Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Bertahan lah


__ADS_3

Elvano mencoba kembali menghubungi Bagja .


" Bagaimana tuan ? Apakah anda sudah bisa memberikan harga yang sesuai ?" ucap Bagja dengan bangga nya .


Emosi Elvano mulai meningkat . Namun dirinya mencoba untuk tetap tenang agar Bagja tidak curiga .


" Saya akan berikan berapapun yang anda mau . Asal kan Anda benar benar memberikan yang saya mau . " ucap Elvano .


Terdengar suara tawa kemenangan Bagja membuat Elvano semakin murka .


" Tentu saja tuan . Anda tidak usah khawatir , saya yakin anda akan sangat puas . " ucap Bagja .


" Kirim kan lokasi nya , saya akan segera datang . " ucap Elvano kemudian menutup panggilan itu .


Bagja dengan segera mengirimkan lokasi tempat Amyra di kurung tanpa mengetahui kalau Penghasil uang nya telah kabur .


Elvano dengan penuh emosi segera melajukan mobil nya menuju lokasi yang di kirimkan Bagja .


" Semoga apa yang aku takutkan salah ." risau Elvano .


*****


Amyra kini mulai kembali berusaha berdiri dan sekuat tenaga mencoba berjalan lagi . Berharap bisa sejauh mungkin pergi dari sana , agar dirinya bisa terbebas dari jeratan Bagja .


Dengan langkah kaki yang mulai goyah , badan yang sudah semakin lemah . Amyra terus menggusur kedua kaki nya dengan air mata yang tak henti nya berjatuhan .


Tiba tiba langkah Amyra terhenti ketika kini perut nya terasa sakit dan kram . Amyra memegangi perut nya yang bergejolak . Rasa sakit yang kini semakin membuat Amyra tak dapat lagi berdiri .


Amyra jatuh dan terduduk di trotoar jalan itu . Amyra terus menangis dan meringis kesakitan . Namun Amyra berusaha untuk tetap kuat dan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri .


Terlihat kini darah segar mulai mengalir melewati paha Amyra . Amyra sontak kaget dan semakin meringis merasakan perut nya yang semakin sakit .


" Sakit !" parau Amura yang masih berusaha untuk kembali berjalan dengan perlahan .


*****


Mobil Elvano kini telah sampai di tempat yang Bagja berikan . Tak lama kemudian sebuah mobil pun berhenti di sebelah mobil Elvano .


Bagja keluar dari mobil dengan tawa kemenangan nya kemudian menghampiri Elvano yang baru keluar dari mobil nya .


Elvano berusaha menahan emosi nya ketika melihat sikap Bagja yang banyak bertingkah .


" Mana ?" tanya Elvano tanpa basa basi .


" Tenang bosku . Yang anda cari ada di dalam . " ucap Bagja seraya menunjuk ke arah pintu masuk rumah kosong tersebut .


Bagja pun berjalan menuju pintu dan langsung membuka nya . Elvano pun segera mengikuti nya .


Terlihat dua orang anak buah Bagja yang tengah tertidur di kursi membuat Bagja kesal dan menendang kursi itu .


" Dasar bodoh . Bangun !" teriak Bagja langsung membangunkan kedua anak buah nya yang tengah tertidur .


" Maaf bos !" gugup para anak buah nya itu .


" Cepat buka !" titah Bagja seraya menunjuk pada pintu kamar tempat dirinya tadi mengikat Amyra .


Dengan segera anak buah itu membuka gembok yang terikat di gagang pintu itu . Hati Elvano bercampur aduk ketika pintu kamar itu kini perlahan mulai terbuka . Dirinya takut akan melihat Amyra dengan kondisi yang tidak baik .


Namun alangkah kaget nya semua orang yang berada disana ketika melihat ruangan itu kosong tanpa ada seorang pun disana .


Elvano menghembuskan nafas nya sedikit lega karena Amyra yang tidak berada di sana . Namun juga semakin khawatir tentang keberadaan Amyra kini .


Bagja sontak kaget dan juga bingung .

__ADS_1


" Dimana dia !" teriak Bagja seraya matanya terus mencari ke setiap sudut ruangan itu .


Kedua anak buah Bagja pun tak kalah kaget nya ketika orang yang harus nya dia awasi justru kini meng hilang dari sana .


