
Bima pulang dengan pikiran yang masih terasa kosong .
Kecewa adalah hal yang pertama Bima rasakan , terutama pada Elvano sahabat nya sendiri .
Sepanjang perjalanan Bima terus memikirkan Amyra . Bima tau kalau anak yang di kandung Amyra harus memiliki sosok seorang ayah .
Bima yang sejak awal sudah berniat untuk menikahi Amyra harus menyerah ketika kini ayah dari bayi itu sudah ada , yaitu Elvano .
Bima memarkirkan mobil nya di depan sanggar . Bima tak langsung turun dari mobil , sejenak dia terdiam di dalam mobil .
Terlihat Amyra membuka pintu dan berdiri disana .
Rasa sedih Bima seketika hilang ketika melihat Amyra yang tersenyum menyambut kedatangan nya .
" Setidak nya aku bakalan berusaha buat kamu bahagia Ra . Tunggu waktu nya Ra . " Gumam Bima kemudian turun dari mobil .
Di perjalanan tadi Bima membeli makanan untuk Amyra . Bima berjalan menghampiri Amyra yang sedari tadi menunggu nya .
" Masuk , diluar dingin . " ajak Bima . Amyra pun mengikuti nya .
" Sini , aku tadi beli makanan . Kita makan mumpung masih hangat . " Bima duduk di meja makan membuka makanan yang tadi dia beli . Amyra terlihat senang .
" Bima . " panggil Amyra .
" Ya ?" Bima menoleh .
" Gak jadi . " ucap Amyra . Bima hanya tersenyum .
Mereka berdua makan bersama di satu meja , saling berhadapan . Tak sekali Bima mencuri pandang memperhatikan Amyra yang sedang makan dengan lahap nya .
Amyra pun demikian . Terasa ada yang mengganjal di hati Amyra sejak kejadian dirinya bertemu Elvano . Amyra merasa sikap Bima sedikit lebih dingin pada nya . Namun Amyra tidak mau berprasangka .
Selesai makan , Bima langsung membawa bekas makan nya ke dapur kemudian mencuci nya . Amyra mengikuti nya .
" Bima ?" tanya Amyra ragu .
" Ya ?" jawab Bima yang baru selesai mencuci alat makan itu .
" Apa terjadi sesuatu tadi di luar ? " tanya Amyra . Bima hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum .
" Tapi ,, sedari tadi kamu ,, " ucap Amyra ragu ragu .
" Ada yang mau aku omongin sama kamu , Ra . Ayo . " ajak Bima untuk duduk di sofa . Amyra pun menuruti nya .
" Ra . " ucap Bima lembut .
" hmm ?" jawab Amyra yang mulai penasaran .
" Elvano bakal nikahi kamu . " ucap Bima dengan nada rendah .
Amyra terdiam .
" Setidak nya saat ini dia adalah orang yang memang harus bertanggung jawab atas bayi yang kamu kandung , Ra . " ucap Bima .
__ADS_1
Amyra menggelengkan kepala nya .
" Dia adalah ayah dari anak kamu , Ra . Kita gak bisa menyangkal nya . " ucap Bima lirih .
" Tapi aku gak mau , Bima . Aku takut . " ucap Amyra sedih .
" Setidak nya menikahlah dengan nya sampai bayi kamu lahir . Setelah bayi kamu lahir , kamu bebas Ra . " ucap Bima .
Amyra berpikir sejenak .
" Aku ngerti perasaan kamu Ra . Apapun yang terjadi , aku bakal terus ada di samping kamu . Aku janji !" ucap Bima meyakinkan .
" Tapi , apa aku boleh tetap tinggal disini ?" tanya Amyra .
" Nggak Ra , kamu pasti harus tinggal di tempat Elvano . " jawab Bima dengan berat hati .
" Tapi ,, Aku ,, takut . " Amyra menggenggam ujung baju nya .
" Ada aku Ra , kalau ada apa apa aku pasti langsung ada buat kamu . Ok ?" ucap Bima .
Amyra mengangguk pelan walaupun hati nya juga masih bimbang .
" Tunggu lah sampai bayi mu lahir Ra . Aku janji bakal buat kamu bahagia , Ra ." Bima memeluk Amyra .
Amyra membalas pelukan Bima .
Beberapa waktu ini Amyra selalu merasa nyaman dalam pelukan Bima .
