Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Tanggung Jawab Elvano


__ADS_3

Bima membaca pesan dari Elvano . Sejenak Bima berpikir .


" Hahh ! Apa yang harus aku lakukan ?" gumam nya bingung .


Tak lama kemudian Elvano menelepon karena Bima tidak membalas pesan nya .


" Ya ." jawab Bima malas .


" Kita harus bicara , Bima . Gua tunggu di tempat biasa . " ucap Elvano . Bima tak menjawab nya .


" Gua gak mau sampai masalah ini stuck gitu aja . Gua mau kita bicara dan selesaikan . " tegas Elvano .


" Ok . " jawab Bima singkat .


Bima merasa kalau kali ini dirinya memang harus benar benar melepas Amyra , karena mau tidak mau laki laki yang harus bertanggung jawab atas bayi yang di kandung Amyra adalah Elvano , bukan dirinya .


Bima memang sangat mengenal Elvano . Walaupun Elvano sering bergonta ganti wanita , bahkan sering tidur dengan para wanita cantik . Namun Bima tidak bisa memungkiri kalau Elvano bukan orang jahat .


Terlebih lagi selama mencari Amyra , Elvano tak pernah sekali pun bermain main dengan wanita lagi . Bima pun merasa heran bisa bisa nya seorang Elvano berubah hanya karena satu wanita yang hanya satu malam bersama nya .


Bima terus berpikir tentang apa yang harus dia lakukan selanjut nya . Antara melepaskan Amyra untuk dinikahi Elvano , atau mempertahankan agar dirinya lah yang menjadi ayah dari bayi yang di kandung Amyra .


" Semoga keputusan ku gak salah . " Bima menghela nafas panjang .


Bima mengenakan jaket nya dan mengambil kunci mobil nya .


" Bima , mau kemana ?" tanya Amyra di ambang pintu kamar nya .


Bima menghela nafas panjang , mencoba tersenyum dan menghampiri Amyra .


" Aku ada keperluan , sebentar kok . " jawab Bima tenang .


" Oh , boleh aku tanya sesuatu ?" ucap Amyra .


" Tanya apa Ra ?"


" Dia , Dia siapa , Bima ?" tanya Amyra dengan nada suara rendah . Tangan nya meremas ujung baju nya . Bima menyadari kalau Amyra sangat ingin tahu .


" Dia Elvano . Sahabat aku Ra . jawab Bima setenang mungkin .


" Apa dia bener sahabat kamu , Bima ? Tapi dia udah ,, " tanya Amyra ragu .


" Aku tau Ra , dia bukan orang jahat . Cuma emang aku juga gak tau apa yang sebenarnya terjadi , dan aku bakal cari tau . " ucap Bima .


" Aku gak bakal ketemu dia lagi kan ?" tanya Amyra .


" Amyra ,, Dengerin aku yaa . Kamu pasti bakal ketemu dia lagi , aku yakin itu Ra . " ucap Bima .


" Tapi , Kenapa aku harus ketemu dia lagi ? Aku gak mau , Bima . " Amyra memelas .


" Ra , bagaimanapun juga dia adalah ayah dari bayi yang ada di perut kamu . Dan dia harus bertanggung jawab atas apa yang udah dia lakuin sama kamu , Ra . " ucap Bima masih mencoba untuk tenang .


" Tapi , Bima .. "

__ADS_1


" Kamu gak usah khawatir Ra , aku sangat mengenal nya . Dia bukan orang jahat , dan aku bakal pastiin kamu baik baik aja . Setidak nya dia harus bertanggung jawab sampai anak kamu lahir Ra . " ucap Bima meyakinkan .


" Tapi , Kamu ?" tanya Amyra ragu .


Bima tersenyum .


" Apapun yang terbaik buat kamu , aku pasti terima Ra . " jawab Bima .


Amyra merasa bersalah , kenapa dirinya justru kini harus menikahi laki laki brengsek yang sudah menghamili nya . Dan kenapa dirinya malah menolak Bima yang sudah jelas adalah orang yang menolong nya .


" Udah , kamu istirahat aja . Aku pergi dulu ." pamit Bima mengusap rambut Amyra .


Amyra masih terdiam menatap Bima yang kini berjalan hingga tak terlihat .


**************


Jam kini menunjukan pukul 18:00 .


