
Elvano sampai di sebuah rumah kosong dengan satu mobil terparkir di halaman nya . Elvano memastikan kembali lokasi yang di kirim Amyra . Dan memang di sanalah tempat nya .
Karena memang di lokasi tersebut hanya ada satu rumah yang berada di sana . Jarak yang cukup jauh dengan rumah rumah lain membuat Elvano yakin kalau dirinya tidak salah .
Elvano langsung berlari melewati halaman itu menuju pintu .
Hanya dengan sekali tendangan .
BRUG !
Pintu dengan sempurna terbuka .
Mata Elvano tertuju pada Amyra yang kini terduduk di lantai yang berdebu dengan sebagian baju di badan nya yang sudah di robek secara paksa .
Elvano melihat dua orang pria yang tengah memegangi Amyra yang masih berusaha melepaskan diri .
Emosi Elvano kini benar benar sudah mendidih melihat kondisi Amyra .
" Lepaskan dia !" ucap Elvano penuh penekanan .
Ketiga pria itu terpaku kaget melihat sosok yang kini berdiri di sana . Mereka sangat tau kalau pria itu adalah Gavin Elvano Gailendra .
Seketika nyali ketiga pria itu seakan menciut .
" Tuan , maaf . Kami . " ucap gugup seorang pria yang kini melepaskan tangan kasar nya dari lengan kecil Amyra .
" El . " ucap lirih Amyra sebelum ia akhirnya kehilangan kesadaran nya .
Elvano dengan murka menarik satu pria kemudian memukul wajah nya dengan sangat keras .
" Apa yang kalian lakukan pada wanita ku !" ucap murka Elvano dengan terus meninju wajah pria itu . Sedang kan kedua pria lain hanya bisa berdiri ketakutan .
Mereka tau kalau berurusan dengan seorang Elvano maka akan berakhir naas . Elvano yang terkenal kejam tanpa ampun .
Elvano menghempaskan tubuh satu pria yang sudah berlumuran darah akibat pukulan nya . Elvano kemudian menarik satu pria lain nya .
" Siapa yang menyuruh mu !" tanya Elvano tegas . Mereka tau mereka tidak akan bisa berbohong pada Elvano . Karena dengan berbohong akan semakin memperburuk suasana .
" Kami .. " gugup pria yang muka nya sudah pucat ketakutan .
" Siapa yang menyuruh mu !" teriakan Elvano menggema penuh amarah .
" Nona Elvina tuan . Kami di suruh nona Elvina . " jawaban pria itu mampu membuat Elvano kaget bukan main.
Elvano benar benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar . Adik yang sangat dia sayangi lah dalang dari semua ini .
Elvano menghempaskan tubuh pria itu .
" Pergi ! Sebelum aku benar benar murka !" teriakan Elvano mampu membuat ketiga pria itu lari tunggang langgang ketakutan .
Elvano bergegas menghampiri Amyra dan memeluk tubuh Amyra yang terkulai .
" Amyra ? Amyra !" teriak Elvano berusaha menyadarkan Amyra .
__ADS_1
" El . " ucap lemah Amyra seraya mata yang terpejam .
" Tolong . " ucap Amyra lirih .
Seketika Elvano melepas jaket nya untuk menutupi tubuh Amyra yang terlihat buruk karena baju yang robek .
Elvano mengangkat tubuh Amyra ala bridal . Segera menuju mobil nya yang terparkir sembarangan di halaman rumah kosong itu .
Elvano menurunkan Amyra di jok samping kemudi .
" Bertahanlah . Ada aku disini . Aku akan membawa mu ke rumah sakit . " ucap Elvano seraya memasangkan sabuk pengaman pada tubuh Amyra .
" Jangan . Jangan bawa aku ke rumah sakit . " ucap Amyra parau dengan nafas yang terengah engah di hiasi keringat yang membasahi tubuh nya .
Elvano sadar dengan kondisi Amyra saat ini . Elvano yakin kalau para bajingan itu telah memasukan obat pada minuman keras tadi .
Elvano mengusap lembut kening Amyra yang berlumur keringat dingin .
" Aku ,, panas ,, tidak nyaman . " racau Amyra dengan nafas yang memburu .
" aku akan membawa mu ke hotel . " ucap Elvano bergegas menaiki mobil dan melajukan nya menuju hotel terdekat .
Elvano tidak bisa membawa Amyra ke apartemen nya , karena dirinya tau Alisha bisa saja datang tanpa di undang .
Sepanjang perjalanan Elvano melihat Amyra yang berusaha bertahan , paha Amyra terlihat menahan kuat tubuh nya .
Tangan Amyra meremas sabuk pengaman nya . Mata nya dengan paksa di pejam kan , nafas yang tidak beraturan .
Elvano segera mengangkat tubuh Amyra masuk ke dalam sebuah kamar hotel . Membaringkan nya di ranjang kamar hotel itu .
Amyra menggigit tangan nya sendiri karena merasa tidak nyaman dengan tubuh nya sendiri . Elvano segera menarik kedua tangan Amyra dan memegangi nya di atas kepala Amyra .
