Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Goyah


__ADS_3


Amyra sungguh tidak mengerti dengan sikap Elvano .


Elvano terkadang bersikap sangat lembut dan perhatian , namun di sisi lain Elvano juga berubah menjadi lebih kasar dan arogan .


Elvano bisa merubah sikap nya hanya dalam hitungan detik , dan itu membuat Amyra bingung .


" Turun . " ucap Elvano membuka pintu mobil itu .


Amyra turun dengan ragu . Amyra takut Elvano marah .


" Cepat masuk . " ajak Elvano berjalan lebih dulu memasuki sebuah butik mewah itu .


Amyra pun mengikuti nya ke dalam . Para pelayan langsung menyambut Elvano dengan ramah . Namun raut wajah Elvano masih terlihat masam .


Amyra bingung dirinya harus melakukan apa , Amyra hanya bisa berdiri di sana mematung kebingungan .


" Beli apapun yang kamu mau . " ucap Elvano , Amyra hanya terdiam .


" Kalau kamu gak bisa pilih , biar semua saja beli . " ucap Elvano .


" El ! " Amyra mulai kesal .


" Kenapa ? ada yang salah ?" tanya Elvano .


" Bukan ini yang aku mau . Aku yang harus nya tanya . Apa aku punya salah ? sikap mu menunjukan kalau ada yang gak beres . " ucap Amyra kesal .


Elvano berdiri dan menghampiri Amyra .


" Lalu apa mau mu ?" tanya Elvano mendekat kan wajah nya ke wajah Amyra . Amyra terdiam . Amyra melangkah mundur hendak menjauhkan tubuh nya dari Elvano . Namun Elvano justru semakin berjalan mendekati Amyra .


" El . "


" Elvano !" Amyra terlihat gugup ketika kini Elvano benar benar berada dihadapan nya . Tubuh Amyra yang sudah menempel di tembok itu tak bisa lagi berjalan mundur .


Elvano menelan ludah nya ketika dirinya benar benar tergoda dengan bibir Amyra yang terlihat manis itu . Namun Segera Elvano tersadar .


Elvano mundur .


" Cepat pilih yang kamu mau . Jangan buat aku maksa kamu . " ucap Elvano berlalu meninggalkan Amyra disana .


Amyra memegangi dada nya , terasa sesak namun juga berdebar karena tindakan yang baru saja Elvano lakukan .


Amyra pun mau tidak mau harus menuruti kemauan Elvano , Amyra tidak mau sampai Elvano marah lagi .

__ADS_1


Sedangkan Elvano menunggu nya di depan , Elvano menyalakan sebatang rokok dan mulai menikmati nya .


" Hampir saja gua gak bisa nahan buat cium dia ! Bisa bener bener gila gua nahan diri gua sendiri . " gumam nya kesal sendiri .


Tak lama kemudian Amyra keluar dari butik membawa beberapa tas belanjaan nya .


Elvano menginjak rokok nya dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa membuka kan pintu untuk Amyra . Amyra tak masalah dan langsung naik ke mobil .


" Kita makan di rumah . " ucap Elvano menyalakan mesin mobil nya .


" Tapi , El . Bukan nya kita mau ke .. " ucap Amyra ragu . Amyra takut kalau sampai dia akan salah bicara .


" Kamu mau ketemu Bima ?" tanya Elvano . Sejenak Amyra terdiam .


Elvano memang masih kesal , namun dirinya pun tak bisa menutup mata melihat Amyra yang memang berharap bisa bertemu Bima .


Elvano pun menyerah . Elvano melajukan mobil nya tanpa berkata apapun . Membuat Amyra juga bingung harus bagaimana .


Sesekali Amyra melirik kearah wajah tampan Elvano .


" Makasih , El . " ucap Amyra . Elvano menoleh .


" Makasih buat baju nya juga . " ucap Amyra mencoba mencairkan suasana yang sangat canggung itu .


