
Tak lama krmudian terdengar suara mobil Elvano yang baru saja sampai di depan gerbang rumah Elsa .
Elsa pun keluar untuk membuka kan gerbang .
Mobil Elvano pun masuk ke halaman depan rumah itu . Elvano keluar dari mobil .
" mana Amyra?" tanya Elvano .
" Didalam . Masuk lah . " ajak Elsa .
" Aku tunggu di sini saja . " jawab Elvano bersandar di mobil nya .
" Oke . Tunggu . " ucap Elsa seraya berjalan kembali masuk ke rumah nya .
" Eh iya , El . " ucap Elsa menghentikan langkah nya karena teringat sesuatu .
" Apa ?" tanya Elvano .
Elsa menghampiri Elvano .
" Kamu serius kan sama dia ?" tanya Elsa serius .
" Maksud nya ?" Elvano bingung dengan pertanyaan Elsa .
" Kamu serius kan sama Amyra ? Jangan sampai kamu hanya mau main main sama dia !" ucap Elsa .
" Kenapa sih semua orang nganggap kalo aku cuma main main ?" Elvano kesal .
" Ya siapa yang tau ? Kamu kan emang udah terkenal tukang mainin cewe !" ucap Elsa .
" Iya aku tau ! Tapi itu bukan Amyra . " ucap Elvano tegas .
" Aku gak mau sampai sahabat ku jadi salah satu cewe yang kamu mainkan El !" ucap Elsa .
Elvano terdiam .
Elvano menyadari betapa Amyra sangat berharga di mata Elsa dan Bima . Sampai kedua orang itu sangat menjaga Amyra .
Elvano pun menyadari bahwa dirinya memang sering mempermainkan banyak wanita di luar sana , namun Elvano merasa kalau Amyra pun sangat berharga baginya .
" Aku emang bukan orang baik Sa . Tapi buat Amyra , aku bakal berubah !" ucap Elvano serius .
" Aku harap begitu ! " ucap Elsa .
Tak lama kemudian Amyra keluar membawa sebuah tas yang cukup besar .
" Sa , aku pamit ya . Maaf malah gak jadi nginep deh . " ucap Amyra .
" Iya , gak apa apa . Lain kali kan bisa nginep disini . " ucap Elsa .
Elvano memperhatikan Amyra dan segera mengambil alih tas yang diangkat Amyra yang terlihat cukup berat .
" Makasih . " ucap Amyra ketika Elvano mengambil tas yang dia bawa dan memasukan nya ke dalam mobil .
Elvano langsung masuk kedalam mobil .
Amyra memeluk Elsa sebelum dia pergi .
" Masih kangen ." ucap Amyra merengek .
" Iya aku juga . Cepatlah , udah malam . Gak baik lagi hamil keluar malam . " ucap Elsa .
Amyra mengangguk kemudian melepas pelukan nya .
" Aku pergi dulu ya . " ucap Amyra ketika firinya kini sudah duduk di dalam mobil .
Elsa melambaikan tangan nya ketika mohil yang di kemudikan Elvano kini telah pergi melaju keluar dari halaman rumah itu .
__ADS_1
***
Di perjalanan , Elvano tiba tiba menghentikan mobil nya . Amyra merasa aneh .
" Kenapa berhenti ?" tanya Amyra bingung .
Elvano melepas sabuk pengaman yang ia kenakan kemudian menatap Amyra .
" Ada yang mau aku tanya ." ucap Elvano .
" Apa ?" Amyra semakin bingung .
" Kenapa seharian ini kamu seperti nya menghindari ku ?" tanya Elvano serius . Amyra terdiam .
Amyra menundukkan kepala nya , tangan nya meremas ujung baju nya . Amyra bingung harus menjawab apa . Amyra tidak mungkin bilang kalau dia menghindari Elvano karena Amyra merasa hanya dirinya yang menyukai Elvano .
" Jawab ." ucap Elvano .
Amyra masih terdiam .
" Kamu tau gak ? Seharian ini aku bingung harus gimana ! Kamu sejak pagi menghindar dariku . " ucap Elvano .
Elvano menyandarkan kepala nya di sandaran jok mobil nya .
" Aku harap kamu bisa bilang tentang apapun yang kamu rasakan Ra . Bilang apapun yang membuat kamu gak nyaman , asal jangan menghindari ku . " ucap Elvano dengan nada yang berat .
" Maaf . " ucap Amyra .
" Harus nya aku yang minta maaf . Aku tau mungkin aku yang salah , tapi cobalah bilang pada ku apa salah ku . " ucap Elvano . Amyra kembali terdiam .
" Jangan membuat ku seperti orang jahat . Kamu bisa cerita ke Bima atau Elsa , tapi kenapa tidak pada ku ? " ucap Elvano sedih .
" Aku .. " Amyra merasa bersalah namun juga bingung harus bilang apa .
" Aku tau kita menikah karena sebuah kesalahan . Tapi aku berharap lebih dari itu Ra . Aku mau kita menikah sungguhan . Bukan hanya sebuah formalitas . " ucap Elvano .
