
Di perjalanan Amyra menatap kosong ke jendela mobil yang tengah di kemudikan oleh Elsa sahabat nya . Sesekali terdengar helaan nafas Amyra .
" Kenapa Ra ?" tanya Elsa dengan pandangan yang masih terfokus ke jalanan yang ia lalui .
" Entahlah . " jawab Amyra malas .
" Ayolah , aku tau pasti ada sesuatu yang terjadi . " ucap Elsa .
" Seperti nya aku menyukai Elvano Sa . " keluh Amyra .
Elsa berfikir sejenak .
" Ya terus ? dia kan emang bakal jadi suami kamu . Ya sah aja dong kalo kamu suka sama dia Ra . " ucap Elsa .
" Tapi . "
" tapi apa ?" tanya Elsa .
" Tapi seperti nya dia tidak menyukai ku Sa . " ucap Amyra mengeluh .
" Masa iya ? mana mungkin dia mau menikahi mu kalau dia gak suka sama kamu Ra . " ucap Elsa .
" Dia menikahi ku hanya karena bayi yang ada di perut ku . Kurasa . " ucap Amyra mengusap lembut perut nya .
Elsa pun berfikir kalau memang ucapan Amyra ada benar nya . Pasal nya melihat sifat Elvano yang angkuh dan sering bermain dengan banyak perempuan .
" mungkin dia belum menyukai mu . Tapi aku yakin kalau kalian menikah nanti dia akan mulai menyukai mu Ra . " ucap Elsa .
" Entah lah . Mungkin . " ucap Amyra .
" Bagaimana tes nya ?" tanya Elsa .
" Mungkin hasil nya keluar besok Sa . " jawab Amyra .
Elsa melihat Amyra yang terlihat murung . Elsa tau kalau Amyra pasti sedang berfikir tentang perasaan nya sendiri . Elsa mulai berfikir kalau Amyra memang benar benar telah menyukai Elvano .
" apapun yang kamu pilih , aku bakal selalu dukung keputusan kamu Ra . " ucap Elsa .
" Makasih Sa . " ucap Amyra tersenyum .
" Aku hanya berfikir , apa sebaik nya aku gak menikah saja Sa . " ucap Amyra layu .
" Kenapa ?" Elsa kaget mendengar pernyataan Amyra yang tiba tiba .
" Aku takut nanti nya aku semakin menyukai nya , dan itu pasti akan terasa berat ketika nanti aku harus pergi Sa ." ucap Amyra .
" Tapi bayi kamu butuh seorang ayah Ra , kasian nanti anak kamu ketika lahir gak punya ayah . Dan udah jelas kan ayah nya tuh Elvano . " ucap Elsa .
" Iya aku tau Sa , tapi untuk apa aku menikah dengan nya kalau hanya sebatas sampai anak ini lahir saja . " ucap Amyra .
" Nanti kita pikirkan lagi , ok . Sekarang jangan terlalu banyak pikiran , kasihan bayi kamu . " ucap Elsa . Amyra mengangguk .
__ADS_1
" Jadi sekarang kamu mau kemana ?" tanya Elsa .
" Malam ini mau nginep di rumah kamu aja Sa , boleh ?" ucap Amyra .
" Ya tentu saja boleh dong Ra . Tapi gak apa apa dengan Elvano ?" ucap Elsa .
" Biar mereka berdua berpikir !" ucap Amyra yang masih merasa kesal pada Bima dan Elvano yang bertengkar seperti anak kecil .
" Baiklah . " ucap Elsa .
" Tapi apa gak sebaik nya kamu pulang saja dengan Elvano ? " tanya Elsa .
Amyra berfikir sejenak .
Amyra tau kalau seharusnya dirinya pulang ke rumah orang tua Elvano saat ini . Walaupun dirinya masih merasa kesal pada Elvano , namun orang tua nya tidak ada hubungan nya .
Orang tua Elvano yang baik membuat Amyra pun berubah pikiran .
" Iya juga ya , bagaimana pun juga mama Elvano tuh baik banget loh Sa . " ucap Amyra teringat mama Rosa .
" Yaudah , jadi gimana sekarang ? mau pulang lagi ke tempat Bima ?" tanya Elsa .
