Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Bertemu Lagi


__ADS_3

Keesokan hari nya .


Amyra terlihat sedang membereskan alat alat lukis yang berserakan setelah para anak anak belajar melukis . Bima yang baru selesai mencuci tangan nya yang berlumuran cat pun menghampiri Amyra .


" Istrirahat gih , biar aku yang beresin . " ucap Bima . Amyra tersenyum .


" Bentar lagi , tanggung . " ucap Amyra meneruskan kegiatan nya .


" Baju kamu udah banyak cat gitu , tadi anak anak emang semangat banget sampe baju kita penuh cat gini . " ucap Bima seraya mengusap usap baju nya yang banyak percikan cat .


Amyra pun tertawa mengingat memang hari itu terasa lebih bersemangat mengajar melukis anak anak jalanan .


" Akhirnya selesai juga . " ucap Amyra menghela nafas kemudian mencoba berdiri namun terlihat sangat susah karena pinggang nya terasa sakit .


" Kamu gak apa apa Ra ?" Bima segera memegangi Amyra yang hampir jatuh .


" Aku gak apa apa , cuma sakit pinggang aja sedikit . " jawab Amyra .


" Ayo sini duduk , istirahat. " Bima menuntun Amyra untuk duduk . Bima bergegas mengambil kan segelas air minum untuk Amyra .


" Makasih , Bima . " Amyra langsung meneguk air putih yang di berikan Bima .


" Oh iya Ra , aku baru inget kalo kamu waktu itu minta gua kapas kan ?" tanya Bima .


" Oh , iya . Emang kenapa ? tanya Amyra .


" Maaf , aku belum bisa kasih yang kamu mau Ra . " ucap Bima merasa bersalah .


" Ya ampun , Bima . Kenapa minta maaf , aku cuma bilang mau aja . Bukan berarti kamu harus kasih kan . " jawab Amyra agar Bima tidak terlalu merasa bersalah .


" Tapi , aku kan udah janji mau kasih yang kamu mau . " ucap Bima .


" Sekali kali kan boleh kalo kamu yang mau sesuatu , Bima . Siapa tau aku bisa kasih kan ?" tanya Amyra .


" Kalo aku sih gak banyak mau nya , jadi sekarang aku cuma lagi pengen kasih yang kamu mau aja Ra . " jawab Bima .


" hmmm ,,, kalo aku sekarang minta sesuatu , kamu bakal kasih gak ?" tanya Amyra .


" Apa Ra ?" Bima penasaran .


Amyra berbisik pelan di telinga Bima .


" Aku mau kamu bahagia . " bisikan Amyra mampu membuat raut wajah Bima berubah seketika .


Amyra tersenyum .


" Udah ah , aku mau mandi dulu . " Amyra pun berdiri dari tempat duduk itu hendak pergi , namun tangan Bima berhasil membuat Amyra kembali duduk disana .


" Tunggu Ra . " ucap Bima , Amyra tersenyum .


" kalo aku bilang hal yang bikin aku bahagia tuh kamu , gimana ?" tanya Bima dengan menatap lekat wajah Amyra .



Amyra tertegun mendengar ucapan Bima hingga sejenak Amyra tak bisa berkata apa apa ketika tangan lembut Bima mengusap rambut nya , Menyibak kan poni Amyra yang menutupi mata nya .


" Bima . " Amyra tersipu malu mendengar ucapan Bima .


" Aku serius Ra , jawab dulu . " ucap Bima .


" Jawab apa , Bima . " Amyra mencoba mencari cari alasan .

__ADS_1


" Jawab Ra . Kalo aku bilang aku mau kamu gimana ?" tanya Bima .


Amyra terlihat gugup dan bingung dengan jawaban yang harus dia berikan .


Perasaan Amyra saat ini sangat tidak menentu .


Amyra memang merasa nyaman dan bahagia bisa berada di samping Bima , orang yang selama ini menolong nya . Namun di sisi lain Amyra juga tidak bisa melupakan pria yang sudah memberikan Cinta satu malam pada nya .


Entah perasaan suka atau nyaman yang Amyra rasakan pada Bima , Amyra belum bisa meyakin kan diri nya sendiri .


Terkadang Amyra benci ketika mengingat kejadian satu malam itu , namun juga tidak dapat di pungkiri kalau dirinya sering memikirkan pria yang memang adalah ayah dari bayi yang di kandung nya .


" Ra ?" panggil Bima yang melihat Amyra hanya mematung untuk beberapa saat .


" Hmm . " Amyra tersadar dari lamunan nya .


" Sampe ngelamun gitu saking gak mau jawab nya pertanyaan aku Ra . " ucap Bima .


" Eh . Enggak , bukan gitu . " Amyra bingung .


" Jangan di pikirkan , anggap aja aku gak pernah tanya . Ok . " ucap Bima tersenyum .


Amyra pun mengangguk pelan .


Walaupun Bima tau dirinya kecewa karena Amyra yang bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan nya , namun Bima tetap bertahan .


" Aku mau kamu membuka hati kamu perlahan Ra , aku gak mau terburu buru hingga membuat kamu terbebani dengan perasaan aku . " ucap Bima lembut mengelus elus rambut Amyra .


Memang sejak Amyra memotong rambut nya , Bima terlihat sangat suka memainkan rambut pendek Amyra .


" Kasih aku waktu , Bima . Aku juga pasti berusaha , aku gak mau kamu kecewa . " ucap Amyra .


