
Elvano bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya .
Di bawah guyuran shower Elvano terus memikirkan tentang adik nya , Elvina .
Bagaimana Elvina bisa berpikiran untuk mencelakai Amyra , yang bahkan Amura tidak pernah berbuat salah pada adik satu satu nya itu .
" Arrggghh !!!" Elvano merasa kesal karena dirinya yang mengetahui fakta tentang adik nya . Elvano bingung dengan apa yang akan dia lakukan selanjut nya .
Elvano yang biasa nya tidak pernah melepaskan orang yang mengusik nya , kini justru harus berhadapan dengan adik perempuan nya sendiri .
Di tempat tidur .
Amyra menggerakan tubuh nya yang terasa remuk . Perlahan Amyra membuka mata nya , menyadari kalau dirinya tak memakai sehelai benang pun membuat Amyra kaget dan langsung duduk memeluk selimut itu .
Mata nya menyapu setiap sudut kamar hotel itu . Terdengar suara gemericik air di kamar mandi . Amyra melihat beberapa pakaian yang berserakan di sana .
" Baju El ?" ucap nya seraya mengingat ingat kejadian yang baru saja dia alami .
Amyra mengingat dengan jelas bagaimana dirinya menikmati setiap sentuhan Elvano hingga membuat nya benar benar larut dalam bercinta .
Namun pikiran Amyra langsung tersadar ketika mengingat kalau Elvano akan segera menikah dengan Alisha .
Amyra meremas rambut nya seakan menyesali yang telah dia perbuat .
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka , Elvano dengan rambut basah nya keluar hanya menggunakan handuk yang melingkar dari pinggang sampai paha nya . Menampilkan tubuh kekar Elvano yang menggoda .
Amyra seketika terpaku .
Elvano berjalan menuju sudut kamar hotel itu , menuju tempat baju nya tergeletak .
Amyra melihat beberapa luka cakaran di punggung lebar Elvano .
Elvano masih tak mengucapkan sepatah kata pun . Elvano mengenakan celana jeans nya kembali . Amyra masih terpaku dengan posisi memeluk lutut nya .
Elvano tiba tiba duduk di samping Amyra . Membuat Amyra menggeser tubuh nya agar bisa menghindari Elvano .
Elvano menghembuskan nafas nya kasar .
" Maaf . " satu kata yang keluar dari mulut Elvano .
Amyra terdiam .
" Aku bakal telepon Bima agar datang menjemput mu . " ucap Elvano seraya mengeluarkan ponsel yang ada di saku celana nya .
" Jangan !" ucap Amyra meraih ponsel yang tengah di pegang Elvano .
Elvano heran .
" Jangan beritahu Bima , aku takut dia khawatir . " ucap Amyra pelan .
" Kamu hanya mengkhawatirkan Bima ? Apa kamu tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri ?" Elvano mulai kesal . Amyra hanya terdiam menundukkan kepala nya .
Elvano naik ke atas ranjang kemudian mendekatkan tubuh nya pada Amyra .
" Apa yang kamu lakukan di sana ?" tanya Elvano serius .
" Aku ... " Amyra benar benar bingung dengan jawaban yang harus dia berikan . Amyra tidak bisa memberitahukan kalau Elvina yang menyuruhnya datang karena Amyra tidak mau membuat hubungan kakak beradik itu rusak .
" Jawab ! Apa yang sebenarnya kamu lakukan disana ?" Elvano kembali menuntut sebuah jawaban .
" Aku hanya kebetulan lewat . " ucap Amyra berbohong .
__ADS_1
Elvano mengusap kasar wajah nya . Elvano tidak habis pikir . Bahkan setelah hal mengerikan itu terjadi pada Amyra , Amyra masih saja menutupi nya .
" Jawab dengan jujur !" tekan Elvano memegang kedua pundak Amyra .
" Aku ,, hanya ,, lewat . Dan akhirnya . "
" Amyra ! Kenapa kamu harus berbohong ! Setelah apa yang kamu alami , kamu masih tidak mau mengatakan yang sebenar nya !" ucap Kesal Elvano . Amyra hanya bisa diam menundukkan kepala nya .
" Aku gak tau apa alasan kamu berbohong . Tapi aku tau apa yang sebenarnya terjadi , jadi gak ada guna nya kamu membohongi ku . " ucap Elvano .
Pelan namun terasa , isakan tangis Amyra memang pelan . Namun Elvano dapat mendengar nya . Elvano mengangkat wajah Amyra .
Amyra menangis . Air mata nya luruh jatuh membasahi pipi cantik nya . Amarah Elvano seketika hilang entah kemana .
Elvano memeluk tubuh Amyra yang hanya di balut selimut . Dengan pelukan Elvano , Amyra menangis semakin keras . Pilu , itulah yang bisa menggambarkan suara tangisan Amyra saat ini .
Tiba tiba Amyra mendorong tubuh Elvano agar jauh dari nya .
" Stop ! " teriak Amyra dengan tangan yang menahan jarak nya dengan Elvano .
" Kenapa Ra ?" tanya Elvano kebingungan .
Amyra turun dari tempat tidur . Dengan seluruh tubuh yang masih terasa sakit , Amyra mengambil satu persatu pakaian nya . Lalu masuk ke kamar mandi . Elvano hanya memperhatikan nya .
Amyra menutup pintu kamar mandi kemudian tubuh nya jatuh merosot terduduk di lantai dingin kamar mandi itu .
Tangisan nya mulai pecah . Amyra menangis sejadi jadi nya di dalam kamar mandi .
