
Tidak di ragukan lagi , kalau Alisha mengetahui semua tentang Amyra dari Elvina .
Elvina yang memang tidak suka dengan Amyra , Elvina merasa kalau perhatian sang kakak telah diambil oleh Amyra .
Elvina bertekad untuk menggagal kan pernikahan Amyra dan Elvano .
Alisha yang memang ingin kembali ke pelukan Elvano pun dengan senang hati mneerima tawaran Elvina .
*****
" Bima .. " ucap lirih Amyra yang masih berbaring di tempat tidur hotel .
Mata nya mulai mencari keberadaan Bima di sana .
Mata Amyra melebar sempurna ketika melihat seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah .
" Kamu kenapa bangun ? ini masih tengah malam . " ucap Bima seraya berjalan kemudian duduk di sisi ranjang .
Amyra masih terpaku dengan tatapan nya .
" Hey . " ucap Bima seraya tersenyum melihat Amyra yang melongo .
" Eh . " kaget Amyra ketika tangan dingin Bima menyentuh ujung hidung nya .
" Kenapa bangun ?" tanya Bima .
Amyra menggelengkan kepala nya .
" Kamu lapar ?" tanya Bima kemudian , Amyra terdiam menandakan kalau tebakan Bima memang benar .
" Tunggulah , aku mau beli makanan . " ucap Bima seraya berdiri.
" Tunggu . " tangan Amyra menahan Bima .
Bima pun kembali duduk .
" Ada apa ?"
" Hmm ,, disini aja . Aku cuma mau kamu disini . " ucap Amyra malu . Bima hanya tersenyum .
" Baiklah . "
" Bima . "
" Hmm ." jawab Bima seraya mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil .
" Aku ,, "
" Aku apa ?" tanya Bima masih sibuk menggosok rambut nya .
" Aku minta maaf . "
Bima pun menghentikan aktifitas nya mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Amyra .
" Maaf buat apa ?" tanya Bima bingung .
" Maaf karena telah membuat mu terluka . " ucap Amyra membuat Bima hanya tersenyum .
" kenapa kamu masih selalu ada buat ku , di saat kamu pun terluka karena aku ?" tanya Amyra .
Bima menghela nafas nya . Kedua tangan nya memegang pipi Amyra .
" Amyra . Denger baik baik , sudah berapa kali aku bilang kan . Apapun yang bisa buat kamu bahagia , aku siap menanggung konsekuensi nya . " ucap Bima lembut namun tegas .
" Tapi ,, "
" Gak ada tapi , kamu harus bahagia . Jadi jangan menjadi merasa bersalah , toh aku masih baik baik saja kan ." ucap Bima .
" Tapi aku gak bahagia , Bima . " ucapan Amyra membuat Bima kaget .
__ADS_1
" Aku gak bahagia , apalagi setelah merasakan sendiri rasa nya sakit hati . "
" Amyra , kmu harus tau kalau yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikir kan . Elvano gak seperti apa yang kamu bayangkan . " jelas Bima .
" Tapi aku lihat sendiri . "
" Yang kamu lihat tuh Alisha , bukan Elvano . "
" Ketika tadi aku sampai di sanggar , Elvano sudah berada di sana untuk bertemu dengan mu . Elvano langsung datang ke sanggar sesampai nya dari luar kota . Dan aku yakin , kalau Elvano tidak tau Alisha berada di apartemen nya . " Amyra terdiam mendengar ucapan Bima .
" Percayalah , aku tau Elvano . "
" Tapi aku tau kalau Alisha itu cinta pertama Elvano . " ucap Amyra lirih .
" Itu dulu , tapi sekarang aku yakin kalau Elvano mencintai mu !" ucapan Bima membuat hati Amyra semakin bingung .
Amyra memang mencintai Elvano , tapi dirinya tidak bisa menutup mata atas semua perhatian dan ketulusan Bima yang nyata pada nya .
" Kalau aku pilih buat sama kamu aja gimana ? " pertanyaan Amyra sontak membuat Bima kaget .
" Maksud kamu ?"
" Aku berpikir , kalau sebaiknya memang aku lebih memilih kamu dari pada Elvano . " ucap Amyra .
Bima masih berusaha mencerna setiap kata kata Amyra .
" Amyra , kamu bilang begini karena kamu baru saja patah hati . Sebaiknya kembali lah tidur . Istirahatlah . " ucap Bima lembut .
" Aku serius . Aku bakal mencoba membuka hati aku buat kamu Bima , aku harap kamu bisa memahami nya . " ucap Amyra .
Bima membeli lembut wajah Amyra .
" Lakukan apa saja yang menurut kamu tepat , ikuti kata hati kamu . Aku akan selalu mendukung mu . Namun jangan pernah melawan perasaan kamu sendiri . " ucap Bima .
Amyra terdiam .
" Aku memang mencintai mu Ra , sangat . Dan aku tau kamu mencintai Elvano . Biarkan semua berjalan apa ada nya . Jangan paksakan perasaan mu untuk menerima ku di saat dalam hati kamu masih ada Elvano . " ucap Bima .
" Kemarilah . " ucap Bima membuka lebar kedua tangan nya . Amyra pun langsung memeluk dada bidang Bima .
" Maaf . " ucap pelan Amyra .
Bima mengusap lembut punggung Amyra .