" Nggak . Biar kita ke rumah kamu dulu , sekalian mau bawa beberapa baju . Nanti biar aku telepon Elvano . Lagian rumah mu dan rumah orang tua Elvano searah kok . " ucap Amyra .
" Baiklah ."
****
" Hmm , Ya ." jawab Elvano .
" Gua beneran suka banget sama dia El . Tapi , gua juga tau kalau lu suka sama dia . " ucap Bima .
" jadi ?" tanya Elvano penasaran dengan lanjutan ucapan Bima .
" Ya , jadi gua harap lu bisa jaga dia dan bayi nya . " ucapan Bima mampu membuat Elvano antusias .
" Jadi lu siap berhenti bersaing sama gua ?" tanya Elvano semangat .
" Ya ! jangan buat gua nyesel karena keputusan ini . " ucap Bima .
Elvano merasa sangat senang dan bersemangat .
" Makasih bro !" ucap Elvano tersenyum .
" Dan ada satu hal lagi yang buat gua bikin keputusan ini . " ucap Bima .
" Apa ?" tanya Elvano semakin penasaran .
" Gua rasa , Amyra juga mulai suka sama lu El !" ucap Bima .
" Dari mana lu tau ?" tanya Elvano .
__ADS_1
" Gua tau . Dia bahkan gak pernah merasa canggung di hadapan gua , tapi ketika tadi dia nangis dan bahkan gua gak tau alasan nya . Tapi gua bisa ngerasain kalau dia tuh kaya nya suka sama lu ! jadi gua harap lu hargain perasaan dia . " ucap Bima .
Elvano terdiam .
" Dia cerita kenapa dia nangis ? karena sejak pagi gua udah bingung mikirin dia ! seharian dia ngehindar dari gua !" ucap Elvano .
" Dia gak mungkin cerita . Tapi gua tau kalau dia punya masalah , entah masalah perasaan nya sama lu atau masalah lain . " jawab Bima menggelengkan kepala nya .
Elvano menarik nafas berat .
" Terus gua harus apa sekarang ?" tanya Elvano bingung .
" Telepon dia . Ajak dia pulang . Dan yang pasti , minta maaf lah !" ucap Bima .
" Kalo dia nolak ?" ucap Elvano .
" Kalo lu sungguh sungguh minta maaf ! gua yakin Amyra gak bakal nolak . Dia baik . " ucap Bima .
Elvano menganggukkan kepalanya . Segera mengambil ponsel nya .
" Baru kali ini gua lihat lu kebingungan gitu El . " ucap Bima meledek sahabat nya yang terlihat kebingungan dan serba salah .
" Lu bukan nya bantuin gua ! malah ngeledek !" kesal Elvano . Bima tertawa di buat nya .
" Orang angkuh dan sombong kaya lu ! bisa jadi gini gara gara dia ! Takjub gua !" ucap Bima .
" Entahlah !" jawab Elvano tersenyum menertawai dirinya sendiri .
Elvano pun merasa demikian . Setelah sekian lama dirinya hanya bermain main dengan banyak wanita cantik , kini dirinya seakan dimain kan oleh satu wanita yang mampu membuat nya tergila gila .
Sikap polos Amyra dan terkesan apa ada nya , mampu membuat sifat angkuh Elvano luluh .
Walaupun tanpa kekayaan dan kekuasaan , Amyra mampu membuat seorang pria tampan kaya raya seperti Elvano jatuh hati pada nya .
" Lucu juga ya gua kalo di pikir pikir . " ucap Bima tersenyum . Elvano menoleh .
" Gua korbanin perasaan gua sendiri , demi Lu ! " ucap Bima .
Elvano masih terdiam menatap Bima .
" Semoga semua yang gua korbanin gak sia sia . Gua harap lu jaga dia sebagaimana gua mau dan berusaha jaga dia selama ini . " ucap Bima .
" Gua janji , gua gak bakal buat lu dan Amyra kecewa . " Ucap Elvano terlihat serius dengan ucapan nya .
" Gua harap kalian berdua bahagia El , terutama Amyra . " ucap Bima .
" Gua bakal berusaha sebaik mungkin . Walaupun masih banyak hal yang gak gua tau dari dia , tapi gua yakin gua bakal lakuin apapun demi dia . " ucap Elvano
" Gua harap begitu . " Bima menganggukkan kepala nya .
...********************...
__ADS_1