" maafin aku karena selama ini hanya menyusahkan kamu , aku gak tau harus balas kebaikan kamu gimana ?" ucap Amyra .
" Tetap lah di samping ku , itu sudah lebih dari cukup Ra ." ucap Bima .
Amyra mengangguk pelan .
***********
Ke esokan hari nya , Amyra menceritakan semua nya pada Elsa sahabat nya .
Awal nya Elsa menentang rencana Bima dan Amyra untuk menikahkan Amyra dan Elvano .
Namun setelah Bima memberikan penjelasan , akhir nya Elsa pun mengerti .
" Ra , apa om Bagja bakal kamu kasih tau tentang pernikahan kamu ?" tanya Elsa .
" Kaya nya lebih baik dia gak tau , Sa . " jawab Amyra .
" Bener juga , mungkin pernikahan ini juga gak bakal bertahan lama kan . Jadi lebih baik hanya kita saja yang tau . " ucap Bima .
" Tapi , apa keluarga Elvano juga tau kalau Amyra hamil ?" tanya Elsa . Bima menggelengkan kepala nya .
" Terus ?" tanya Elsa .
__ADS_1
" Entahlah , tapi ku yakin orang tua nya bakal menerima . Toh , emang sudah jelas an bayi yang di kandung Amyra adalah anak Elvano . " jelas Bima .
" Jadi kapan mereka menikah ?" tanya Elsa kemudian .
" Besok aku bakal bicarain ini sama Elvano . Karena Amyra pasti harus bertemu dulu sama keluarga Elvano . " ucap Bima . Elsa pun mengiyakan nya .
" Apa keluarga Elvano bakal bisa terima aku , Bima ?" tanya Amyra .
" Semoga saja , karena yang aku tau . Ibu nya Elvano adalah orang yang baik , walaupun ayah nya sangat keras . " ucapan Bima membuat nyali Amyra menciut .
" Kamu tenang aja , semua nya akan baik baik saja . Semoga ." lanjut Bima .
" Jangan sampai ada pesta pernikahan , sebaik nya hanya perlu menikah untuk keluarga saja . " ucap Elsa .
Bima pun berpikir demikian .
Perut Amyra memang belum terlihat membesar karena usia kehamilan yang hanya baru sekitar 13 minggu .
" Tapi tetap kita harus bicara jujur sama orang tua nya , kalau Amyra sedang hamil . Kita blang saja kalau Elvano dan Amyra sudah lama bersama . " ucap Bima .
Amyra hanya mendengarkan percakapan Elsa dan Bima .
Amyra tak bisa berkomentar apa apa .
" Kamu , Ra . Jaga kesehatan kamu , itu yang paling penting . Jangan banyak pikiran juga . Ok . " pinta Elsa . Amyra hanya mengangguk .
" Aku harap semua berjalan lancar , mungkin setelah semua ini selesai . Aku bakal bawa Amura jauh dari sini . " ucap Bima .
" Enak aja , kamu mau pisahin aku sama Amyra ?" ucap Elsa kesal .
" Bukan gitu Sa . Aku cuma gak mau dia terus terlibat masalah disini . " ucap Bima .
Amyra menatap kedua orang yang sedang bercakap itu .
" Semua pilihan ada di kamu Ra . " ucap Elsa .
" Aku baik baik aja kok . Semoga . " ucap Amyra .
" Masalah ini jangan sampai tersebar , karena aku yakin pasti Om Bagja sekarang masih cari kamu Ra . " ucap Elsa .
" Iya , aku tau . Itulah yang aku khawatirkan . " ucap Amyra .
" Ra , selama kamu ada di sini . Kamu pasti aman , jadi kamu gaperlu khawatir . Dan lagi , aku tau Elvano . Dia bisa melakukan apapun . "
" Aku pasti in dia pasti juga bisa jaga kamu Ra . " lanjut Bima .
" Kau harap juga begitu . Karena kalau sampai Si Elvano macam macam , aku juga gak bisa terima . " ucap Elsa.
Amyra merasa bersalah pada Bima dan Elsa yang sudah banyak di susah kan oleh nya . Namun memang saat ini Amura sangat membutuhkan mereka berdua .
Setidak nya sampai bayi yang di kandung nya lahir .
...******************...
__ADS_1