Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Masih Bima


__ADS_3

Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna merah sampai di depan rumah . Mama Rosa keluar bersama Amyra dari mobil itu .


Mama Rosa kaget melihat Elvano yang tengah berdiri di depan pintu dengan wajah yang marah .


" Mama !" ucap Elvano kesal . Amyra terdiam .


" Apa El ? Mama cuma ajak Amyra belanja kok . " ucap mama Rosa .


" Sudah El bilang jangan ajak Amyra tanpa kasih tau El ! El tau mama pasti bakal berlebihan !" ucap Elvano setengah teriak .


" Maaf . " ucap mama Rosa merasa bersalah .


" El." ucap Amyra yang merasa tidak enak melihat Elvano yang memarahi mama Rosa .


" Kamu juga ! udah aku bilang jangan terima ajakan apapun dari mama !" bentak Elvano membuat Amyra seketika bungkam dan menundukkan kepala nya .


" El ! ini salah mama ! mama yang paksa dia ! kamu gak perlu marahin dia !" ucap mama Rosa membela Amyra .


" Ayo !" Elvano langsung menarik tangan Amyra untuk masuk kedalam mobil milik nya .


" El ! kamu mau kemana ?" tanya mama Rosa .


Elvano tak menjawab nya dan langsung melajukan mobil nya keluar dari halaman rumah itu .


Amyra merasa bersalah dan juga takut melihat sikap Elvano saat ini , Amyra hanya bisa diam melihat wajah Elvano yang terlihat sangat marah dengan melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh .


Sesampai nya di apartemen , Elvano membawa Amyra untuk masuk .


" Elvano !" teriak Amyra yang merasa tangan nya sakit karena di tarik oleh Elvano . Amyra mencoba melepaskan pegangan tangan Elvano di pergelangan tangan nya .


" Kamu kenapa ! Aku hanya pergi belanja sama mama kamu ! kenapa kamu sampai semarah ini sama mama kamu dan aku ?" Amyra mulai kebingungan dengan sikap Elvano .


" Aku sudah bilang kan ! jangan terima apapun atau pun ajakan apapun dari mama aku ! " ucap Elvano .


" Tapi kenapa ? salah nya apa ? mama kamu itu udah baik banget sama aku !" ucap Amyra .


" Kamu gak tau apa apa ! kalo aku bilang jangan ya jangan !" bentakan Elvano membuat Amyra kaget .


Wajah Amyra memerah menahan tangis . Mata nya yang indah kini sendu menahan jatuh nya air mata . Amyra menggigit bibir bawah nya menahan .


" Aku gak ngerti El . Kenapa sikap kami seperti itu . " ucap Amyra kemudian berjalan menuju pintu berniat untuk pergi .


Namun Elvano segera menahan pintu itu .


" Mau kemana kamu ?" tanya Elvano .


" Aku mau pulang . " ucap Amyra lemas .


Tubuh Amyra memang sudah kecapean karena berjam jam menemani Mama Rosa berbelanja .


Tubuh Amyra dengan kehamilan yang masih muda membuat nya mudah lelah , apalagi saat ini Amyra merasa sangat lelah dan lemas .


" Kamu gak bisa pergi kemana mana ! " bentak Elvano .


Air mata Amyra tak terbendung lagi . Tetesan air. mata kini mulai berjatuhan melewati dagu runcing Amyra .


" Ra ? Amyra ?" nada bicara Elvano mulai merendah melihat Amyra yang terdiam menundukkan kepala nya .

__ADS_1


Elvano mengangkat dagu Amyra .


Rasa emosi Elvano berubah seketika menjadi rasa bersalah ketika melihat wajah cantik Amyra yang kini di penuhi air mata .


" Amyra !" Elvano panik ketika kini tubuh Amyra mulai terkulai lemas tak berdaya tepat di pelukan nya .


" Amyra ! Amyra !" Elvano semakin khawatir dan panik karena kini Amyra telah kehilangan kesadaran nya .


Bergegas Elvano membaringkan tubuh lemah Amyra di tempat tidur .


Elvano langsung menelepon dokter untuk datang ke tempat nya .


Elvano mengusap air mata yang membasahi wajah Amyra . Terasa keringat dingin di seluruh tubuh Amyra membuat Elvano semakin panik .


" Kamu kenapa Ra !" gumam nya .


Elvano merasa sangat bersalah karena telah memarahi dan membentak Amyra , Elvano teringat kalau saat ini Amyra sedang hamil . Dan Elvano takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan pada Amyra dan bayi yang di kandung nya .


Tak lama kemudian seorang dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Amyra .


Dokter dan dua perawat dengan sigap memberikan cairan infus pada Amyra .


" kenapa dia dok ?" tanya Elvano khawatir .


" Seperti nya dia hanya kelelahan . Untuk di usia kehamilan muda seperti ini , dia harus mengurangi aktifitas nya . Karena kondisi tubuh nya yang lemah , dia harus lebih banyak istirahat . " ucap dokter itu menjelaskan .


