Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Layaknya Saudara


__ADS_3

Kehilangan kedua orang tua nya karena kecelakaan memang bukan hal yang di inginkan siapapun . Namun Amyra harus dan terpaksa menerima kenyataan pahit itu .


Amyra harus berjuang hidup di bawah tekanan Om Bagja yang jahat .


Om Bagja yang sejak dulu mengincar harta orang tua nya kini berhasil merebut semua peninggalan mendiang orang tua Amyra , dan kini Amyra tak lagi di butuhkan .


Hanya Elsa yang tau semua kisah hidup Amyra karena sudah sejak sekolah menengah bersama dengan Amyra .


Elsa lah yang tau betul bagaimana perlakuan Om Bagja pada Amyra selama ini . Om Bagja yang selalu berusaha mengambil alih harta peninggalan orang tua Amyra .


Amyra sebenarnya memang bukan orang miskin , namun kini setelah semua harta nya di kuasai oleh om Bagja Amyra tak memiliki apa apa lagi .


Elsa dan Amyra sudah berencana untuk memulai kehidupan Amyra dari awal lagi . Bahkan Amyra sampai mengganti nama belakang nya agar kelak om Bagja tak akan pernah menemukan nya lagi .


Kondisi ekonomi Elsa yang termasuk orang kaya membuat Elsa dengan mudah membiayai hidup Amyra . Maka tak heran kalau segala kebutuhan Amyra bisa terpenuhi oleh Elsa .


Dan Amyra pun hanya bisa menerima semua kebaikan Elsa . Walaupun sering kali Amyra menolak pemberian Elsa , namun akhir nya Amyra lah yang menyerah karena Elsa yang tak bisa menyerah kalau pemberian nya tidak di terima oleh Amyra .


Elsa dengan terbuka menerima Amyra dan membatu Amyra sepenuh hati , karena dulu orang tua Amyra pun sudah menganggap Elsa seperti anak nya sendiri .


Elsa yang broken home karena perceraian orang tua nya serasa mendapatkan keluarga kedua ketika bertemu dengan Amyra dan mendiang orang tua nya yang sangat baik .


Maka ketika orang tua Amyra meninggal , rasa terpukul Elsa juga sama seperti seorang anak yang kehilangan orang tua nya sendiri .


Semenjak itu , Elsa selalu menganggap Amyra layak nya saudara nya sendiri , bahkan lebih dari itu .


Elsa bertekad untuk selalu menjaga Amyra dan membantu Amyra dalam keadaan apapun .


Maka tak heran kalau semenjak orang tua Amyra meninggal , Elsa dan kaka perempuan Elsa lah yang selalu ada untuk nya .


Rumah Elsa selalu terbuka lebar untuk Amyra .


*****


" Eh iya Amyra . Hari ini hasil tes nya keluar . Bisa kamu ambil ke rumah sakit . " ucap mama Rosa .


" Oh iya ma , Amyra hampir lupa . " ucap Amyra .


" Biar supir antar kamu ke rumah sakit ya , mama hari ini ada janji sama teman teman mama . Jadi gak bisa anter kamu . " ucap Mama Rosa .


" Biar Vina yang anter . " ucap Vina yang tiba tiba datang menghampiri mama Rosa dan Amyra .


" Kamu mau anter Amyra ?" tanya Mama Rosa agak heran .


" Iya , biar Vina yang anter . Kenapa ?" ucap ketus Vina .

__ADS_1


" Nggak kenapa kenapa . Mama heran aja , biasa nya kamu gak mau kalau disuruh . Ini malah mengajukan diri . " ucap mama Rosa tersenyum.


" Gak ada kerjaan aja di rumah , bosan . " ucap Vina cuek .


" Yaudah . Amyra , kamu nanti dianter Vina ya . " ucap mama Rosa lembut . Amyra hanya bisa mengangguk pelan .


Ada rasa kecewa yang Amyra rasakan , karena niat nya untuk bertemu Bima dan Elsa harus tertunda . Namun dirinya juga ingin segera mendapatkan hasil dari tes DNA hari lalu agar semua rencana untuk menikah dengan Elvano segera terlaksana .


" Jam 11 kalian ke rumah sakit . " ucap mama Rosa .


Amyra mengangguk . Vina dengan cuek berlalu meninggalkan Amyra dan mama Rosa .


" Dia dari dulu emang cuek dan ketus gitu , jangan diambil hati ya Amyra . Dia sebenar nya baik kok . " ucap Mama Rosa .