" Kami tidak tau bos ! tadi dia ada di sini . " ucap seorang anak buah seraya menunjuk sebuah kursi bekas Amyra tadi di ikat .


Elvano berjalan masuk seraya mata nya ikut menyapu setiap inci ruangan usang tersebut .


" Mana yang anda tawarkan pada saya?" Tanya Elvano dengan menahan emosi nya berusaha untuk tetap terlihat tenang .


" Maaf tuan . Seperti nya Dia kabur , saya tidak menyangka kalau anak buah bodoh ini sudah membiarkan nya kabur . Anda tidak usah khawatir tuan . Saya pasti akan mendapatkan nya kembali untuk Anda Tuan ." Penjelasan Bagja justru kini membuat Elvano tak dapat lagi menahan kemurkaan nya .


Elvano mencekik leher Bagja dengan satu tangan kekar nya .


" Sekali lagi kamu sentuh wanita ku ! Aku pastikan besok pagi kamu tidak akan bisa hidup lagi BAGJA ! " Ancaman Elvano seketika membuat Bagja terpaku dan ketakutan .


Elvano dengan sekali gerakan menghempaskan tubuh Bagja hingga tersungkur ke lantai kotor berdebu di sana .


" Apa , apa maksud anda tuan ?" tanya Bagja yang masih kebingungan .


Perlahan Elvano berjalan mendekati Bagja lalu kemudian membungkkukan badan nya agar Bagja bisa dengan jelas mendengarkan setiap ucapan nya .


" Amyra adalah wanita saya ! Dan tepat sebelum anda menculik nya , dia masih bersama saya ! dan kini Anda telah membuat saya benar benar murka Bagja ! " setiap kata yang di ucapkan Elvano dengan penuh penekanan itu mampu membuat Bulu kuduk Bagja berdiri karena ketakutan .


" Jika anda masih ingin hidup , sebaik nya anda jangan pernah lagi menyentuh Amyra . Camkan itu !" ucap Elvano yang kemudian menegakkan tubuh atletis nya , merapihkan baju nya lalu kemudian berjalan keluar dengan hawa emosi yang masih terlihat fi raut wajah nya .


Bagja terdiam terpaku masih terduduk di sana .


"Sialan !" umpat Bagja .


*****


Suara dering ponsel terdengar dari atas nakas . Bima yang baru saja selesai mandi langsung mengambil ponsel nya dan melihat nama yang tertera di sana .


" El ?" tanya heran pada dirinya sendiri , tapi seketika insting nya langsung bekerja . Bima tau kalau El menelepon nya pasti ini berhubungan dengan Amyra . Bima seketika mengangkat nya .


" Bim , apa Amyra ada datang kesana ?" tanya Elvano panik , dengan tangan masih memegang kemudi mobil sport nya , dan mata nya dengan teliti menyapu setiap inci jalanan berharap menemukan Amyra .


" Gak ada . Maksud lu apaan nanyain dia ke gua ? Bukan nya dia tinggal sama lu ? Tadi siang dia bilang mau kesini , tapi dia kasih tau kalau dia harus pergi ke RS buat ambil hasil test DNA lu kan ?" ucap Bima .


" Iya gua tau ! Dia hilang bro , ini semua ulah Bagja ! Dia culik Amyra , dan mungkin Amyra kabur saat Bagja menyekap nya ! " Jawab Elvano yang semakin panik .


" Gila lu ya ! Kalo sampe terjadi apa apa sa Amyra , bukan hanya si Bagja yang gua habisin . Tapi lu juga bakal gua habisin , El !" Bima terdengar murka kemudian menutup telepon nya dengan kasar .


" Arrghhhh !!!" Geram Elvano memukul stir mobil nya .


Bima dengan segera memakai pakaian nya kemudian bergegas pergi untuk segera mencari Amyra . Dengan perasaan marah , sedih dan juga khawatir .


" Kamu dimana Amyra , bertahan lah . Aku akan menemukan mu . " tekad Bima .


****


Sementara Amyra yang sedari tadi berusaha untuk tetap kuat . Tak hanya sekali tubuh nya terjatuh karena sakit yang melanda perut dan tubuh nya .


Darah segar yang terus mengalir dari pangkal paha nya menandakan kalau janin yang ada di perut nya sedang tak baik baik saja .


Air mata Amyra terus berjatuhan .