Amyra tidak tau kenapa dirinya bisa dengan mudah nya bercinta dengan Elvano yang kini status nya *calon suami orang *.
" Bodoh kamu Amyra ! Bodoh !" teriak Amyra pada dirinya sendiri .
Elvano merasa khawatir kemudian mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu . Terdengar Amyra yang masih menangis di dalam sana membuat Elvano semakin merasa bersalah .
" Amyra ? Buka pintu nya ! Kita harus bicara . " teriak Elvano yang mulai panik karena Amyra yang kini tak terdengar suara nya .
Elvano terus mengetuk pintu seraya memanggil manggil nama Amyra .
" Amyra !!" teriak Elvano .
Pintu kamar mandi perlahan terbuka . Amyra dengan mata sembab keluar tanpa sepatah kata pun masih dengan tatapan kosong nya .
Amyra menggunakan celana jeans nya , dengan kaos yang setengah robek akibat kejadian mengerikan itu . Rambut nya yang basah masih meneteskan air di setiap ujung rambut nya .
Elvano menarik tangan Amyra yang begitu saja melewati nya yang tengah berdiri di depan kamar mandi .
" Awww ! " pekik Amyra merasa sakit ketika tangan nya di tarik oleh Elvano .
Elvano dengan paksa membuat Amyra duduk di tepi ranjang . Elvano melepas kaos yang di kenakan Amyra .
" El ! Jangan !" ucap Amyra seraya berusaha menutupi tubuh nya .
" Diam !" bentak Elvano .
Elvano mengambil kaos milik nya kemudian memakai kan nya di tubuh Amyra . Tubuh kecil Amyra tidak sepadan dengan kaos milik Elvano yang cukup besar .
Elvano mengambil handuk kemudian duduk di belakang Amyra .
Amyra benar benar tidak bisa berkata apapun ketika kini tangan kekar Elvano mengusap lembut rambut basah nya dengan handuk . Keheningan tercipta di kamar itu . Elvano dengan serius mengeringkan rambut Amyra .
" Bodoh nya aku . " ucap Amyra membuat Elvano menghentikan tangan nya .
__ADS_1
" Perempuan macam apa aku ini ! Benar memang aku hanya seorang perempuan ****** . " ucap Amyra seraya tersenyum kecut .
" Apa maksud mu !" tanya Elvano serius .
" Aku malah dengan mudah nya tidur bersama calon suami orang . Memang ****** bukan . " ucapan Amyra membuat Elvano merasa kesal dan marah .
" Aku sama Alisha ,,, "
" Aku gak mau tau alasan kalian menikah , yang aku tau aku harus nya tidak boleh seperti ini . Aku memang benar benar wanita murahan . " ucap Amyra tertawa di atas tangis nya .
" Tidak ada yang bisa menyebut dirimu seperti itu Amyra !" tegas Elvano seraya membalikan tubuh Amyra agar berhadapan dengan nya . Amyra memalingkan wajah nya .
" Lalu mau kamu sebut apa ? wanita rendahan ? wanita murahan ? atau wanita perusak hubungan orang ?" ucap Amyra menahan tangis .
" Diam ! aku gak suka kamu bicara seperti itu Amyra !" bentakkan Elvano mampu membuat Amyra seketika terdiam .
" Berhenti menyebut dirimu ****** ! Aku tidak suka . " ucap Elvano .
" Itu kenyataan Elvano ! " air mata Amyra mulai jatuh kembali .
" Aku harus nya menjauhi mu sejauh mungkin ! Tapi bodoh nya aku , kenapa aku justru meminta bantuan mu ? Dan akhirnya aku tidur dengan mu !" Ucap Amyra penuh sesal .
" Kamu akan segera menikah . Maaf , Maaf karena aku justru mengganggu mu . " ucap Amyra dengan selingan isakan tangis nya .
Elvano kembali memeluk Amyra .
" Diam , dan jangan berkata apapun lagi . " ucap Elvano .
Amyra menyentuh punggung Elvano .
" Aku bahkan melukai mu ! " ucap Amyra merasa bersalah ketika menyentuh beberapa luka bekas cakaran di punggung Elvano .
" Sudah ku bilang diam !"
" Aku malu pada diriku sendiri , ingin rasa nya aku memaki kebodohan ku sendiri . "
Elvano semakin mengeratkan pelukan nya .
Amyra masih menangis di dalam pelukan nya .
" Aku mau pulang . " pinta Amyra lirih .
Elvano pun langsung bersiap untuk membawa Amyra pulang .
Sepanjang perjalanan Amyra tak berbicara sepatah katapun , Amyra hanya diam dengan tatapan kosong . Sesekali terlihat Amyra yang mengusap sudut mata nya yang berair .
Hingga akhirnya mobil Elvano telah sampai di sanggar Bima sudah cukup malam .
Terlihat Bima yang berdiri di depan pintu setelah mengetahui ada mobil yang masuk ke halaman sanggar nya .
Amyra melepas sabuk pengaman yang terlilit di tubuh nya . Amyra membuka pintu mobil hendak turun .
" Aku harap ini terakhir kali nya kita bertemu . " ucap Amyra seraya turun lalu menutup kembali pintu mobil Elvano tanpa menoleh sama sekali .
Ucapan Amyra sontak membuat Elvano merasakan sakit di dada nya .
" Perasaan apa ini ! Aku yang melepaskan nya , tapi kenapa sekarang aku yang menyesal . " batin Elvano .
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...