
Dengan ragu namun juga penuh harap , Elvano mencoba menelepon Amyra .
Elvano menunggu jawaban dari Amyra .
Amyra yang tengah membereskan baju di kamar Elsa heran melihat ponsel nya yang tak henti nya berdering . Amyra pun segera melihat nya .
Nama Elvano tertera di sana , semakin membuat Amyra heran .
" Elvano ?" gumam Amyra memikirkan hal yang akan Elvano ucapkan di telepon .
Amyra pun mengangkat telepon dari calon suami nya itu .
" Halo . " jawab Amyra di balik telepon .
Elvano terdiam ragu untuk berbicara .
Bima yang terlihat gemas terus mengisyaratkan agar Elvano segera bicara . Elvano malah menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
" Halo , El ?" Amyra mulai bingung karena tidak ada suara yang terdengar dari Elvano .
" Iya , Ra . " Elvano pun akhir nya memberanikan diri untuk bicara .
" Maaf . " satu singkat padat dan jelas keluar dari mulut Elvano .
" Maaf ?" Amyra kebingungan .
" Maaf karena aku udah gegabah dan bertindak bodoh tadi . " ucap Elvano . Amyra terdiam .
" Maaf karena gak bisa nahan emosi , dan maaf udah buat kamu marah . "
" Aku gak marah kok . " jawab Amyra tenang .
" Aku hanya gak suka aja kalo kamu menggunakan fisik tanpa berpikir lebih dulu . " lanjut Amyra .
" Maaf . " ucap Elvano tulus .
" Udah baikan sama Bima ?" tanya Amyra .
" Udah dong , ini aku masih di tempat Bima . " ucap Elvano bangga .
" Syukurlah . Janji gak akan terjadi lagi ?" tanya Amyra .
" Iya , aku janji . " jawab Elvano serius . Amyra terdiam di balik telepon .
" Ra . "
" Ya ?"
" Bisakah kamu ikut pulang sama aku ke rumah mama ?" tanya Elvano ragu penuh harap .
Amyra terdiam .
Elvano tidak tahu kalau sebenarnya Amyra memang sudah berniat untuk ikut pulang dengan Elvano , namun Amyra juga merasa lega karena kepergian nya tadi bisa membuat hubungan antara Bima dan Elvano membaik .
" Ra . " panggil Elvano lembut .
" Hmm . " gumam Amyra terdengar oleh Elvano .
" Mau kan pulang sama aku ke rumah mama ?" tanya Elvano kembali .
" Baiklah . " jawaban Amyra mampu membuat raut wajah ragu Elvano seketika berubah senang .
__ADS_1
" Yes !" Elvano semangat .
" Yes apa ?" ucap Amyra .
" Oh , nggak . Aku seneng aja kamu mau pulang sama aku Ra . " ucap Elvano malu karena terlalu bersemangat .
Bima hanya bisa tertawa melihat tingkah laku sahabat nya itu yang seperti habis menang undian berhadiah .
" El , El . " gumam Bima menggelengkan kepala nya sambil tersenyum melihat El yang kegirangan .
" Pulang sekarang ya ?" tanya Elvano semangat .
" Iya , kamu jemput aku ke rumah Elsa . Aku lagi beresin baju , bentar lagi beres . " ucap Amyra yang masih sibuk membereskan beberapa baju untuk di bawa .
" Ok kalo gitu . Nanti aku telepon lagi kalo udah sampai ." ucap Elvano kemudian menutup telepon itu .
" Hah akhirnya . Bener juga kata lu , dia gak nolak . " ucap lega Elvano karena akhirnya Amyra mau pulang bersama nya .
" Udah gua bilang kan , dia tuh orang nya gak bisa marah ." ucap Bima .
" Makin suka gua sama dia !" ucap Elvano tersenyum .
Bima melihat kalau sahabat nya itu benar benar sudah jatuh hati pada Amyra .
" Udah cepetan jemput dia . Keburu malam . " ucap Bima agar Elvano segera berangkat menjemput Amyra .
" Oke Bro ! makasih banget Bro . Kalo gak ada lu gua gak tau harus gimana !" ucap Elvano .
" Lah ! udah biasa gua lu repotin ! " ledek Bima .
" Lu kan sahabat gua " ucap Elvano merasa bangga .
" Udah cepetan sana ! Langsung pulang jangan bawa Amyra kemana mana lagi . " ucap Bima .
" Wah ! Beneran , baru di kasih lampu kuning aja lu udah sombong banget ya !" ucap Bima .
Elvano dan Bima pun tertawa bersama .
"Gua percaya sama lu El . " ucap Bima .
