
Tiba tiba bibir dingin Elvano terasa hangat .
Jari indah Amyra menyentuh lembut bibir Elvano menghentikan kata kata lirih yang keluar dari mulut Elvano yang sanggup membuat perasaan Amyra kembali goyah .
Sangat terasa jari indah itu menyusuri setiap inci bibir Elvano membuat Elvano harus bersusah payah menelan saliva nya .
Kini Amyra benar benar goyah .
" Boleh kah aku memastikan sesuatu ?" tanya Amyra ragu .
" Memastikan apa ?" tanya Elvano penasaran .
DEG !
Tiba tiba jantung nya seakan benar benar akan jatuh .
Amyra menempelkan bibir nya ke bibir Elvano dengan lembut . Amyra berjinjit karena Tubuh Elvano yang lebih tinggi dari nya . Elvano benar benar terpaku . Elvano tak percaya kalau Amyra bisa sangat berani seperti ini .
Elvano kini tau apa yang tengah di pastikan oleh Amyra .
Perasaan nya .
Amyra melepas bibir nya .
" sudah tau apa yang kamu mau pastikan ?" tanya Elvano .
" Aaa,, aku ,,, " Amyra terbata .
" Maaf . " satu kata dari Elvano .
Namun tiba tiba Elvano memegang leher Amyra dan memposisikan dirinya . Elvano kini benar benar taj bisa menahan diri lagi .
Elvano mencium bibir manis Amyra dengan lembut namun penuh rasa . Amyra tak menolak nya .
Amyra memegang dada nya yang kini terasa bergemuruh . Darah nya terasa mendidih .
Rasa rindu yang kini mengalir terluap dalam lembutnya bibir Elvano bermain di bibir nya .
" Aku sangat mencintai mu El . " ucap Amyra yakin dalam hati .
Elvano semakin tak bisa menahan diri .
" Aku tak akan melepaskan mu lagi !" tekad Elvano dalam hati .
Tangan Amyra kini ia lingkarkan di leher Elvano agar posisi nya lebih nyaman .
lembut namun sangat terasa setiap gerakan bibir Elvano beriringan dengan nafas nya yang memburu .
Di tengah gelap nya ruangan itu , hawa panas berdesir dari kedua insan itu . Dua manusia yang sudah tak bisa lagi menahan kerinduan .
Elvano melepas perlahan bibir nya dengan hidung yang masih saling bersentuhan .
" Amyra .. Aku mencintai mu . Sangat . Dan akan semakin mencintai mu . aku gak peduli apa kamu juga mencintai ku atau tidak . Namun asal kamu tau , mulai saat ini aku gak akan pernah melepas mu . " ucap Elvano .
Amyra tak menjawab nya . Amyra justru mencium bibir Elvano lembut . Mereka berdua seakan tak bisa saling melepaskan . Semakin dalam dan semakin menggebu .
" Ooowwwww !" Bima kaget dengan pemandangan yang kini tengah ia saksikan ketika listrik sudah kembali menyala . Bima seketika memalingkan wajah nya .
__ADS_1
Amyra kaget bukan main ketika kini di sana sudah terang menampilkan adegan panas di hadapan Bima .
Seketika Amyra melepas pelukan nya dari Elvano . Namun secepat kilat Elvano kembali memeluk Amyra .
" Mau kemana ?" tanya Elvano seraya kembali memeluk Amyra . Amyra hanya bisa pasrah dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Elvano yang terbungkus kaos berwarna hitam itu .
Malu yang di alami Amyra tak bisa tertutup .
" Gausah malu . Lanjut aja . Anggap aku gak ada disini . " ledek Bima seraya tersenyum .
" Bimaaaaa ... " teriak Amyra yang semakin malu .
" Udah baikan ? Cepet banget kalian baikan . " ucap Bima .
Elvano hanya tersenyum membalas ucapan Bima .
" Ok . Kaya nya tugas gua disini udah selesai . Kaya nya gua harus pulang , karena disini juga cuma jadi nyamuk doang kan ?" ucap Bima seraya berdiri .
" Jangan ! Udah di sini aja . Jangan kemana mana . " ucap Amyra yang langsung mencegah Bima .
" Gak bakal ganggu kalian gitu ?" tanya Bima seraya sedikit menurunkan badan nya agar sejajar dengan Amyra .
" Ganggu apa ? Ya enggak lah . Ya kan El ?" ucap Amyra gelagapan .
" Sebenernya sih lu itu ganggu banget . Sumpah ! PO ulang lebih baik kaya nya . " ucap Elvano se enak nya .
" El ih ! " kesal Amyra .
Bima hanya tertawa melihat tingkah laku mereka yang seperti anak kecil .
" Jangan kemana mana . " pinta Amyra tulus .
" Mau lanjut yang barusan ?" tanya Bima .
