
Bima menyadari betul kala Amyra pasti memiliki perasaan pada Elvano . Namun bima kini benar benar tidak ingin melepaskan Amyra lagi .
Walaupun Bima tau kalau Elvano pun memiliki perasaan yang ssama dengan Amyra , tapi saat ini Bima tidak bisa menyembunyikan keinginan nya untuk memiliki Amyra .
Egois memang , tapi setidak nya ketulusan cinta nya tak akan membuat Amyra terluka . Bima hanya bisa berharap kalau suatu hari nanti pintu hati Amyra akan terbuka untuk nya .
" Bukan nya kamu mau bertemu dengan Theo ?'' tanya Bima dengan masih memeluk Amyra .
" Iya , aku mau mengucapkan terima kasih padanya . " jawab Amyra .
" Bersiaplah , aku akan membawa mu ke tempat Theo ." ucap Bima seraya melepaskan pelukan nya . Amyra pun segea berdiri dan bersiap , begitu pun dengan Bima .
Amyra menggunakan kaos turtle neck nya berpadu dengan celana jeans nya .
"Ayo , aku udah siap Bima ." ucap Amyra semangat .
Bima berjalan menghampiri Amyra kemudian memakaikan sebuah hoodie di tubuh Amyra , Amyra terlihat bingung .
" Cuaca di luar dingin , pakai ini saja ." ucap Bima seraya merapikan hoodie yang kini membungkus tubuh Amyra . Amyra mengangguk dengan tersenyum .
Perhatian yang di berikan Bima memang bisa membuat pereempuan manapun jatuh cinta . Sikap nya yang selalu lembut bisa membuat siapapun merasa nyaman .
' Ayo ." Ajak Bima seraya merangkul pundak Amyra . Bima berjalan bersama amyra menuju luar sanggar nya tempat mobil nya terparkir .
Bima duduk di kursi kemudi . Bersampingan dengan Amyra .
" kamu gak bawa tas ?'tanya Bima heran karena memang Amyra tidak membawa apapun .
"hmm , anu . Tas ku hilang bersama semua isi nya ." jawab Amyra terbata mengarang . Amyra ingat kalau tas nya telah di ambil oleh Elvina saat itu . Amyra masih belum siap menceritakan kejadian yang hampir membuatnya celaka itu .
"kok bisa ?" tanya Bima .
"Udah lah , toh cuma tas dan ponsel saja kok .' jawab Amyra berharap Bima tidak membahas nya lagi .
"baiklah , lain kali hati hati . Eh ." Bima memang bisa menebak kalau Amyra pasti sedang berbohong , namun Bima pun yakin pasti ada alasan nya mengapa Amyra tak menceritakan yang sebenarnya pada nya . Bima hanya bisa menunggu sampai Amyra menceritakan nya sendiri .
Bima menjalankan mobil nya menuju tepat Theo .
Sepanjang perjalanan Amyra terlihat lebih ceria dari pada sebelum nya . Dan hal itu membuat Bima lebih tenang .
Mobil Bima berhenti dan parkir sempurna d tempat Theo .
"Ini ? Ini tempat Theo ? " Tanya Amya kaget melihat tempat yang saat ini berada di depan nya . Bima mengangguk membenarkan tempat tujuan nya itu adalah tempat Theo .
" Club malam ?' tanya Amyra masih merasa tak percaya .
" Iya . Memangnya kenapa ?'' tanya Bima penasaran .
" tidak apa apa . Hanya hanya tempat ini ... Ah sudahlah , tidak penting kok . " jawab Amyra mengalihkan pembicaraan .
__ADS_1
" Ada apa heum ? Atau sebaiknya kita gak usah masuk saja ? Biar nanti aku meminta Theo untuk datang bertemu dengan mu di sanggar ." ucap Bima .
" Aku hanya takut akan bertemu Om Bagja . Karena aku tau dia selalu datang kesini ." ucap Amyra ragu .
Amyra tau betul kalau tempat itu adalah tempat yang selalu di datangi Om Bagja untuk minum dan berjudi , Amyra takut akan bertemu dengan nya di sana .
"Kamu gak perlu khawatir , ada aku . " ucap Bima menenangkan Amyra .
" Baiklah . "
" Ayo masuk . " ajak Bima seraya keluar dari pintu mobil nya . Amyra pun mengikuti nya . Bima merangkul pundak Amyra agar Amyra bisa berjalan bersama nya dalam rangkulan nya . Amyra bisa lebih merasa aman dalam rangkulan tangan kekar Bima .
" Bima ." panggil seorang pria yang tak lain adalah Theo seraya berjalan menghampiri Bima yang maih berada di ambang pintu .
" Eh , ada nona cantik juga . Apa kabar ?' ucap Theo ketika menyadari Amyra yang tengah berada dalam rangkulan Bima .
" Baik . " Jawab Amyra seraya tersenyum .
" Disini terlalu berisik , masuklah ke tempat biasa . Aku akan meminta pelayan menyiapkan beberapa minuman dan makanan ." ucap Theo .
Club malam milik Theo memang terkenal sebagai tempat favorit para anak muda dari berbagai kalangan , terutama anak muda dari kalangan atas . Terlihat dari jajaran mobil mobil mewah yang terparkir di depan tempat itu .