" Iya Ma . " ucap Amyra .


Amyra berjalan kembali menuju kamar nya dengan lemas .


" Gak jadi deh ketemu Bima sama Elsa hari ini . " keluh Amyra .


Amyra melihat ponsel nya , namun masih tak ada jawaban dari pesan yang ia kirim untuk Elvano .


Amyra merebahkan tubuh nya di tempat tidur .


" Semoga semua berjalan lancar . " Ucap nya dalam hati .


Amyra melihat jam baru menunjukkan pukul 10 pagi .


" Coba kalau Elvano gak keluar kota . " gumam nya dalam hati .


Baru beberapa jam saja tidak bertemu , namun Amyra sudah merasakan rindu pada Elvano .


Entah bawaan hamil yang membuat Amyra ingin selalu bersama Elvano , entah memang karena perasaan nya yang kini sudah mulai mencintai Elvano .


Ada rasa gundah ketika dirinya berjauhan dengan Elvano .


****


Begitu pun dengan Elvano .


Walaupun dirinya bisa dengan sangat profesional dalam bekerja , namun dirinya pun tak dapat memungkiri kalau setengah dari pikiran nya di penuhi oleh Amyra .


Elvano berusaha fokus pada pekerjaan nya agar bisa selesai lebih cepat dan bisa pulang lebih awal .


Elvano pun merasa sangat rindu pada wanita yang kini tengah mengandung anak nya itu .

__ADS_1


Sesekali Elvano tersenyum ketika mengingat Amyra .


Namun sejak pagi Elvano tao dapat memegang ponsel nya karena sibuk rapat dan bertemu dengan para rekan bisnis penting nya .


Hal yang kini Elvano usahakan adalah segera menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung pulang menemui Amyra .


****


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Amyra .


Amyra segera membuka nya .


" Gua tunggu di mobil ." ucap Vina acuh kemudian berjalan berlalu meninggalkan Amyra .


Dengan segera Amyra mengikuti Vina , Amyra tak mau sampai Vina menunggu nya terlalu lama . Amyra tak mau membuat Vina marah .


Amyra sampai lupa untuk membawa ponsel nya , dan teringat ketika dirinya sudah masuk ke mobil .


" Aduh , aku lupa ponsel ku . Tapi kaya nya gak bakal lama ke rumah sakit . " gumam nya dalam hati .


Amyra tidak mau kembali ke rumah untuk mengambil ponsel karena tidak mau sampai Vina harus kembali menunggu nya .


Vina menyalakan mesin mobil nya dan menggunakan sabuk pengaman nya . Amyra pun bergegas menggunakan sabuk pengaman nya .


Tak sepatah kata pun yang di ucap kan Vina sepanjang perjalanan . Membuat Amyra semakin canggung , Amyra pun tak berani mengawali pembicaraan karena takut Vina merasa tidak nyaman .


Sesekali Amyra hanya bisa melirik wajah cantik Vina yang serasa hampir mirip dengan wajah tampan Elvano .


Sikap dingin dan cuek nya pun sama seperti Elvano .


" Jadi lu sedang hamil ?" Vina tiba tiba bertanya tanpa menoleh .


" Iya . " Jawab Amyra ragu . Amyra menggenggam erat sabuk pengaman di dadanya .


" Yakin kalau itu anak ka El ?" Tanya Vina .


Sejenak Amyra terdiam .


" Kalau sampai bayi itu bukan anak ka El , kamu pasti tau konsekuensinya kan ?" ucap Vina serius . Amyra mengangguk pelan dengan rasa canggung dan juga takut .


" Mungkin gua bisa terima lu jadi kaka ipar gua , asal bayi itu emang anak kaka gua . " ucap Vina . Amyra terdiam .


" kalau sampai hasil tes nya menunjukan hal yang berbeda . Jangan harap lu bisa lepas dari gua ! ngerti ?" ucap Vina tegas .


Amyra memang sangat yakin kalau anak yang di kandung nya itu benar benar anak Elvano , karena dirinya kehilangan kesucian nya pun oleh Elvano . Dan Amyra tak pernah tidur dengan laki laki manapun kecuali Elvano .

__ADS_1


Namun sikap yang di tunjukkan oleh adik ipar nya itu menunjukkan kalau dirinya tak menyukai Amyra .


Amyra harus menerima hal itu , karena mau tidak mau pertemuan Amyra dan Elvano pun berawal dari sebuah kesalahan .


__ADS_2