" Hmm ?"
" Gua percaya lu pasti bisa jagain Amyra . Gua percaya kalo lu pasti lakuin yang terbaik buat dia . " ucap Bima serius .
Elvano menganggukkan kepala nya yakin .
" Gak sia sia gua sahabatan sama lu sejak dulu !" ucap Elvano .
" Hidup gua yang sia sia ! Dari dulu nurutin mulu elu !" ledek Bima . Elvano tersenyum .
Elvano bergegas memakai jaket nya hendak pergi menjemput Amyra .
" Eh iya Bima , satu lagi . " ucap Elvano sebelum dirinya keluar dari pintu itu .
" Apa lagi ?" ucap Bima gemas .
" Sorry tadi udah mukul lu ! " ucap Elvano seraya tertawa dan berlari keluar dari pintu itu .
" Sialan lu !" teriak kesal Bima .
Bima mengejar Elvano keluar , Elvano membuka pintu mobil nya sambil tertawa .
__ADS_1
" Awas aja lu ! siap siap nanti gua balas !" teriak Bima .
" Ampun bos ku ! Bercanda doang . " jawab Elvano tersenyum .
" Kesel gua liat lu ! cepet pergi sana !" ucap Bima mengusir Elvano .
" Iya iya . " ucap Elvano kemudian menyalakan mobil nya .
" Jaga Amyra !" teriak Bima ketika mobil Elvano kini telah keluar dari halaman dan membunyikan klakson nya menandakan dirinya akan segera pergi .
Bima masih berdiri di sana . Bima tertawa lucu pada dirinya sendiri .
" Semoga keputusan gua buat biarin Amyra sama Elvano gak salah . " gumam Bima .
Bima masuk ke dalam kemudian berjalan menuju kamar nya .
Bima berdiri di depan cermin dan melihat luka di sudut bibir nya .
" Gak percaya gua si El bisa sampe mukul gua karena cemburu . Gak sia sia gua tadi peluk Amyra , akhirnya gua bisa tau kalau si El emang serius sama Amyra liat cemburu nya yang parah banget . " ucap Bima tersenyum seraya menyentuh luka di bibir nya .
" Bahagialah Amyra . Kamu pantas mendapatkan nya . " ucap Bima lirih .
********
" Ra , gimana ? jadi pulang ke rumah orang tua Elvano ?" tanya Elsa . Amyra mengangguk .
" Udah telepon El ?" tanya Elsa .
" Udah , dia sendiri yang duluan nelepon dan minta maaf . " ucap Amyra .
.
" Dia minta maaf ?" tanya Elsa heran .
" Iya , dia nelepon dan minta maaf . Bentar lagi dia jemput kesini . " ucap Amyra .
" Cowok angkuh dan sombong kaya dia bisa juga minta maaf ?" heran Elsa menggelengkan kepala nya tidak percaya . Amyra tersenyum .
" Beneran udah jatuh hati nya buat kamu Ra . " ucap Elsa .
" Apaan sih . Dan aku lega , akhirnya Bima dan Elvano bisa baikan . " ucap Amyra .
" Mereka kan sahabatan udah lama , ya masa gak bisa baikan . " ucap Elsa .
" Iya , makanya aku gak suka kalo liat mereka tiap ketemu pasti berdebat . Tapi sekarang udah baikan , jadi aku lebih tenang . " ucap Amyra .
" Iya . Eh Ra , kamu balik lagi ke rumah Elvano berarti kamu gak bakalan batalin pernikahan kamu kan ?" ucap Elsa .
" Entahlah , kita lihat saja nanti . " ucap Amyra yang masih ragu .
Di satu sisi , Amyra memang membutuhkan sosok seorang suami untuk bayi yang di kandung nya . Apalagi sudah jelas kalau ayah dari bayi nya itu adalah Elvano .
Namun di sisi lain , Amyra merasa kalau pernikahan nya nanti hanya sebatas hubungan palsu dimana Elvano hanya menikahi nya untuk bayi yang di kandung nya saja .
Amyra merasa sedih karena akhirnya harus menikah tanpa perasaan yang sama dengan calon suami nya itu .
Amyra yang sudah mulai jatuh cinta pada Elvano harus menerima kalau ternyata Elvano tak memiliki perasaan yang sama , pikir Amyra .
" Aku bakal berusaha buat bertahan dan berusaha buat gak suka lagi sama dia Sa . " ucap Amyra lirih .
" Gak perlu gitu juga Ra . Siapa tau setelah menikah , dia jadi suka sama kamu kan . " ucap Elsa .
__ADS_1
" Semoga . " ucap Amyra berharap .
...*************...