
Ke esokan hari nya , Elvano pergi pagi bersama papa David untuk mengurus bisnis nya di luar kota . Amyra hanya bisa berdiam diri di kamar karena tidak ada kegiatan lain lagi .
Mama rosa pun sedang tidak ada karena pergi bertemu dengan teman teman sosialita nya .
Amyra merasa kesepian dan bosan di sana .
Amyra mencoba berjalan jalan keluar kamar .
Amyra menuju halaman belakang yang tepat berada di luar jendela kamar nya itu .
Beberapa penjaga terlihat dengan sigap berjaga di beberapa tempat . Amyra merasa risih karena tiap penjaga selalu membungkukkan badan nya tiap dia lewat .
Amyra melihat beberapa pelayan wanita sedang membersihkan sebuah gazebo di halaman belakang .
Amyra pun menghampiri nya dan duduk di sana .
" nona , apa ada yang ada perlukan ?" tanya seorang pelayan muda
" nggak kok , aku hanya bosan di kamar . " ucap Amyra tersenyum .
para pelayan itu terlihat serba salah karena kedatangan Amyra .
" Kita kaya nya seumuran , aku Amyra . " Amyra mencoba berbaur karena memang para pelayan wanita itu sepertinya seumuran dengan nya .
Namun 2 orang pelayan wanita itu hanya bisa saling tatap saru sama lain .
" Aku Amyra . " ucap Amyra memperkenalkan diri seraya menyodorkan tangan nya untuk berkenalan .
" Saya Rina . " ucap ragu seorang pelayan tanpa membalas jabatan tangan Amyra .
" Aku sama seperti kalian , kalian jangan sungkan seperti itu . Aku hanya ingin berteman ." ucap Amyra .
" Nama mu siapa ?" tanya Amyra pada salah satu pelayan itu .
" Saya Lisa. " ucap pelayan itu kemudian memberanikan diri menjabat tangan Amyra . Amyra pun tersenyum .
" Aku bosan gak ada teman ngobrol , maka nya aku kesini . " ucap Amyra .
" tapi , nona . Kami hanya pelayan . " ucap Rina ragu .
" kita itu sama sama manusia . Gak ada beda nya . " ucap Amyra .
Kedua pelayan itu tersenyum .
" Nona baik sekali . " ucap Rina .
" Rumah sebesar ini terasa sangat sepi ya . " ucap Amyra . Namun Rina dan Lisa tidak bisa terlalu banyak mengobrol karena takut kena marah .
Amyra merasa sedih karena dirinya bahkan tidak bisa mengobrol dengan Rina dan Lisa . Rina dan Lisa melihat raut wajah sedih Amyra .
" Maaf , nona . Kami hanya tidak ingin melewati batas dengan majikan . " ucap Lisa .
" Melewati batas ? kita hanya mengobrol dan berteman . Apa yang salah ?" ucap Amyra . Rina dan Lisa saling bertatapan .
" Biasa nya kami tidak pernah berbicara dengan majikan , apalagi mengobrol . " ucap Lisa .
" Aku bukan majikan , anggap lah aku teman . Ok ?" ucap Amyra lembut .
Rina dan Lisa pun mengangguk .
Rasa bosan Amyra sedikit berkurang berkat Rina dan Lisa , sesekali terdengar suara tawa Amyra melihat tingkah lucu Rina dan Lisa .
Tak butuh waktu lama bagi Amyra bisa akrab dengan mereka berdua . Karena Amyra adalah tipe orang yang mudah bergaul dan ramah .
" Di rumah ini lebih sering sepi nona . Semua orang di rumah ini sibuk , Tuan besar , Nyonya Besar , nona Muda , bahkan Tuan Muda Elvano pun jarang sekali ada di rumah . " ucap Rina .
" Nona muda ?" tanya Amyra .
" Iya nona muda . anak kedua Tuan besar . " ucap Lisa .
" Adik nya Elvano ?" tanya Amyra .
__ADS_1
" Iya . Dia sedang di luar negeri , kata nya sih beberapa hari lagi pulang . " ucap Rina .
" Duh , harus mulai bersiap lagi dong kita . " ucap Lisa .
" Bersiap buat apa ?" tanya Amyra .
" Nona muda biasa nya suka marah marah dan paling seenak nya sama kami . " ucap Lisa .
" Husss ! kamu jangan ngomong gitu . nanti kalo ada yang denger gimana ?" Rina menutup mulut Lisa agar tak banyak bicara.
" Tapi emang bener . Nona muda itu paling jahat sama kita kan , dan suka minta yang aneh aneh . " ucap Lisa kesal .
" Dia tuh majikan kita , kalo sampe kedengeran kita ngomongin jelek gitu gimana ?" Rina merasa takut .
Amyra hanya mendengarkan percakapan antara Lisa dan Rina .
" Untung aja nyonya besar orang nya baik banget , kita betah kerja di sini karena nyonya besar . " ucap Lisa .
" Iya , mama Rosa baik banget . *" ucap Amyra .
" nona ? apa benar nona akan menikah dengan tuan muda Elvano ?" tanya Rina .
Amyra mengangguk .
" Wah beruntungnya nona . Tuan muda itu udah kaya , ganteng , sempurna banget . Tapi sayang , dia angkuh dan dingin orang nya . " ucap Rina .
Amyra tersenyum mendengar cerita Rina dan Lisa .
" semoga nona dan tuan muda bahagia . " ucap Lisa .
" Ya , Semoga . " ucap Amyra .
Seelah puas berbincang dengan para pelayan wanita , Amyra kembali ke kamar nya .
