Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Teman Baru


__ADS_3

Bima menyadari betul kala Amyra pasti memiliki perasaan pada Elvano . Namun bima kini benar benar tidak ingin melepaskan Amyra lagi .


Walaupun Bima tau kalau Elvano pun memiliki perasaan yang ssama dengan Amyra , tapi saat ini Bima tidak bisa menyembunyikan keinginan nya untuk memiliki Amyra .


Egois memang , tapi setidak nya ketulusan cinta nya tak akan membuat Amyra terluka . Bima hanya bisa berharap kalau suatu hari nanti pintu hati Amyra akan terbuka untuk nya .


" Bukan nya kamu mau bertemu dengan Theo ?'' tanya Bima dengan masih memeluk Amyra .


" Iya , aku mau mengucapkan terima kasih padanya . " jawab Amyra .


" Bersiaplah , aku akan membawa mu ke tempat Theo ." ucap Bima seraya melepaskan pelukan nya . Amyra pun segea berdiri dan bersiap , begitu pun dengan Bima .


Amyra menggunakan kaos turtle neck nya berpadu dengan celana jeans nya .


"Ayo , aku udah siap Bima ." ucap Amyra semangat .


Bima berjalan menghampiri Amyra kemudian memakaikan sebuah hoodie di tubuh Amyra , Amyra terlihat bingung .


" Cuaca di luar dingin , pakai ini saja ." ucap Bima seraya merapikan hoodie yang kini membungkus tubuh Amyra . Amyra mengangguk dengan tersenyum .


Perhatian yang di berikan Bima memang bisa membuat pereempuan manapun jatuh cinta . Sikap nya yang selalu lembut bisa membuat siapapun merasa nyaman .


' Ayo ." Ajak Bima seraya merangkul pundak Amyra . Bima berjalan bersama amyra menuju luar sanggar nya tempat mobil nya terparkir .


Bima duduk di kursi kemudi . Bersampingan dengan Amyra .


" kamu gak bawa tas ?'tanya Bima heran karena memang Amyra tidak membawa apapun .


"hmm , anu . Tas ku hilang bersama semua isi nya ." jawab Amyra terbata mengarang . Amyra ingat kalau tas nya telah di ambil oleh Elvina saat itu . Amyra masih belum siap menceritakan kejadian yang hampir membuatnya celaka itu .


"kok bisa ?" tanya Bima .


"Udah lah , toh cuma tas dan ponsel saja kok .' jawab Amyra berharap Bima tidak membahas nya lagi .


"baiklah , lain kali hati hati . Eh ." Bima memang bisa menebak kalau Amyra pasti sedang berbohong , namun Bima pun yakin pasti ada alasan nya mengapa Amyra tak menceritakan yang sebenarnya pada nya . Bima hanya bisa menunggu sampai Amyra menceritakan nya sendiri .


Bima menjalankan mobil nya menuju tepat Theo .


Sepanjang perjalanan Amyra terlihat lebih ceria dari pada sebelum nya . Dan hal itu membuat Bima lebih tenang .


Mobil Bima berhenti dan parkir sempurna d tempat Theo .


"Ini ? Ini tempat Theo ? " Tanya Amya kaget melihat tempat yang saat ini berada di depan nya . Bima mengangguk membenarkan tempat tujuan nya itu adalah tempat Theo .


" Club malam ?' tanya Amyra masih merasa tak percaya .


" Iya . Memangnya kenapa ?'' tanya Bima penasaran .


" tidak apa apa . Hanya hanya tempat ini ... Ah sudahlah , tidak penting kok . " jawab Amyra mengalihkan pembicaraan .

__ADS_1


" Ada apa heum ? Atau sebaiknya kita gak usah masuk saja ? Biar nanti aku meminta Theo untuk datang bertemu dengan mu di sanggar ." ucap Bima .


" Aku hanya takut akan bertemu Om Bagja . Karena aku tau dia selalu datang kesini ." ucap Amyra ragu .


Amyra tau betul kalau tempat itu adalah tempat yang selalu di datangi Om Bagja untuk minum dan berjudi , Amyra takut akan bertemu dengan nya di sana .


"Kamu gak perlu khawatir , ada aku . " ucap Bima menenangkan Amyra .


" Baiklah . "


" Ayo masuk . " ajak Bima seraya keluar dari pintu mobil nya . Amyra pun mengikuti nya . Bima merangkul pundak Amyra agar Amyra bisa berjalan bersama nya dalam rangkulan nya . Amyra bisa lebih merasa aman dalam rangkulan tangan kekar Bima .


" Bima ." panggil seorang pria yang tak lain adalah Theo seraya berjalan menghampiri Bima yang maih berada di ambang pintu .


" Eh , ada nona cantik juga . Apa kabar ?' ucap Theo ketika menyadari Amyra yang tengah berada dalam rangkulan Bima .


" Baik . " Jawab Amyra seraya tersenyum .


" Disini terlalu berisik , masuklah ke tempat biasa . Aku akan meminta pelayan menyiapkan beberapa minuman dan makanan ." ucap Theo .


Club malam milik Theo memang terkenal sebagai tempat favorit para anak muda dari berbagai kalangan , terutama anak muda dari kalangan atas . Terlihat dari jajaran mobil mobil mewah yang terparkir di depan tempat itu .


