
Kehilangan kedua orang tua nya karena kecelakaan memang bukan hal yang di inginkan siapapun . Namun Amyra harus dan terpaksa menerima kenyataan pahit itu .
Amyra harus berjuang hidup di bawah tekanan Om Bagja yang jahat .
Om Bagja yang sejak dulu mengincar harta orang tua nya kini berhasil merebut semua peninggalan mendiang orang tua Amyra , dan kini Amyra tak lagi di butuhkan .
Hanya Elsa yang tau semua kisah hidup Amyra karena sudah sejak sekolah menengah bersama dengan Amyra .
Elsa lah yang tau betul bagaimana perlakuan Om Bagja pada Amyra selama ini . Om Bagja yang selalu berusaha mengambil alih harta peninggalan orang tua Amyra .
Amyra sebenarnya memang bukan orang miskin , namun kini setelah semua harta nya di kuasai oleh om Bagja Amyra tak memiliki apa apa lagi .
Elsa dan Amyra sudah berencana untuk memulai kehidupan Amyra dari awal lagi . Bahkan Amyra sampai mengganti nama belakang nya agar kelak om Bagja tak akan pernah menemukan nya lagi .
Kondisi ekonomi Elsa yang termasuk orang kaya membuat Elsa dengan mudah membiayai hidup Amyra . Maka tak heran kalau segala kebutuhan Amyra bisa terpenuhi oleh Elsa .
Dan Amyra pun hanya bisa menerima semua kebaikan Elsa . Walaupun sering kali Amyra menolak pemberian Elsa , namun akhir nya Amyra lah yang menyerah karena Elsa yang tak bisa menyerah kalau pemberian nya tidak di terima oleh Amyra .
Elsa dengan terbuka menerima Amyra dan membatu Amyra sepenuh hati , karena dulu orang tua Amyra pun sudah menganggap Elsa seperti anak nya sendiri .
Elsa yang broken home karena perceraian orang tua nya serasa mendapatkan keluarga kedua ketika bertemu dengan Amyra dan mendiang orang tua nya yang sangat baik .
Maka ketika orang tua Amyra meninggal , rasa terpukul Elsa juga sama seperti seorang anak yang kehilangan orang tua nya sendiri .
Semenjak itu , Elsa selalu menganggap Amyra layak nya saudara nya sendiri , bahkan lebih dari itu .
Elsa bertekad untuk selalu menjaga Amyra dan membantu Amyra dalam keadaan apapun .
Maka tak heran kalau semenjak orang tua Amyra meninggal , Elsa dan kaka perempuan Elsa lah yang selalu ada untuk nya .
Rumah Elsa selalu terbuka lebar untuk Amyra .
*****
" Eh iya Amyra . Hari ini hasil tes nya keluar . Bisa kamu ambil ke rumah sakit . " ucap mama Rosa .
" Oh iya ma , Amyra hampir lupa . " ucap Amyra .
" Biar supir antar kamu ke rumah sakit ya , mama hari ini ada janji sama teman teman mama . Jadi gak bisa anter kamu . " ucap Mama Rosa .
" Biar Vina yang anter . " ucap Vina yang tiba tiba datang menghampiri mama Rosa dan Amyra .
" Kamu mau anter Amyra ?" tanya Mama Rosa agak heran .
" Iya , biar Vina yang anter . Kenapa ?" ucap ketus Vina .
__ADS_1
" Nggak kenapa kenapa . Mama heran aja , biasa nya kamu gak mau kalau disuruh . Ini malah mengajukan diri . " ucap mama Rosa tersenyum.
" Gak ada kerjaan aja di rumah , bosan . " ucap Vina cuek .
" Yaudah . Amyra , kamu nanti dianter Vina ya . " ucap mama Rosa lembut . Amyra hanya bisa mengangguk pelan .
Ada rasa kecewa yang Amyra rasakan , karena niat nya untuk bertemu Bima dan Elsa harus tertunda . Namun dirinya juga ingin segera mendapatkan hasil dari tes DNA hari lalu agar semua rencana untuk menikah dengan Elvano segera terlaksana .
" Jam 11 kalian ke rumah sakit . " ucap mama Rosa .
Amyra mengangguk . Vina dengan cuek berlalu meninggalkan Amyra dan mama Rosa .
" Dia dari dulu emang cuek dan ketus gitu , jangan diambil hati ya Amyra . Dia sebenar nya baik kok . " ucap Mama Rosa .
