Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Tinggal dimana ?


__ADS_3

Sudah tiga hari setelah operasi Amyra di rawat di rumah sakit itu . Hari ini Amyra sudah di boleh kan untuk pulang .


Amyra terlihat sedang membereskan barang barang nya .


" Sudah siap ?" Tanya Bima memegang pundak Amyra dari belakang .


" Bima , udah . " Jawab Amyra tersenyum . Bima membalas senyuman itu dengan sangat hangat , membuat Amyra menjadi salah tingkah di buat nya .


" Pulang ke sanggar ya ?" Ajak Bima penuh harap .


" Hmm , entahlah . " Jawab Amyra yang memang saat ini sangat bingung dengan tujuan nya .


" Kamu juga kan gak mungkin ke tempat Elsa , karena dia sedang berada di luar kota bukan ?" Ucap Bima . Memang saat ini Elsa tengah berada di luar kota karena harus mengurus beberapa urusan bisnis keluarga nya .


" Baiklah . " jawab Amyra mampu membuat senyum Bima merekah sempurna .


" Dia harus pulang bersama ku !" Ucap seseorang membuat Bima dan Amyra menoleh kearah pintu . Dia adalah Elvano yang kini berjalan masuk mendekati Bima dan Amyra .


" Dia harus pulang ke rumah ku , orang tua ku pasti mengkhawatir kan nya . " Ucap Elvano penuh penekanan .


" Hey ! Sudah lupa apa yang semalam kita bicarakan ?" Ucap Bima kesal .


" Orang tua ku pasti menanyakan dia , setidak nya saat ini semua harus berjalan sesuai rencana . " Ucap Elvano .


" Tapi maaf El , aku gak bisa . " Jawaban Amyra membungkam mulut kedua pria tampan itu .


" Untuk saat ini , dan untuk ke depan nya kita gak perlu saling berhubungan . " Ucap Amyra benar benar membuat mereka bungkam penuh pertanyaan .


" Ra ,," ucap Bima lirih .


" Bima , please . " Ucap Amyra penuh sesal .


" Setidak nya kita masih berteman dan saling kontak kan ?" Tanya Bima penuh harap .


Amyra tersenyum .


" Untuk saat ini masalah ku sudah selesai , dan aku gak mau terus membebani kalian berdua . " Ucap Amyra .


" Tapi Ra ." Elvano bingung harus berkata apa lagi .


" Masih banyak yang harus kalian lakukan selain mengurusi ku . Aku pun begitu . Aku harus bisa kembali bekerja . " Ucap Amyra .


" Tapi aku gak mau sampai kita saling jauh dan hilang kontak . " Ucap Bima .


" Aku gak kemana mana kok , aku hanya mau kembali mandiri dan tidak bergantung lagi pada kalian , terutama padamu Bima . " Ucap Amyra mengusap lengan kekar Bima yang terbalut Hoodie berwarna navy itu .


" Lalu kamu akan tinggal dimana ?" Tanya Elvano .


" Aku bakal cari sewaan rumah yang agak murah . Aku gak mungkin kembali ke rumah ku karena Bagja pasti sudah mengetahui nya . " Ucap Amyra .


" Kalau kamu mau kamu bisa tempati salah satu apartemen ku Ra . " Ucap Elvano .


" Nggak El . Aku gak bisa . " Amyra menggelengkan kepala nya .

__ADS_1


" Kenapa sih keras kepala banget ! Terus kamu mau tinggal dimana hah ! Kamu tau kan di luar sana sangat berbahaya ! " Tegas Elvano .


Amyra sejenak terdiam karena memang semua ucapan Elvano ada benar nya . Amyra pun sebenarnya masih bingung akan pergi kemana .


" Ra .. El benar , bagaimana kamu bisa menjaga diri kamu kalau kita gak ada . " Ucap Bima lirih dengan nada yang sangat rendah agar Amyra mau sedikit mendengar perkataan mereka .


" Setidak nya jangan menolak ! Seakan aku bakal biarin kamu keliaran di luar sana tanpa perlindungan . " Ucap Elvano .


" Aku tau aku gak bisa paksa kamu . Tapi setidak nya pikirkan lah . Selain Elsa , siapa lagi orang yang bisa kamu percayai ?" Ucap Bima .


Amyra terdiam .


" Ra ?" Tanya lembut Bima .


Sifat Elvano memang sangat bertolak belakang dengan Bima . Elvano yang sangat dingin , angkuh dan tempramental sangat kontras dengan Bima yang lembut dan lebih tenang dalam menghadapi setiap masalah .


" Baiklah . " Ucap Amyra lirih .


Senyum Bima merekah dengan indah nya .


" Nah gitu dong . Jadi kamu mau kan tinggal di salah satu apartemen ku ?" Tanya Elvano .


" heh ! Emang di dunia ini cuman apartemen lu yang bisa di tinggali Amyra ?" Ucap ketus Bima .


" Gua juga punya apartemen yang gak gua tempati . " Lanjut Bima . Elvano kesal di buat nya .


