
Suara notifikasi handphone membelah keheningan di ruangan itu . Elvano mengangkat handphone nya kemudian melihat chat yang masuk ke aplikasi chating itu .
Sejenak Elvano memperhatikan sebuah video yang baru saja di terimanya .
Tangan nya mengepal erat handphone nya menahan diri sebelum handphone itu hancur di tangan nya .
Tanpa basa basi Elvano langsung beranjak dari duduk nya kemudian memakai jaket nya bergegas keluar dari ruangan nya .
" Bos mau kemana ? sebentar lagi kita berangkat ke lokasi . " ucap sekertaris Elvano .
" Handle semua . Aku ada urusan . " ucap Elvano seraya masuk ke dalam lift .
Bukan hal aneh kalau Elvano selalu tiba tiba pergi tanpa memberitahu alasan dan tujuan nya . Para bawahan nya pun sudah tau .
No
Ting ! Pintu lift terbuka .
" Tunggu . Gua kesana sekarang . " ucap Elvano melalui telepon . Seraya berjalan bergegas keluar dari gedung itu .
Elvano pun melajukan mobil nya .
" Jangan lari lagi Amyra ." gumam Elvano seraya mengemudikan mobil sport nya dengan kecepatan penuh .
Bima lah yang telah mengirimkan video cctv di sanggar nya pada Elvano . Karena Bima sangat yakin kalau itu adalah Amyra . Elvano pun tak mau membuang buang waktu karena ini adalah salah satu petunjuk tentang Amyra .
Bima saat ini masih sibuk dengan laptop nya berusaha sedetail mungkin mencari petunjuk tentang Amyra . Bima memeriksa setiap cctv di sekitar sanggar berharap ada petunjuk lain .
Theo menelepon Bima .
" Bima . Gua tau siapa pemilik mobil itu . " ucap Theo .
" Serius ? Siapa ?" tanya Bima antusias .
" Atas nama Adiputra . " ucap Theo .
" Adiputra ?" Bima memutar otak menjelajah ingatan nya .
" Ya . Tapi setelah gua cari data nya . Adiputra itu sudah meninggal . " ucap Theo .
" Lu dapat alamat nya ?" tanya Bima .
" Ya gua dapat . Gua kirim sekarang ke lu ya . " ucap Theo kemudian mengakhiri panggilan itu .
" Adiputra .." gumam Bima yang seakan tak asing dengan nama itu .
Tak lama kemudian masuk lah sebuah pesan berisi sebuah alamat .
Bima tak langsung pergi karena tengah menunggu Elvano yang sedang dalam perjalanan menuju sanggar nya .
Dan tak lama kemudian Elvano pun sampai di sanggar Bima .
" Lu pake apa kesini ? Cepet banget . " ucap Bima heran melihat sahabat nya itu bisa sampai ke tempat nya dalam waktu yang singkat .
" Gausah tanya . Apa lagi yang kita dapat ?" ucap Elvano seraya duduk di samping Bima di sofa .
Bima menyodorkan handphone nya pada Elvano .
" Ini alamat yang Theo dapat dari data pemilik mobil itu . " ucap Bima .
" Yaudah . Ayok cepet kita pergi kesana ." tanpa basa basi Elvano kembali beranjak dari duduk nya .
Bima pun langsung bersiap dan turun mengikuti Elvano menuju mobil milik Elvano .
" Kita gak boleh sampai kehilangan jejak lagi . " Ucap Elvano seraya menyalakan mesin mobil nya .
" Iya . Gua yakin dia Amyra . " ucap Bima yang baru saja memakai sabuk pengaman .
Mobil Elvano pun melaju dengan cepat menuju alamat yang di berikan Theo .
****
__ADS_1
" Kamu yakin mau pergi sendiri ?" tanya Om Bagus .
" Yaa . Ini wasiat ayah sebelum dia meninggal . Dan harus aku sendiri yang turun tangan . " ucap Amyra .
" Tapi apa kamu sudah tau siapa orang yang akan menjual tanah itu ? " tanya Om Bagus .
" Aku tau . "
" Yakin kamu siap bertemu dengan dia ?" tanya Om Bagus kembali memastikan . Karena Om Bagus sangat tau siapa orang yang akan menjual Lahan itu .
" Aku yakin . Dan aku siap . Kini saat nya aku kembali sebagai putri dari Adiputra . " ucap Amyra yakin .
" Baiklah . Hati hati . Dan jangan lupa kabari Om kalau ada sesuatu terjadi . " ucap Om Bagus sebelum Amyra menaiki mobil nya .
Amyra pun menutup pintu mobil peninggalan ayah nya itu .
" Ayah . Aku akan wujudkan semua keinginan ayah dulu . " tekad Amyra seraya menjalankan mobil nya .
Om Bagus pun masuk ke dalam mobil milik nya kemudian pergi meninggalkan rumah itu .
****
" Woyyy ! Pelan dikit bisa kan ?" ucap Bima panik karena Elvano yang mengendarai mobil nya dengan kecepatan seperti orang gila .
" Se enggak nya kita harus sampai ke sana dalam kondisi selamat woy ! Gua gak mau mati dulu !" panik Bima .
" percaya sama gua . " ucap Elvano .
" Gila lu ya ? Percaya sama lu ? Sekarang ini gua gak yakin kalo kita bakal selamat ! " kesal Bima . Elvano tak menggubris kepanikan Bima dan fokus ke jalanan agar cepat sampai ke tujuan nya .
*****
Mobil Amyra berhenti di depan sebuah Lahan kosong yang sebagian masih tertutup hutan . Sebuah lahan yang cukup luas di pinggiran kota .
Amyra turun dari mobil nya dan melihat jauh lahan itu .
