
Jam menunjukkan pukul 4 pagi .
Amyra perlahan membuka mata nya , Amyra kaget ketika melihat wajah Bima yang sedang terlelap tepat berada di hadapan nya .
Amyra ingat kalau memang semalam dia tidur di kamar Bima .
Amyra memperhatikan wajah tampan Bima yang sedang tidur .
" Kamu orang baik Bima . Aku yakin kamu bakal dapet cewek yang baik juga , bukan aku . Maafin aku Bima , gak seharus nya kamu ikut menanggung masalah ini . " gumam Amyra .
Perlahan Amyra turun dari tempat tidur itu agar tidak membangunkan Bima . Amyra bergegas keluar dari kamar itu menuju kamar nya .
Bima terbangun dari tidur nya jam 9 pagi .
Namun dia bingung ketika melihat hanya ada dirinya saja di tempat tidur itu , Bima mengingat ingat kembali kejadian malam tadi .
" Apa gua cuma mimpi semalem ? " ucap Bima bingung .
Bima tidak mengetahui kalau Amyra sedari tadi sudah bangun dan langsung kembali ke kamar nya .
Bima segera masuk kamar mandi dan membersihkan diri .
Bima berjalan menuju dapur untuk mengambil secangkir kopi .
" Amyra ?" tanya Bima yang kaget melihat penampilan baru Amyra .
" Ya ?" jawab Amyra menoleh kan kepala nya .
" Rambut mu ?" Bima masih serius memperhatikan Amyra .
Amyra memotong sendiri rambut panjang nya sampai seatas bahu . Kini wajah nya lebih terlihat segar , bahkan dia mewarnai rambut nya dengan hitam legam membuat kecantikan wajah Amyra semakin terpancar .
" Jelek ya ?" ucap Amyra malu berusaha merapihkan rambut baru nya .
" Bukan , eh . Nggak " Bima gelagapan .
" Aku potong sendiri tadi , sekalian aku cat hitam . Pasti aneh banget ya . " Amyra cemberut .
Bima menghampiri nya .
" Cantik . " ucap Bima mengusap lembut rambut Amyra .
" Tapi kenapa kamu gak bilang mau potong rambut ? kan aku bisa ajak kamu ke salon . " ucap Bima .
" Beneran bagus gak ? segini juga cukup kok . Makasih . " ucap Amyra .
Bima agak heran dengan sikap Amyra pagi ini , dia terlihat lebih ceria dan terkesan terbuka .
" Bagus kok , kamu keliatan lebih segar . " ucap Bima .
" Tapi , dalam rangka apa kamu ubah penampilan kamu , Ra ?" tanya Bima penasaran .
" Hmm , aku butuh suasana baru . Aku gak mau terus terlarut sama masa lalu . Aku mau berubah , aku mau jadi lebih semangat . " jawab Amyra penuh semangat . Membuat Bima tersenyum .
__ADS_1
" Bagus kalo gitu . Kamu memang harus berubah jadi lebih kuat Ra . Aku yakin kamu bisa . " ucap Bima .
" Mau kopi ?" Tanya Amyra dengan senyuman nya .
" Boleh . " Bima pun duduk di meja makan yang berada tepat di sana .
Bima semakin terpesona dengan Amyra , hingga tak henti henti nya mata Bima memperhatikan Amyra .
" Kenapa kamu malah tambah cantik sih . " gumam Bima yang semakin gugup melihat Amyra .
" Ini kopi nya , hati hati masih panas . " ucap Amyra menyodorkan secangkir kopi .
" terimakasih . "
" Eh Ra , boleh tanya sesuatu gak ?" ucap Bima .
" Ya ?"
" hmm ,, semalem kamu gak tidur di kamar aku kan ?" tanya Bima serius .
Amyra mengerutkan dahi nya dan pikiran jahil pun terlintas .
" Nggak , emang kenapa ?" jawab Amyra menahan tawa . Bima semakin bingung .
" Berarti semalem cuma mimpi . " ucap Bima pelan dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
Amyra tertawa kecil .
" Mimpi apa emang ?" tanya Amyra jahil .
Amyra pun tak bisa menahan lagi tawa nya .
" Bima , Bima . Aku kan emang semalem tidur di kamar kamu , masa iya lupa . Tadi subuh aku langsung keluar soal nya takut ganggu kamu yang lelap banget tidur nya. " ucap Amyra .
" Tuh kan , berarti emang beneran bukan mimpi . Tapi sedih juga sih . " ucap Bima .
" Sedih kenapa ?" tanya Amyra heran .
" Sedih , karena pas aku buka mata . Kamu udah gak ada di samping aku Ra . " wajah Bima berubah muram .