Fasilitas yang cukup kumplit membuat tempat itu selalu ramai , apalagi ketika malam .


Ketika masuk di pintu depan , Terlihat seperti sebuah Cafe . Namun ketika menaiki lantai dua , terdapat banyak pintu pintu berjajar layak nya sebuah hotel . Pintu pintu itu adalah Room Pribadi untuk setiap reservasi . Di dalam setiap Room terlihat layak nya sebuah mini bar dan alat karaoke yang canggih dengan sofa sofa yang terlihat mahal .


"Masuk lah . " Ajak Bima ketika membuka sebuah pintu di lantai dua tempat itu .


" Sini , duduklah . " ucap Bima menepuk sofa melihat Amyra yang masih berdiri di sana .


Seketika ruangan terasa hening tepat ketika pintu itu tertutup , karena memang setiap Room memiliki alat kedap suara membuat redam semua suara kebisingan yang ada di luar ketika pintu di tutup .


Amyra duduk di sebelah Bima dengan posisi tubuh yang sangat dekat . Amyra masih merasa sangat canggung berada di tempat itu . Amyra memperhatikan setiap sudut ruangan .


" Ini tempat pribadi , jadi tidak akan ada siapapun yang bisa masuk kesini . Kamu tenang saja ." ucap Bima . Amyra mengangguk .


" Tetaplah berada di sampingku . " ucap Bima .


" Iya . Emang aku mau kemana lagi ?'' jawab Amyra seraya tersenyum seraya kedua tangan nya memegangi pipi Bima .


Bima tersenyum .


" Sudah mulai berani ya kamu !" ucap Bima seraya menggelitik pinggang Amyra hingga membuat Amyra kegelian dan tertawa .


" Bima ....." ucap Amyra yang tertawa karena tidak tahan dengan geli yang di rasakan nya . Mereka berdua tertawa bersama .


Tak lama kemudian Theo masuk dengan seorang pelayan wanita yang membawwa beberapa makanan dan minuman .


" Lagi ngapain kalian ? Jangan jangan ?'' ucap Theo menyelidik .

__ADS_1


" Nggak kok ! Kami gak ngapa ngapain . " jawab Amyra berusaha mengelak . Theo justru tertawa melihat kepolosan Amyra .


" kenapa malah takut begitu ? Tenang saja , apapun yang kalian lakukan . Aku gak keberatan kok , atau mungkin aku tinggalin kalian berdua di sini biar kalian .... " ucap Theo dengan tangan dan mata yang mengisyaratkan sesuatu .


" Jangan ! Kami gak ngapa ngapain kok . Sumpah ! " ucap Amyra serius .


" ok ok . Biasa aja Amyra , kamu gak perlu sampai segitu nya . " ucap Theo seraya tertawa kemudian duduk di sofa yang berada di sana .


Amyra terlihat salah tingkah dan malu karena merasa Theo pasti salah paham mengira Amyra dan Bima telah berbuat yang tidak tidak .


" oh iya , bagaimana kabar mu ? Di luar cukup berisik jadi aku tidak terlalu mendengar mu tadi ." tanya Theo seraya meneguk segelasa minuman di tangan nya .


' Ah , aku baik . Aku belum sempat berterima kasih karena kamu pernah menolongh ku ." ucap Amyra .


" itu bukan apa apa . Jangan merasa terbebani , tapi kalau kamu mau membalas nya . Aku sungguh tidak keberatan , " ucap Theo seraya mengedipkan sebelah matanya nakal .


" bagaimana aku bisa membalas kebaikan kamu ?' tanya Amyra .


" THEO ?" ucap Bima yang mulai kesal karena Bima tau arah pembicaraan Theo . Theo yang suka bermain main dengan banyak wanita .


" Yaelah ! Bercanda doang . " ucap Theo ketika melihat Bima yang mulai terlihat kesal .


" aku beneran kok mau balas kebaikan kamu . " ucap Amyra serius .


" baiklah . Aku punya satu permintaan ." ucap Theo .


" Apa ?' tanya Amyra penasaran .


" Jadilah teman ku , itu sudah cukup untuk membalas nya . Gimana ?' ucap Theo .


" hanya itu ?'' tanya Amyra . Theo mengangguk dengan tersenyum .


" Baiklah . Kita teman . " ucap Amyra tersenyum seraya menyoforkan tangan nya untuk berjabat . Theo pun membalas nya .


" Pantas Elvano dan Bima bisa jatuh cinta padamu . Ternyata kamu memang patut di cintai , kalau saja kamu bukan incaran dua orang itu . Aku sudah pasti jatuh cinta padamu juga . ' ucap Theo menyadari kalau Amyra tak hanya cantik dan menawan , tapi juga sangat baik dan lembut .


" Oh , sorry." ucap Theo seraya segera melepaskan tangan nya karena melihat Bima yang kini menatap nya tajam . Amyra masih terdiam mencerna setiap kata kata Theo .


" aku turun dulu ok , ada yang harus aku urus . " pamit Theo segera keluar sebelum Bima mengusir nya .


Sebelum Theo keluar pintu ruangan itu terbuka .


" Elvano !"


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2