" Iya Ma . " ucap Amyra .
Amyra berjalan kembali menuju kamar nya dengan lemas .
" Gak jadi deh ketemu Bima sama Elsa hari ini . " keluh Amyra .
Amyra melihat ponsel nya , namun masih tak ada jawaban dari pesan yang ia kirim untuk Elvano .
Amyra merebahkan tubuh nya di tempat tidur .
" Semoga semua berjalan lancar . " Ucap nya dalam hati .
Amyra melihat jam baru menunjukkan pukul 10 pagi .
" Coba kalau Elvano gak keluar kota . " gumam nya dalam hati .
Baru beberapa jam saja tidak bertemu , namun Amyra sudah merasakan rindu pada Elvano .
Entah bawaan hamil yang membuat Amyra ingin selalu bersama Elvano , entah memang karena perasaan nya yang kini sudah mulai mencintai Elvano .
Ada rasa gundah ketika dirinya berjauhan dengan Elvano .
****
Begitu pun dengan Elvano .
Walaupun dirinya bisa dengan sangat profesional dalam bekerja , namun dirinya pun tak dapat memungkiri kalau setengah dari pikiran nya di penuhi oleh Amyra .
Elvano berusaha fokus pada pekerjaan nya agar bisa selesai lebih cepat dan bisa pulang lebih awal .
Elvano pun merasa sangat rindu pada wanita yang kini tengah mengandung anak nya itu .
__ADS_1
Sesekali Elvano tersenyum ketika mengingat Amyra .
Namun sejak pagi Elvano tao dapat memegang ponsel nya karena sibuk rapat dan bertemu dengan para rekan bisnis penting nya .
Hal yang kini Elvano usahakan adalah segera menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung pulang menemui Amyra .
****
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Amyra .
Amyra segera membuka nya .
" Gua tunggu di mobil ." ucap Vina acuh kemudian berjalan berlalu meninggalkan Amyra .
Dengan segera Amyra mengikuti Vina , Amyra tak mau sampai Vina menunggu nya terlalu lama . Amyra tak mau membuat Vina marah .
Amyra sampai lupa untuk membawa ponsel nya , dan teringat ketika dirinya sudah masuk ke mobil .
" Aduh , aku lupa ponsel ku . Tapi kaya nya gak bakal lama ke rumah sakit . " gumam nya dalam hati .
Amyra tidak mau kembali ke rumah untuk mengambil ponsel karena tidak mau sampai Vina harus kembali menunggu nya .
Vina menyalakan mesin mobil nya dan menggunakan sabuk pengaman nya . Amyra pun bergegas menggunakan sabuk pengaman nya .
Tak sepatah kata pun yang di ucap kan Vina sepanjang perjalanan . Membuat Amyra semakin canggung , Amyra pun tak berani mengawali pembicaraan karena takut Vina merasa tidak nyaman .
Sesekali Amyra hanya bisa melirik wajah cantik Vina yang serasa hampir mirip dengan wajah tampan Elvano .
Sikap dingin dan cuek nya pun sama seperti Elvano .
" Jadi lu sedang hamil ?" Vina tiba tiba bertanya tanpa menoleh .
" Iya . " Jawab Amyra ragu . Amyra menggenggam erat sabuk pengaman di dadanya .
" Yakin kalau itu anak ka El ?" Tanya Vina .
Sejenak Amyra terdiam .
" Kalau sampai bayi itu bukan anak ka El , kamu pasti tau konsekuensinya kan ?" ucap Vina serius . Amyra mengangguk pelan dengan rasa canggung dan juga takut .
" Mungkin gua bisa terima lu jadi kaka ipar gua , asal bayi itu emang anak kaka gua . " ucap Vina . Amyra terdiam .
" kalau sampai hasil tes nya menunjukan hal yang berbeda . Jangan harap lu bisa lepas dari gua ! ngerti ?" ucap Vina tegas .
Amyra memang sangat yakin kalau anak yang di kandung nya itu benar benar anak Elvano , karena dirinya kehilangan kesucian nya pun oleh Elvano . Dan Amyra tak pernah tidur dengan laki laki manapun kecuali Elvano .
__ADS_1
Namun sikap yang di tunjukkan oleh adik ipar nya itu menunjukkan kalau dirinya tak menyukai Amyra .
Amyra harus menerima hal itu , karena mau tidak mau pertemuan Amyra dan Elvano pun berawal dari sebuah kesalahan .