" Ih , ada ada aja . " ucap Amyra menepuk pundak Bima .
Bima tersenyum .
" Mulai sekarang , aku bakal jadi orang yang penuh semangat , penuh tawa , dan penuh kebahagiaan . " ucap Amyra penuh semangat .
Bima tersenyum melihat Amyra yang kini lebih kuat .
" setelah bayi aku lahir , aku bakalan berusaha keras buat bahagiain dia . Aku bakal kerja lagi , berkarir lagi . " ucap Amyra .
" Kan ada aku , Ra . Kamu gausah kerja , kamu cukup tinggal di sini jaga kesehatan dan bayi kamu . "
" Nggak , Bima . Aku udah ambil keputusan . Setelah bayi ini lahir aku mau hidup mandiri , kaya nya aku mau pindah aja dari sini . " ucap Amyra .
Bima terdiam sejenak .
__ADS_1
" Jadi kamu gak bakal jadi nikah sama aku Ra ?" tanya Bima serius dengan wajah yang mulai sedih .
" Bima , aku tau kamu tuh orang paling baik sedunia . Aku tau kamu pasti bakal bantu aku kan ? kali ini aku mau minta bantuan kamu . " ucap Amyra . Bima serius mendengar kan .
" Bantu aku supaya aku bisa jadi lebih kuat . Aku butuh kamu dan Elsa buat support aku . " pinta Amyra .
" Tapi , Ra . Gimana sama anak kamu nanti ? dia butuh seorang ayah Ra . " ucap Bima yang merasa tidak mau kalau sampai niat nya untuk menikahi Amyra hilang .
" aku tau , Bima . Tapi ini tidak boleh jadi beban kamu , aku yakin aku bisa hidup berdua dengan anak ku tanpa seorang ayah dan suami . Ok . " ucap Amyra meyakinkan .
" Tapi Ra . " Bima semakin sedih .
" Kamu gak seharusnya terlibat masalah aku , Bima . Kamu gak seharusnya nanggung semua masalah aku . Jadi jangan buat aku terus bergantung sama kamu , karena kamu juga punya kehidupan sendiri , Bima . " ucap Amyra .
" Ra , please . Gak ada yang merasa terbebani di sini . Aku sama sekali gak keberatan , aku justru senang Ra ." Bima terus berusaha agar Amyra berubah pikiran .
" Kamu tuh orang baik , Bima . Udah seharusnya kamu juga dapat pasangan yang baik juga . Menikahlah dengan wanita yang kamu cintai , aku gak mau nanti kamu harus menikah justru malah sama orang kaya aku . " ucap Amyra .
Wajah Bima terlihat sangat sedih .
" Entahlah , Ra . " Bima berdiri dan berjalan menuju kamar nya tanpa bicara apapun lagi . Bima tidak dapat lagi berkata apa apa .
Amyra merasa bersalah melihat raut wajah Bima yang berubah .
Bima memang sangat menginginkan Amyra , namun dirinya juga tidak bisa egois . Bima tidak mau memaksa Amyra untuk menikah dengan nya .
Bima berusaha menerima keputusan Amyra , namun dirinya juga tidak ingin melepaskan nya .
" Tunggu , Bima . " Amyra dengan cepat menyusul Bima .
Bima berhenti tepat di depan kamar nya .
" Bima , maaf . Tapi aku gak bermaksud ,, " Amyra ragu .
" aku tau Ra , kamu cuma gak mau ngerepotin aku kan ? aku hargai keputusan kamu Ra . Tapi asal kamu tau Ra , aku lebih serius dari pada siapapun ketika aku bilang aku mau nikahin kamu . " ucap Bima serius .
Amyra terdiam sejenak .
" Bukan masalah kamu hamil atau apa , tapi emang aku bener bener mau nikahin kamu karena perasaan aku Ra , bukan karena kasihan atau pun iba . " jelas Bima .
" Bima ,, "
" Kamu gausah khawatir Ra , aku gak mau jadi orang egois . Apapun keputusan kamu , aku pasti dukung kamu . Aku tau kamu pasti tau apa yang terbaik buat kamu Ra . " ucap Bima mengusap rambut Amyra .
Bima tersenyum walau sebenar nya hati nya merasa kecewa .
" Tapi , boleh aku minta satu hal ?" tanya Bima .
" Satu hal ?"
" Kasih kesempatan aku buat buka hati kamu Ra , aku bakal berusaha buka hati kamu buat aku . " ucap Bima .
Amyra mengangguk pelan .
" Aku harap suatu hari nanti kamu bisa terima aku dengan perasaan yang sama Ra . " ucap Bima .
__ADS_1
...^^^************************^^^...