Amyra terdiam . Amyra semakin bimbang dengan perasaan nya .
Amyra tidak mau sampai terlalu dalam mencintai laki laki yang tak mencintai nya .
" Sudah lah . Sekarang kita pulang , kamu pasti lelah . " ucap Elvano kemudian menyalakan mesin mobil nya .
" El ?" tanya Amyra ketika Elvano hendak memakai sabuk pengaman nya .
" Ya ?"
" Maaf karena seharian ini aku menghindari mu . " ucap Amyra . Elvano hanya tersenyum .
Elvano pun kembali meneruskan perjalanan pulang menuju rumah orang tua nya .
Sesekali Amyra mencuti pandang untuk melihat wajah tampan Elvano yang tengah fokus mengendarai mobil nya itu .
" Kalau saja kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan ku El . Pasti pernikahan ini akan terasa sangat indah El . " gumam Amyra dalam hati nya .
Kondisi jalanan yang cukup macet membuat perjalanan Elvano menjadi lebih lama dari biasa nya .
Elvano melihat Amyra yang kini tengah tertidur karena perjalanan yang cukup lama itu .
" kamu pasti lelah Ra . " ucap Elvano pelan .
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama . Akhir nya mobil Elvano pun kini telah sampai di halaman rumah orang tua nya .
Elvano melepas sabuk pengaman nya .
" Kasian kalau di bangun kan . " Ucap Elvano pelan .
__ADS_1
Elvano mencoba membuka sabuk pengaman yang Amyra kenakan .
Mata Amyra tiba tiba terbuka dan melihat kalau jarak antara dirinya dan Elvano sangat dekat .
Elvano menyadari kalau Amyra kini telah terbangun .
" Maaf sudah membuat mu bangun . " ucap Elvano dengan tangan masih menciba membuka sabuk pengaman Amyra .
Beberapa saat mereka saling menatap satau sama lain .
Jantung seakan mau copot karena kencang nya berdetak .
Wajah tampan Elvano kini terlihat sangat jelas dengan jarak yang begitu dekat .
Elvano pun merasa kan hal yang sama . Dirinya mulai tak bisa menahan diri . Elvano menatap wajah cantik Amyra , menatap lekat bibir Amyra yang terlihat sangat manis .
Elvano lebih mendekat kan wajah nya dengan wajah Amyra . Elvano tak bisa lagi menahan dirinya .
Elvano mencium bibir Amyra dengan perlahan .
" mmm . " Amyra menutup mata nya dan mulai meresapi nya . Jantung yang berdetak tak beraturan membuat nafas Amyra pun tak karuan .
Elvano semakin bersemangat mencium bibir Amyra . Kedua nya pun saling mengimbangi ciuman mereka .
Kaca mobil yang kini berembun karena hawa panas yang dihasilkan oleh mereka berdua .
Tangan Elvano memegangi leher Amyra agar lebih nyaman berciuman . Membuat Amyra oun lebih memposisikan dirinya .
Tangan Amyra hanya bisa memegangi baju Elvano .
Sejenak Elvano melepas ciuman nya . Mencoba mengatur nafas nya yang mulai memburu . Begitu pun Amyra . Kening mereka masih saling bersentuhan dengan saling menatap lekat .
Karena masih belum puas , Elvano kembali mencium bibir Amyra . Kini ciuman Elvano semakin panas . Tangan nya mulai bergerilya menyusupi baju yang dikenakan Amyra . Membuat Amyra pun semakin panas dibuat nya .
" El .. " gumaman Amyra justru membuat Elvano semakin bernafsu .
Amyra memegang tangan Elvano .
" Stop El !" ucap Amyra melepas ciuman Elvano dan menutup bibir Elvano dengan telapak tangan nya .
Elvano dengan nafas yang masih memburu itu merasa bingung .
* Kenapa ? " tanya Elvano terengah engah .
" Ini di mobil . " ucap Amyra mengingat kan .
Elvano menyandarkan tubuh nya ke jok dengan nafas yang masih memburu .
" Maaf Ra . Aku gak bisa tahan diri . " ucap Elvano . Amyra tersenyum .
" Ayo cepat masuk . " ajak Amyra .
" Sebentar lagi Ra . Aku harus turunin ini dulu . " ucap Elvano .
" Turunin apa ?" tanya Amyra dengan polos nya .
" Gara gara kamu !" ucap Elvano gemas mencubit pipi Amyra .
Elvano merasa hampir gila karena tidak bisa menahan hasrat nya pada Amyra .
Elvano selalu ingin mencium dan melakukan hal lebih ketika Amyra berada di samping nya .
Amyra terlihat masih kebingungan dengan ucapan Elvano yang belum ia mengerti .
" Jangan harap nanti di kamar kamu bisa berhentiin aku Ra ." ucap Elvano yang mulai bisa menurunkan gairah nya itu .
Amyra mulai menyadari maksud dari ucapan Elvano .
__ADS_1
" Elvano . " ucap Amyra malu .
*********