Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Calon Mertua


__ADS_3

" Hamil ! Jadi dia sudah hamil !" Ucap Om David menahan amarah nya .


" Iya pah , dia hamil . " jawab Elvano serius .


" Apa kamu yakin kalau bayi yang di kandung nya itu anak mu El !" tanya Om David .


" Aku yakin pah . Aku sangat yakin . " ucap Elvano berusaha meyakinkan kedua orang tua nya .


Amyra diam seribu bahasa . Amura tidak tau harus berbuat atau berkata apa di hadapan kedua orang tua Elvano .


" Tapi kita tidak bisa percaya semudah itu ! Bisa jadi dia sengaja meminta pertanggung jawaban mu El ! Bisa saja kalau bayi yang di kandung nya saat ini bukan darah daging kamu . " ucap Om David .


" Aku bakal buktiin pah . " ucap Elvano .


" Baik . Berapa usia kehamilan kamu sekarang ?" tanya Om David .


" 13 minggu . " Jawab Amyra ragu .


" Tunggu sampai janin itu berumur 16 minggu . Baru kita bisa tes DNA . Saya tidak mau mengambil resiko dengan mempercayai anda . Karena saya tidak tau asal usul anda . " ucap Om David serius .


" Kita tunda pernikahan mereka sampai hasil tes DNA keluar . " ucap Om David .


" Tapi pah . " Elvano memelas .


" Tidak ada tapi ! Wanita itu akan tinggal disini sampai hasil tes DNA keluar . " ucap Om David kemudian pergi meninggalkan ruang tamu itu .


Amyra sungguh kaget mendengar ucapan dari ayah Elvano .


Tante Rosa kini duduk di samping Amyra .


" Tenang ya , nak . Papah El emang keras , tapi beliau orang yang baik kok . " ucap Tante Rosa mencoba menenangkan Amyra yang terlihat gugup dan ketakutan .


Amyra mengangguk pelan .


" Kamu cantik , mama suka . " ucap Tante Rosa mengelus pipi mulus Amyra .


" Semoga saja hasil tes DNA nya sesuai harapan Mama . Jadi ketika kalian nanti menikah , Mama gak perlu nunggu lama buat punya cucu . " Tante Rosa antusias .


Awal nya Amyra menyangka kalau orang tua Elvano terutama Ibu nya tidak akan menyukai nya , namun ternyata Elvano memiliki seorang ibu yang sangat baik dan hangat .


Tante Rosa adalah seorang wanita cantik dengan hati keibuan yang besar , baik dan sangat perhatian .


Amyra dapat merasakan itu walaupun dirinya baru pertama kali bertemu .

__ADS_1


" Ma , gimana bisa dia tinggal disini . El mau bawa dia ke apartemen El aja . " ucap Elvano .


" Berani kamu bantah papah kamu ?" ucap Tante Rosa .


Elvano terlihat bingung dengan keputusan ayah nya . Elvano tau kalau Amyra pasti tidak akan menyetujui nya .


" Tapi , Ma . "


" Kamu nurut aja , ada mama yang bakal jagain Dia . Jadi kamu juga bisa tinggal disini , ya kan El ? Mama kangen sama kamu , udah lama gak tinggal disini . " ucap Tante Rosa penuh harap .


" hah . Baiklah . " ucap Elvano . Amyra menatap Elvano sayu . Elvano tau betul kalau Amyra pasti merasa kebingungan dengan keadaan saat ini .


" Mama tinggal ke dalam dulu ya . " pamit Tante Rosa kemudian pergi meninggalkan ruang tamu itu .


Elvano segera menghampiri Amyra dan duduk di sebelah nya .


" Ra , kamu baik baik aja kan ?" tanya Elvano khawatir .


" Aku baik baik aja kok . " jawab Amyra .


" kamu gak keberatan kan tinggal disini sampai hasil nya keluar . " ucap Elvano . Amyra mengangguk pelan dan tersenyum .


" Huh , syukur lah . Aku kira kamu gak bakalan mau tinggal disini . " Elvano lega mendengar jawaban Amyra .


" Iya aku tau , aku yakin dia bakal suka sama kamu . Kamu juga kan ?" ucap Elvano .


" Iya , aku suka . " jawab Amyra .


" Sebaiknya sekarang kita temuin dulu Bima . " ucap Elvano .


" Tapi , sepertinya Bima gak bakalan ijinin aku buat tinggal disini . " ucap Amyra ragu .


" Aku yang bakal jelasin sama dia . " ucap Elvano .


" Kamu tenang aja . " lanjut Elvano .


Elvano mengajak Amyra keluar dan naik ke mobil sport berwarna hitam nya .


" Mau langsung ke tempat Bima , atau mau makan dulu . " tanya Elvano .


" Langsung ke tempat Bima aja . " Mulut Amyra memang berkata begitu , tapi perut nya berkata lain .


Terdengar suara perut Amyra di mobil itu .

__ADS_1


" Makan dulu , ok ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .


Elvano pun melajukan mobil nya .


Sepanjang perjalanan Elvano mencuri pandang untuk dapat melihat wajah cantik Amyra .


Amyra terlihat gugup karena menyadari kalau Elvano tak henti henti memperhatikan nya .


" Kenapa dari tadi kamu terus liatin aku ? apa ada yang salah ?" Amyra memberanikan diri untuk bertanya . Elvano tersenyum .


" Kamu cantik . " ucap Elvano seketika membuat Amyra semakin gugup dan wajah nya memerah .


" apa malam ini aku udah harus tinggal di rumah kamu , El ?" tanya Amyra .


" Seperti nya begitu , emang kenapa ?" tanya Elvano .


" Aku harus bawa baju baju ku di tempat Bima . " ucap Amyra .


" Jangan , kamu gak perlu bawa apa apa dari tempat Bima . " ucap Elvano .


" Tapi , baju nya . " ucap Amyra bingung .


" Kita beli saja . Sekalian saja toko nya aku beli ." ucap Elvano . Elvano merasa cemburu karena Amyra selalu saja menyebut nama Bima di depan nya . Wajah Elvano terlihat kesal .


" Kenapa kamu marah ?" Amyra merasa bersalah . Elvano tak menjawab nya .


" El , bisa kita makan disitu ? Bima biasa nya membawakan nya untuk ku . " ucap Amyra menunjuk sebuah restoran seafood di sebrang jalan .


-Elvano seketika menghentikan laju mobil nya .


" Bisa gak kamu gak terus omongin Bima ?" pinta Elvano kesal .


" Tapi , kenapa ?" Amyra takut melihat raut wajah Elvano yang kesal .


" Karena aku gak suka . Aku gak suka kamu terus terusan sebut nama dia !" ucapan Elvano mampu membuat Amyra terdiam .


Antara rasa bersalah dan juga sedih , Amyra membungkam mulut nya .


" Kita gak akan ke tempat Bima , kita beli keperluan kamu dan langsung pulang ke rumah orang tua ku . " ucap Elvano tegas .


Amyra tak dapat berkata apa apa dan hanya bisa menuruti nya .


" Bima , Bima , Bima ! Kenapa dia terus saja sebut si Bima !" gumam Elvano kesal .

__ADS_1


...*****************...


__ADS_2