Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Suami orang


__ADS_3

Elvano bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya .


Di bawah guyuran shower Elvano terus memikirkan tentang adik nya , Elvina .


Bagaimana Elvina bisa berpikiran untuk mencelakai Amyra , yang bahkan Amura tidak pernah berbuat salah pada adik satu satu nya itu .


" Arrggghh !!!" Elvano merasa kesal karena dirinya yang mengetahui fakta tentang adik nya . Elvano bingung dengan apa yang akan dia lakukan selanjut nya .


Elvano yang biasa nya tidak pernah melepaskan orang yang mengusik nya , kini justru harus berhadapan dengan adik perempuan nya sendiri .


Di tempat tidur .


Amyra menggerakan tubuh nya yang terasa remuk . Perlahan Amyra membuka mata nya , menyadari kalau dirinya tak memakai sehelai benang pun membuat Amyra kaget dan langsung duduk memeluk selimut itu .


Mata nya menyapu setiap sudut kamar hotel itu . Terdengar suara gemericik air di kamar mandi . Amyra melihat beberapa pakaian yang berserakan di sana .


" Baju El ?" ucap nya seraya mengingat ingat kejadian yang baru saja dia alami .


Amyra mengingat dengan jelas bagaimana dirinya menikmati setiap sentuhan Elvano hingga membuat nya benar benar larut dalam bercinta .


Namun pikiran Amyra langsung tersadar ketika mengingat kalau Elvano akan segera menikah dengan Alisha .


Amyra meremas rambut nya seakan menyesali yang telah dia perbuat .


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka , Elvano dengan rambut basah nya keluar hanya menggunakan handuk yang melingkar dari pinggang sampai paha nya . Menampilkan tubuh kekar Elvano yang menggoda .


Amyra seketika terpaku .


Elvano berjalan menuju sudut kamar hotel itu , menuju tempat baju nya tergeletak .


Amyra melihat beberapa luka cakaran di punggung lebar Elvano .


Elvano masih tak mengucapkan sepatah kata pun . Elvano mengenakan celana jeans nya kembali . Amyra masih terpaku dengan posisi memeluk lutut nya .


Elvano tiba tiba duduk di samping Amyra . Membuat Amyra menggeser tubuh nya agar bisa menghindari Elvano .


Elvano menghembuskan nafas nya kasar .


" Maaf . " satu kata yang keluar dari mulut Elvano .


Amyra terdiam .


" Aku bakal telepon Bima agar datang menjemput mu . " ucap Elvano seraya mengeluarkan ponsel yang ada di saku celana nya .


" Jangan !" ucap Amyra meraih ponsel yang tengah di pegang Elvano .


Elvano heran .


" Jangan beritahu Bima , aku takut dia khawatir . " ucap Amyra pelan .


" Kamu hanya mengkhawatirkan Bima ? Apa kamu tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri ?" Elvano mulai kesal . Amyra hanya terdiam menundukkan kepala nya .


Elvano naik ke atas ranjang kemudian mendekatkan tubuh nya pada Amyra .


" Apa yang kamu lakukan di sana ?" tanya Elvano serius .


" Aku ... " Amyra benar benar bingung dengan jawaban yang harus dia berikan . Amyra tidak bisa memberitahukan kalau Elvina yang menyuruhnya datang karena Amyra tidak mau membuat hubungan kakak beradik itu rusak .


" Jawab ! Apa yang sebenarnya kamu lakukan disana ?" Elvano kembali menuntut sebuah jawaban .


" Aku hanya kebetulan lewat . " ucap Amyra berbohong .

__ADS_1


Elvano mengusap kasar wajah nya . Elvano tidak habis pikir . Bahkan setelah hal mengerikan itu terjadi pada Amyra , Amyra masih saja menutupi nya .


" Jawab dengan jujur !" tekan Elvano memegang kedua pundak Amyra .


" Aku ,, hanya ,, lewat . Dan akhirnya . "


" Amyra ! Kenapa kamu harus berbohong ! Setelah apa yang kamu alami , kamu masih tidak mau mengatakan yang sebenar nya !" ucap Kesal Elvano . Amyra hanya bisa diam menundukkan kepala nya .


" Aku gak tau apa alasan kamu berbohong . Tapi aku tau apa yang sebenarnya terjadi , jadi gak ada guna nya kamu membohongi ku . " ucap Elvano .


Pelan namun terasa , isakan tangis Amyra memang pelan . Namun Elvano dapat mendengar nya . Elvano mengangkat wajah Amyra .


Amyra menangis . Air mata nya luruh jatuh membasahi pipi cantik nya . Amarah Elvano seketika hilang entah kemana .


Elvano memeluk tubuh Amyra yang hanya di balut selimut . Dengan pelukan Elvano , Amyra menangis semakin keras . Pilu , itulah yang bisa menggambarkan suara tangisan Amyra saat ini .


Tiba tiba Amyra mendorong tubuh Elvano agar jauh dari nya .


" Stop ! " teriak Amyra dengan tangan yang menahan jarak nya dengan Elvano .


" Kenapa Ra ?" tanya Elvano kebingungan .


Amyra turun dari tempat tidur . Dengan seluruh tubuh yang masih terasa sakit , Amyra mengambil satu persatu pakaian nya . Lalu masuk ke kamar mandi . Elvano hanya memperhatikan nya .


Amyra menutup pintu kamar mandi kemudian tubuh nya jatuh merosot terduduk di lantai dingin kamar mandi itu .