" Yang barusan apa ? " tanya Amyra polos .
" Adegan yang barusan . Seru juga loh nonton nya . " ledek Bima .
" Bimaaaaa .... " teriak Amyra seraya memukul dada Bima . Bima hanya bisa tertawa bahagia .
" Lebih baik kita tidur . " ucap Amyra seraya kembali berjalan menuju kamar yang di tunjukkan untuk Bima dan Elvano bermalam .
" Ini kamar untuk kalian tidur malam ini . " ucap Amyra seraya menunjukkan sebuah kamar yang cukup luas itu .
" Gua mau tidur sendiri . Lu tidur aja di luar sana !" ucap Bima seraya mendorong Amyra dan Elvano untuk keluar dari kamar itu dan langsung menutup pintu kamar itu .
Amyra dan Elvano hanya bisa tercengang melihat tingkah Bima saat itu .
" Ah . Masih ada kamar kosong lain kok . Tenang aja . " ucap Amyra seraya hendak berjalan menuju kamar lain . Namun Tangan Elvano menghentikan langkahnya . Elvano menempelkan punggung Amyra pada tembok dan mengunci nya dengan kedua tangan nya dengan lembut .
" Aku gak butuh kamar lain . Kita bisa tidur sekamar . Ya kan ?" ucap Elvano . Amyra kaget dengan perkataan Elvano saat ini .
" Dimana kamar mu ?" tanya Elvano . Amyra tak menjawab nya dan hanya menunjuk salah satu pintu di sana .
Tanpa basa basi Elvano pun langsung menuntun Amyra menuju kamar yang di tunjuk nya itu .
Ketika membuka pintu kamar itu . Sejenak Elvano terpana dengan dekorasi kamar milik Amyra itu .
__ADS_1
Sebuah ruangan yang cukup luas dengan cat berwarna putih dan silver sebagai palet nya . Tempat tidur mewah dengan spray berwarna abu muda . Kemudian Mata Elvano terhenti pada sebuah meja di sudut ruangan yang menampilkan beberapa figura disana . Elvano berjalan menuju meja itu .
Dilihat nya sebuah foto di sana .
" Siapa dia ? Terasa sangat familiar . " gumam Elvano seraya memperhatikan dengan teliti sebuah foto seorang pria yang cukup tampang berumur sekitar 35 tahunan itu .
" Itu ayah ku . Adiputra ." ucap Amyra yang tau kalau Elvano pasti penasaran dengan sosok yang ada di figura di tangan nya itu .
Elvano pun kembali meletakan figura itu . Dan mengambil salah satu figura lain di sana .
" Ini ... " Elvano seakan tak percaya .
" ahh iya . Itu aku dan Bima . " ucap Amyra yang sebenarnya Elvano pun sudah sangat tau siapa orang yang ada di foto itu .
" Begitu spesial nya Bima buat kamu ?" tanya Elvano .
Amyra sejenak berfikir .
Elvano tersenyum lalu kembali meletakan figura itu .
" El . " ucap Amyra seraya memegang tangan Elvano .
Elvano pun menoleh .
" Kalau aku punya satu saja foto ku bersama mu . Aku pasti akan memajang nya di sini . " ucap Amyra .
Elvano pun sadar akan hal itu . Dirinya belum pernah sekali pun berfoto bersama Amyra .
" Iya aku tau . " ucap Elvano .
Amyra menuntun tangan Elvano ke sebuah sofa yang berada di kamar Amyra .
Elvano pun duduk di sofa itu seraya memperhatikan Amyra yang tengah sibuk mencari sesuatu di dalam lemari nya .
" Cari apa ?" tanya Elvano .
" Ah . Bentar . Aku lagi carii ... "
" Nah ketemu . " ucap Amyra bersemangat setelah menemukan apa yang dia cari .
" Ini . Pakai . Ini baju ku . Tapi besar dan unisex jadi bisa kamu pakai juga . Ini baru kok " ucap Amyra seraya menyodorkan sebuah kaos berwarna putih dan celana boxer yang masih baru berukuran cukup untuk Elvano .
Elvano tersenyum .
Elvano kemudian berdiri . Dan tanpa aba aba membuka kaos yang saat ini di pakai nya .
" El ! Kenapa kamu membuka baju ?" kaget Amyra seraya menutup mata nya dengan telapak tangan nya.
" Aku kan mau ganti baju . " polis Elvano .
" Tapi gak disini juga . Kan bisa di kamar mandi ." ucap Amyra gugup .
Elvano memegang tangan yang digunakan Amyra untuk menutup mata nya .
" kalau mau lihat . Lihat saja . Aku tau kamu mau lihat " ucap Elvano meledek .
" Lihat apa ?"
__ADS_1
" Ini ." ucap Elvano seraya mengisyaratkan mata nya ke dada bidang milik nya itu .
***********