Amyra tersenyum .


" Kamu tuh emang orang paling baik sedunia , Bima ! " Ucap Amyra mencoba mencairkan suasana yang canggung itu .


" Apaan sih ? Cepat mandi sana !" ucap Bima tertawa melihat Amyra .


" Ok siap pak bos !" hormat Amyra kemudian berjalan menuju kamar nya untuk membersihkan diri .


" Eh iya Ra , kunci pintu depan dulu . Aku mau ke supermarket buat beli bahan lukis . " teriak Bima yang melihat Amyra di tepi tangga .


" Oh iya , mau eksrim satu ya . " ucap Amyra seperti anak kecil .


" Iyaaa . " jawab Bima kemudian keluar membawa kunci mobil nya . Amyra langsung mengunci pintu dari dalam .


Amyra pun langsung menuju kamar nya untuk membersihkan diri .


Amyra memakai kaos polos berwarna putih dengan celana jeans biru yang polos juga dengan masih menggunakan handuk yang tersanggul di kepala nya .


Tak lama kemudian terdengar suara mobil di halaman depan .


" Bima udah pulang , Cepet banget . " gumam Amyra kemudian berjalan menuju pintu depan .


Dengan penuh semangat Amyra berjalan menuju depan .


Terdengar suara ketukan pintu terus berbunyi .


" Biasa nya juga gak ketuk pintu . " gumam Amyra .


Amyra melepas handuk di kepala nya dan memegangi handuk itu untuk mengeringkan rambut nya .

__ADS_1


" Tunggu sebentar . " teriak Amyra yang baru sampai tangga terakhir .


Amyra pun bergegas membuka pintu depan nya .


Namun ketika membuka pintu itu , Amyra sangat terkejut karena yang berdiri di hadapan nya saat ini bukan Bima .


" Kamu ! " Amyra terbata bata .


" Kamu wanita yang malam itu !" ucap pria yang tak lain adalah Elvano . Pria yang telah memberikan bayi pada perut Amyra .


Amyra benar benar kaget , perlahan Amyra melangkah mundur . Amyra tidak tau apa yang harus dia lakukan , antara takut dan juga bingung .


Air mata Amyra jatuh di sudut mata mengalir menuju dagu nya .


" Perasaan apa ini !" gumam Amyra dalam hati , Amyra pun tidak tau perasaan apa yang saat ini dia rasakan ketika melihat pria yang berdiri di hadapan nya itu .


" Aku cari kamu selama ini . Kenapa kamu bisa ada disini ? " ucap Elvano . Amyra tak menjawab nya . Wajah Amyra berubah ketakutan dengan badan yang mulai gemetar .


" Jangan , kumohon jangan mendekat . " teriak Amyra ketika Elvano mulai melangkah mendekati Amyra .


Amyra langsung berlari menuju kamar nya dan mengunci pintu . Elvano berlari mengejar Amyra dan mencoba mengetuk pintu kamar itu .


Elvano terus mengetuk pintu dan memohon agar Amyra membuka pintu kamar nya .


Amyra segera mencari ponsel nya , dengan tangan gemetar dan wajah yang ketakutan . Amyra menangis dan berusaha menelepon Bima .


Butuh beberapa kali panggilan hingga akhir nya Bima mengangkat panggilan Amyra .


" Bima !!!!" teriak Amyra dengan tangisan nya .


" Ra ? kamu kenapa Ra ? apa yang terjadi ?" Bima seketika menepi kan mobil nya di pinggir jalan karena khawatir mendengar suara tangisan Amyra di telepon itu .


" Bima kamu dimana ! Cepat pulang ! Aku takut !" teriak Amyra semakin menjadi .


" Kamu tenang dulu Ra , kamu kenapa ? Sebentar lagi aku sampai , Ok . " jawab Bima mencoba menenangkan Amyra .


" Ada pria , ada pria yang ,, Bima aku takut !" teriak Amyra yang mencoba menjelaskan keadaan nya .


" Ok , Ok . Kamu dimana sekarang ?" tanya Bima mencoba tenang .


" Aku dikamar . Dia , Dia terus mengetuk pintu kamar aku Bima . " ucap Amyra .


" Kamu kunci kamar kamu , halangi pake kursi atau apa pun . Tunggu aku !" ucap Bima kemudian segera melajukan mobil nya dengan cepat karena khawatir dengan hal yang akan terjadi pada Amyra .


Sedangkan Elvano masih berusaha membujuk Amyra untuk membuka kan pintu .


" Buka pintu nya ! Kita harus bicara !" teriak Elvano justru membuat Amyra semakin takut .


Elvano terus mengetuk pintu kamar itu dengan cukup keras .


Mobil Bima kini telah sampai di halaman . Bima keluar dari mobil dan hendak masuk ke sanggar namun pandangan nya teralihkan ketika melihat sebuah mobil sport berwarna hitam terparkir disana .


" Mobil Elvano ?" gumam nya dalam hati ketika melihat mobil milik Elvano lah yang terparkir disana . Namun Bima langsung teringat dengan Amyra .


Bima berlari masuk ke dalam sanggar dan menaiki tangga dengan terburu buru .


" Buka pintu nya !" teriak Elvano berusaha mendobrak pintu kamar Amyra .


" Elvano !" teriakan Bima mampu menghentikan Elvano .


...***********************...

__ADS_1


__ADS_2