Tangisan nya mulai pecah . Amyra menangis sejadi jadi nya di dalam kamar mandi .


Amyra tidak tau kenapa dirinya bisa dengan mudah nya bercinta dengan Elvano yang kini status nya *calon suami orang *.


" Bodoh kamu Amyra ! Bodoh !" teriak Amyra pada dirinya sendiri .


Elvano merasa khawatir kemudian mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu . Terdengar Amyra yang masih menangis di dalam sana membuat Elvano semakin merasa bersalah .


" Amyra ? Buka pintu nya ! Kita harus bicara . " teriak Elvano yang mulai panik karena Amyra yang kini tak terdengar suara nya .


Elvano terus mengetuk pintu seraya memanggil manggil nama Amyra .


" Amyra !!" teriak Elvano .


Pintu kamar mandi perlahan terbuka . Amyra dengan mata sembab keluar tanpa sepatah kata pun masih dengan tatapan kosong nya .


Amyra menggunakan celana jeans nya , dengan kaos yang setengah robek akibat kejadian mengerikan itu . Rambut nya yang basah masih meneteskan air di setiap ujung rambut nya .


Elvano menarik tangan Amyra yang begitu saja melewati nya yang tengah berdiri di depan kamar mandi .


" Awww ! " pekik Amyra merasa sakit ketika tangan nya di tarik oleh Elvano .


Elvano dengan paksa membuat Amyra duduk di tepi ranjang . Elvano melepas kaos yang di kenakan Amyra .


" El ! Jangan !" ucap Amyra seraya berusaha menutupi tubuh nya .


" Diam !" bentak Elvano .


Elvano mengambil kaos milik nya kemudian memakai kan nya di tubuh Amyra . Tubuh kecil Amyra tidak sepadan dengan kaos milik Elvano yang cukup besar .


Elvano mengambil handuk kemudian duduk di belakang Amyra .


Amyra benar benar tidak bisa berkata apapun ketika kini tangan kekar Elvano mengusap lembut rambut basah nya dengan handuk . Keheningan tercipta di kamar itu . Elvano dengan serius mengeringkan rambut Amyra .


" Bodoh nya aku . " ucap Amyra membuat Elvano menghentikan tangan nya .

__ADS_1


" Perempuan macam apa aku ini ! Benar memang aku hanya seorang perempuan ****** . " ucap Amyra seraya tersenyum kecut .


" Apa maksud mu !" tanya Elvano serius .


" Aku malah dengan mudah nya tidur bersama calon suami orang . Memang ****** bukan . " ucapan Amyra membuat Elvano merasa kesal dan marah .


" Aku sama Alisha ,,, "


" Aku gak mau tau alasan kalian menikah , yang aku tau aku harus nya tidak boleh seperti ini . Aku memang benar benar wanita murahan . " ucap Amyra tertawa di atas tangis nya .


" Tidak ada yang bisa menyebut dirimu seperti itu Amyra !" tegas Elvano seraya membalikan tubuh Amyra agar berhadapan dengan nya . Amyra memalingkan wajah nya .


" Lalu mau kamu sebut apa ? wanita rendahan ? wanita murahan ? atau wanita perusak hubungan orang ?" ucap Amyra menahan tangis .


" Diam ! aku gak suka kamu bicara seperti itu Amyra !" bentakkan Elvano mampu membuat Amyra seketika terdiam .


" Berhenti menyebut dirimu ****** ! Aku tidak suka . " ucap Elvano .


" Itu kenyataan Elvano ! " air mata Amyra mulai jatuh kembali .


" Aku harus nya menjauhi mu sejauh mungkin ! Tapi bodoh nya aku , kenapa aku justru meminta bantuan mu ? Dan akhirnya aku tidur dengan mu !" Ucap Amyra penuh sesal .


" Kamu akan segera menikah . Maaf , Maaf karena aku justru mengganggu mu . " ucap Amyra dengan selingan isakan tangis nya .


Elvano kembali memeluk Amyra .


" Diam , dan jangan berkata apapun lagi . " ucap Elvano .


Amyra menyentuh punggung Elvano .


" Aku bahkan melukai mu ! " ucap Amyra merasa bersalah ketika menyentuh beberapa luka bekas cakaran di punggung Elvano .


" Sudah ku bilang diam !"


" Aku malu pada diriku sendiri , ingin rasa nya aku memaki kebodohan ku sendiri . "


Elvano semakin mengeratkan pelukan nya .


Amyra masih menangis di dalam pelukan nya .


" Aku mau pulang . " pinta Amyra lirih .


Elvano pun langsung bersiap untuk membawa Amyra pulang .


Sepanjang perjalanan Amyra tak berbicara sepatah katapun , Amyra hanya diam dengan tatapan kosong . Sesekali terlihat Amyra yang mengusap sudut mata nya yang berair .


Hingga akhirnya mobil Elvano telah sampai di sanggar Bima sudah cukup malam .


Terlihat Bima yang berdiri di depan pintu setelah mengetahui ada mobil yang masuk ke halaman sanggar nya .


Amyra melepas sabuk pengaman yang terlilit di tubuh nya . Amyra membuka pintu mobil hendak turun .


" Aku harap ini terakhir kali nya kita bertemu . " ucap Amyra seraya turun lalu menutup kembali pintu mobil Elvano tanpa menoleh sama sekali .


Ucapan Amyra sontak membuat Elvano merasakan sakit di dada nya .


" Perasaan apa ini ! Aku yang melepaskan nya , tapi kenapa sekarang aku yang menyesal . " batin Elvano .


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2