Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Bertanggung Jawab


__ADS_3

Setelah mengetahui kehamilan Amyra , Bima dan Elsa semakin menjaga Amyra . Mulai dari pola makan dan juga kegiatan nya .


Kini kehamilan Amyra sudah memasuki usia 16 minggu , sudah mulai terlihat ada gumpalan di perut nya . Namun kondisi psikologi Amyra masih belum membaik .


Semenjak mengetahui kalau dirinya hamil , Amyra semakin menutup diri . Dia jadi jarang berbicara , bahkan bisa sampai seharian tanpa keluar kamar .


Itu membuat badan Amyra yang semakin kecil dan lemah ditambah lagi dengan kehamilan nya yang membuat Amyra hampir setiap hari muntah muntah .


Bima dan Elsa sudah sangat sering meminta Amyra untuk memeriksakan diri ke dokter , namun Amyra selalu menolak . Bima da Elsa pun selalu menyerah dengan keinginan Amyra .


Pagi itu , Elsa baru sampai di tempat Bima dengan membawa beberapa buah dan vitamin .


Amyra terlihat sedang duduk di samping jendela besar yang mengarah langsung ke pemandangan belakang sanggar .


" Ra , aku bawain buah nih . " ucap Elsa .


" Makasih Sa . " jawab Amyra singkat .


Amyra kembali menatap pemandangan di balik jendela . Elsa yang penasaran pun ikut melihat pemandangan yang dilihat Amyra .


Terlihat ada beberapa orang yang berada di sana . Ada pasangan yang sedang berpacaran di samping danau . Ada anak anak kecil yang bersepeda . Dan yang paling menyita perhatian Amyra adalah , sebuah keluarga kecil yang sedang mengajak main anak balita nya . Mengajarkan anak nya berjalan dengan penuh suka cita , sang ayah yang menuntun anak nya dengan penuh kasih sayang .


Tak terasa air mata Amyra menetes .


" Ra ? " panggil Elsa membuyarkan lamunan Amyra .


" Ra ? are you ok ?" tanya Elsa yang menyadari kalau Amyra sedang tidak baik baik saja .


Amyra hanya terdiam . Elsa merasa sangat sedih melihat kondisi Amyra saat ini .


" Sa , apa jadi nya anak ku nanti ? jangan kan sebuah keluarga . Aku saja tidak tau siapa ayah dari bayi yang ku kandung ini . " ucap Amyra lemah .


" Ra , gak boleh ngomong gitu . " ucap Elsa .


" Kenapa aku gak bisa sedikit aja hidup tenang , Sa . " ucap Amyra terisak .


" Kapan aku bisa bahagia Sa ? kenapa semua ini terjadi Sa . " tangisan Amyra semakin pilu .


" tenang Ra , tenangin diri kamu Ra . " ucap Elsa mencoba menenangkan Amyra .


" Kenapa gak sekalian aja aku mati Sa !" teriak Amyra yang mulai frustasi .


" Kenapa bayi ini harus ada Sa , apa salah aku Sa ? Kenapa !" Amyra semakin frustasi dengan memukul mukul perut nya sendiri .


Bima yang mendengar teriakan Amyra langsung menghampiri nya .


" Ra , sadar Ra ! Tenangin diri kamu Ra !" Bima meraih tangan Amyra agar tak menyakiti dirinya sendiri .


" Awas Bima ! Buat apa lagi aku pertahanin bayi ini ! Yang ada nanti bayi ini akan tersisksa dan menderita . Aku gak siap harus melihat darah daging ku yang nanti nya hidup tanpa seorang ayah ! " Amyra meronta mencoba melepaskan tangan Bima yang memegangi nya .


Bima merasa sangat sakit hati melihat Amyra yang frustasi .

__ADS_1


" Stop Amyra Stop ! Jangan sakiti bayi yang ada di perut mu ini ! dia tidak salah Ra ! ucap Bima .


" Lepas ! Bima , Lepasin aku ! lebih baik aku mati !" ucap Amyra yang masih berusaha melepaskan genggaman tangan Bima .


" CUKUP Amyra !" teriakan Bima berhasil membuat Amyra berhenti meronta .


" Cukup Amyra ! Aku gak bisa terus liat kamu kaya gini !" ucap Bima . Amyra terdiam dalam tangisan nya .


Bima memegang kedua bahu Amyra .


" Aku bakalan nikahi kamu Amyra !" ucap Bima tegas . Amyra kaget dan terdiam . Begitu pun Elsa .


" Gak ada alasan kamu buat nyakitin diri kamu dan bayi ini Ra . !" ucap Bima .


" Bima . " ucap Amyra merasa malu karena tindakan nya mencoba menyakiti bayi yang tidak berdosa .


" Jadi mulai sekarang , jangan pernah berpikir untuk menyerah Ra . Aku bakal bertanggung jawab atas kehamilan kamu , dan aku bakal buat kamu dan bayi ini hidup bahagia . Ok !" tegas Bima . Bima kemudian memeluk erat Amyra . Amyra kembali menangis mendengar pernyataan Bima .


