
" Aku takut ." ucap Amyra lirih dalam pelukan Elvano .
" Takut apa Ra ?" tanya Elvano .
" Aku takut kalau ternyata kamu menikahi ku hanya karena menginginkan bayi yang ada di dalam kandungan ku saja . " ucap Amyra .
Elvano mengeratkan pelukan nya .
" Mana mungkin ! Aku mencari mu jauh sebelum aku tau kalau kamu hamil . Dan bayi yang ada di perut mu itu jadi takdir kalo kita memang harus menikah . " ucap Elvano . Amyra terdiam .
" Aku bersyukur kamu hamil Ra . Karena kalau kamu tidak hamil , mungkin kamu akan membenci ku dan tak akan mau dekat dengan ku . " ucap Elvano lembut .
Elvano mengusap rambut basah Amyra .
" Apa kamu gak akan buang aku setelah bayi ini lahir ?" tanya Amyra polos .
" Jangan berpikir bodoh !" kesal Elvano .
Elvano memegang kedua pipi Amyra dan menatap nya lekat .
" Gak ada alasan buat aku buang kamu Ra ! Apalagi nanti , kamu adalah ibu dari anak ku . " ucap Elvano serius .
" Tapi , aku . "
" Udah Ra . Gak ada yang perlu kamu khawatir kan , aku ada disini untuk mu . Sekarang , nanti dan sampai kapanpun . " ucap Elvano meyakin kan . Amyra menganggukan kepala nya pelan .
Tak lama kemudian terdengar Amyra bersin bersin .
" Aduh ! Cepat selesaikan mandi nya . Kamu pasti kedinginan . " cemas Elvano yang baru sadar kalau Amyra cukup lama dengan tubuh yang basah .
Amyra tersenyum haru .
Elvano memakaikan handuk ke tubuh Amyra .
" Ayo cepat !" ajak Elvano keluar dari kamar mandi .
" Kamu juga cepat pakai baju , nanti masuk angin . " ucap Amyra yang tengah memakai baju .
" Suruh siapa ajak mandi malam malam . " ledek Elvano .
" Yey . Emang siapa yang ajak kamu mandi , aku tadi nya mau mandi sendiri kok . " jawab Amyra .
" Siapa suruh godain aku terus . " jahil Elvano .
" El . " ucap Amyra malu .
Elvano tersenyum melihat calon istri nya itu tersipu .
__ADS_1
" Jangan pernah lagi menghindariku Ra . " ucap Elvano tiba tiba memeluk Amyra dari belakang .
Amyra mengangguk dan tersenyum .
" Janji ?"
" Iya .. " jawab Amyra tersenyum .
Hati nya kini lebih lega karena telah mendapat jawaban atas perasaan Elvano . Dirinya yang menganggap Elvano hanya menginginkan bayi nya itu kini lebih merasa tenang setelah mendengar langsung pengakuan Elvano .
Amyra kini merasa sangat bahagia karena akhirnya perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan . Amyra merasa sangat bersyukur karena akhirnya ayah dari bayi yang di kandung nya itu pun mencintai nya , layaknya Amyra mencintai Elvano .
" Mau lanjutin yang tadi ?" ucap nakal Elvano di telinga Amyra .
" Ih , El !" geli Amyra . Elvano hanya tersenyum .
" Bercanda . Kamu harus banyak istirahat , jadi sekarang aku kasih ampun kamu !" ucap Elvano .
" Ih , Dasar mesum !" ucap Amyra menepis tangan Elvano yang mulai meraba raba perut nya .
" Ih , siapa yang mesum ! aku cuma mau sentuh bayi aku . " jawab Elvano membela diri .
Amyra tersenyum .
" Cepat pakai baju . " perintah Amyra .
" Iya . Sebentar lagi , masih mau peluk . " ucap Elvano masih tak melepas pelukan nya .
" Iya iya , aku pakai baju . Nanti kita lanjutin ya sayang . " ucap Elvano mengusap lembut perut Amyra .
" Ternyata aku sudah salah menilai mu El . " gumam Amyra seraya memperhatikan langkah Elvano .
Amyra duduk di sofa seraya mengeringkan rambut nya . Beberapa kali terdengar suara bersin Amyra .
Elvano yang baru selesai berpakaian itu langsung menghampiri Amyra yang tengah duduk .
