
Elvano dan Amyra pun kini telah sampai di apartemen .
" Dari mana kalian ? aku cari gak ada , mana pada gak bawa ponsel . " ucap Bima khawatir .
" Abis cari makan . " jawab Elvano .
" Ra , kamu udah baikan ? ini tengah malam Ra . Di luar pasti dingin . " ucap Bima khawatir .
" Iya maaf Bima , tadi kamu tidur lelap banget . Jadi aku gak bilang mau keluar cari makan , aku udah baikan kok . " ucap Amyra .
Bima menyadari ada yang aneh dari sikap mereka berdua . Terlihat Amyra dan Elvano yang saling menghindar dan terlihat canggung .
" Gak ada apa apa kan ?" tanya Bima merasa aneh dengan sikap kedua nya .
" Nggak . Aku mau tidur duluan ya . " ucap Amyra kemudian naik ke tempat tidur dan langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut .
Begitu pun Elvano yang langsung merebahkan tubuh nya di sofa .
" Kenapa mereka berdua . Aneh banget . " gumam Bima heran .
Elvano merasa sangat canggung dan juga serba salah . Hati nya memang sangat bahagia karena berciuman dengan Amyra , namun dirinya juga merasa kebingungan dengan perasaan nya .
Amyra pun merasakan hal yang sama , dalam selimut Amyra memegangi dada nya .
" Jantung ku . " gumam nya ketika merasakan jantung nya yang berdebar sangat kencang .
Bima tak memperpanjang rasa penasaran nya dan memilih untuk melanjutkan tidur nya .
Mereka bertiga pun kembali beristirahat .
*****
Amyra terbangun dari tidur nya dan menyadari kalau Bima sudah tidak ada di sofa itu . Amyra pun turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk langsung mandi .
Pagi pagi sekali Bima sudah pergi dari apartemen Elvano karena ada keperluan , namun tak tega untuk membangunkan Amyra . Namun Bima sudah berpamitan pada Elvano .
Amyra membersihkan tubuh nya di kamar mandi dengan air hangat dari shower .
Selesai mandi Amyra teringat kalau dirinya tidak membawa baju ke apartemen Elvano . Amyra pun kebingungan dengan badan yang masih basah .
Amyra membalutkan handuk ke tubuh nya dan perlahan keluar dari kamar mandi . Amyra berjalan menuju lemari pakaian Elvano . Terlihat Elvano yang masih tidur terlelap .
Amyra mengambil sebuah hoodie berwarna hitam dari lemari itu kemudian memakai nya .
" Ini pasti punya Elvano , aku pinjam dulu aja . " ucap Amyra seraya mengenakan hoodie itu .
Hoodie yang sudah pasti ukuran nya kebesaran untuk tubuh mungil Amyra . Hoodie Elvano yang mencapai paha Amyra itu membuat Amyra tampak seperti anak kecil .
Tak lama kemudian Elvano terbangun dari tidur nya .
Dengan mata yang masih belum terbuka sempurna , Elvano menatap Amyra yang terlihat cantik dan menggemaskan memakai hoodie yang kebesaran itu .
" Eh , El . hmm , maaf aku gak minta ijin buat pinjam baju kamu . Aku lupa gak bawa baju . " ucap Amyra malu .
Elvano tersenyum .
" kamu lucu . " ucap Elvano membuat wajah Amyra memerah karena malu .
" gak cocok ya . " ucap Amyra .
" sini duduk . " ucap Elvano menepuk sofa. di samping nya mengisyaratkan Amyra untuk duduk di samping nya .
Amyra pun menghampiri dan duduk di samping Elvano .
" Kamu cantik . " ucap Elvano .
" El . " Amyra terlihat gugup . Elvano tersenyum .
" El , Bima kemana ? aku bangun tapi Bima udah gak ada . " tanya Amyra mengalihkan pembicaraan .
" Oh , dia tadi pamit kata nya da keperluan . Kamu tadi masih tidur jadi dia gak mau bangunin . " jawab Elvano .
__ADS_1
" Oh . "
Elvano berjalan masuk kedalam kamar mandi .
Amyra berjalan menuju dapur apartemen itu .
Apartemen Elvano memang cukup luas dengan fasilitas yang lengkap dengan dapur dan ruangan lain nya .
Amyra membuka kulkas yang berada di dapur .
" Gak ada yang bisa aku masak . " ucap Amyra melihat isi kulkas yang hanya ada minuman minuman bersoda , bir dan beberapa buah buahan .
Amyra mencoba mencari sesuatu yang bisa dia buat.
Amyra menemukan bubuk coklat .
" Hmm , coklat hangat aja . " ucap Amyra kemudian membuat dua gelas coklat panas .
Amyra membawa dua gelas coklat hangat yang baru saja dia buat menuju meja depan sofa itu .
Elvano terlihat sedang mengeringkan rambut nya .
" Di dapur gak ada yang bisa aku masak El . Jadi aku cuma buat ini . " ucap Amyra seraya menunjukkan gelas yang berisi coklat hangat .
Elvano ikut duduk di samping Amyra .
" siapa juga yang mau masak disini Ra . Kan yang tinggal disini cuma aku aja . " ucap Elvano .
" Oh iya ya . " ucap Amyra seraya menikmati coklat hangat yang baru saja di buat nya .
" Ini untuk ku ?" tanya Elvano menunjuk gelas di meja . Amyra mengangguk .
Elvano pun ikut menikmati coklat panas yang di buatkan oleh Amyra .
Tiba tiba Elvano teringat kejadian semalam . Hati nya masih terasa bingung dan juga ada yang mengganjal .
" Ra . "
" Hmm ,, Semalam .. " ucap Elvano ragu namun juga serius .