Terbesit kenangan Amyra bersama keluarga nya dulu . Dimana tepat di suatu tempat di lahan itu terdapat sebuah danau kecil yang indah . Tempat yang dulu sering di kunjungi oleh Amyra dan kedua orang tua nya .
Dan Amyra sangat ingat kalau dulu Ayah nya sangat menginginkan lahan itu untuk di jadikan resort dan taman bermain .
Teringat masa masa dulu dirinya yang sangat bahagia bermain di sekitar danau bersama kedua orang tua nya .
" Apakah nona yang kami tunggu ?" ucap seorang pria memecah lamunan Amyra .
" Ah ya . Saya Amyra Elisha ." ucap Amyra seraya menjabat tangan pria itu .
" Baiklah . Nona mohon ikut saya . " ucap pria itu menunjukan jalan .
Beberapa pria lain membuka gembok gerbang lahan itu . Dan kemudian mereka pun masuk ke lahan itu .
" Dimana bos mu ?" tanya Amyra yang menyadari kalau ada seseorang yang tidak hadir dalam proyek itu , yaitu pemilik lahan yang sejak awal sudah di ketahui Amyra .
" Oh . Itu . Bos bilang ada keperluan mendadak . Jadi saya yang handle ." Ucap pria itu . Amyra hanya mengangguk .
Terasa lega namun juga ada rasa sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan orang yang sudah lama tidak di temui nya itu .
Namun Amyra menepis rasa kecewa nya itu demi melancarkan rencana nya itu .
" Apakah di sebelah sana masih ada danau ?" tanya Amyra seraya menunjuk suatu tempat di sela perjalanan nya .
" Oh ya . Masih nona . " jawab pria itu membuat Amyra tersenyum .
"Syukurlah . " gumam Amyra .
Hanya butuh sekitar 5 menit berjalan hingga akhir nya sampai di sebuah tempat yang sudah terlihat terbengkalai . Sebuah bangunan tanpa dinding . Yang memang di peruntukan untuk beristirahat .
" Tempat ini sudah lama tidak terurus jadi seperti ini . " ucap pria itu menjelaskan secara detail lahan dan bangunan nya . Namun perhatian Amyra teralihkan pada sebuah danau kecil yang pinggiran nya sudah tertutup rerumputan .
Amyra berjalan mendekati danau itu .
" Ayah .. " gumam Amyra antara bahagia namun juga sedih .
__ADS_1
" Nona ?" ucap pria itu kembali memecah lamunan Amyra .
" Jadi bagaimana tentang transaksi nya ? " tanya pria itu .
" Ah ya . Berapa harga yang di tawarkan ?" ucap Amyra profesional .
" Kami membuka harga 10M untuk lahan ini . "
" Baiklah . Aku akan membeli lahan ini dengan harga 11M . Cukup ?" ucap Amyra .
" Hah ??" semua orang yang berada di sana tercengang heran dengan ucapan wanita cantik itu .
" Apa nona tidak salah ? Kami menjual dengan harga 10M . Tapi anda malah menginginkan 11M . " pria itu berusaha meyakin kan .
" Saya tidak gila kok . Tenang saja . Saya suka lahan ini . Dan saya serius akan membeli nya dengan harga 11M . " ucap Amyra .
" Siapkan berkas nya . " ucap Amyra .
" Ba . Baik Nona . " para pria itu pun bergegas menyiapkan berkas yang harus di tanda tangan .
Tanpa basa basi Amyra menandatangani beberapa berkas .
" Selesai kan ? Kalian boleh pergi . " ucap Amyra .
" Baik nona . "
Para pria itu pun pergi meninggalkan Amyra di lahan kosong itu . Walaupun masih merasa tak percaya dengan transaksi yang baru saja terjadi .
Amyra belum ingin pergi dari tempat itu . Amyra masih ingin berada di sana . Mengenang setiap kenangan yang pernah dia alami di sana .
" Ayah . Tempat ini sekarang menjadi milik kita . " gumam Amyra bahagia .
****
Mobil Elvano berhenti di halaman sebuah rumah yang cukup besar nan indah dengan tanaman dan bunga yang menghiasi halaman itu .
Elvano bergegas turun dan mengecek setiap sudut halaman itu .
Elvano lantas mengetuk pintu itu dengan cukup keras .
" Amyraaaa !!! " teriak Elvano seraya menggedor pintu rumah itu .
" weeeyyy ! Ini rumah orang ! Belum tentu juga ini rumah Amyra . Lu seenak jidat gedor rumah orang sembarangan . " Ucap Bima .
" Gua yakin ini rumah dia ." Elvano bersikeras . Namun tak ada jawaban dari dalam rumah itu .
" Bisa tenang gak lu ???? " ucap Bima seraya menahan Elvano agar berhenti menggedor pintu .
Bima menarik tubuh Elvano menuju mobil .
" Kita tunggu saja dulu . " ucap Bima .
Elvano pun berusaha tenang .
Tak lama kemudian handphone Elvano berbunyi dan langsung diangkat nya .
" Ya . "
" Bos ! Ada kabar bagus . " ucap sekertaris nya .
" Apa ?" tanya Elvano singkat .
" Lahan itu sudah terjual . Kita memberi harga 10M . Tapi Nona cantik itu justru membeli nya 11M . Hebat bukan ?" ucap sekertaris itu antusias dan bangga .
" Hah ? Kok bisa?" ucap Elvano heran .
" Nona itu bilang dia suka dengan lahan itu . "
" Siapa nama wanita itu ? " tanya Elvano penasaran .
" Sebentar . Aku lihat dulu di berkas . "
__ADS_1
" Nama nya Amyra Elisha Adiputra . "
****************