" Kamu sakit ?" ucap Elvano menyentuh dahi Amyra . Amyra menggelengkan kepala nya .
" kamu demam . Istirahat lah , biar aku ambil kan makan dan obat . " ucap Elvano .
" Aku gak apa apa kok . " ucap Amyra tenang .
" Jangan bantah . " ucap Elvano tegas . Amyra tau kalau Elvano begitu karena sangat mengkhawatir kan nya .
Elvano berjalan keluar kamar untuk mengambil makan malam untuk Amyra .
Sebelum Elvano sampai ke dapur , terlihat Vina tengah mengambil air minum di kulkas .
__ADS_1
" Vina ?" ucap Elvano memastikan .
" Kakak !" ucap senang Vina langsung memeluk kak kandung nya itu .
" Sejak kapan kamu disini ? kenapa gak kasih tau kaka kalo kamu mau pulang ?" ucap Elvano .
" Dari kemarin ka , ngedadak ada perlu di indo . Dan juga denger kabar kata nya kaka bawa calon istri kaka kesini . " ucap Vina .
" Uya , kaka bakal segera menikahi nya karena dia hamil anak kaka . " ucap lembut Elvano .
Sejak dulu Elvano memang sangat akrab dengan adik perrmpuan satu satunya itu , namun karena Vina yang memilih untuk sekolah ke luar negeri membuat mereka jadi jarang bertemu , begitu pun dengan Elvano yang selalu sibuk pergi bisnis .
" Kaka yakin kalo anak yang dia kandung tuh anak kaka ?" tanya Vina . Elvano mengangguk .
" Boleh aku ketemu sama calon istri kaka ?" tanya Vina .
" Boleh , tapi gak sekarang . Besok aja ya ." ucap Elvano .
" Kenapa ?" tanya Vina .
" Dia sedang sakit , besok kamu boleh bertemu dengan dia . Dan kaka harap kamu bisa lebih dekat dengan nya . " ucap Elvano .
" Iya ka . Kaka mau ambil apa ke dapur ? " ucap Vina .
" Mau ambil makan buat calon kaka ipar mu . " ucap Elvano .
" Sejak kapan kaka jadi perhatian sama cewe ? sejak kapan kaka turutin perintah orang lain selain papa ? dulu aja pas pacaran sama Alisha , kaka gak pernah mau di suruh suruh . " ucap Vina heran .
" Gak ada yang nyuruh kaka . Ini kaka yang mau sendiri . " ucap Elvano .
" Mmm . " Vina yang masih heran merasa agak kesal karena kini kaka nya yang terkenal angkuh dan paling tidak bisa diatur justru dengan senang hati mengambilkan makanan untuk seorang wanita .
" Sehebat apa perempuan itu sampai bisa membuat kaka berubah . Berani banget buat kaka jadi kaya babu ! " ucap heran Vina seraya memperhatikan Elvano yang membawa nampan berisi makan dan minum untuk Amyra .
Vina sangat tau sifat kaka nya itu .
Dulu ketika Kaka nya berpacaran dengan Alisha sahabat nya saja , kaka nya paling tidak mau di atur atau di suruh . Kaka nya adah orang yang angkuh dan tidak mudah untuk membuat nya melakukan sesuatu yang tidak di sukai nya .
Vina merasa sangat heran karena kini kaka nya dengan sangat mudah berubah , dan dengan mudah nya menuruti kemauan calon istri nya itu untuk mengambil kan makan .
Walaupun Vina belum bertemu dengan Amyra , namun Vina langsung menaruh pemikiran negatif tentang Amyra . Vina merasa kalau Amyra hanya memanfaatkan Kaka nya saja dan hanya menginginkan harta .
Vina bertekad untuk menggagalkan pernikahan itu agar kaka nya tidak termakan tipuan wanita yang kini tengah hamil itu .
Vina sangat yakin kalau bayi yang di kandung Amyra bukan lah anak kaka nya .
" Jangan harap kamu bisa menipu keluarga ku . " Kesal Vina .
__ADS_1
Vina adalah orang yang selalu mendapatkan apapun yang dia ingin kan . Dan juga Vina adalah orang terdekat Elvano dimana Elvano selalu berpihak padanya . Jadi Vina yakin kalau dirinya akan mendapatkan bukti keburukan Amyra agar kaka nya bisa membatalkan rencana nya untuk menikah .
...**************...