajah nya ke dalam dada Bima dan memeluk nya erat .


" Kenapa Ra ? " Bima merasa aneh seraya tangan nya membalas pelukan Amyra .


Amyra hanya menggelengkan kepala nya dan semakin mengeratkan pelukan nya .


" Apa ada sesuatu terjadi ? Bicaralah ." ucap Bima lembut .


Bima tau kalau Amyra diam berarti ada sesuatu yabg terjadi . Dalam pikiran Bima hanya terlintas nama Elvano .


Bima mengangkat wajah Amyra .


" Bicara lah . " ucap lembut Bima . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .


" Aku gak apa apa . Aku hanya mau peluk kamu aja . " ucap Amyra mencoba tersenyum , namun terlihat mata nya seakan menahan tangis .


Bima menghembuskan nafas nya mengalah , karena Bima tau kalau Amyra tidak akan pernah bilang dan lebih memilih memendam nya sendiri .


Bima kembali memeluk Amyra erat .


" Bilang saja kalau kamu sedang tidak baik baik saja , Ra . " ucapan lembut Bima berhasil membuat air mata yang di tahan Amyra jatuh .


Amyra kini terisak di dalam pelukan Bima .


" Aku tau kamu gak bakal cerita ke aku Ra . Menangis lah , kalau itu bisa membuat kamu lebih baik . " ucap Bima mengusap lembut rambut Amyra .


Tangisan Amyra memang pelan , namun terdengar pilu dan menyayat hati .


" Bima .. " ucap Amyra sendu dengan nada yang terdengar sedih .


Elvano memperhatikan Amyra dan Bima dari jauh di balik pintu . Elvano menghentikan langkah nya ketika melihat Amyra kini menangis dalam pelukan Bima .


Kesal , emosi dan cemburu mulai menyeruak di dalam hati Elvano . Namun Elvano mencoba menahan nya . Elvano kembali ke dalam mobil dan meluapkan kekesalan nya dengan memukul kemudi itu .


" Seharian dia hindari gua ! Dan sekarang malah pelukan sama si Bima ! " Elvano benar benar kesal .


" Tapi ngapain juga gua malah kembali ke mobil ! harus nya kan gua marah . Amyra kan calon istri gua ! Bodoh nya gua !" ucap Elvano kesal dengan kebodohan nya sendiri .


Elvano kembali turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam . Namun Amyra dan Bima kini sudah tidak berada di ruang depan tempat tadi mereka berpelukan di hadapan Elvano .


" Kemana mereka ?" gumam Elvano masuk kedalam sambil mencari keberadaan Amyra .


Bima dan Amyra tengah duduk di sofa yang berada di lantai 2 sanggar itu , tempat biasa dimana mereka berdua duduk ketika Amyra tinggal di sana .


Amyra duduk dan menyandarkan kepala nya ke pundak Bima , Bima merangkul bahu Amyra dan mengusap lembut rambut Amyra . Terlihat posisi mereka seperti akan berciuman dari belakang .


Amarah Elvano seketika meluap tak tertahan kan melihat nya , Elvano seketika menarik tangan Bima dari bahu Amyra membuat kini Bima berdiri .


" Ngapain lu pegang pegang Amyra !" ucap Elvano emosi .


" lu yang ngapain ! apa salah nya gua pegang Amyra hah !" Bima pun terlihat kesal .


Elvano seketika memukul wajah Bima hingga Bima kini tersungkur jatuh . Terlihat darah segar mengalir dari sudut bibir Bima .


Bima yang tak terima langsung bangun dan hendak membalas pukulan Elvano .

__ADS_1


" Bajingan lu El !" ucap Bima mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya .


" Berhenti !" teriak Amyra yang merasa ketakutan namun juga kecewa dengan tindakan Elvano .


Elvano dan Bima terhenti seketika melihat Amyra yabg menangis berteriak dengan tangan yang memegangi perut nya .


Amyra merasakan sakit pada pangkal perut nya dan kembali terduduk merasakan rasa sakit itu . Bima seketika menghampiri Amyra , begitu pun Elvano .


" Ra ? kamu gak apa apa ?" tanya Bima .


Amyra meringis kesakitan memegangi perut nya yang terasa keram . Elvano pun tak kalah panik melihat Amyra yang kesakitan .


" Jangan sentuh aku !" bentak Amyra ketika tangan Elvano hendak menyentuh nya .


Amyra mengatur nafas nya mencoba meringankan rasa sakit di perut nya itu .


Bima dan Elvano hanya bisa diam melihat nya karena Amyra melarang Bima dan Elvano untuk menyentuh nya .


" Udah berantem nya !" teriak Amyra yang masih merasakan sakit .


" Jangan temui aku kalau kalian masih belum bisa perbaiki hubungan kalian !" ucap Amyra kecewa kemudian berusaha berdiri dan berjalan hendak keluar dari sana .


" Ra ? kamu mau kemana ? " tanya Bima .


" Jangan ikuti aku ! " ucap Amyra ketika melihat Bima dan Elvano yang hendak mengikuti nya .


Terlihat Amyra berjalan perlahan seraya memegangi perut dan pinggang nya yang sakit .


" Tapi Ra . " ucap Elvano merasa khawatir melihat Amyra .


" Maaf . " Bima langsung berlari dan memeluk Amyra dari belakang . Langkah Amyra terhenti .


" Maafin aku Ra . Maaf ! Tapi jangan pergi , apalagi dengan kondisi kamu begini . " ucap Bima merasa bersalah .


Hati Amyra tak tega melihat Bima walaupun dirinya sebenar nya masih marah dengan sikap kekanak kanakan Bima dan Elvano .


" Kalian harus janji kalau ini yang terakhir aku lihat kalian begitu !" ucap Amyra .


" Iya Ra , aku janji . Maaf . " Bima tak henti henti nya meminta maaf . Elvano justru lebih kesal melihat nya . Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Elvano . Tangan nya mengepal erat seakan ingin lebih memukul Bima .


*****


Bima dan Elvano kini duduk saling berhadapan .


Amyra keluar dengan membawa sebuah kotak berisi P3K .


Amyra duduk di samping Bima .


" Sini . " Amyra memegangi wajah Bima dan mengusapkan kapas basah untuk mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Bima .


" Aw . " Bima merasa perih di sudut bibir nya .


Amyra meneruskan nya , dan mengoleskan sedikit salep di bibir Bima yang terluka . Wajah Elvano semakin terlihat kesal dan cemburu di buat nya .


...*******************...

__ADS_1


__ADS_2