Namun Elvano tak menjawab nya , Elvano kembali fokus melajukan mobilnya .


Terlihat Bima langsung keluar untuk menyambut Amyra .


" Ra . " panggil Bima tersenyum melihat Amyra yang terlihat dalam kondisi baik baik saja .


Amyra oun berjalan menghampiri Bima . Bima memeluk Amyra tepat di hadapan Elvano .


" Syukurlah kamu sudah kembali , aku khawatir . " ucap Bima .


" aku baik baik aja kok , kamu gak perlu se khawatir itu Bima . " ucap Amyra . Bima melirik kearah Elvano yang bersandar ke pintu mobil nya .


" Masuk , El . " ajak Bima . Bima merangkul pundak Amyra untuk masuk ke dalam .


Elvano merasa kesal namun juga dirinya tidak mau menunjukan nya di depan sahabat nya itu . Sikap Elvano memang kadang kekanak kanakan dan tidak mudah di tebak .


" Bima , mulai sekarang Amyra bakal tinggal di rumah gua . Setidak nya sampai hasil tes DNA keluar . " ucapan Elvano mampu menghentikan langkah kaki Bima .


" Apa ?" tanya Bima kemudian menghampiri Elvano .


" Jadi keluarga lu gak percaya kalau bayi yang Amyra kandung tuh anak lu . Gitu ?" tanya Bima menegaskan .

__ADS_1


" Itu permintaan bokap gua . Kita bakal menikah kalau hasil tes nya udah keluar . " ucap Elvano .


" Gua harap lu bisa handle itu El . " ucap Bima .


" Gua tau . " jawab Elvano .


" kamu gak apa apa sementara tinggal disana Ra ?" tanya Bima lembut . Amyra melirik Elvano .


" Ibu Elvano baik kok , aku gak apa apa . " jawab Amyra .


" Bisa tolong kasih tau Elsa tentang ini ? " pinta Amyra .


" Baiklah , kamu gausah khawatir . " Bima menghela nafas nya .


" gua harap semua cepet selesai . " ucap Bima serius pada Elvano .


Amyra berjalan menuju kamar nya untuk membawa beberapa barang yang mungkin akan dia butuhkan saat tinggal di rumah Elvano .


Bima merasa kalau kondisi Amyra kini lebih baik dari sebelum nya .


Awal nya Bima menyangka kalau Amyra gak akan dengan mudah menerima Elvano , tapi ternyata Amyra justru terlihat biasa bersama Elvano .


Bima memang merasa lega , namun sisi lain hati nya takut kalau sampai Amyra menyukai Elvano .


" Gua harap lu bener bener jaga dia El . Dan berhenti main main . " ancam Bima .


" Main main apaan ! Ya engga lah . " sangkal Elvano .


" Gua tau lu Elvano ! Berapa banyak cewek yang udah lu tidurin , berapa banyak cewek yang udah lu buang ! Gua gabakal segan buat bawa Amyra pergi sejauh mungkin kalau sampai lu berani nyakitin dia ! paham ?" ancam Bima .


Elvano terdiam . Baru kali ini Elvano melihat Bima bicara dengan nada seperti itu pada nya .


Bima yang biasanya sangat lembut dan tak pernah marah , kini lebih sensitif ketika itu berhubungan dengan Amyra .


Amyra mendengarkan semua percakapan Bima dan Elvano .


Amyra meremas ujung baju nya .


" Apakah memang Elvano seperti itu ?" gumam Amyra dalam hati .


Perasaan nya mulai goyah . Hati nya yang sudah mulai merasa kalau Elvano adalah orang baik kini goyah .


Amyra merasa takut kalau semua yang di katakan Bima adalah benar .


Dan Amyra bertekad untuk tidak akan pernah memiliki perasaan apapun pada Elvano . Amyra tidak mau menjadi salah satu wanita yang di buang Elvano .

__ADS_1


...****************************...


__ADS_2