Kini Elvano terlihat sedang duduk di tempat Theo , Di tempat hiburan malam tepat nya di ruangan tempat biasa ketiga sahabat itu berkumpul .


Wajah Elvano terlihat muram dan kebingungan .


" Kenapa lagi Lu ?" tanya Theo yang menyadari kalau sahabat nya ini pasti sedang dalam masalah .


" Pusing gua bro ! Ck !" jawab Elvano .


" Pusing kenapa lagi sih lu ? Masalah tuh cewek lagi ?" tanya Theo .


" Nah ! harus nya lu seneng kan , bukan nya malah kayak orang stres gitu !" ucap Theo .


" Masalah nya ... " ucap Elvano .


" Masalah nya ! Cewek yang dia cari selama ini adalah cewek yang mau gua nikahin !" ucap Bima tegas memotong pembicaraan Elvano .


Theo masih berpikir .


" Bima !" Elvano seketika berdiri dari duduk nya .


Bima pun duduk di sana berhadapan dengan Elvano .


" Bima ! Gua ,, !" Ucap Elvano .


" Wait , wait ! jangan bilang kalo cewek hamil yang lu bilang itu adalah cewek yang selama ini El cari ?" Theo mulai merasa ada yang aneh .


Bima dan Elvano hanya terdiam menandakan kalau jawaban dari pertanyaan Theo adalah Iya .


" Wah ! Gila ! sempit banget nih bumi !" Theo merasa tak percaya .


" Gua gak bisa lepasin dia !" ucap Bima tegas .


" Tapi lu gak bisa halangi gua ! Dia hamil anak gua ! " ucap Elvano mulai emosi .


" Gua tau kalau lu adalah ayah dari bayi yang ada di perut Amyra ! tapi semua itu terjadi karena kesalahan ! dan itu gak bisa lu buat alasan El !" Bima berdiri dengan wajah nya yang penuh amarah .

__ADS_1


" Jangan buat gua bertindak lebih , Bima !" ancam Elvano .


" Gua selalu kasih apapun yang lu mau ! gua selalu mengalah dengan apapun yang lu mau ! tapi sorry , kali ini gua gak bakalan nyerah . " ucap Bima .


Elvano mencoba menahan amarah nya , begitu pun Bima .


" Wow ! tenang bro tenang . !". Theo mencoba menghalangi Elvano dan Bima yang kini mulai saling menatap dengan penuh emosi .


" Duduk !" ucap Bima menahan sekuat tenaga amarah nya .


Bima bukan tipe orang yang mudah marah , Bima cenderung lebih bisa menahan amarah nya ketimbang Elvano . Bima akhirnya mengalah dengan dirinya .


Elvano yang masih emosi itu pun duduk kembali .


" Apa mau lu !" tanya Bima serius .


" Biar gua yang nikahin Amyra !" Elvano dengan lantang menjawab Bima .


" Amyra bahkan gak mau ketemu sama lu ! Apa yang lu harepin buat nikahin dia . " ucap Bima .


" Apapun yang terjadi , gua bakal nikahin dia !" tegas Elvano .


Bima mengusap kasar wajah nya sendiri .


" Ok ! Tapi dengan satu syarat ." ucap Bima .


" Syarat apa ?"


" Lu nikahi dia sampai bayi yang ada dalam perut nya lahir , setelah bayi itu lahir . Lu harus lepasin dia . " ucap Bima .


Elvano terdiam berpikir .


" Ok . " jawab Elvano bulat .


" Jangan pernah sentuh dia !" Ancam Bima serius .


Elvano tak menjawab nya . Bima berdiri hendak pergi .


" Dan satu lagi , gua gak bakal tinggal diam kalau sampe lu nyakitin dia !" ucap Bima kemudian berlalu meninggalkan tempat itu .


Elvano menyandarkan kepala nya di sofa itu . Elvano benar benar merasa antara menang dan kalah .


Dirinya merasa menang karena bisa menikahi Amyra . Namun disisi lain Elvano merasa kalah karena kini dia terlibat masalah dengan sahabat nya .


Elvano mengacak rambut nya sendiri .


" Arrghhhhh !!!" Elvano frustasi .


" Lu gak beneran suka sama tuh cewek kan ? jangan sampe persahabatan kita pecah cuma gara gara tuh cewek ! " ucap Theo .


" Entahlah !" jawab Elvano dengan menatap kosong langit langit ruangan itu .


...**************************...

__ADS_1


__ADS_2