Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
pelukan yang di rindukan


__ADS_3

Elvano mengeraskan rahang nya menahan amarah .


Dia tau kalau dirinya sangat mencintai Amyra , namun mengapa mulut nya bahkan tak bisa mengucapkan itu .


Elvano benar benar tak percaya Amyra bisa memberi pertanyaan seperti itu .


Elvano menarik tubuh Amyra hingga kini berhadapan dengan nya .


Elvano menatap lekat mata Amyra . Mereka berdua bertatapan saling berhadapan .


" Apa kamu mencintai ku ?" tanya Elvano serius .


DEG !


Amyra yang sudah berusaha kuat menahan akhir nya goyah . Namun Amyra masih bisa menangani nya .


" Ya . Aku mencintai mu . Sangat . Tapi itu dulu . " ucapan Amyra membuat Elvano benar benar terpana .


Amyra melepaskan tubuh nya .


Berusaha kembali menstabilkan perasaan nya .


Elvano terdiam sejenak .


" Amyra ?" tanya Bima lembut ketika melihat wajah Amyra yang terlihat kaget .


" Bisa kita bicarakan hal lain ?" ucap Bima .


Elvano hanya terdiam dengan masih menatap lekat Amyra .


" Jadi sekarang lu udah gak cinta sama gua ?" tanya Elvano .


" El ! cukup !" ucap tegas Bima .


" Ya . Sekarang udah nggak sama sekali . puas ?" ucap Amyra bergetar .


" Aku pernah sangat sangat mencintai mu sebelum rasa sakit itu datang . Sekarang ? Perasaan itu udah gak ada sama sekali . apa jawaban ku ini cukup ?" ucap Amyra .


" Jangan buat aku berubah lebih jauh El !" ucap Amyra .


DEG !


Kini Elvano sadar kalau Amyra berubah adalah karena rasa sakit dan kecewa nya dulu pada Elvano . Secara tidak langsung semua ini terjadi karena Elvano .


Elvano menyesal karena sudah keterlaluan saat ini .


" Maaf . " ucapan maaf Elvano membuat Amyra goyah .


Kata maaf Elvano terdengar sangat tulus hingga membuat Amyra menoleh .


Amyra tersenyum lembut .


" Yang lalu biarlah berlalu ." ucap lembut Amyra .


Elvano benar benar takjub dengan sikap Amyra yang sekarang . Amyra yang bisa mengontrol emosi dan perasaan nya .


Namun sekarang Elvano harus menerima kenyataan kalau Amyra sudah merubah sikap nya bahkan perasaan nya pada Elvano .

__ADS_1


" Bima . Kamu tau lahan yang tadi ? Itu adalah lahan tempat dulu aku dan orang tua ku sering datangi . Danau itu , adalah tempat paling indah yang menyimpan banyak sekali kenangan. " ucap Amyra mencoba mengalihkan pembicaraan .


" Jadi itu sebabnya kamu beli lahan itu dengan harga melebihi penawaran ?" tanya Elvano .


" Yups . "


" Kamu tau kalau lahan itu milik ku ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .


" Aku akan kembalikan uang mu , lahan itu untuk mu . " ucap Elvano .


" Benar kah ?" ucap Amyra . Elvano mengangguk .


" Kamu baik banget . Makasih yaaa . Tapi sayang , aku mau nya beli lahan itu . Aku gak mau hasil pemberian " ucap Amyra seraya tersenyum .


Bima dan Elvano benar benar tak bisa berkata kata melihat sikap Amyra yang sekarang . Antara bangga , takjub namun juga heran .


" Baiklah . Terserah pada mu . " ucap Elvano .


" lalu apa rencana mu dengan lahan itu ?" tanya Bima .


" aku mau buat resort , taman bermain , dan sanggar seni disana . karena itu adalah impian mendiang orang tua ku dulu . " ucap Amyra .


" Jadi adiputra itu ?" tanya Bima .


" Ya . Adiputra adalah ayah ku . " ucap Amyra .


" Berkat Om Bagja semua ini akhirnya kembali pada ku . Karena semua peninggalan ayah ada di rumah ini . Aku gak menyangka ternyata Om Bagja tidak menjual rumah ini . " ucap lega Amyra .


Mereka bertiga pun bercerita panjang hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 10 malam .


" Kalian mau pulang atau nginep ?" tanya Amyra .


