Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
danau kenangan


__ADS_3

Suara notifikasi handphone membelah keheningan di ruangan itu . Elvano mengangkat handphone nya kemudian melihat chat yang masuk ke aplikasi chating itu .


Sejenak Elvano memperhatikan sebuah video yang baru saja di terimanya .


Tangan nya mengepal erat handphone nya menahan diri sebelum handphone itu hancur di tangan nya .


Tanpa basa basi Elvano langsung beranjak dari duduk nya kemudian memakai jaket nya bergegas keluar dari ruangan nya .


" Bos mau kemana ? sebentar lagi kita berangkat ke lokasi . " ucap sekertaris Elvano .


" Handle semua . Aku ada urusan . " ucap Elvano seraya masuk ke dalam lift .


Bukan hal aneh kalau Elvano selalu tiba tiba pergi tanpa memberitahu alasan dan tujuan nya . Para bawahan nya pun sudah tau .


No


Ting ! Pintu lift terbuka .


" Tunggu . Gua kesana sekarang . " ucap Elvano melalui telepon . Seraya berjalan bergegas keluar dari gedung itu .


Elvano pun melajukan mobil nya .


" Jangan lari lagi Amyra ." gumam Elvano seraya mengemudikan mobil sport nya dengan kecepatan penuh .


Bima lah yang telah mengirimkan video cctv di sanggar nya pada Elvano . Karena Bima sangat yakin kalau itu adalah Amyra . Elvano pun tak mau membuang buang waktu karena ini adalah salah satu petunjuk tentang Amyra .


Bima saat ini masih sibuk dengan laptop nya berusaha sedetail mungkin mencari petunjuk tentang Amyra . Bima memeriksa setiap cctv di sekitar sanggar berharap ada petunjuk lain .


Theo menelepon Bima .


" Bima . Gua tau siapa pemilik mobil itu . " ucap Theo .


" Serius ? Siapa ?" tanya Bima antusias .


" Atas nama Adiputra . " ucap Theo .


" Adiputra ?" Bima memutar otak menjelajah ingatan nya .


" Ya . Tapi setelah gua cari data nya . Adiputra itu sudah meninggal . " ucap Theo .


" Lu dapat alamat nya ?" tanya Bima .


" Ya gua dapat . Gua kirim sekarang ke lu ya . " ucap Theo kemudian mengakhiri panggilan itu .


" Adiputra .." gumam Bima yang seakan tak asing dengan nama itu .


Tak lama kemudian masuk lah sebuah pesan berisi sebuah alamat .


Bima tak langsung pergi karena tengah menunggu Elvano yang sedang dalam perjalanan menuju sanggar nya .


Dan tak lama kemudian Elvano pun sampai di sanggar Bima .


" Lu pake apa kesini ? Cepet banget . " ucap Bima heran melihat sahabat nya itu bisa sampai ke tempat nya dalam waktu yang singkat .


" Gausah tanya . Apa lagi yang kita dapat ?" ucap Elvano seraya duduk di samping Bima di sofa .


Bima menyodorkan handphone nya pada Elvano .


" Ini alamat yang Theo dapat dari data pemilik mobil itu . " ucap Bima .


" Yaudah . Ayok cepet kita pergi kesana ." tanpa basa basi Elvano kembali beranjak dari duduk nya .


Bima pun langsung bersiap dan turun mengikuti Elvano menuju mobil milik Elvano .


" Kita gak boleh sampai kehilangan jejak lagi . " Ucap Elvano seraya menyalakan mesin mobil nya .


" Iya . Gua yakin dia Amyra . " ucap Bima yang baru saja memakai sabuk pengaman .


Mobil Elvano pun melaju dengan cepat menuju alamat yang di berikan Theo .


****

__ADS_1


" Kamu yakin mau pergi sendiri ?" tanya Om Bagus .


" Yaa . Ini wasiat ayah sebelum dia meninggal . Dan harus aku sendiri yang turun tangan . " ucap Amyra .


" Tapi apa kamu sudah tau siapa orang yang akan menjual tanah itu ? " tanya Om Bagus .


" Aku tau . "


" Yakin kamu siap bertemu dengan dia ?" tanya Om Bagus kembali memastikan . Karena Om Bagus sangat tau siapa orang yang akan menjual Lahan itu .


" Aku yakin . Dan aku siap . Kini saat nya aku kembali sebagai putri dari Adiputra . " ucap Amyra yakin .


" Baiklah . Hati hati . Dan jangan lupa kabari Om kalau ada sesuatu terjadi . " ucap Om Bagus sebelum Amyra menaiki mobil nya .


Amyra pun menutup pintu mobil peninggalan ayah nya itu .


" Ayah . Aku akan wujudkan semua keinginan ayah dulu . " tekad Amyra seraya menjalankan mobil nya .


Om Bagus pun masuk ke dalam mobil milik nya kemudian pergi meninggalkan rumah itu .


****


" Woyyy ! Pelan dikit bisa kan ?" ucap Bima panik karena Elvano yang mengendarai mobil nya dengan kecepatan seperti orang gila .


" Se enggak nya kita harus sampai ke sana dalam kondisi selamat woy ! Gua gak mau mati dulu !" panik Bima .


" percaya sama gua . " ucap Elvano .


" Gila lu ya ? Percaya sama lu ? Sekarang ini gua gak yakin kalo kita bakal selamat ! " kesal Bima . Elvano tak menggubris kepanikan Bima dan fokus ke jalanan agar cepat sampai ke tujuan nya .


*****


Mobil Amyra berhenti di depan sebuah Lahan kosong yang sebagian masih tertutup hutan . Sebuah lahan yang cukup luas di pinggiran kota .


Amyra turun dari mobil nya dan melihat jauh lahan itu .


