Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Rindu yang masih tersimpan


__ADS_3

Pagi ini langit terasa mendung. Angin berhembus cukup kencang.


Daun daun yang berjatuhan terlihat di balik sebuah jendela besar lantai 2 sanggar seni milik Bima itu.


Terlihat sepi sunyi dan menenangkan berada di tempat itu .


Sedangkan sebuah mobil berwarna biru terparkir di pinggir jalan seakan mengamati dengan seksama setiap sudut bangunan itu.


" Kemana Bima? " gumam pengemudi mobil biru itu di balik kacamata hitam nya mencari keberadaan Bima di dalam sanggar seni yang hampir seluruhnya ber dinding kan kaca itu.


Hingga tak lama kemudian masuk lah sebuah mobil dan berhenti di parkiran sanggar melewati mobil biru itu.


Seketika langsung mengetahui orang yang baru saja mengendarai melewati nya.


" Bima. " gumam nya seraya berusaha menyembunyikan diri di dalam mobil.


Terlihat Bima membuka pintu mobil nya kemudian turun dan masuk ke dalam sanggar nya.


DEG! serasa rindu namun tak sanggup untuk bertemu.


Terlihat Bima yang menaiki tangga menuju la tai 2 sanggar itu. Tatapan nya terus mengikuti setiap gerakan Bima di dalam sanggar.


Bima berdiri di depan jendela besar itu dan melihat sebuah mobil biru di pinggir jalan depan sanggar nya. Hati nya mulai penasaran.


Bima memperhatikan dengan seksama . Mencari tau pengemudi yang kini tengah berada di mobil biru itu dan Bima yakin kalau pengemudi itu sedang memperhatikan nya.


Langit yang mendung membuat Bima tak dapat melihat nya dengan jelas.


Hingga akhir nya Bima semakin memperhatikan dan mulai teringat akan sosok yang begitu familiar di benak nya.


Mata nya seketika terkesiap, hati nya berdebar.


" Amyra. " otak nya memberikan jawaban atas rasa penasaran nya dengan sosok misterius yang terasa sangat familiar itu.

__ADS_1


Yaa, memang tidak salah. Amyra lah orang yang saat ini memperhatikan Bima di balik kemudi mobil berwarna biru itu.


Amyra yang sangat merindukan sosok Bima yang pernah sangat menyayangi dan melindungi nya dulu. Kini akhirnya dapat melihat nya lagi. Tak terasa air mata menetes keluar dari mata indah nya yang tertutup kaca mata hitam itu melewati pipi dan jatuh di ujung dagu runcing Amyra.


" Amyra!!!! " Teriakan Bima sanggup terdengar sampai ke mobil Amyra .


Bima yang kini sudah yakin dengan apa yang dia lihat akhirnya berlari turun berharap semu tebakan nya benar tentang sosok misterius itu.


Amyra dengan sigap segera menyalakan mesin mobil nya dan langsung menancap gas melajukan mobil nya pergi dari sana tepat dengan Bima yang sampai di halaman depan nya melihat mobil itu melewati nya dan sekilas dia melihat siapa pengemudi mobil Biru itu yang tak lain adalah Amyra.


" Amyraaaaaa!!!!!! " teriak Bima putus asa setelah mobil itu kini telah jauh menghilang di jalanan pagi yang sepi itu.


" Maaf Bima. " gumam Amyra seraya tetesan air mata berjatuhan seiring rasa sakit di hati nya.


Sebenar nya bisa saja Amyra turun dan bertemu Bima. Namun Amyra masih belum siap.


Masih banyak hal yang saat ini Amyra rencana kan dan belum tercapai.


" Belum saat nya aku bertemu dengan mu Bima. " gumam nya.


*******


" Cepat cari tau mobil yang aku kirimkan itu! Sekarang! " titah Bima setelah dirinya melihat rekaman cctv di depan sanggar nya, dan langsung mengirimkan nya pada Theo untuk di cari tau.


" Ok.! " jawab Theo segera melakukan apa yang Bima perintahkan.


Bukan sekali Bima meminta Theo mencari tau tentang sesuatu yang mungkin berhubungan dengan Amyra. Namun saat inu Bima sangat yakin tentang mobil yang terekam cctv nya.


" Aku tau itu kamu, Amyra! " gumam Bima seraya memperhatikan tayangan ulang cctv nya beberapa waktu lalu.


" Kenapa kamu menghindari ku Amyra? " gumam nya lirih.


Walaupun sedih namun Bima bersyukur karena setelah sekian lama akhir nya ada setitik harapan untuk menemukan Amyra .

__ADS_1


Dan kali ini Bima benar benar yakin kalau Amyra telah kembali.


*******


Suara ketukan bolpoin terdengar mengetuk ngetuk meja di ruangan mewah cukup besar itu. Suara ketukan tanpa irama membelah sunyi nya ruangan di pagi mendung itu.


Sebuah ruangan kerja di sebuah kantor 5 lantai milik keluarga Reynard .


Layar laptop yang terang menampilkan sesosok wanita cantik di tampilan layar nya. Senyum yang ceria, wajah nan cantik.


Hampir setiap hari Elvano menyisakan sepenggal waktu hanya untuk memperhatikan foto Amyra yang dia gunakan sebagai tampilan layar laptop nya.


Setidak nya, hal itu bisa sedikit mengurangi rasa rindu nya pada Amyra.


Sesekali Elvano menghela nafas panjang seraya mengusap kasar wajah tampan nya.


Mau tidak mau Elvano harus tetap melanjutkan hidup, walau pun dirinya sangat tau kalau hidup nya seakan tak berarti semenjak Amyra menghilang.


Namun karena profesional, Elvano tetap melanjutkan pekerjaan nya sebaik mungkin.


Dan kali ini Elvano tengah menyelesaikan proyek penjualan lahan seluas 5 hektar di pinggiran kota.


Dan rencana nya sore ini dia akan bertemu dengan pembeli lahan kosong itu.


Perusahaan Elvano memang bergerak di bidang tanah lahan dan bangunan. Tidak heran kalau setiap hari Elvano turun langsung ke beberapa lahan yang akan ia beli atau jual karena totalitas nya sebagai pengusaha properti.


Elvano sudah terbilang sangat sukses menggeluti bidang properti di usia muda nya . Terbukti dengan banyak nya kesuksesan dirinya dalam mendapat kan lahan yang fungsional dengan harga terbaik.


Keahlian itu ia dapat dari ayah nya yang sudah sejak dulu menggeluti bidang itu.


Sikap dingin dan tegas pun di turunkan oleh ayah nya. Kritis dalam mengambil keputusan dan selalu yakin dengan langkah yang dia ambil.


Itulah dia.

__ADS_1


Gavin Elvano Reynard .


********


__ADS_2