Amyra tersenyum manis pada Elvano .
" Kamu gak marah kan karena semalam aku ,, " ucap Elvano . Amyra menggelengkan kepala nya .
" Kenapa aku harus marah ?" tanya Amyra .
" Aku takut kamu tidak menyukai nya . Jadi aku berusaha menahan diri semalam . " ucap Elvano ragu .
" Oh jadi itu alasan nya kamu berhenti dan langsung ngajak pulang . " ucap Amyra . Amyra tersenyum .
" Iya Ra , aku takut gak bisa nahan diri buat lakuin lebih dari itu . Maka nya aku berusaha buat berhenti , aku takut kamu marah dan membenci ku . " ucap Elvano .
Amyra menyentuh pipi Elvano lembut , mengusap nya dan membelai rambut basah Elvano .
" Kamu yang minta aku buat buka hati aku buat kamu El , aku sedang mencoba nya . Dan aku gak membenci kamu kok . " ucapan Amyra berhasil membuat senyuman di wajah tampan Elvano .
" Beneran Ra ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .
Elvano menggenggam erat tangan Amyra dan mencium nya .
" Berusaha lah terima aku tanpa masa lalu Ra . Kita mulai semua dari awal . " ucap Elvano .
" Iya . " jawab Amyra .
Elvano menghela nafas lega .
" Gak sia sia aku semalam berani in diri buat cium kamu Ra . " ucap Elvano .
" Kalo sekarang aku mencoba nya lagi , boleh gak ?" tanya Elvano .
" Mencoba apa ?" tanya Amyra seakan tak mengerti maksud dari pertanyaan Elvano .
__ADS_1
" Mencoba meyakinkan diri kalo emang aku beneran suka sama kamu Ra . " ucap Elvano .
Elvano merubah posisi duduk nya lebih dekat dengan Amyra . Elvano menyandarkan Amyra ke sofa . Menahan tubuh Amyra agar tetap bersandar dengan kedua tangan nya menghalangi tubuh Amyra . Kini Elvano berhadapan dengan Amyra dengan jarak wajah yang sangat dekat .
Jantung Amyra terasa akan copot karena berdetak dengan sangat kencang .
Amyra menutup mata nya ketika kini Elvano mulai menciumi bibir nya dengan penuh semangat .
Berbeda dengan semalam , Elvano kini berciuman dengan Amyra dengan penuh rasa dan kehangatan . Amyra pun mencoba mengimbangi nya .
" El . " Amyra memegang tangan Elvano yang kini mulai menyusup mengusap lembut paha mulus Amyra . Namun El terus melanjutkan hasrat nya yang semalam sempat terhenti .
" Elvano . " ******* Amyra justru membuat Elvano semakin bergairah .
Amyra meremas rambut basah Elvano meresapi sentuhan yang Elvano berikan . Bibir Elvano menyusuri dagu indah Amyra hingga kini menciumi leher jenjang Amyra . Amyra merasakan panas nya nafas Elvano yang menghembus di leher nya .
" Elvano . " Amyra menghentikan tangan Elvano .
" Kenapa Ra ?" Tanya Elvano dengan nafas yang memburu .
" Ada yang ketuk pintu . " ucap Amyra yang mendengar suara ketukan pintu .
" Huh !" keluh Elvano merebahkan tubuh nya ke sofa .
" Siapa yang ganggu !" kesal Elvano kemudian berjalan dengan malas ke depan pintu . Elvano pun membuka pintu .
" Ada paket untuk tuan Gavin Elvano Reynard . " ucap seorang kurir yang berdiri di luar pintu .
" Anda datang di waktu yang salah ! Paket dari siapa ?" kesal Elvano yang marah karena yang datang mengganggu hanyalah seorang kurir .
" Dari Rosalina Emilia . " jawab kurir terbata karena melihat wajah Elvano yang murka .
" Mama . " gumam Elvano .
" Ya ya . Baiklah . " ucap Elvano menandatangani paket itu kemudian dengan keras menutup pintu itu tanpa basa basi . Elvano masuk kembali dan duduk di sofa .
" Siapa El ?" tanya Amyra .
" Ada paket dari mama . Entahlah apa isinya . Buka aja . " ucap Elvano yang masih terlihat kesal .
Amyra pun membuka paket yang ukuran nya cukup besar itu .
" Oh . " ucap Amyra ketika membuka paket itu .
" Apa isinya ?" tanya Elvano yang penasaran .
" Ini baju baju yang kemarin mama Rosa beliin buat aku El . " jawab Amyra .
" Baju ? Balikin aja . " ucap Elvano kesal .
Tanpa di duga Amyra malah mencium pipi Elvano .
" Jangan . Aku suka kok , biar aku pake aja . " ucap Amyra tersenyum . Elvano terdiam sejenak mengusap pipi nya lalu tersenyum .
Elvano kemudian menarik tubuh Amyra dalam dekapan nya . Kini Amyra berada di atas tubuh Elvano .
" Kamu boleh pake semua baju itu , dengan satu syarat . " ucap Elvano .
" Syarat ?" tanya Amyra .
" Ini . " ucap Elvano menunjuk bibir nya sendiri kemudian menarik leher Amyra hingga kini Elvano dapat mencium bibir Amyra .
" El . " desah Amyra .
Elvano pun kembali menciumi bibir Amyra . Dan kini Elvano membalikan posisi nya agar Amyra berada di bawah pelukan nya .
Elvano memeluk Amyra sambil berbaring di sofa itu .
" Ahh ,, udah gini aja sampai besok . " ucap Elvano semakin mengeratkan pelukan nya . Kaki Elvano melingkar di pinggang Amyra .
" Elvano .. "
__ADS_1
...*****************...