Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Terpaksa Melepaskan


__ADS_3

Bima pulang dengan pikiran yang masih terasa kosong .


Kecewa adalah hal yang pertama Bima rasakan , terutama pada Elvano sahabat nya sendiri .


Sepanjang perjalanan Bima terus memikirkan Amyra . Bima tau kalau anak yang di kandung Amyra harus memiliki sosok seorang ayah .


Bima yang sejak awal sudah berniat untuk menikahi Amyra harus menyerah ketika kini ayah dari bayi itu sudah ada , yaitu Elvano .


Bima memarkirkan mobil nya di depan sanggar . Bima tak langsung turun dari mobil , sejenak dia terdiam di dalam mobil .


Terlihat Amyra membuka pintu dan berdiri disana .


Rasa sedih Bima seketika hilang ketika melihat Amyra yang tersenyum menyambut kedatangan nya .


" Setidak nya aku bakalan berusaha buat kamu bahagia Ra . Tunggu waktu nya Ra . " Gumam Bima kemudian turun dari mobil .


Di perjalanan tadi Bima membeli makanan untuk Amyra . Bima berjalan menghampiri Amyra yang sedari tadi menunggu nya .


" Masuk , diluar dingin . " ajak Bima . Amyra pun mengikuti nya .


" Sini , aku tadi beli makanan . Kita makan mumpung masih hangat . " Bima duduk di meja makan membuka makanan yang tadi dia beli . Amyra terlihat senang .


" Bima . " panggil Amyra .


" Ya ?" Bima menoleh .


" Gak jadi . " ucap Amyra . Bima hanya tersenyum .


Mereka berdua makan bersama di satu meja , saling berhadapan . Tak sekali Bima mencuri pandang memperhatikan Amyra yang sedang makan dengan lahap nya .


Amyra pun demikian . Terasa ada yang mengganjal di hati Amyra sejak kejadian dirinya bertemu Elvano . Amyra merasa sikap Bima sedikit lebih dingin pada nya . Namun Amyra tidak mau berprasangka .


Selesai makan , Bima langsung membawa bekas makan nya ke dapur kemudian mencuci nya . Amyra mengikuti nya .


" Bima ?" tanya Amyra ragu .


" Ya ?" jawab Bima yang baru selesai mencuci alat makan itu .


" Apa terjadi sesuatu tadi di luar ? " tanya Amyra . Bima hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum .


" Tapi ,, sedari tadi kamu ,, " ucap Amyra ragu ragu .


" Ada yang mau aku omongin sama kamu , Ra . Ayo . " ajak Bima untuk duduk di sofa . Amyra pun menuruti nya .


" Ra . " ucap Bima lembut .


" hmm ?" jawab Amyra yang mulai penasaran .


" Elvano bakal nikahi kamu . " ucap Bima dengan nada rendah .


Amyra terdiam .


" Setidak nya saat ini dia adalah orang yang memang harus bertanggung jawab atas bayi yang kamu kandung , Ra . " ucap Bima .

__ADS_1


Amyra menggelengkan kepala nya .


" Dia adalah ayah dari anak kamu , Ra . Kita gak bisa menyangkal nya . " ucap Bima lirih .


" Tapi aku gak mau , Bima . Aku takut . " ucap Amyra sedih .


" Setidak nya menikahlah dengan nya sampai bayi kamu lahir . Setelah bayi kamu lahir , kamu bebas Ra . " ucap Bima .


Amyra berpikir sejenak .


" Aku ngerti perasaan kamu Ra . Apapun yang terjadi , aku bakal terus ada di samping kamu . Aku janji !" ucap Bima meyakinkan .


" Tapi , apa aku boleh tetap tinggal disini ?" tanya Amyra .


" Nggak Ra , kamu pasti harus tinggal di tempat Elvano . " jawab Bima dengan berat hati .


" Tapi ,, Aku ,, takut . " Amyra menggenggam ujung baju nya .


" Ada aku Ra , kalau ada apa apa aku pasti langsung ada buat kamu . Ok ?" ucap Bima .


Amyra mengangguk pelan walaupun hati nya juga masih bimbang .



" Tunggu lah sampai bayi mu lahir Ra . Aku janji bakal buat kamu bahagia , Ra ." Bima memeluk Amyra .


Amyra membalas pelukan Bima .