" Sepi banget , gak bisa lihat wajah jutek Elvano . " gumam nya dalam hati ketika melihat ruang kamar yang kosong itu .
Amyra pun duduk di sofa menyandarkan kepala nya ke sandaran sofa .
" Rindu Elvano , Rindu Bima , Rindu Elsa . " keluh nya sedih .
Sedangkan di tempat lain .
Terlihat Elvano dan Papa David baru selesai membicarakan tentang bisnis dengan klien nya .
Elvano Dan Papa David adalah pengusaha terkenal di bidang properti . Keahlian Papa David menurun pada Elvano .
Kini nama Gavin Properti sudah sangat terkenal berkat usaha keras Elvano membangun nya .
" Sedari tadi papa lihat kamu gak fokus ! Ada apa ?" tanya papa David yang melihat Elvano sejak tadi terlihat gelisah .
" Nggak pa , cuma keinget Amyra saja . " ucap Elvano .
" Dia kan ada di rumah , kenapa kamu khawatir ?" tanya papa David .
" Entahlah , El hanya khawatir . " ucap Elvano .
" Kamu kangen bukan khawatir . " ucap papa David meledek .
Elvano terdiam dengan wajah memerah .
" Telepon dia , mungkin dia juga kangen sama kamu . Dia juga mungkin menunggu telepon mu El . " ucap papa David .
" Iya pa bener juga , El mau telepon Amyra sekarang . " Dengan bergegas Elvano mengeluarkan ponsel dari saku nya . Dengan semangat dia menyalakan ponsel nya agar bisa segera menelepon Amyra .
Namun tangan Elvano berhenti . Wajah nya berubah kesal .
" Kenapa El ?" tanya papa David yang melihat wajah Elvano berubah kesal .
" Nggak pa , aku keluar dulu bentar . " ucap Elvano kemudian keluar dari ruangan itu .
" Sialan ! Gua bahkan gak punya nomor Amyra ! " umpat nya dalam hati seraya berjalan keluar ruangan .
__ADS_1
Elvano kesal karena menyadari kalau dirinya bahkan tidak memiliki nomor telepon Amyra . Dia merasa kalau dirinya benar benar belum dekat sama sekali dengan Amyra .
" Harus nya kemarin aku minta nomor dia ! Ah !" kesal nya kebingungan karena sudah tidak sabar ingin menelepon Amyra .
" Aku telepon rumah saja !" Elvano mendapat ide agar bisa menelepon Amyra .
Panggilan telepon itu diangkat oleh Rina , pelayan wanita di rumah itu .
" Halo selamat sore . Dengan kediaman Tuan David Reynard , ada yang bisa saya bantu ?" ucap Rina formal .
" Ini gua Elvano . " ucap Elvano .
" Oh , tuan muda . Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Rina .
" Panggilin Amyra . " perintah Elvano tanpa basa basi .
" Baik tuan muda , sebentar . " ucap Rina kemudian bergegas menuju kamar Amyra .
" Nona Amyra , ada telepon dari tuan muda ." panggil Rina di balik pintu berhasil membuat Amyra bersemangat dan langsung keluar .
" Elvano telepon ?" tanya Amyra antusias .
" Iya nona , di telepon nya di ruang depan . " ucap Rina menunjukan dimana telepon itu berada .
" Halo ? Elvano ?" ucap Amyra terdengar bersemangat .
Elvano tersenyum mendengar nya , rasa kesal Elvano mendadak hilang setelah mendengar suara Amyra .
" Ada apa telepon ? kenapa gak nelepon ke ponsel aku ?" tanya Amyra .
" Gimana mau telepon ke ponsel kamu ! aku aja gak punya nomor kamu !" ucap Elvano ketus .
Amyra tertawa lucu .
" Masa ? Kamu gak pernah minta sih . " ucap Amyra sedikit meledek .
" Harus nya kamu yang kasih duluan ! " ucap Elvano .
" Iya iya maaf . Ok , mana nomer nya ? biar aku save di ponsel aku . " ucap Amyra .
Elvano pun menyebutkan nomor ponsel nya untuk di simpan di ponsel Amyra .
" Udah , aku save yaa . " ucap Amyra .
" Kamu tulis nama apa ?" tanya Elvano .
" Nama Elvano lah , terus apa lagi ?" ucap Amyra polos .
" kenapa gak di kasih nama Calon Suami gituh , atau suami ku atau apa lah yang bagusan gitu?" ucap Elvano .
" Ih lebay , belum juga apa apa udah lebay . " ucap Amyra meledek seraya tertawa lucu .
" Gak nyangka ya , Elvano yang jutek , jaim gitu bisa lebay juga . " ucap Amyra meledek .
" wah ! berani kamu ya ledekin aku ! awas kamu ya . " Elvano kesal namun juga malu mendengar ledekan Amyra pada nya .
" Dadah El . " Amyra seketika mematikan telepon itu .
" Langsung di matiin !" ucap Elvano kesal .
Namun tak lama kemudian ponsel Elvano berdering dari nomor tidak di kenal . Elvano pun mengangkat nya .
" Halo !" ucap Elvano dengan nada kesal .
" Halo juga calon suami ku . " ucap lembut Amyra mampu membuat Elvano seketika terdiam dengan perasaan berdebar .
" Amyra . " ucap Elvano .
" Iya , gak nyaman nelepon sambil berdiri di ruang depan . Jadi aku pindah ke kamar . " ucap Amyra .
Elvano memegangi dada nya sendiri .
__ADS_1
" Kok gua bisa sesenang ini cuma dapat telepon dari dia !" gumam nya dalam hati yang merasa sangat senang karena Amyra menelepon nya .
...***********************...