Terlihat dada Amyra yang naik turun mengikuti nafas nya yang memburu .
" Aku tau sepertinya mereka telah memberi nya obat perangsang . " batin Elvano kuat .
Amyra menggigit bibir bawah nya .
" Maaf aku harus melakukan nya . " ucap Elvano kemudian mencium bibir Amyra yang terlihat seksi itu .
Elvano ******* habis bibir Amyra . Terdengar ******* Amyra yang memang sudah terangsang akibat obat yang tadi dia minum .
Elvano sejenak menghentikan ciuman nya .
" Aku benar benar tidak bisa berhenti Ra . Maaf . " ucap Elvano kemudian meneruskan ciuman nya menuju leher jenjang Amyra .
Hanya dengan satu tarikan . Baju Amyra terlepas sempurna dari tubuh nya . Tubuh yang kini penuh dengan keringat birahi nya yang tak dapat lagi di tahan .
" Elvano . " ucap parau Amyra membuat birahi Elvano semakin meningkat . Dengan tangan yang meremas rambut Elvano . Amyra terus meracau menikmati setiap sentuhan tangan dan bibir Elvano di tubuh nya .
" Elvano . "
Amyra mendesah seksi ketika kini Elvano telah berhasil membuka seluruh pakaian nya .
__ADS_1
Elvano benar benar tidak bisa berhenti untuk mencumbui Amyra yang kini terlihat sangat menggoda dengan keringat yang membuat tubuh Amyra semakin menggairahkan .
Elvano meninggalkan beberapa bekas ciuman di tubuh Amyra .
" Elvano . " desah Amyra ketika kini Elvano bermain di kedua gunung kembar milik Amyra .
Elvano meremas dan menciumi nya hingga meninggalkan jejak kepemilikan .
Pikiran Amyra sudah kalut , perasaan nya sudah berkabut tertutup oleh kenikmatan yang dia rasakan dari setiap sentuhan Elvano di tubuh nya . Otak nya sudah tidak bisa berpikir jernih . Yang Amyra tau sekarang dirinya menginginkan Elvano untuk lebih menyentuh nya .
" Ahhh !" desah Amyra ketika kini satu tangan Elvano tengah bermain di pusat sensitiv nya . Membuat Amyra semakin larut dalam kenikmatan .
" Elvano . " ucap Amyra lirih ketika Elvano menghentikan kegiatan nya . Amyra membuka mata nya perlahan .
Kini terlihat Elvano membuka kemeja nya dan melemparnya ke sembarang tempat . Amyra menelan saliva nya ketika melihat tubuh kekar Elvano dengan dada bidang yang menghiasi nya terpampang jelas di hadapan nya .
Tak hanya sampai di situ . Elvano kini membuka ikat pinggang nya dan melepas kancing celana nya . Elvano menurunkan celana jeans yang di gunakan nya sebatas paha .
Amyra dan Elvano kini benar benar sudah tidak dapat lagi menahan dorongan hasrat nya .
" El .... " desah Amyra ketika kini tubuh nya serasa menyatu dengan tubuh Elvano . Sejenak Elvano membiarkan posisi nya .
Sensasi yang luar biasa di rasakan Amyra saat ini . Begitu pun dengan Elvano .
Elvano ******* bibir Amyra yang merah .
" Amyra . Aku benar benar bisa gila karena kamu !" bisik Elvano lembut kemudian mengigit pelan telinga Amyra .
Elvano meneruskan kegiatan nya dengan penuh kenikmatan yang menyelimuti mereka berdua . Keringat telah membasahi tubuh mereka berdua yang saat ini menyatu sempurna .
Sesekali Amyra mencakar punggung Elvano berusaha menahan diri , tapi Elvano tak menghiaukan nya .
Kenikmatan telah membuat mereka berdua lupa akan segala nya . Nafas mereka saling beradu ketika bibir mereka berdua menyatu , seakan berebut mencari kenikmatan yang lebih dalam .
Cukup lama mereka saling memanggil nama dengan suara serak penuh gairah .
Sudah hampir satu jam mereka beradu kasih di ranjang hotel itu .
Hingga akhir nya Elvano dapat melepaskan seluruh hasrat nya yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuh nya . Bersamaan dengan cengkraman kuku Amyra di punggung Elvano seraya dengan tubuh nya yang menegang . Elvano menggigit pelan bibir bawah Amyra .
" Ahhhh !!!" desah Amyra bersamaan dengan Elvano yang telah berhasil melepas desakan tubuh nya .
Tubuh mereka masih menyatu . Dengan nafas yang memburu seakan berebut oksigen.
" Elvano . " ucap lirih Amyra .
Elvano membaringkan tubuh nya di samping Amyra . Elvano memeluk tubuh Amyra kemudian menyelimuti tubuh mereka dengan selimut .
" Maaf karena aku gak bisa menahan diri . " ucap lembut Elvano seraya mencium lembut kening Amyra .
...****************...
...****************...
__ADS_1