Fasilitas yang cukup kumplit membuat tempat itu selalu ramai , apalagi ketika malam .
Ketika masuk di pintu depan , Terlihat seperti sebuah Cafe . Namun ketika menaiki lantai dua , terdapat banyak pintu pintu berjajar layak nya sebuah hotel . Pintu pintu itu adalah Room Pribadi untuk setiap reservasi . Di dalam setiap Room terlihat layak nya sebuah mini bar dan alat karaoke yang canggih dengan sofa sofa yang terlihat mahal .
"Masuk lah . " Ajak Bima ketika membuka sebuah pintu di lantai dua tempat itu .
" Sini , duduklah . " ucap Bima menepuk sofa melihat Amyra yang masih berdiri di sana .
Seketika ruangan terasa hening tepat ketika pintu itu tertutup , karena memang setiap Room memiliki alat kedap suara membuat redam semua suara kebisingan yang ada di luar ketika pintu di tutup .
Amyra duduk di sebelah Bima dengan posisi tubuh yang sangat dekat . Amyra masih merasa sangat canggung berada di tempat itu . Amyra memperhatikan setiap sudut ruangan .
" Ini tempat pribadi , jadi tidak akan ada siapapun yang bisa masuk kesini . Kamu tenang saja ." ucap Bima . Amyra mengangguk .
" Tetaplah berada di sampingku . " ucap Bima .
" Iya . Emang aku mau kemana lagi ?'' jawab Amyra seraya tersenyum seraya kedua tangan nya memegangi pipi Bima .
Bima tersenyum .
" Sudah mulai berani ya kamu !" ucap Bima seraya menggelitik pinggang Amyra hingga membuat Amyra kegelian dan tertawa .
" Bima ....." ucap Amyra yang tertawa karena tidak tahan dengan geli yang di rasakan nya . Mereka berdua tertawa bersama .
Tak lama kemudian Theo masuk dengan seorang pelayan wanita yang membawwa beberapa makanan dan minuman .
" Lagi ngapain kalian ? Jangan jangan ?'' ucap Theo menyelidik .
__ADS_1
" Nggak kok ! Kami gak ngapa ngapain . " jawab Amyra berusaha mengelak . Theo justru tertawa melihat kepolosan Amyra .
" kenapa malah takut begitu ? Tenang saja , apapun yang kalian lakukan . Aku gak keberatan kok , atau mungkin aku tinggalin kalian berdua di sini biar kalian .... " ucap Theo dengan tangan dan mata yang mengisyaratkan sesuatu .
" Jangan ! Kami gak ngapa ngapain kok . Sumpah ! " ucap Amyra serius .
" ok ok . Biasa aja Amyra , kamu gak perlu sampai segitu nya . " ucap Theo seraya tertawa kemudian duduk di sofa yang berada di sana .
Amyra terlihat salah tingkah dan malu karena merasa Theo pasti salah paham mengira Amyra dan Bima telah berbuat yang tidak tidak .
" oh iya , bagaimana kabar mu ? Di luar cukup berisik jadi aku tidak terlalu mendengar mu tadi ." tanya Theo seraya meneguk segelasa minuman di tangan nya .
' Ah , aku baik . Aku belum sempat berterima kasih karena kamu pernah menolongh ku ." ucap Amyra .
" itu bukan apa apa . Jangan merasa terbebani , tapi kalau kamu mau membalas nya . Aku sungguh tidak keberatan , " ucap Theo seraya mengedipkan sebelah matanya nakal .
" bagaimana aku bisa membalas kebaikan kamu ?' tanya Amyra .
" THEO ?" ucap Bima yang mulai kesal karena Bima tau arah pembicaraan Theo . Theo yang suka bermain main dengan banyak wanita .
" Yaelah ! Bercanda doang . " ucap Theo ketika melihat Bima yang mulai terlihat kesal .
" aku beneran kok mau balas kebaikan kamu . " ucap Amyra serius .
" baiklah . Aku punya satu permintaan ." ucap Theo .
" Apa ?' tanya Amyra penasaran .
" Jadilah teman ku , itu sudah cukup untuk membalas nya . Gimana ?' ucap Theo .
" hanya itu ?'' tanya Amyra . Theo mengangguk dengan tersenyum .
" Baiklah . Kita teman . " ucap Amyra tersenyum seraya menyoforkan tangan nya untuk berjabat . Theo pun membalas nya .
" Pantas Elvano dan Bima bisa jatuh cinta padamu . Ternyata kamu memang patut di cintai , kalau saja kamu bukan incaran dua orang itu . Aku sudah pasti jatuh cinta padamu juga . ' ucap Theo menyadari kalau Amyra tak hanya cantik dan menawan , tapi juga sangat baik dan lembut .
" Oh , sorry." ucap Theo seraya segera melepaskan tangan nya karena melihat Bima yang kini menatap nya tajam . Amyra masih terdiam mencerna setiap kata kata Theo .
" aku turun dulu ok , ada yang harus aku urus . " pamit Theo segera keluar sebelum Bima mengusir nya .
Sebelum Theo keluar pintu ruangan itu terbuka .
" Elvano !"
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...