" Nginep ." ucap Bima bersamaan dengan Elvano .


" Dih lu pulang aja sana . Gua mau nginep disini . Gua masih kangen sama Amyra . " ucap Bima seakan mengusir Elvano .


Amyra tersenyum .


" Udaah . Kalian nginep aja . Lagian hujan juga deras banget . Bahaya di jalan . " ucap Amyra .


" Kamu masih takut hujan ?" tanya Elvano .


" Masih . Tapi gak terlalu sih sekarang . " ucap Amyra .


Elvano masih ingat bagaimana takut nya Amyra terhadap hujan . Apalagi pada petir .


"Yaudah . Aku tunjukkin kamar kalian . Mau satu kamar atau 2 kamar terpisah ? " tanya Amyra .


" Bebas . " ucap Bima .


" Yaudah sekamar berdua aja ya kalian kan sahabatan . " ucap Amyra seraya tersenyum .


Amyra berjalan di depan di ikuti oleh Bima dan Elvano di belakang nya .


Tiba tiba terdengar suara petir yang sangat keras hingga membuat listrik tiba tiba mati .


" Aaaahhh! " teriak Amyra seraya berbalik dan memeluk seseorang dalam kegelapan .

__ADS_1


DEG !


Jantung Elvano seakan berhenti berdetak .


Elvano tau betul kalau saat ini Amyra memeluk nya karena kaget . Harum rambut Amyra sangat terasa oleh Elvano .


Rindu ..


Yaa , pelukan ini lah yang selama ini sangat di rindukan oleh Elvano .


Amyra menutup mata nya seraya memeluk erat tubuh itu . Amyra mencium aroma tubuh yang tak asing meskipun sudah lama tak di cium nya .


Ada rasa hangat yang berbeda dari pelukan Bima dan Elvano .


Pelukan Bima yang terasa hangat melindungi .


Sedangkan Pelukan Elvano yang terasa seakan melepas rindu yang pernah sangat menghantui .


Amyra meresapi sejenak aroma maskulin tubuh Elvano yang tak pernah bisa ia lupakan .


" Elvano . " gumam nya .


Tiba tiba Amyra tersadar dari lamunan nya yang tak berdasar .


" Sorry . " ucap Amyra seraya hendak melepas pelukan nya . Namun dengan cepat Elvano justru mengeratkan pelukan nya pada Amyra .


" Sebentar saja . " pinta Elvano terdengar lembut . Amyra pun menuruti nya .


Walaupun dalam kondisi gelap gulita . Bima bisa tau kalau saat ini Amyra tengah bersama Elvano , dan Bima tak mau merusak suasana itu kemudian perlahan berjalan kembali menyusuri gelap nya ruangan itu menuju sofa ruang tamu .


Bukan tanpa alasan . Bima tak mau kembali mengulang perasaan nya yang sudah susah payah dia ubah menjadi rasa sayang sebagai adik berubah lagi menjadi cinta .


Bima sangat tau kalau selama ini orang yang paling menderita akibat menghilangnya Amyra adalah Elvano .


Maka dari itu , sebisa mungkin Bima akan memberikan kesempatan pada Elvano agar bisa kembali bersama Amyra .


" Amyra . " bisik Elvano lembut .


" hmm ?"


" Maaf . " ucap Elvano pelan .


" Maaf buat apa ?" tanya Amyra bingung .


" Maaf karena sampai saat ini , aku masih sangat mencintai mu . " ucap Elvano lirih .


Amyra terdiam .


" Aku terlalu bodoh dan pengecut . "


" Maaf kalau aku bahkan gak bisa ucapin itu di hadapan mu . Maaf kalau aku egois . Maaf kalo aku serakah karena selalu menginginkan mu padahal saat ini aku tau kalau perasaan mu sudah berubah pada ku . " ucap Elvano semakin dalam penuh penyesalan .


" Ijinkan aku buat peluk kamu Ra . Karena aku takut ini pelukan mu yang terakhir pada ku . " ucap Elvano terdengar parau .


Bukan dengan kata kata Amyra menjawab .


Tiba tiba bibir dingin Elvano terasa hangat .

__ADS_1


Jari indah Amyra menyentuh lembut bibir Elvano menghentikan kata kata lirih yang keluar dari mulut Elvano yang sanggup membuat perasaan Amyra kembali goyah .


**************


__ADS_2