" Udah siap ketemu Elvano ?" tanya Bima .
" Entahlah . " jawab Amyra bingung .
" Lakukan lah apa yang seharusnya kmu lakukan . Aku tau kamu ingin bertemu dengan Elvano . "
" Tapi . "
" Aku selalu ada untuk mu , jangan khawatir . " ucap Bima menenangkan .
" Aku memang sakit Ra , tapi aku bakal lebih sakit kalau melihat kamu tidak bisa mendapat cinta yang kamu ingin kan . " batin Bima menjerit .
****
" Halo ma . " ucap Elvano ketika mengangkat panggilan telepon dari mama Rosa .
" El kamu dimana ? bisa pulang sekarang ? ada yang papa mau bicarain sama kamu . " ucap mama Rosa .
" Baiklah . " Elvano hanya bisa menuruti nya kalau itu permintaan papa nya .
Elvano mengemudikan mobil nya dengan perasaan yang masih kacau .
Elvano masih menghawatirkan Amyra saat ini , walaupun dirinya tau keadaan Amyra pasti baik baik saja bersama Bima .
Elvano masih merasa bingung .
__ADS_1
Di satu sisi dirinya sangat menginginkan Amyra , namun di sisi lain kenangan dirinya bersama Alisha muncul .
Kenangan indah , kebersamaan dan kemesraan mereka saat dulu bersama . Namun bercampur aduk ketika Elvano mengingat bagaimana Alisha meninggalkan nya tanpa kabar apapun .
" Kenapa Alisha kembali ?" pertanyaan itu terus terngiang di kepala Elvano .
Elvano tak dapat berpikir jernih saat ini .
Elvano tau kalau ancaman Bima tak main main . Bima bisa saja dengan mudah nya membawa Amyra pergi sejauh mungkin darinya , dan itulah yang di takutkan Elvano .
Elvano harus segera menyelesaikan urusan apapun yang menyangkut Alisha .
****
Mobil Elvano kini telah sampai di kediaman keluarga Reynard .
Dengan langkah yang lesu Elvano melangkah kan kaki nya memasuki pintu besar yang berada di sana .
" Kenapa lu ada disini ?" bentak Elvano yang merasa kesal karena di ruang tamu rumah nya terlihat Alisha yang tengah duduk di sana bersama kedua orang tua nya .
" El , duduk . " ucap Papa David .
Dengan perasaan yang masih kesal Elvano pun terpaksa harus duduk .
Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah .
Masuk lah sepasang suami istri yang tak lain adalah orang tua Alisha .
Elvano mulai mengira ngira maksud dari pertemuan ini .
" Masuk lah . " ucap Papa David mempersilahkan orang tua Alisha untuk duduk .
Elvano yang duduk bersama papa David , bersebrangan terhalang sebuah meja tamu yang terbuat dari marmer .
Alisha duduk bersama kedua orang tua nya .
" David , jadi kapan pertunangan nya bisa di lakukan ?" tanya seorang pria paru baya yang merupakan ayah dari Alisha . Ardan Artameda .
Sontak Elvano berdiri karena kaget .
" Pertunangan apa pa ?" tanya Elvano pada papa David .
" Pertunangan mu dengan Alisha . " jawab Papa David .
" Tapi pa ! Papa kan tau kalau aku akan menikahi Amyra . " teriak Elvano menggema di ruang tamu itu .
" Papa tau kalau sekarang Amyra sudah tidak mengandung anak kamu lagi , dan karena sekarang Alisha sudah kembali . Papa akan teruskan rencana perjodohan ini . Bukan nya kamu dulu ingin menikah dengan Alisha ?" ucapan papa David memang tidak salah .
" Dari mana papa tau kalau Amyra sudah tidak hamil !" ucap Elvano marah .
" Elvina yang memberi tahu papa . "
" Dan apa papa tau kenapa Amyra bisa kehilangan bayi nya ? itu karena El yang gak bisa jagain dia ! Semua salah El ! Dan sekarang bagaimana perasaan Amyra ketika tadi , perempuan ini tiba tiba ada di kamar apartemen ku !" emosi Elvano mulai tak tertahan .
" apa kamu tau kalau asal usul perempuan bernama Amyra itu tidak di ketahui ? apa jadi nya keluarga kita dengan sembarangan menambahkan anggota keluarga baru yang bahkan kita tidak tau asal usul nya . " jelas ucapan Papa David membuat Elvano marah .
" Pernikahan ini harus di lakukan , ini sudah lama di rencanakan . Lupakan perempuan gak jelas itu . " ucap Papa David .
" Benar El , sebaiknya kita segera lakukan perjodohan ini . Keluarga Reynard adalah kelurga terhormat , maka harus bersanding dengan keluarga terhormat juga . " ucap Ardan jelas .
Emosi Elvano yang hampir meledak dapat tertahan ketika kini tangan lembut mama Rosa memegang lengan kekar Elvano yang mengeras .
" Tenanglah El . " bisik pelan mama Rosa .
Elvano dengan terpaksa harus kembali duduk .
" Bisnis kita akan semakin besar kalau perjodohan ini secepat nya di lakukan ." ucap Ardan serius .
" Sudah aku bilang , kamu hanya milik ku Elvano . " batin Alisha merasa puas karena Elvano tidak bisa membantah papa nya .
__ADS_1
...****************...
...****************...