Beberapa waktu ini Amyra selalu merasa nyaman dalam pelukan Bima .


" maafin aku karena selama ini hanya menyusahkan kamu , aku gak tau harus balas kebaikan kamu gimana ?" ucap Amyra .


" Tetap lah di samping ku , itu sudah lebih dari cukup Ra ." ucap Bima .


Amyra mengangguk pelan .


***********


Ke esokan hari nya , Amyra menceritakan semua nya pada Elsa sahabat nya .


Awal nya Elsa menentang rencana Bima dan Amyra untuk menikahkan Amyra dan Elvano .


Namun setelah Bima memberikan penjelasan , akhir nya Elsa pun mengerti .


" Ra , apa om Bagja bakal kamu kasih tau tentang pernikahan kamu ?" tanya Elsa .


" Kaya nya lebih baik dia gak tau , Sa . " jawab Amyra .


" Bener juga , mungkin pernikahan ini juga gak bakal bertahan lama kan . Jadi lebih baik hanya kita saja yang tau . " ucap Bima .


" Tapi , apa keluarga Elvano juga tau kalau Amyra hamil ?" tanya Elsa . Bima menggelengkan kepala nya .


" Terus ?" tanya Elsa .

__ADS_1


" Entahlah , tapi ku yakin orang tua nya bakal menerima . Toh , emang sudah jelas an bayi yang di kandung Amyra adalah anak Elvano . " jelas Bima .


" Jadi kapan mereka menikah ?" tanya Elsa kemudian .


" Besok aku bakal bicarain ini sama Elvano . Karena Amyra pasti harus bertemu dulu sama keluarga Elvano . " ucap Bima . Elsa pun mengiyakan nya .


" Apa keluarga Elvano bakal bisa terima aku , Bima ?" tanya Amyra .


" Semoga saja , karena yang aku tau . Ibu nya Elvano adalah orang yang baik , walaupun ayah nya sangat keras . " ucapan Bima membuat nyali Amyra menciut .


" Kamu tenang aja , semua nya akan baik baik saja . Semoga ." lanjut Bima .


" Jangan sampai ada pesta pernikahan , sebaik nya hanya perlu menikah untuk keluarga saja . " ucap Elsa .


Bima pun berpikir demikian .


Perut Amyra memang belum terlihat membesar karena usia kehamilan yang hanya baru sekitar 13 minggu .


" Tapi tetap kita harus bicara jujur sama orang tua nya , kalau Amyra sedang hamil . Kita blang saja kalau Elvano dan Amyra sudah lama bersama . " ucap Bima .


Amyra hanya mendengarkan percakapan Elsa dan Bima .


Amyra tak bisa berkomentar apa apa .


" Kamu , Ra . Jaga kesehatan kamu , itu yang paling penting . Jangan banyak pikiran juga . Ok . " pinta Elsa . Amyra hanya mengangguk .


" Aku harap semua berjalan lancar , mungkin setelah semua ini selesai . Aku bakal bawa Amura jauh dari sini . " ucap Bima .


" Enak aja , kamu mau pisahin aku sama Amyra ?" ucap Elsa kesal .


" Bukan gitu Sa . Aku cuma gak mau dia terus terlibat masalah disini . " ucap Bima .


Amyra menatap kedua orang yang sedang bercakap itu .


" Semua pilihan ada di kamu Ra . " ucap Elsa .


" Aku baik baik aja kok . Semoga . " ucap Amyra .


" Masalah ini jangan sampai tersebar , karena aku yakin pasti Om Bagja sekarang masih cari kamu Ra . " ucap Elsa .


" Iya , aku tau . Itulah yang aku khawatirkan . " ucap Amyra .


" Ra , selama kamu ada di sini . Kamu pasti aman , jadi kamu gaperlu khawatir . Dan lagi , aku tau Elvano . Dia bisa melakukan apapun . "


" Aku pasti in dia pasti juga bisa jaga kamu Ra . " lanjut Bima .


" Kau harap juga begitu . Karena kalau sampai Si Elvano macam macam , aku juga gak bisa terima . " ucap Elsa.


Amyra merasa bersalah pada Bima dan Elsa yang sudah banyak di susah kan oleh nya . Namun memang saat ini Amura sangat membutuhkan mereka berdua .


Setidak nya sampai bayi yang di kandung nya lahir .


...******************...

__ADS_1


__ADS_2