" Baik dok . " ucap Elvano .


" perawat akan berjaga sampai cairan infus habis , dan saya akan memberikan vitamin untuk dia . " ucap dokter kemudian pergi dari tempat Elvano .


" Ini semua gara gara Mama !" Elvano semakin kesal dan marah karena yakin kalau Amyra kecapean setelah pergi ber belanja bersama mama Rosa .


Elvano duduk di samping Amyra .


" Coba kalau kamu nurut . Kamu gak bakal kaya gini Ra . " ucap Elvano mengusap lembut pipi Amyra .


Elvano berjaga di samping Amyra sampai cairan infusan itu habis .


Perawat langsung melepasnya dan pergi setelah semua perawatan selesai .


" Bima .. " gumam Amyra lemah dengan mata yang masih tertutup .


Elvano merasa kesal mendengar Amyra yang justru memanggil manggil nama Bima saat ini . Namun Elvano masih merasa bersalah karena dirinya juga Amyra bisa sampai seperti ini .


Amyra terus bergumam memanggil nama Bima . Elvano akhir nya menyerah . Elvano sadar kalau saat ini mungkin Amyra membutuhkan Bima .


Elvano pun mengambil ponsel nya , dan dengan ragu menelepon Bima .


" Halo . Ada apa lu jam segini nelepon ?" ucap Bima di balik telepon .


" Amyra sakit . Lu bisa dateng ke apartemen gua sekarang . " ucap Elvano ketus .


" sakit ! kok bisa ! lu apain dia?" Bima kesal mendengar Amyra yang sakit .


" banyak omong lu ! cepet dateng kesini sebelum gua berubah pikiran !" teriak Elvano kemudian mematikan telepon itu dan melemparkan ponsel nya ke sofa .


Elvano memang terlihat sangat kesal namun dirinya pun mencoba menahan nya . Elvano merasa tak tega melihat Amyra yang kini terbaring lemah .

__ADS_1


Amyra terus saja bergumam dan memanggil nama Bima .


Jarak tempat Bima ke apartemen Elvano memang tak terlalu jauh , jadi tak butuh waktu lama untuk Bima sampai di apartemen Elvano.


Bima langsung masuk ke dalam apartemen Elvano yang memang tak di kunci .


Bima kaget dan juga marah melihat Amyra yang terbaring lemah dengan wajah pucat itu .


'' lu apain dia hah !" Kesal Bima .


" dia hanya kecapean . Udah di infus juga . " jawab Elvano ketus.


" Gimana bisa dia kecapean? lu suruh dia apaan !" Bima semakin kesal .


" gua gak suruh dia apa apa ! tadi mama ajak dia belanja . Dan pasti karena itu . " jawab Elvano .


" lu tau kan Amyra lagi hamil , dan kondisi nya juga pasti sangat lemah ! bisa bisa nya lu biarin dia pergi . " ucap Bima. Elvano tak menjawab nya karena dirinya juga salah .


" kalo sampai terjadi sesuatu sama dia , gua bakal bawa dia . Ngerti !" tegas Bima .


" Bima .. " gumam Amyra yang masih lemas .


Bima bergegas menghampiri Amyra dan duduk di samping nya .


" Iya Ra , ini aku di sini . " ucap lembut Bima .


Perlahan Amyra membuka mata nya , Amyra tersenyum lemah .


" Apa ada yang sakit ? mana yang sakit ?" tanya Bima khawatir . Amyra menggelengkan kepala nya pelan .


" Aku gak apa apa kok . " jawab Amyra .


Bima mengusap lembut wajah Amyra .


" Kamu lagi sakit Ra , jangan bilang kamu baik baik saja . " ucap Bima . Amyra tersenyum .


Elvano hanya bisa menyaksikan kedekatan Amyra dan Bima di hadapan mata nya .


Rasa kesal dan cemburu bercampur aduk di dalam hati Elvano . Namun Elvano tak mau menunjukkan nya pada mereka .


" kok kamu bisa ada disini ?" tanya Amyra .


" itu gak penting . Yang penting sekarang kondisi kamu . " ucap Bima . Amyra mengangguk pelan .


Tangan Bima menggenggam erat tangan Amyra .


" Sekarang kamu minum obat lalu istirahat . " ucap Bima . Amyra mengangguk.


Bima membantu Amyra untuk duduk dan minum obat, kemudian kembali membaringkan Amyra .


" Istirahat lah . Ada aku disini. " ucap Bima .


" Kamu gak bakal pulang ?" tanya Amyra .


Bima melirik ke arah Elvano yang tengah duduk di sofa memperhatikan nya .


" Aku gak bakal pulang , aku bakal temani kamu disini . " ucapan Bima membuat Elvano ingin menolak nya , namun melihat Amyra saat ini memang membutuhkan Bima membuat Elvano pun harus mengalah .

__ADS_1


" Tidurlah . " ucap Bima . Amyra pun menutup mata nya mencoba untuk meng istirahat kan tubuh nya yang lelah .


...*****************...


__ADS_2