
" Ya papa juga sih yang ijinin Vina buat kuliah di luar negeri . Mana anak kita cuma dua , makan nya mama pengen Elvano cepat menikah saja dengan Amyra . Biar mama disini ada temen nya . " ucap mama Rosa .
" Ya . " jawab singkat papa David .
" Pa , kalo mama ke tempat El gimana ? mau lihat kondisi Amyra . " ucap mama Rosa .
" Kalo menurut papa itu ide buruk ma . Mama mau bikin El makin marah ?" ucap papa Rosa .
" Terus mama harus gimana pa ? mama juga khawatir sama Amyra , gara gara mama dia jadi sakit . " ucap mama Rosa yang masih merasa bersalah .
" Lusa kan mau tes DNA . Mama pasti ketemu dia , untuk saat ini berikan mereka waktu . " ucap papa David .
" Pa , kalo misal nya hasil tes DNA nya ternyata bayi yang di kandung Amyra bukan anak nya El gimana ?" tanya mama Rosa .
" Papa gak bakal restui mereka buat menikah . Kalo sampai itu terjadi , papa yakin kalau wanita itu hanya memanfaatkan Elvano . Papa bakal buat wanita itu pergi . " ucap papa David .
" Tapi pa . "
" Gak ada tapi !" ucap papa David tegas membuat mama Rosa membungkam mulut nya .
Papa David adalah orang yang sangat tegas dan disiplin . Sifat nya yang keras memang sudah menjadi ciri khas nya di dunia bisnis maupun dalam keluarga .
Papa David sangat tidak suka dengan bantahan , layak nya Elvano . Semua sifat papa David menurun pada kedua anak nya . Elvano dan Elvina .
Namun Elvina cenderung lebih suka membantah dan berbeda keinginan dengan mama dan papa nya . Elvina memilih untuk kuliah ke luar negeri dan tidak mau terlibat dengan bisnis properti milik ayah nya .
Berbeda dengan Elvano yang sejak dulu sudah ikut terjun bersama ayah nya di bidang properti , dan akhirnya kini Elvano bisa lebih sukses menjalankan bisnis nya itu .
Di usia yang masih terbilang muda , Elvano sudah bisa mendirikan perusahaan properti dengan nama nya sendiri . Elvano membangun kesuksesan nya dari semua ilmu yang di berikan papa David .
Sekarang Papa David dan Elvano selalu bekerja sama untuk mendapatkan proyek properti yang besar .
****
Hari pun berganti .
Di apartemen Elvano terasa sangat hangat karena kehadiran Amyra . Elvano enggan untuk keluar dari sana karena ada Amyra .
Seharian Elvano hanya berduaan dengan Amyra di apartemen nya . Bahkan untuk makan pun Elvano hanya memesan nya lewat online .
" El ? " tanya Amyra .
" Ya ?" jawab Elvano singkat dengan posisi berbaring di pangkuan Amyra .
" Kamu gak bosan hanya diam di sini dari kemarin ?" tanya Amyra .
" Nggak . " jawab Elvano singkat .
" Ini udah siang. Kamu gak kerja atau ada janji gitu ?" tanya Amyra kemudian .
" Nggak juga. " jawab Elvano .
Amyra menghela nafas .
" Aku lebih suka di sini , sama kamu . " ucap Elvano .
__ADS_1
" Iya aku tau , tapi jangan sampai kamu melupakan hal lain juga . " ucap Amyra mengusap rambut Elvano .
" Entahlah , aku gak mau kemana mana . Mau disini aja , seperti ini . " Ucap Elvano semakin nyaman membenamkan kepala nya ke pangkuan Amyra . Amyra hanya tersenyum melihat tingkah Elvano yang seperti anak kecil .
" Aku kadang gak ngerti sama sikap kamu , El . " ucap Amyra.
" Maksud nya ?"
" Ya , kadang kamu bisa sangat perhatian , bisa sangat baik , bisa sangat lembut . Tapi di sisi lain , kamu bisa jadi sangat agresif , pemarah . " ucap Amyra .
" Entahlah . " jawab Elvano .
" El . "
" Ya . "
" Aku harap hubungan kamu dan Bima bisa kembali lebih baik . Jangan sampai hubungan kalian menjadi renggang karena ada aku . " ucap Amyra merasa sedih . Elvano terdiam .
" Aku rasa dulu hubungan kalian sangat dekat , tapi kenapa tiap kalian bertemu kalian selalu berdebat . " ucap Amyra .
" Aku hanya gak suka kalo dia deket sama kamu . " ucap Elvano acuh .
" Aku dan Bima memang dekat El . Tapi itu hanya sebatas teman , dan Bima sudah sangat banyak membantu ku . " ucap Amyra . Elvano kemudian duduk dan menatap Amyra .