" Aku gak mau tinggal di salah satu apartemen kalian . Ok ?" Ucap Amyra .


" Aku masih punya cukup tabungan untuk menyewa tempat tinggal , dan setelah itu aku bisa bekerja . " Ucap Amyra penuh tekad .


" Bekerja lah di perusahaan ku ." Ajak Elvano .


Amyra menoleh karena kaget .


" Hah ?"


" Tapi bukan nya perusahaan kamu di bidang konstruksi ? Aku gak punya pengalaman di bidang itu . " Ucap Amyra .


" Dia bakal jadi guru seni di sanggar ku ! Udah titik , gak bisa di ganggu gugat !" Tegas Bima .


" Bima .. " ucap Amyra .


" Bukan nya kamu lebih berpengalaman di bidang seni ? Tidakkah itu lebih baik dari pada di tempat El ?" Ucap Bima .


" Iya aku tau . Tapi memang sebaik nya aku di tempat kamu saja ya Bima , toh Bagja juga tidak tau sanggar seni kamu kan ?" Ucap Amyra mencoba berfikir .


" Benar . Jadi kamu juga bisa tenang karena aku bisa terus jagain kamu ,sekalian cari tempat tinggal yang Deket sanggar aja . " Ucap Bima merasa menang .


" Gimana El ?" Tanya Bima sedikit menyindir karena sedari tadi El terlihat sangat kesal dan merasa telah kalah telak oleh Bima .


" Terserah . " Ucap acuh Elvano .


Ponsel Elvano berdering . Ternyata ada panggilan video dari mama Rosa .

__ADS_1


" Mampus gua ! Mau jawab apa gua ke mama . " Ucap Elvano kebingungan .


Tiba tiba Amyra merebut ponsel yang tengah Elvano pegang lalu mengangkat panggilan video dari mama Rosa .


" Halo , ma ?" Ucap Amyra lembut seraya melambaikan tangan nya di sana agar mama Rosa dapat melihat nya .


" Ya ampun sayang . Mama kangen banget loh sama kamu . Kamu baik baik aja kan ?" Ucap Mama Rosa terlihat sangat antusias .


" Amyra baik ma . Mama apa kabar ?" Ucap Amyra lembut .


" Wait , itu kamu di rumah sakit kan ? Mama sangat khawatir setelah tau kamu menghilang sayang . Si El belum pulang sejak saat itu . Bikin Mama makin khawatir . " Ucap mama Rosa yang dengan jelas dapat melihat background di panggilan video itu .


" Maafin Amyra karena udah buat mama khawatir . " Sesal Amyra .


" Gak apa apa sayang . Syukurlah kamu baik baik saja sekarang . "


" Eh iya sayang , ini hasil tes DNA yang waktu itu . Mama dan papa udah liat dan mama senang banget karena semua sesuai harapan mama . Bayi yang ada di kandungan mu itu benar anak Elvano , mama bersyukur akhirnya bisa dapat menantu yang cantik kaya kamu sayang . Apalagi sebentar lagi mama bisa dapat cucu juga . " Ucap Mama Rosa sangat bahagia seraya menunjukan sebuah amplop putih yang tak lain adalah hasil tes DNA janin Amyra .


DEG !


Seketika raut wajah Amyra berubah . Seakan tersengat lebah satu sarang ketika mendengar ucapan yang harus nya terasa bahagia justru kini seakan sebuah bom yang meledak tepat di dalam hati Amyra .


Elvano yang menyadari situasi itu langsung merebut ponsel nya .


" Udah dulu ya ma . Nanti kita sambung lagi , El sibuk !" Ucap Elvano langsung mematikan panggilan itu kemudian menyimpan ponsel nya ke saku celana jeans nya .


Amyra masih terkejut dalam bayangan nya sendiri .


" Ra ?" tanya Bima mulai khawatir .


" Ya , kenapa ?" Jawab Amyra yang baru saja tersadar dari lamunan nya .


" Are you oke ?" Tanya Bima serius .


" I am ok Bim . " Jawab Amyra seraya tersenyum .


Sekuat tenaga Amyra harus tetap tenang dan tegar . Walaupun sebenar nya kini rasa nya ingin sekali menangis setiap mengingat calon buah hati nya yang sudah tiada .


" Maaf Ra , mama belum tau semua nya . " Ucap Elvano .


" Aku gak apa apa kok , tenang aja . Cepat atau lambat mama kamu harus tau yang sebenarnya nya El . " ucap Amyra .


Sejenak mereka bertiga terdiam .


" Jadi kemana kita sekarang ?" Ucap Amyra mencoba mencairkan suasana .


" Istirahat lah dulu di sanggar , setelah itu kita cari tempat tinggal . " Ucap Bima .


Amyra pun mengangguk dan menjinjing tas barang bawaan nya kemudian berjalan menuju pintu .


" Ayo ! El , Bima . " Ajak Amyra .


Amyra bertekad untuk selalu kuat , tegar dan harus selalu tersenyum apapun yang terjadi di masa lalu , sekarang dan masa depan .

__ADS_1


__ADS_2