Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Kamar Amyra


__ADS_3

Tiba tiba bibir dingin Elvano terasa hangat .


Jari indah Amyra menyentuh lembut bibir Elvano menghentikan kata kata lirih yang keluar dari mulut Elvano yang sanggup membuat perasaan Amyra kembali goyah .


Sangat terasa jari indah itu menyusuri setiap inci bibir Elvano membuat Elvano harus bersusah payah menelan saliva nya .


Kini Amyra benar benar goyah .


" Boleh kah aku memastikan sesuatu ?" tanya Amyra ragu .


" Memastikan apa ?" tanya Elvano penasaran .


DEG !


Tiba tiba jantung nya seakan benar benar akan jatuh .


Amyra menempelkan bibir nya ke bibir Elvano dengan lembut . Amyra berjinjit karena Tubuh Elvano yang lebih tinggi dari nya . Elvano benar benar terpaku . Elvano tak percaya kalau Amyra bisa sangat berani seperti ini .


Elvano kini tau apa yang tengah di pastikan oleh Amyra .


Perasaan nya .


Amyra melepas bibir nya .


" sudah tau apa yang kamu mau pastikan ?" tanya Elvano .


" Aaa,, aku ,,, " Amyra terbata .


" Maaf . " satu kata dari Elvano .


Namun tiba tiba Elvano memegang leher Amyra dan memposisikan dirinya . Elvano kini benar benar taj bisa menahan diri lagi .


Elvano mencium bibir manis Amyra dengan lembut namun penuh rasa . Amyra tak menolak nya .


Amyra memegang dada nya yang kini terasa bergemuruh . Darah nya terasa mendidih .


Rasa rindu yang kini mengalir terluap dalam lembutnya bibir Elvano bermain di bibir nya .


" Aku sangat mencintai mu El . " ucap Amyra yakin dalam hati .


Elvano semakin tak bisa menahan diri .


" Aku tak akan melepaskan mu lagi !" tekad Elvano dalam hati .


Tangan Amyra kini ia lingkarkan di leher Elvano agar posisi nya lebih nyaman .


lembut namun sangat terasa setiap gerakan bibir Elvano beriringan dengan nafas nya yang memburu .


Di tengah gelap nya ruangan itu , hawa panas berdesir dari kedua insan itu . Dua manusia yang sudah tak bisa lagi menahan kerinduan .


Elvano melepas perlahan bibir nya dengan hidung yang masih saling bersentuhan .


" Amyra .. Aku mencintai mu . Sangat . Dan akan semakin mencintai mu . aku gak peduli apa kamu juga mencintai ku atau tidak . Namun asal kamu tau , mulai saat ini aku gak akan pernah melepas mu . " ucap Elvano .


Amyra tak menjawab nya . Amyra justru mencium bibir Elvano lembut . Mereka berdua seakan tak bisa saling melepaskan . Semakin dalam dan semakin menggebu .


" Ooowwwww !" Bima kaget dengan pemandangan yang kini tengah ia saksikan ketika listrik sudah kembali menyala . Bima seketika memalingkan wajah nya .

__ADS_1


Amyra kaget bukan main ketika kini di sana sudah terang menampilkan adegan panas di hadapan Bima .


Seketika Amyra melepas pelukan nya dari Elvano . Namun secepat kilat Elvano kembali memeluk Amyra .


" Mau kemana ?" tanya Elvano seraya kembali memeluk Amyra . Amyra hanya bisa pasrah dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Elvano yang terbungkus kaos berwarna hitam itu .


Malu yang di alami Amyra tak bisa tertutup .


" Gausah malu . Lanjut aja . Anggap aku gak ada disini . " ledek Bima seraya tersenyum .


" Bimaaaaa ... " teriak Amyra yang semakin malu .


" Udah baikan ? Cepet banget kalian baikan . " ucap Bima .


Elvano hanya tersenyum membalas ucapan Bima .


" Ok . Kaya nya tugas gua disini udah selesai . Kaya nya gua harus pulang , karena disini juga cuma jadi nyamuk doang kan ?" ucap Bima seraya berdiri .


" Jangan ! Udah di sini aja . Jangan kemana mana . " ucap Amyra yang langsung mencegah Bima .


" Gak bakal ganggu kalian gitu ?" tanya Bima seraya sedikit menurunkan badan nya agar sejajar dengan Amyra .


" Ganggu apa ? Ya enggak lah . Ya kan El ?" ucap Amyra gelagapan .


" Sebenernya sih lu itu ganggu banget . Sumpah ! PO ulang lebih baik kaya nya . " ucap Elvano se enak nya .


" El ih ! " kesal Amyra .


Bima hanya tertawa melihat tingkah laku mereka yang seperti anak kecil .


" Jangan kemana mana . " pinta Amyra tulus .


" Mau lanjut yang barusan ?" tanya Bima .