" Maafin aku Bima . " Ucap Amyra membalas pelukan Bima .


Amyra menangis haru karena peryataan Bima untuk menikahi nya . Amyra merasa dirinya tidak pantas untuk Bima .


" Kamu gak perlu lakuin ini Bima . Kamu gak seharusnya nanggung beban ini ." ucap Amyra .


" ini bukan beban Ra , bayi ini anugerah . Kamu jangan pernah berfikir kalau aku terpaksa Ra . Aku benar benar tulus dan sungguh sungguh Ra . " ucap Bima mencoba meyakinkan Amyra .


" Tapi Bima . "


Elsa memeluk Amyra .


" Ra , beruntung kita bisa kenal sama Bima . " ucap Elsa .


" Makasih Sa , Bima . Kalian adalah orang paling berharga . Tanpa kalian aku gak mungkin bisa bertahan . " ucap Amyra .


" Kamu harus janji Ra , jangan pernah menyerah . " ucap Elsa .


" Iya Sa . " jawab Amyra mencoba menguat kan diri nya .


" Tapi kamu beneran serius kan Bima ?" tanya Elsa .


" Aku serius Sa . " jawab Bima serius .


" Setidak nya kamu bisa menolong Amyra sampai bayi nya lahir , setelah lahir kamu boleh berhenti Bima . " ucap Elsa .


" Nggak Sa , aku bakal sepenuh nya bertanggung jawab . Bukan hanya sampai bayi nya lahir , tapi aku sungguh sungguh akan menikahi Amyra . " ucap Bima tegas .


" Walaupun mungkin Amyra tidak memiliki perasaan apapun pada ku , tapi aku bersungguh sungguh Sa . " lanjut Bima .


Elsa yakin kalau kali ini Bima memang benar benar serius .


" Baiklah , untuk saat ini sebaik nya kita pikirkan dulu kesehatan Amyra . " ucap Elsa , Bima pun mengangguk .

__ADS_1


**


Bima membawakan piring makan dan minum untuk Amyra . Elsa membantu Amyra untuk makan .


" Ra makan yang banyak , biar badan kamu sehat . Dan bayi nya juga sehat . " ucap Elsa menyuapi Amyra , Amyra pun mengangguk .


" Aku nyesel udah berpikir buat nyakitin bayi ini Sa . " ucap Amyra penuh penyesalan .


" Udah Ra , yang penting sekarang kamu harus saya gi bayi ini . Jaga bayi ini ya . " ucap Elsa .


" Iya Sa , aku bakal jaga bayi ini . Bayi ini adalah darah daging ku , kelak aku berharap bayi ini bisa bahagia Sa . " harapan Amyra .


" Iya Ra , aku yakin kamu dan bayi kamu pasti akan bahagia kelak . " ucap Elsa .


" Bima kemana Sa ?" tanya Amyra yang sejak tadi tida melihat keberadaan Bima .


" Oh , tadi kata nya mau ke Supermarket . " jawab Elsa .


" Oh . "


" Ra , apa kamu beneran gak ada sedikit pun perasaan sama si Bima gitu ?" tanya Elsa .


" Mmm ,, entah lah Sa . Aku bahkan belum bisa lupain wajah laki laki malam itu Sa , Sebenar nya aku gak bisa terima Bima karena aku gak mau nyakitin dia Sa . " ucap Amyra .


" aku ngerti Ra . Tapi coba pikirkan bayi yang ada di perut kamu Ra . Dia butuh sosok seorang ayah nanti nya . " ucap Elsa . Amyra mengusap perut nya .


" aku yakin seiring kalian bersama , kamu pasti bisa terima Bima sepenuh nya . " ucap Elsa .


" Aku harap begitu Sa . Tapi mungkin Bima melakukan itu karena dia kasihan dengan keadaan aku Sa . " ucap Amyra .


" Aku rasa Bima melakukan itu karena memang dia suka sama kamu Ra , aku yakin itu . " ucap Elsa serius .


Amyra terdiam sejenak .


" Mana mungkin ada laki laki sebaik Bima yang mau menerima wanita kaya aku Sa . Aku yang bahkan sudah seperti ini Sa . " ucap Amyra tidak percaya diri .


" aku yakin Bima memang laki laki yang baik Ra . " ucap Elsa .


Tak lama kemudian Bima datang dengan membawa beberapa barang .


" Ini susu ibu hamil buat kamu Ra , ini vitamin buat ibu hamil , ini makanan yang banyak buat kamu juga . " ucap Bima mengeluarkan semua barang bawaan nya .


" Kenapa sebanyak ini ? " tanya Amyra .


" Karena sekarang bayi yang ada di perut kamu itu bayi aku juga . Jadi gak apa apa dong kalo aku mau kamu dan bayi kamu dapat yang terbaik . " ucap Bima tersenyum .


Amyra dan Elsa pun tersenyum melihat Bima yang terlihat antusias dengan kehamilan Amyra .


" Jangan sedih lagi ya Ra . " pinta Bima seraya mengusap pangkal kepala Amyra .


Amyra pun mengangguk bahagia .

__ADS_1


***************


__ADS_2