" Mulai sekarang ada aku , jangan Bima . " ucap Elvano serius . Amyra menatap kembali mata Elvano .
" Mulai sekarang bergantung lah pada ku . Aku mau kamu meminta bantuan ku tiap ada masalah , bukan pada Bima . " ucap Elvano .
" Iya El . "
" Kamu tau seberapa kesal nya aku tiap kali kamu sebut nama dia ? " ucap Elvano . Amyra terdiam .
" Husss ! kok ngomong gitu ?" Amyra marah .
" Iya . Aku nahan diri karena dia tuh sahabat ku sejak kecil , kalau bukan . Ahh ! Entahlah . " ucap Elvano .
" Kalian pasti sudah dekat sejak dulu , jadi mulai sekarang perbaiki hubungan kalian . Ok . " ucap Amyra lembut .
" Yaa . Aku bakal perbaiki hubungan aku sama dia kalau dia gak deketin kamu lagi . " ucap Elvano .
Amyra tersenyum .
Terdengar suara getaran ponsel Amyra . Amyra melihat kalau Elsa lah yang menghubungi nya .
" Bentar El. " ucap Amyra kemudian mengambil ponsel nya lalu mengangkat telepon itu.
" Halo . " ucap Amyra .
" Ra ! kamu tuh ya bener bener . Saking betah nya di rumah Si El , kamu sampai lupain aku ! " Celoteh Elsa .
Amyra tertawa lucu .
" Kamu gak ada hubungin aku , gak ngasih kabar . Dasar ya !" Elsa terus saja mengelutus Amyra .
" iya maaf sa . Maaf aku gak hubungi kamu . Kamu gimana kabar nya . " ucap Amyra .
__ADS_1
" Aku baik , kamu sendiri gimana ? Si El gak macam macam kan ?" ucap Elsa .
" aku baik kok . Emang nya El bakal ngapain aku gitu , kamu kok bisa se khawatir itu ?" ucap Amyra tertawa .
" ya siapa tau siksa kamu , atau pukul kamu , atau mungkin paksa paksa kamu gitu . " ucap Elsa .
" Ya enggak lah sa. Dia baik kok , kamu gak perlu khawatir . " ucap Amyra.
" Ya bisa saja kan . Kangen kamu Ra , kapan bisa ketemu ?" ucap Elsa .
" Iya aku juga kangen kamu . Belum tau juga sih , besok aku tes DNA . " ucap Amyra .
" Kalo udah tes nanti bisa ketemu kan ?" tanya Elsa .
" Iya . Aku usahain . " jawab Amyra seraya menoleh kearah Elvano .
" Yaudah , aku lanjut kerja lagi ya. Pusing banyak kerjaan , tapi keinget kamu terus . " ucap Elsa .
" Iya . Semangat kerja nya . " ucap Amyra kemudian menutup telepon itu .
Amyra menyimpan kembali ponsel nya . Amyra melirik kearah Elvano yang tengah memainkan ponsel nya .
" El . "
" Iya aku tau . Besok setelah tes DNA selesai , kamu boleh ketemu Elsa . " ucap Elvano seakan mengerti keinginan Amyra untuk bertemu dengan sahabat nya itu.
" Makasih El . " ucap Amyra kegirangan .
" Tapi jangan ketemu di tempat Bima . " ucap Elvano .
" Kenapa ?"
" Ya jangan aja . " ucap Elvano tanpa tau alasan nya melarang Amyra dan Elsa bertemu di tempat Bima .
" Katanya mau memperbaiki hubungan sama Bima ?" tanya Amyra menyindir .
" Harus gitu ketemu terus sama dia ?" tanya Elvano malas .
" Iya dong , kan udah bilang mau baikan . Jadi harus sering ketemu . " ucap Amyra .
" Iya iya iya . " ucap Elvano malas .
" Nah gitu dong , kan besok bisa makan bareng disana . " ucap Amyra semangat .
" Besok gausah masak masak sama Bima . Beli aja , gak suka lihat kalian berdua masak !" ucap Elvano kesal mengingat Amyra yang terlihat bahagia ketika memasak berdua dengan Bima .
" Mulai deh jadi pemarah lagi . " ledek Amyra .
" Aku bukan marah . Aku cuma gak suka aja liat senyuman kamu sama dia . " ketus Elvano .
" Kalo senyum nya ke kamu gimana ?" ucap Amyra tersenyum manis di hadapan Elvano .
Elvano yang melihat senyuman itu pun justru semakin ingin mencium Amyra.
Elvano memegangi kedua pipi Amyra .
__ADS_1
" Nah . Awas kalo kamu kasih senyuman ini sama orang lain ! Apalagi sama si Bima ! " ucap Elvano . Amyra tersenyum .
...***********"*...