" Yang barusan apa ? " tanya Amyra polos .


" Adegan yang barusan . Seru juga loh nonton nya . " ledek Bima .


" Bimaaaaa .... " teriak Amyra seraya memukul dada Bima . Bima hanya bisa tertawa bahagia .


" Lebih baik kita tidur . " ucap Amyra seraya kembali berjalan menuju kamar yang di tunjukkan untuk Bima dan Elvano bermalam .


" Ini kamar untuk kalian tidur malam ini . " ucap Amyra seraya menunjukkan sebuah kamar yang cukup luas itu .


" Gua mau tidur sendiri . Lu tidur aja di luar sana !" ucap Bima seraya mendorong Amyra dan Elvano untuk keluar dari kamar itu dan langsung menutup pintu kamar itu .


Amyra dan Elvano hanya bisa tercengang melihat tingkah Bima saat itu .


" Ah . Masih ada kamar kosong lain kok . Tenang aja . " ucap Amyra seraya hendak berjalan menuju kamar lain . Namun Tangan Elvano menghentikan langkahnya . Elvano menempelkan punggung Amyra pada tembok dan mengunci nya dengan kedua tangan nya dengan lembut .


" Aku gak butuh kamar lain . Kita bisa tidur sekamar . Ya kan ?" ucap Elvano . Amyra kaget dengan perkataan Elvano saat ini .


" Dimana kamar mu ?" tanya Elvano . Amyra tak menjawab nya dan hanya menunjuk salah satu pintu di sana .


Tanpa basa basi Elvano pun langsung menuntun Amyra menuju kamar yang di tunjuk nya itu .


Ketika membuka pintu kamar itu . Sejenak Elvano terpana dengan dekorasi kamar milik Amyra itu .

__ADS_1


Sebuah ruangan yang cukup luas dengan cat berwarna putih dan silver sebagai palet nya . Tempat tidur mewah dengan spray berwarna abu muda . Kemudian Mata Elvano terhenti pada sebuah meja di sudut ruangan yang menampilkan beberapa figura disana . Elvano berjalan menuju meja itu .


Dilihat nya sebuah foto di sana .


" Siapa dia ? Terasa sangat familiar . " gumam Elvano seraya memperhatikan dengan teliti sebuah foto seorang pria yang cukup tampang berumur sekitar 35 tahunan itu .


" Itu ayah ku . Adiputra ." ucap Amyra yang tau kalau Elvano pasti penasaran dengan sosok yang ada di figura di tangan nya itu .


Elvano pun kembali meletakan figura itu . Dan mengambil salah satu figura lain di sana .


" Ini ... " Elvano seakan tak percaya .


" ahh iya . Itu aku dan Bima . " ucap Amyra yang sebenarnya Elvano pun sudah sangat tau siapa orang yang ada di foto itu .


" Begitu spesial nya Bima buat kamu ?" tanya Elvano .


Amyra sejenak berfikir .


Elvano tersenyum lalu kembali meletakan figura itu .


" El . " ucap Amyra seraya memegang tangan Elvano .


Elvano pun menoleh .


" Kalau aku punya satu saja foto ku bersama mu . Aku pasti akan memajang nya di sini . " ucap Amyra .


Elvano pun sadar akan hal itu . Dirinya belum pernah sekali pun berfoto bersama Amyra .


" Iya aku tau . " ucap Elvano .


Amyra menuntun tangan Elvano ke sebuah sofa yang berada di kamar Amyra .


Elvano pun duduk di sofa itu seraya memperhatikan Amyra yang tengah sibuk mencari sesuatu di dalam lemari nya .


" Cari apa ?" tanya Elvano .


" Ah . Bentar . Aku lagi carii ... "


" Nah ketemu . " ucap Amyra bersemangat setelah menemukan apa yang dia cari .


" Ini . Pakai . Ini baju ku . Tapi besar dan unisex jadi bisa kamu pakai juga . Ini baru kok " ucap Amyra seraya menyodorkan sebuah kaos berwarna putih dan celana boxer yang masih baru berukuran cukup untuk Elvano .


Elvano tersenyum .


Elvano kemudian berdiri . Dan tanpa aba aba membuka kaos yang saat ini di pakai nya .


" El ! Kenapa kamu membuka baju ?" kaget Amyra seraya menutup mata nya dengan telapak tangan nya.


" Aku kan mau ganti baju . " polis Elvano .


" Tapi gak disini juga . Kan bisa di kamar mandi ." ucap Amyra gugup .


Elvano memegang tangan yang digunakan Amyra untuk menutup mata nya .


" kalau mau lihat . Lihat saja . Aku tau kamu mau lihat " ucap Elvano meledek .


" Lihat apa ?"

__ADS_1


" Ini ." ucap Elvano seraya mengisyaratkan mata nya ke dada bidang milik nya itu .


***********


__ADS_2