Terbesit kenangan Amyra bersama keluarga nya dulu . Dimana tepat di suatu tempat di lahan itu terdapat sebuah danau kecil yang indah . Tempat yang dulu sering di kunjungi oleh Amyra dan kedua orang tua nya .


Dan Amyra sangat ingat kalau dulu Ayah nya sangat menginginkan lahan itu untuk di jadikan resort dan taman bermain .


Teringat masa masa dulu dirinya yang sangat bahagia bermain di sekitar danau bersama kedua orang tua nya .


" Apakah nona yang kami tunggu ?" ucap seorang pria memecah lamunan Amyra .


" Ah ya . Saya Amyra Elisha ." ucap Amyra seraya menjabat tangan pria itu .


" Baiklah . Nona mohon ikut saya . " ucap pria itu menunjukan jalan .


Beberapa pria lain membuka gembok gerbang lahan itu . Dan kemudian mereka pun masuk ke lahan itu .


" Dimana bos mu ?" tanya Amyra yang menyadari kalau ada seseorang yang tidak hadir dalam proyek itu , yaitu pemilik lahan yang sejak awal sudah di ketahui Amyra .


" Oh . Itu . Bos bilang ada keperluan mendadak . Jadi saya yang handle ." Ucap pria itu . Amyra hanya mengangguk .


Terasa lega namun juga ada rasa sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan orang yang sudah lama tidak di temui nya itu .


Namun Amyra menepis rasa kecewa nya itu demi melancarkan rencana nya itu .


" Apakah di sebelah sana masih ada danau ?" tanya Amyra seraya menunjuk suatu tempat di sela perjalanan nya .


" Oh ya . Masih nona . " jawab pria itu membuat Amyra tersenyum .


"Syukurlah . " gumam Amyra .


Hanya butuh sekitar 5 menit berjalan hingga akhir nya sampai di sebuah tempat yang sudah terlihat terbengkalai . Sebuah bangunan tanpa dinding . Yang memang di peruntukan untuk beristirahat .


" Tempat ini sudah lama tidak terurus jadi seperti ini . " ucap pria itu menjelaskan secara detail lahan dan bangunan nya . Namun perhatian Amyra teralihkan pada sebuah danau kecil yang pinggiran nya sudah tertutup rerumputan .


Amyra berjalan mendekati danau itu .


" Ayah .. " gumam Amyra antara bahagia namun juga sedih .

__ADS_1


" Nona ?" ucap pria itu kembali memecah lamunan Amyra .


" Jadi bagaimana tentang transaksi nya ? " tanya pria itu .


" Ah ya . Berapa harga yang di tawarkan ?" ucap Amyra profesional .


" Kami membuka harga 10M untuk lahan ini . "


" Baiklah . Aku akan membeli lahan ini dengan harga 11M . Cukup ?" ucap Amyra .


" Hah ??" semua orang yang berada di sana tercengang heran dengan ucapan wanita cantik itu .


" Apa nona tidak salah ? Kami menjual dengan harga 10M . Tapi anda malah menginginkan 11M . " pria itu berusaha meyakin kan .


" Saya tidak gila kok . Tenang saja . Saya suka lahan ini . Dan saya serius akan membeli nya dengan harga 11M . " ucap Amyra .


" Siapkan berkas nya . " ucap Amyra .


" Ba . Baik Nona . " para pria itu pun bergegas menyiapkan berkas yang harus di tanda tangan .


Tanpa basa basi Amyra menandatangani beberapa berkas .


" Selesai kan ? Kalian boleh pergi . " ucap Amyra .


" Baik nona . "


Para pria itu pun pergi meninggalkan Amyra di lahan kosong itu . Walaupun masih merasa tak percaya dengan transaksi yang baru saja terjadi .


Amyra belum ingin pergi dari tempat itu . Amyra masih ingin berada di sana . Mengenang setiap kenangan yang pernah dia alami di sana .


" Ayah . Tempat ini sekarang menjadi milik kita . " gumam Amyra bahagia .


****


Mobil Elvano berhenti di halaman sebuah rumah yang cukup besar nan indah dengan tanaman dan bunga yang menghiasi halaman itu .


Elvano bergegas turun dan mengecek setiap sudut halaman itu .


Elvano lantas mengetuk pintu itu dengan cukup keras .


" Amyraaaa !!! " teriak Elvano seraya menggedor pintu rumah itu .


" weeeyyy ! Ini rumah orang ! Belum tentu juga ini rumah Amyra . Lu seenak jidat gedor rumah orang sembarangan . " Ucap Bima .


" Gua yakin ini rumah dia ." Elvano bersikeras . Namun tak ada jawaban dari dalam rumah itu .


" Bisa tenang gak lu ???? " ucap Bima seraya menahan Elvano agar berhenti menggedor pintu .


Bima menarik tubuh Elvano menuju mobil .


" Kita tunggu saja dulu . " ucap Bima .


Elvano pun berusaha tenang .


Tak lama kemudian handphone Elvano berbunyi dan langsung diangkat nya .


" Ya . "


" Bos ! Ada kabar bagus . " ucap sekertaris nya .


" Apa ?" tanya Elvano singkat .


" Lahan itu sudah terjual . Kita memberi harga 10M . Tapi Nona cantik itu justru membeli nya 11M . Hebat bukan ?" ucap sekertaris itu antusias dan bangga .


" Hah ? Kok bisa?" ucap Elvano heran .


" Nona itu bilang dia suka dengan lahan itu . "


" Siapa nama wanita itu ? " tanya Elvano penasaran .


" Sebentar . Aku lihat dulu di berkas . "

__ADS_1


" Nama nya Amyra Elisha Adiputra . "


****************


__ADS_2