Tiba tiba sebuah mobil sport berwarna merah terhenti disana tepat di depan Amyra . Dengan sisa sisa kesadaran nya Amyra mencoba melihat seorang pria yang turun dari mobil itu .


" Tolong ..." ucap Amyra lirih tanpa tenaga .


Dengan segera pria itu menahan tubuh lemah Amyra agar tak terjatuh .

__ADS_1


" Bima ... " Ucap Amyra semakin lemah di tingkat kesadaran terendah nya .


" El ..." kata terakhir sebelum akhir nya kesadaran Amyra pun menghilang . Tubuh kecil nya kini terkulai lemas di tangan kekar seorang pria yang tak lain tak bukan adalah Theo , sahabat Elvano dan Bima yang memang melintasi jalanan tersebut setelah mengantar wanita yang baru saja di kencani nya saat itu .


Laju mobil Theo terhenti ketika melihat seorang wanita dengan badan penuh luka dan baju lusuh yang terlihat sobek berjalan sempoyongan di jalanan malam yang sepi .


Sebenar nya Theo tak berniat untuk menolong wanita tersebut , namun ketika mendengar nama Bima dan El . Theo langsung yakin kalau wanita itu pasti wanita yang bernama Amyra , wanita yang membuat kedua sahabat nya gila karena cinta .


Theo langsung mengangkat tubuh lemah Amyra ke dalam mobil nya . Melihat darah yang mengalir di sela paha nya membuat Theo semakin panik . Dia tau kalau kini situasi nya sangat darurat .


Dengan cepat Theo membawa Amyra ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan pertama .


Theo mulai mengambil ponsel nya untuk segera menghubungi sahabat nya . Elvano adalah orang pertama yang dia hubungi . Namun butuh beberapa kali panggilan hingga akhir nya Elvano mengangkat telepon dari Theo .


" Kenapa sih lu terus terusan telepon gua !!! Gua lagi sibuk ! Gua gak ada waktu buat urusin lu ! Jangan ganggu gua !" Elvano terlihat marah kemudian langsung menutup telepon itu dan melempar ponsel nya ke jok samping tanpa sedetik pun mendengar kan penjelasan Theo .


" Dasar tempramen !!! Gua udah baik baik bawain tuh cewe ke sini , eh malah marah marah duluan ! " kesal Theo berbicara sendiri .


Theo ingat kalau Bima juga orang terdekat Amyra saat ini .


" Ayolah , Bima . Angkat . Gua tau lu gak bakal kaya si El ." ucap Theo tak sabar menunggu Bima mengangkat panggilannya .


" Halo , ada apa Theo ?" ucap Bima di balik telepon yang baru saja dia angkat .


" Syukurlah lu angkat telepon gua Bim . " ucap lega Theo .


" Ada apa ?"


" Lu lagi cari cewek yang nama nya Amyra itu kan ?" tanya Theo memastikan .


" Kok lu bisa tau Theo ? apa si El juga kasih tau lu ? " tanya Bima yang dengan segera menepikan dahulu mobil nya agar bisa dengan jelas mendengarkan panggilan itu .


Theo tak memberi jawaban , tapi justru kini ada permintaan panggilan video dari Theo . Dengan segera Bima mengangkat nya .


Terpampang lah wajah Theo di layar ponsel Bima itu .


" Lu tau dari mana ? Lu punya info tentang dia ?" tanya Bima .


" Dia yang nama nya Amyra ?" tanya Theo seraya kamera ponsel nya ia arahkan pada sesosok tubuh lemah dengan luka di wajah nya dengan kondisi masih tak sadarkan diri .


Walaupun tidak terlalu jelas namun Bima bisa memastikan kalau itu memang Amyra .


Deg !


Hati Bima seketika runtuh melihat Amyra yang memang sedang tak baik baik saja itu terkulai lemas wanita cantik itu terbaring di ranjang Rumah sakit .dengan mata sembab dan sebelah mata nya lebam menghitam . Sudut bibir seksi Amyra Yang terlihat luka . Perban yang membalut tangan nyaa juga jarum infus yang tertancap disana .


Hati Bima benar benar berkecamuk , antara marah , sedih dan juga khawatir .


" Kirim lokasi RS nya sekarang !"


Tanpa berlama lama , Bima langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju lokasi RS yang di berikan sahabat nya Theo .


" Bertahan lah Amyra . "


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2